Laman

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Kisahnyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisahnyata. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Maret 2023

Mekanisme Autofagi Pada Orang Berpuasa

Mengenal Mekanisme Autofagi


Mekanisme autofagi merupakan gabungan dari regenerasi sekaligus pembersihan di saat bersamaan. Ibarat menekan tombol “reset”, ketika autophagy terjadi maka sel-sel yang sudah tidak lagi berfungsi akan dibuang atau diregenerasi.

Adanya proses ini juga merupakan adaptasi dan respons yang sangat baik terhadap pemicu stres oksidatif dan zat beracun yang terakumulasi di dalam sel-sel tubuh.

Autofagi bisa terjadi secara alami. Namun, saat berpuasa tubuh akan beradaptasi dan melakukan autofagi dengan lebih efisien. Alasannya, tubuh tidak mendapatkan makanan atau minuman selama rentang waktu sekitar 12 jam.


Ketika tubuh terbiasa dengan pola semacam ini, maka sel-sel tubuh juga akan beradaptasi dengan mengurangi
 kebutuhan kalori.


Mengingat energi yang masuk terbatas, maka sel tubuh akan membuang bagian yang sudah rusak. Kemudian, dilakukan daur ulang atau regenerasi sehingga bisa bekerja lebih optimal.

Manfaat mekanisme autofagi

Berikut adalah beberapa manfaat terjadinya autofagi untuk tubuh manusia.


1. Regenerasi sel


Fungsi paling utama dari autofagi adalah meremajakan sel-sel tubuh. Artinya, ini bisa melawan penuaan sekaligus membuat sel tubuh bisa berfungsi dengan baik. 


Itulah mengapa, mekanisme ini sangat penting dan bisa membuat seseorang lebih panjang umur.


2. Menjaga energi tetap stabil


Ketika berpuasa dan asupan kalori menurun, sel-sel tubuh tentu harus beradaptasi. Untuk bisa tetap berfungsi secara optimal, kalori digunakan seefektif mungkin. 


Begitu pula dengan sel-sel yang tak lagi berfungsi, akan dibuang atau regenerasi agar kinerjanya tidak terlalu kelelahan.


3. Membuang zat tidak berguna


Selain membuang atau meremajakan sel yang tak lagi berfungsi optimal, autofagi juga membantu membuang zat racun dari tubuh. Utamanya, protein yang berkaitan dengan penyakit saraf seperti Alzheimer dan penyakit Parkinson.


4. Potensi mencegah kanker


Mekanisme autofagi tidak selamanya berfungsi optimal karena bisa juga mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia seseorang. 


Meski demikian, ini pula yang membuat autofagi menjadi sorotan utama karena potensinya mencegah berkembangnya sel-sel kanker.


Idealnya, tubuh bisa mendeteksi sel-sel yang abnormal seperti sel kanker serta membuangnya lewat proses autofagi. 


Itulah mengapa banyak peneliti terus mencari tahu kemungkinan autofagi menurunkan risiko seseorang menderita kanker.


5. Melindungi sel hati


Studi dari jurnal Food and Chemical Toxicology menunjukkan bahwa autofagi melindungi sel hati dari potensi kerusakan, terutama akibat konsumsi obat-obatan dan minum alkohol berlebihan.


Selain itu, autofagi juga dianggap bisa menekan risiko mengalami penyakit hati seperti perlemakan hati non-alkoholik, penyakit Wilson, gagal hati, hingga penyakit lain akibat konsumsi alkohol berlebih dalam jangka panjang.

Bagaimana cara agar autofagi terjadi?


Ada beberapa kondisi yang bisa memicu terjadinya autofagi, utamanya saat tubuh dalam kondisi lapar. Contohnya seperti saat melakukan intermittent fasting, diet keto, dan tentunya puasa.


Bisa disimpulkan, puasa adalah cara paling efektif untuk memicu terjadinya autophagy. Ketika berpuasa, sel-sel dalam tubuh mengalami stres karena kalori yang masuk ke tubuh berkurang.


