Seorang ayah bertanya pada anak gadisnya yang baru saja naik kelas 6 MI, "kamu mau belajar nyetir?"
"Mau bi...." jawab si anak sambil tersipu tapi penuh semangat.
Tiba-tiba sang ayah membelokkan ke lapangan yang kosong dengan rumput mengering. Mobil diposisikan lurus memanjang sepanjang lapangan. Kemudian ayah dan anak bertukar posisi.
Bak instruktur profesional, sang ayah menjelaskan pedal, posisi gigi, bagaimana mengoper gigi, menyetel tempat duduk dan terakhir sebelum si anak diajarkan menjalankan mobil, diajarkan dulu bagaimana menginjak gas dan rem.
Injakan gas pertama menghasilkan raungan mesin sangat keras. Terlalu keras si anak menginjak rem. Kemudian si ayah meminta sang anak mengurangi tekanan, mengurangi lagi dan mengurangi lagi sampai dirasa cukup untuk menjalankan mobil. Akhirnya si ayah mengatakan bahwa sang anak tidak harus menginjak gas, cukup melepas rem dan mobil akan jalan sendiri.
Tiba waktu yang ditunggu si anak.... Menjalankan mobil. Sang ayah meminta si anak menekan rem, kemudian si ayah memindah gigi dari posisi parkir, melewati R, melewati Netral dan memposisikan pada posisi Drive. Dan si anak sudah diminta melepas pedal rem pelan-pelan.
Mobil berjalan berkelok-kelok menghindari lobang-lobang dalam di lapangan. Sang anak senyum-senyum barngga bisa nyetir mobil, tapi sang ayah menjadi khawatir setelah sang anak bertanya, "Bi, kalau mau ngebut gasnya harus ditekan kencang ya?"
Sang ayah kaget dan menjawab, "oh jangan, bahaya."
"Tapi kalau mau ngebut kan memang harus diinjak keras-keras gasnya Bi."
"Iya, tapi jangan dicoba."
"Kenapa tidak boleh?"
"Kamu kan belum bisa."
"Ini sudah bisa Bi."
"Iya sudah bisa ya. Oke deh, sekarang latihannya selesai dulu." sang ayah mulai panik dan memutuskan untuk menyudahi latihan. "Sudah sekarang berhenti di sini ya, direm dulu"
Si anak menuruti perintah ayahnya menekan rem dengan keras. Mobil seketika berhenti, kepala si ayah nyaris membentur dashboard. Dengan cekatan sang ayah memindahkan gigi ke posisi parkir.
******
Melihat kisah diatas, saya menyimpulkan, berbahayanya anak-anak mengendarai karena :
1. Belum mampu mengontrol dengan baik fungsi perangkat di kendaraan.
2. Memiliki obsesi dan rasa penasaran sangat tinggi, sehingga dikhawatirkan melakukan tindakan yang membahayakan.
Anda boleh mengajarkan anak Anda mengendarai motor atau mobil tapi harus diberikan pemahaman sebaik-baiknya. Dan yang terpenting adalah, JANGAN IJINKAN ANAK MEMBAWA MOTOR-MOBIL SEBELUM CUKUP UMUR DAN MENGANTONGI SIM.
Lapangan Mojopurno Madiun, 14092014
Image :