Bersikap ikhlas tidak selalu
bermakna pasif. Ikhlas adalah amalan hati, sehingga ikhlas tidaknya seseorang
terletak dalam hatinya itu sendiri. Karena, hanya Allah dan dia sendiri yang
bisa mengetahuinya. Berikut ini beberapa contoh perbuatan yang bisa jadi
seringkali dianggap sebagai ketidakikhlasan padahal sebetulnya tidak demikian.
Semua tergantung pada niatnya.
1.Berpenampilan baik.
Rasulullah shallallahu ’alaihi
wasallam bersabda,”Tidak masuk surga seseorang yang didalam hatinya ada
sebesar atom sifat sombong. Lalu seorang laki-laki berkata,”Sesungguhnya
seseorang senang bila pakaiannya baik dan sandalnya baik.” Maka
Rasulullah bersabda,”Sombong adalah mengingkari kebenaran dan merendahkan
(menghina) orang lain.” (HR Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah) Oleh karena
itu, jangan sampai kita tergesa-gesa menuduh seseorang yang berpenampilan atau
berpakaian yang baik dan bagus sebagai tidak ikhlas. Bahkan, Rasulullah justru
menganjurkan kita untuk berpenampilan dan berpakaian yang baik dan bagus, karena
sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai yang indah.
2.Bergembira apabila dapat melaksanakan ketaatan dan bersedih apabila
berbuat maksiat.
Rasulullah shalallahu
’alaihi wasallam bersabda,”Barang siapa bergembira karena kebaikannya
dan bersedih karena keburukannya, maka ia adalah seorang mukmin.” (HR Ahmad
dan Tirmidzi)
3.Memperlihatkan amal baik kepada orang lain dengan niat agar dicontoh.
Rasulullah shalallahu
’alaihi wasallam bersabda,”Barangsiapa berbuat kebaikan, maka ia akan
mendapatkan pahala kebaikannya itu dan pahala orang yang mengerjakan kebaikan
itu sesudahnya tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun.” (HR Muslim,
Tirmidzi dan Ahmad)
4.Meminta amanah atau jabatan, ketika tidak ada yang berkapasitas.
Contohnya adalah kisah Nabi
Yusuf ’alaihissalam ketika beliau minta dijadikan penanggung jawab
keuangan negara, sebagaimana firman Allah: ”Yusuf berkata,’Jadikanlah aku
bendaharawan negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga,
lagi berpengetahuan.“ (QS 12:55)