Untuk mengimbanginya, sel-sel tubuh akan memastikan kalori digunakan seefisien mungkin. Salah satu caranya adalah lewat autofagi, yaitu membuang zat atau molekul sampah yang sudah rusak.


Tak hanya itu, mekanisme ini juga memastikan sel bisa mengalami regenerasi sehingga dapat berfungsi optimal.


Selain berpuasa, aktivitas lain yang bisa memicu terjadinya autophagy adalah berolahraga. 


Menurut sebuah studi hewan laboratorium dalam jurnal Autophagy pada tahun 2012 lalu, aktivitas fisik bisa memicu terjadinya autofagi pada organ yang merupakan bagian dari proses regulasi metabolisme. Contohnya seperti otot, hati, pankreas, dan jaringan adiposa.




Jumat, 11 Maret 2022

Buat Kalian Yang Masih Berselisih

https://nasional.kompas.com/read/2019/04/17/20493781/maruf-amin-tutup-17-april-dengan-pengajian-di-rumah

Hasan Al-Banna punya sebuah majelis taklim. Majelis ilmu itu dilaksanakan di sebuah masjid pada malam hari. Jama'ah. pengajian itu semakin hari semakin membludak saja. Maklum, tutur kata ustadz muda itu begitu menyentuh jiwa.

Suatu hari, Hasan Al-Banna merasakan adanya nuansa aneh di majelis taklimnya. Jama'ah pengajiannya duduk berkelompok. Ada dua kelompok besar. Masing-masing mengambil jarak.

Sebelum lagi Hasan Al-Banna memulai acara taklimnya, tiba-tiba sebuah pertanyaan mengejutkannya. Sebenarnya nada pertanyaan itu datar saja, tapi hati Hasan Al-Banna yang begitu peka menangkap sebuah pesan yang besar dalam pertanyaan itu.

"Bagaimana pendapat ustadz mengenai tawassul?" Sang guru yang ditanya terdiam sejenak. Ditatapnya si penanya. Disapunya satu per satu hadirin yang menatapnya dengan raut wajah menunggu.

"Wahai saudaraku," sapa Hasan Al-Banna jernih kepada si penanya. "Saya yakin engkau tidak hanya bertanya tentang tawasul saja. Engkau juga ingin bertanya tentang membaca salawat setelah azan, membaca Al Kahfi di hari Jumat, mengucap kata sayyidina dalam tasyahud, juga tentang membaca Alquran yang pahalanya ditujukan untuk mayit seseorang."

Jama'ah majelis taklim itu kaget. Guru mereka bisa membaca isi pikiran mereka. Dan Hasan Al-Banna memang sengaja mengungkap beberapa masalah khilafiyah yang sedang mereka ributkan. Masalah itulah yang membuat murid-muridnya duduk berkelompok-kelompok.

"Ya, benar. Saya memang ingin jawaban tentang itu semua," ujar si penanya tadi. Hasan Al-Banna menatapnya lembut. "Wahai saudaraku, saya ini bukan ulama. Hanya guru biasa yang hafal sebagian ayat-ayat Alquran, hadits, dan hukum-hukum agama yang saya baca dari beberapa kitab, lalu saya mengajarkannya kepada kalian. Jika engkau membawaku keluar dari lingkup itu, berarti kalian telah membuatku mengalami kesulitan," ungkap Hasan Al-Banna jujur.

"Oleh karenanya, jika apa yang akan saya katakan dapat memuaskanmu, itulah yang saya inginkan dan silakan mendengarkan. Namun, jika engkau menginginkan jawaban dan pengetahuan yang lebih luas, maka tanyakanlah kepada selainku. Tanyakan kepada para ulama yang ahli. Merekalah yang mampu memberikan fatwa kepadamu mengenai apa yang engkau inginkan itu. Adapun saya, hanya inilah kapasitas keilmuan yang saya miliki. Allah tidak membebani seorang hamba melainkan sebatas kesanggupannya," lanjut Hasan Al-Banna.

