Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 15 September 2014

Kepada Donatur : Mengintip Akheratmu Dengan Melihat Kehidupan Duniamu



Selamat Siang Donatur Lembaga Manajemen Infaq....

Allah menjadikan kematian dan kehidupan sebagai ujian bagi manusia siapakah yang lebih baik amal perbuatannya. Bagi hamba Allah, hidup adalah ujian, dan matipun ujian.  Manusia lebih banyak menganggap kematianlah yang menjadi ujian dan kehidupan sebagai realita yang dijalani dan tidak banyak yang merasakannya sebagai ujian

Ujian kematian berlaku bagi mereka yang mati dan mereka yang hidup. Ujian kematian bagi yang mati adalah bagaimana mereka menghadapi kematian. Sakaratul Maut adalah sebuah ujian keimanan yang sangat berat, bahkan Rasulullahpun merasakan beratnya sakaratul Maut
"Tatkala kondisi Nabi makin memburuk, Fathimah berkata: "Alangkah berat penderitaanmu ayahku". Beliau menjawab: "Tidak ada penderitaan atas ayahmu setelah hari ini…[al hadits]

Dan penderitaan yang terjadi selama pencabutan nyawa akan dialami setiap makhluk. Dalil penguatnya, keumuman firman Allah: "Setiap jiwa akan merasakan mati". (Ali 'Imran: 185). Dan sabda Nabi: "Sesungguhnya kematian ada kepedihannya". Namun tingkat kepedihan setiap orang berbeda-beda. Orang beriman akan mengalami kematian yang lebih ringan karena keimanannya.

Setiap orang akan mengalami saat-saat yang berat menjelang kematian dengan penyebab kematian yang berbeda. Pernahkah Anda merasakan bagaimana Anda tenggelam terbawa arus deras, tak mampu muncul ke permukaan, setiap tarikan napas hanya air memenuhi rongga paru-paru, meronta tak melepaskan derita, teriakan tanpa suara, kepanikan semakin bertambah dan Anda berakhir dengan diam. Adakah kita mengingat Allah saat kepanikan itu datang bertubi-tubi? Sebab kematian yang lain masih banyak tak terbilang.

Di situlah ujian-ujian kematian akan berdatangan dan bermunculan tak kunjung habis hingga napas terakhir.

Ujian kematian yang menimpa mereka yang ditinggalkan berbeda lagi, rasa kehilangan, rasa ditinggalkan, terampas hak-hak keluarga. Tak banyak yang lulus ujian dengan bersabar pada detik pertama kematian kerabatnya. Tak banyak yang punya rasa ridha dengan kembalinya orang-orang tercinta. Jika tidak lulus pada detik per tama kematian, sungguh hanya kerugian yang dialami manusia. Kehilangan orang tercinta adalah musibah, tidak ridha atas kehilangan itu adalah tambahan musibah.

Bersabar yaitu ikhlas dalam menghadapi musibah dan mampu mengendalikan diri pada pukulan yang pertama, yaitu ketika pertama kali musibah datang. Karena sesungguhnya kesabaran itu pada pukulan yang pertama.

Ujian bagi yang hidup adalah bagaimana menjadikan kehidupannya sebagai ladang mempersiapkan diri untuk kehidupan akherat. Ujian duniawi berupa harta tahta dan wanita adalah ujian kehidupan. Poros aktivitas kehidupan di dunia sebenarnya pada hati yang menyadari bahwa kehidupan dunia adalah ladang untuk mempersiapkan kehidupan akherat.

Pertanyaannya sekarang adalah seberapa besar porsi waktu kehidupan kita untuk persiapan hidup akherat? Sudahkah kehidupan duniawi menjadikan kita lupa persiapan ukhrawi kita? Sudahkah ruh kehidupan akherat ada dalam setiap aktifitas hidup kita? Apakah kita merasa sudah siap dengan datangnya kematian hari ini, adakah kita sudah merasa cukup dengan segala amal kebaikan kita. Sudahkah kemaksiatan yang merupakan representasi cermin neraka sudah kita hitung?

Sungguh kehidupan akherat bias kita lihat dari aktifitas kehidupan kita di dunia dengan berhitung kebaikan dan keburukan yang kita perbuat, dilihat dari keikhlasan yang kita bangun, kita bias melihat dari berapa banyak dzikir-dzikir yang menghiasi kehidupan kita sekarang.

Pembaca budiman, marilah kita bersama-sama menjadikan dunia yang kita jalani ini sebagai lading akherat, sebagai representasi kehidupan akherat, sebagai cermin syurga dan neraka tempat mana kita akan kembali.

Kehidupan dunia bisa menjadi cermin kehidupan akherat. Berapa persen hidup di dunia untuk persiapan akherat, sebesar prosentase itulah kemungkinan kita akan masuk syurga....
 

Catatan :
Jika allah menghendaki, orang yang bermaksiat sepanjang hidupnya akan masuk kedalam syurga, dan sebaliknya.

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga.



Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com