Penyakitku,,,,izinkan aku menuntut ilmu dulu. Itulah perasaan yang sekarang
diluapkan oleh Wawan melalui kata-katanya yang lirih berbisik. Hari ini kami
tim Program LMI mendatangi sekolah di pinggir hutan gemarang yang sangat kering
dan panas keadaannya.
Wawan adalah seorang anak malang yang berusia 12 tahun. Dia anak seorang
janda yang berada di desa Beran Gemarang. Tetapi janda ini sekarang merantau ke
kalimantan untuk bekerja sebagai tukang masak di perkebunan. Penghasilan si ibu
ini tidak seberapa, cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarga.Bapaknya
wawan meninggal sejak dia masih kecil,
sehingga ibunya menjadi tulang punggung keluarga. Sekarang wawan tinggal
bersama budhenya. Budhenya yang selalu merawat wawan dari kecil sampai
sekarang.
Wawan menderita gangguan di bagian saraf. Awalnya, pada waktu umur 5 tahun
dia kejatuhan sangkar burung pada kepalanya pada saat bermain. Karena kejadian
itu, Wawan menjadi sakit tidak bisa bergerak sama sekali. Dia pun berhenti dari
sekolah TK sampai beberapa tahun ke depan. Setelah hampir 2 tahun berhenti
sekolah, dia melanjutkan sekolah di SD 4 Gemarang. Sebenarnya, wawan di rekomendasikan
untuk sekolah di SDLB. Tetapi karena kondisi SDLB yang jauh harus ke Caruban
dan tidak ada yang bisa mengantar, maka dengan pertimbangan dari pihak sekolah,
maka akhirnya wawan diterima sekolah di SD 4 Gemarang.
Setiap hari wawan masuk sekolah dengan didampingi budhenya. Dari pagi
sampai dengan sore selalu begitu. Wawan harus diawasi terus karena kalau
sewaktu-waktu ke kamar mandi atau membutuhkan keperluan yang lain, harus ada
yang melayani. Wawan tidak boleh jatuh atau kecapekan, karena akan sangat
mengganggu kesehatannya. Sambil menunggu wawan di sekolah, budhenya ini menyambi jualan es dan jajanan buat siswa SD yang
lain.
Sampai sekarang kesehatan wawan masih harus terus diperhatikan dengan baik.
Setiap 3 bulan sekali wawan chek up ke dokter saraf Madiun dengan biaya yang
bagi keluarga wawan itu lumayan banyak. Setelah operasi pada tahun 2005, di tubuh wawan dipasang selang
dari perut sampai dengan kepala. Itu
sebagai salah satu alat yang memudahkan checking pada waktu check up ke dokter.
Sekarang juga sudah menyerang saraf
mata, yang mengharuskan wawan memakai
kaca mata untuk membantu penglihatannya agar lebih baik. Kadang jika diajak
bicara pun juga tidak bisa nyambung. Itu yang membuat Wawan masih berada di
kelas 4 saat ini.
Walaupun begitu, wawan masih tetap semangat menuntut ilmu dengan segenap
kekuatan yang ada. Tidak ada yang menghalangi niatan Wawan. Walau harus sambil
duduk di bangku dengan menahan sakit, dia tetap menjalani kegiatan rutinnya sekolah dengan senang hati.
Bagaimanakah dengan niatan kita dalam menuntut ilmu????? Apakah semangat
yang besar masih ada dalam diri kita???? Bagaimana perasaan kita setelah
mendengar keadaan dan semangat Wawan dalam belajar?? Tergugahkah jiwa kita
untuk membantu Wawan????
SEGERA SALURKAN BANTUAN ANDA
UNTUK MENJADI ORANG TUA ASUH BAGI WAWAN.
Berapapun jumlah uang yang kita
berikan,,,,,,,pasti akan membawa manfaat bagi yang memerlukan.
LMI Madiun siap menerima dan
menyalurkan bantuan dari anda.