Rupanya, ungkapan merendah Hasan Al-Banna itu berhasil mencairkan suasana kaku yang tercipta di antara hadirin. Mereka tampak lega dengan apa yang dikatakan guru mereka.

Melihatnya, diam-diam Hasan Al-Banna bertahmid kepada Allah swt. Nalurinya sebagai pendidik tergugah. Ini saat yang tepat untuk memberi pelajaran yang lebih kepada murid-muridnya.

"Wahai saudaraku sekalian, saya sebenarnya tahu betul kemana arah pertanyaan tadi. Kalian ingin tahu saya ini termasuk kelompok Syeikh Musa atau Syeikh Sami. Ketahuilah, hal ini sama sekali tak bermanfaat bagi kalian. Kalian sudah tenggelam dalam iklim fitnah selama selama delapan tahun ini. Itu sudah cukup, " ucap Hasan Al-Banna memecah di keheningan masjid.

"Masalah-masalah yang kalian perselisihkan sebenarnya sudah diperselisihkan oleh kaum muslimin selama ratusan tahun lamanya. Dan mereka masih saja berselisih. Meski demikian Allah swt. tetap ridha apabila kita saling mencintai dan saling menjalin persatuan. Allah swt. benci apabila kita berselisih dan berpecah belah. Oleh karena itu, saya berharap, kalian bisa berjanji kepada Allah untuk meninggalkan persoalan-persoalan semacam ini sekarang. Lalu kita bersungguh-sungguh untuk bersama-sama mempelajari dasar-dasar agama dan kaidah-kaidahnya, mengamalkan anjuran anjuran agama yang kita sepakati bersama, serta kita amalkan kewajiban-kewajiban dan sunah-sunahnya sekaligus. Kita tinggalkan sikap takalluf (mengada-ada) dan ta'ammuq (terlalu dalam menyelami persoalan) agar jiwa kita jernih. Dengan begitu, kita semua bisa mempelajari berbagai persoalan dalam naungan rasa cinta, saling percaya, persatuan, dan keikhlasan. Saya berharap agar kalian dapat menerima pendapatku ini dan agar hal ini menjadi suatu janji di antara kita," tutur Hasan Al-Banna panjang dan mendalam. Semua terdiam. Tampaknya mereka butuh contoh konkret atas uraian tadi.

Hasan Al-Banna kembali menghentak keheningan itu.

"Siapa di antara kalian yang bermazhab Hanafi?" Seseorang mengacungkan jari. "Kemari!"

"Siapa di antara kalian yang bermazhab Syafi'i?" Satu orang lagi maju, mendekat ke guru muda itu.

"Saya akan shalat dan mengimami kedua saudara kita ini," kata Al-Banna kepada jama'ah majelis taklimnya.

"Apa yang kamu lakukan saat saya sedang membaca Al-Fatihah?" tanya Hasan Al-Banna kepada muridnya yang mengaku bermazhab Hanafi. "Saya akan diam saja dan tidak membaca apa-apa."

"Saudaraku yang bermazhab Syafi'i, apa yang kamu lakukan?" "Saya tetap harus membaca AlFatihah!" jawabnya tegas. Hadirin mendengar jawaban kedua itu.

Hasan Al-Banna kembali melemparkan pertanyaan. "Jika kita telah selesai shalat, bagaimana pendapatmu, wahai saudaraku yang bermazhab Syafi'i, tentang shalat saudaramu yang bermazhab Hanafi?"

"Shalatnya batal karena tidak membaca AlFatihah yang merupakan salah satu rukun shalat."

Hasan Al-Banna melontarkan pertanyaan yang sama ke murid yang satunya lagi. "Lalu bagaimana pendapatmu, wahai saudaraku yang bermazhab Hanafi tentang shalat saudaramu yang bermazhab Syafi'i?". "Ia telah melakukan tindakan makruh yang bersifat haram."

Mendengar kedua jawaban itu, Hasan Al-Banna segera mempertajam pertanyaannya. "Apakah karena alasan itu salah seorang dari kalian mengkafirkan yang lain?" "Tidak!" jawab keduanya cepat.

Hasan Al-Banna kemudian berpaling ke seluruh hadirin. "Apakah ada di antara kalian yang mengkafirkan satu dari mereka karena bacaan Al-Fatihahnya?" .

Tidak," kata seluruh jamaah majelis taklim tegas.

"Aduhai, Maha Suci Allah. Kalian bisa diam dan memaklumi permasalahan seperti ini padahal ini menyangkut sah atau batalnya shalat. Tapi, mengapa kalian berselisih tak kunjung usai hanya karena ucapan Allahumma shalli `ala Muhammad atau Allahumma shalli `ala sayyidina Muhammad dalam tasyahud?"

Jama'ah majelis taklim itu tercengang. Ya, mengapa mereka bisa terjebak dalam perselisihan yang tak perlu.

Dan logika sederhana guru mereka telah membongkar tempurung yang menutupi cakrawala berpikir mereka selama ini. Malam itu mereka mendapat pelajaran yang sangat berharga dari guru mereka, Hasan Al-Banna.


*Dari berbagai sumber

Selasa, 01 Februari 2022

Sopir Bus Malam atau Truk Kontainer, Boleh Tidak Puasa ?

 



Sy bekerja sebagai sopir bus malam, yg hampir seluruh hari dihabiskan di jalan. Apkh ttp mendpt keringan tidak puasa?

Trmks

Jawaban :

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Para pekerja yang kesehariannya di jalan sebagai seorang musafir, seperti para sopir bus malam, truk-truk muatan berat, apakah boleh tidak puasa atau tetap wajib puasa?

Allah ta’ala berfirman, "Siapa sakit atau sedang safar (dia tidak puasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur." (QS Al-Baqarah : 185)

Ayat ini menjadi dalil, bahwa safar diantara kondisi seorang layak mendapatkan keringanan (rukhsoh) tidak puasa. Baik safar yang jarang maupun sering.

Kesimpulan ini diambil dari ayat di atas melalui kaidah ushul fikih yang berbunyi, "Ada dan tidak adanya hukum, mengikuti ada dan tidakadanya ‘illah (alasan / yang mendasari hukum)."

Selama ada ‘illah, maka adanya hukum adalah sebuah keniscayaan. Pada kasus bolehnya tidak puasa untuk musafir, illahnya telah disinggung pada ayat di atas. Tepatnya pada potongan ayat, "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”

Dari sinilah kemudian para ulama membahasakan illah untuk masalah ini dengan istilah, Karena safar adalah kondisi yang mungkin memunculkan kesukaran.

(Lihat : Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 3810)

Sehingga karakter illah pada kasus ini, sifatnya dugaan / prediksi (dzon), bukan yang sifatnya pasti. Sementara para ulama ushul fikih, telah memyimpulkan sebuah kaidah berkaitan illah yang sifatnya prediksi (mu’allal bil madzon),Hukum yang disimpulkan dari Illah yang sifatnya prediksi, tidaklah berubah karena berubahnya hikmah hukum.

Untuk kasus yang sedang kita bahas, secara rinci Syaikh Dr. Abdurrahman As-Sudais (Imam besar masjidil Haram) memaparkanya dalam Tesis beliau, sebagai contoh untuk kaidah di atas, Orang yang rumahnya di atas laut. Untuk menuju rumahnya dia harus menempuh jarak safar dalam waktu tempuh yang tidak lama, menggunakan perahu. Maka dia boleh menqosor dan tidak puasa di bulan ramadhan, disebabkan safarnya tersebut.

Orang ini tentu saja tidak merasakan kesukaran. Namun dia tetap mendapatkan keringanan (rukhsoh). Karena rukhsoh di sini kaitannya dengan suatu keadaan yang pada umumnya diprediksikan muncul kesukaran. Yaitu safar dengan jarak empat burud misalnya. Sementara hukum hasil produk illah yang sifatnya prediksi, tidaklah berubah karena perubahan hikmahnya pada beberapa kasus.

(Manhajus Syaikh As-Syinqiti fi tafsir ayat Al-Ahkam, 1/318)

  • Potensi muncul kesukaran pada safar, adalah illahnya.
  • Boleh mengqhasar dan tidak puasa, adalah hukumnya.
  • Merasakan ringan atau susah saat safar adalah hikmah hukumnya.

Istilah-istilah ini dapat anda pelajari detailnya di pelajaran Ushul Fikih. Di sini kami hanya mengutipnya sebagai pengantar.

Contoh lain untuk kaidah di atas :

Seorang muhrim (orang yang memakai pakaian ihram) yang kehilangan indra penciuman, tetap wajib membayar fidyah saat dia mengenakan minyak wangi. Meski dia sendiri tidak dapat mencium wanginya minyak wangi. Karena ia tetap dihukumi telah melanggar larangan ihram.

Oleh karenanya para ulama, saat dimintai fatwa tentang kasus orang yang kesehariannya sebagai musafir apa boleh tidak pusa, mereka menfatwakan boleh.

Salah satunya, fatwa Syaikh Abdulaziz bin Baz rahimahullah berikut, "Para sopir yang kesehariannya berada di jalan, yang tepat dia boleh tidak puasa dan boleh menqhasar/menjamak sholat, meski safar itu sudah menjadi bagian dari pekerjaannya sehari-hari.

Jadi sopir mobil yang hidupnya di jalan seperti sopir taksi atau lainnya, seperti penunggang onta yang hidupnya di jalan pada zaman dulu, boleh tidak puasa. Meskipun safarnya sering. Akan tetapi bila sudah tiba di tempat tinggalnya dia kembali puasa dan menahan diri (di sisa hari). Adapun saat dia sedang safar, berpindah dari satu daerah ke daerah lain, dia boleh tidak puasa, meski safar itu sudah menjadi pekerjaan kesehariannya. (Fatawa Nur ‘ala Ad-Darb 3/1230)Demikian, wallahua’lam bis shawab.

Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori, Lc



Referensi: https://konsultasisyariah.com/31862-sopir-bus-dan-truk-boleh-tidak-puasa-ramadhan.html

Jumat, 08 Oktober 2021

Derit-derit Ranjang Kematian Pasien Covid



Kisah nyata. Cerita dalam tulisan ini adalah kisah nyata, sama sekali bukan fiksi.

“Lha piye to, mlebu Rumah Sakit bareng kok mulihe ora bareng.”

Perkiraan saya, begitulah kata-kata yang diucapkan nenek pasien Covid ini. Kalau diterjemahkan secara bebas kira-kira: “Gimana to? Mulai dirawat di Rumah Sakitnya bareng, kok pulangnya tidak bareng .” Nenek ini tidak tahu saat putra tercintanya meninggal di ranjang sebelah. Kepanikan dan isak tangis suara Video Call memanggil nama anaknya saat sakaratul maut datang sama sekali tidak membuatnya tahu bahwa  anaknya telah tiada.

Keinginan nenek ini untuk pulang akhirnya terkabul. Setelah berjuang beberapa hari mencari Ambulance yang bisa mengantar ke rumahnya di luar kota. Bertemu dengan putri-putrinya yang masih tersisa. Ya… dengan sisa kesadaran yang masih dimilikinya, masih bisa minta satu-dua minuman yang diinginkannya, minta disiapkan makanan yang disukainya.

Sampai saat drop, suhu naik, nafas lemah, saturasi merosot. Perjuangan mencari Ambulance lagi-lagi mengalami kendala. Banyak pihak dihubungi, dan 3 jam baru ada ambulance yang bisa mengantar Kembali ke Rumah sakit.

Nenek ini di ujung nafasnya tidak ditemani oleh putri-putrinya yang sangat disayang sejak di dalam kandungan. Betapa hancur perasaan nenek ini di akhir hayatnya harus sendirian tanpa didampingi keluarga ketika nafasnya terlepas satu demi satu, dalam keheningan saat menelusuri Lorong sepi dari IGD sampai Ruang isolasi. Bahkan nyawa beliau tidak bertahan sampai di Ruang Isolasinya.

Dan akhirnya bersamaan tenggelamnya Mentari sore, meluncurlah mobil jenazah, meraung-raung membelah kota, menyeruak diantara padatnya kendaraan di jalanan menuju tempat peristirahatan terakhirnya yang sunyi, sepi, bersebelahan dengan banyakya gundukan tanah baru di sudut makam yang gelap.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau, menerima amal ibadahnya, diluaskan alam quburnya, dijadikan alam quburnya sebagai taman-taman surga, semoga menjadi syuhada, istirahat dengan tenang. Sakitnya, pedihnya, sesaknya nafas, beratnya cobaan, kerinduan pada suami, anak dan cucunya, kesendirian dan kesepian di ujung hayat yang dirasakannya… semoga menjadi penghapus dosa-dosa beliau.

Baca juga : Gimana rasanya sakit Covid?

Ya… saya kenal dengan nenek yang saya ceritakan ini, mertua saya yang selalu minta dipotong rambutnya setiap saya berkunjung. Kisah-kisah lain tidak perlu saya ceritakan, karena sangat mungkin yang dirasakan mirip dengan beliau.

Pembaca, saya bukan hendak membangunkan duka yang pembaca rasakan jika ada keluarga yang meninggal dan diberlakukan protocol Covid. Saya hanya ingin kita membayangkan betapa beratnya setiap detik saat malaikat maut menghampiri. Meskipun ditunggu sekian banyak famili, sesungguhnya saat kematian datang kita hanya sendirian, hanya ridho kita pada ketetapan Allah yang menemani dan menjadikannya mudah.

Akan ada banyak kejadian sangat berat yang terlihat kasat mata, belum lagi yang dirasakan saat ajal menjelang. Saat Anda tidak lagi bisa berkomunikasi dengan sempurna, rasa haus Anda akan sangat menyiksa, permintaan air Anda tidak dimengerti keluarga yang menunggu. Anda tetap dalam kehausan, sementara yang menunggu Anda bisa menikmati jus atau minuman lain dengan nikmatnya. Saat Anda lapar dan memberitahu keluarga, mereka tidak lagi mengerti dan membiarkan Anda merasakan sampai akhir hayat Anda

Baca juga : Kapak di Liang Lahat

Di sini perlunya kita melatih kesabaran, belajar menahan amarah, mengendalikan emosi, ridho dengan ketentuan Allah dan ikhlas. Jika sekarang kita masih mudah marah, emosi dan tidak ridho pada ketentuan Allah, bagaimana kita nanti menghadapi saat-saat berat itu?

Untuk itulah kita diajarkan untuk selalu berdoa :

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Allaahumma Innaa Nas Aluka Salaamatan Fid Diin, Wa ‘Aafiyatan Fil Jasad, Wa Ziyadatan Fil ‘Ilmi, Wabaròkatan Fir Rizqi, Wa Taubatan Qòblal Maut, Waròhmatan ‘Indal Maut, Wa Maghfiròtan Ba’dal Maut. Allaahumma Hawwin ‘Alainaa Fii Sakarootil Maut, Wan Najaata Minan Naar, Wal ‘Afwa Indal Hisaab

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan ketika beragama, kesehatan badan, limpahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datangnya maut, rahmat pada saat datangnya maut, dan ampunan setelah datangnya maut.”

“Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat hisab”.

 

Wallahua’lam

 

Doa dikutip dari https://kumparan.com/berita-update/doa-agar-mudah-menghadapi-sakaratul-maut-1vPW6erZBG5/full

Image : Prosesi pemakaman mertua.

Arti kata "derit" : Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata derit adalah tiruan bunyi lantai bambu diinjak, engsel yang tidak berminyak dan sebagainya. ( https://lektur.id/arti-derit/ )

Kamis, 16 September 2021

Sumur Usman Yang Mengalirkan Pahala Sepanjang Zaman

 

Image : https://www.liputan6.com/global/read/3370354/berusia-1400-tahun-sumur-utsman-bin-affan-di-madinah-masih-mengalir

Sumur Usman (bahasa Arab: بئرعثمان‎) Atau sumur Raumah adalah sumur bersejarah di Madinah, Arab Saudi. Sumur ini terletak di sekitar Wadi Aqiq di daerah Azhari. Sekitar3,5 kilometer dari Masjid Nabawi. Atau sekitar 1 kilometer dari Masjid Qiblatain. Sumur ini sekarang berada di bawah tanggung jawab Kantor Pengairan dan Pertanian Pemerintah Arab Saudi. Alamat tempat sumurnya  Bir Uthman, Madinah 42331, Arab Saudi. Koordinat 24°29′34.39″N 39°34′38.91″E.

Dilansir Madinatul Quran, diriwayatkan pada masa Nabi Muhammad, Kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Karena mereka (kaum muhajirin) sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekah.

Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, yaitu Sumur Raumah. Rasa airnya mirip dengan sumur zam-zam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antre dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah kemudian bersabda, "Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta'ala," demikian hadis riwayat HR. Muslim

Mendengar hal itu, Utsman bin Affan yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan Sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi.

Walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekali pun, Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, "Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari," demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.

Utsman bin Affan yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa surga tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini.

Ia pun membeli setengah sumur itu dan memilikinya secara bergantian. Akhirnya pemilik sebelumnya setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari itu juga separuh dari Sumur Raumah adalah milik Utsman.

Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di Sumur Raumah untuk mengambil air dengan gratis karena hari ini sumur Raumah adalah miliknya.

Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk dua hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.

Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah.

Yahudi itupun mendatangi Utsman dan menawarkan untuk menjual sumur itu dengan harga yang sama. Utsman yang setuju lalu membelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumah pun menjadi milik Utsman seutuhnya.

Kemudian Utsman bin Affan mewakafkan Sumur Raumah. Sejak saat itu Sumur Raumah dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk orang Yahudi pemilik lamanya.

Hari ini, sumur tersebut dikenal dengan nama Sumur Usman, atau The Well of Usman. Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya dieksport ke berbagai negara di dunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu, dan pendidikan. Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua di dunia atas nama Usman bin Affan. Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang di saat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun (atau setara 200 Milyar pertahun).

~diolah dari berbagai sumber~

Referensi : 
https://yusronhadi.blogspot.com/2021/07/10287-sumur-usman-bin-affan-pahalanya.html 

https://www.liputan6.com/global/read/3370354/berusia-1400-tahun-sumur-utsman-bin-affan-di-madinah-masih-mengalir


Jiwan, 17 September 2021

Senin, 13 September 2021

Gimana Rasanya Sakit Covid?


Banyak yang bertanya, kena Covid itu gimana rasanya?


Sudah lama kejadiannya, tapi boleh lah kita ceritakan. Karena masih banyak yang belum terpapar dan tumbang karena covid. Biar hati-hati.

 

Setiap orang bisa saja merasakan gejala yang berbeda pada saat terserang virus. Kondisi saya pas dirawat di RS karena covid seperti di bawah ini.

 

BATUK DARAH

Kalau orang lain batuk karena gatal atau mengeluarkan dahak, saya batuk untuk mendorong darah segar yang terkumpul di paru-paru. Dahakpun darah segar.

 

NAFAS SANGAT PENDEK

Melihat hasil beberapa kali rontgen, Dokter dan perawat selalu mengira kalau saya sesak nafas, tapi saya sendiri  tidak merasa sesak nafas.

Bukan sesak nafas yang saya rasakan, tapi nafas saya sangat pendek. mungkin 1/4 tarikan nafas normal.

 

7 HARI PANAS TINGGI

4 hari sebelum terkonfirmasi sudah panas tinggi mulai 38o sampai menyentuh 39.7o. Setelah masuk RS digelontor penurun panas. Setelah melewati hari ke tiga suhu tubuh baru normal.
Panas tinggi, pusing sekali, susah tidur, halusinasi...

 

ANOSMIA

Kehilangan penciuman menjadikan semuanya berasa aneh. Perasa makananpun berkurang.

 

PERNAH DICEK SATURASI OKSIGEN SANGAT RENDAH.

Akhirnya setiap dengar suara roda meja peralatan medis yang dibawa perawat, saya berusaha ambil nafas panjang terus biar terdeteksi saturasi normal.

Istri saya sampai menyalahkan saya : itu namanya tdk jujur.

Gimana mau jujur, kalau saturasi turun dipasang oksigen, takut juga kalau terus dipakaikan masker oksigen atau dipindah ke ICU.

 

DIAJAK BICARA CUMA BISA JAWAB 1-2 KATA. 

Hanya bisa jawab 1-2 kata karena ngos-ngosan seperti lari sprint kalau banyak omong,

Tidak bisa jalan jauh, jalan ke kamar mandi saja tersengal-sengal.

 

PERNAH BERHENTI NAFAS GARA-GARA TERKEJUT.

Karena kondisi sakit, air di Kamar Mandi menjadi sesuatu yang asing bagi tubuh saya.

Waktu ke Kamar Mandi saya coba cuci muka, wajah kena air, tubuh saya kaget. Seketika dan spontan narik nafas dan berhenti nafas. Bener-bener berhenti.

Agak lama baru bisa nafas lagi. Tersengal-sengal juga seperti habis dibekap mulut dan hidung cukup lama.

 

NAFAS TIDAK SPONTAN

Orang sehat, detak jantung dan nafas terjadi spontan. Jalan sendiri.

Saat itu sempat terjadi, nafas harus dikontrol dengan sadar. Kalau tidak diniati menarik nafas, saya tidak bernafas, dan baru bernafas lagi kalau nafas sudah dihembuskan lama dan  kehabisan oksigen di paru2.

Pada saat itu, jadi tidak bisa tidur dengan baik. Karena kalau tidur, nafas berhenti.

 

SHOLAT HARUS DUDUK.

Kenapa? Soalnya kalau berdiri pasti jatuh. Ke KM harus pegangan tembok biar tidak jatuh. Parah...

 

TIDAK BISA GANTI BAJU SENDIRI.

Berhari-hari tidak mandi, sibin-(badan di lap dengan kain yang dibasahi)-pun tidak berani, karena bisa sangat membahayakan nyawa. Begitu kena dingin terkejut, dan nafas berhenti.

 

MAKAN 1 SENDOK MAU MUNTAH

Hari 1-4 di RS tidak ada selera makan. Sama sekali hilang, yang bisa masuk dengan dipaksa cuma buah dan minuman suplemen. Semua masukpun sedikit. Badan semakin lemah, untung terbantu infus, suplemen makanan dan vitamin.

 

DIARE....

Ya.... murus, diare atau apalagi namanya terasa sangat memberatkan, karena kondisi yang sudah sangat payah ditambah diare lagi.


Kamis, 06 Mei 2021

Ibuku Pergi… Ayahku meninggal….

 Ibuku Pergi… Ayahku meninggal….

--------------------------------

 


Bocah perempuan ini berdoa di setiap sujudnya. Nafasnya tersengal, tangispun akhirnya pecah. Mata yang sayupun mulai berlinang airmata.

 

Bocah perempuan bernama "Putri" tersedu pilu menengadahkan kedua tangannya. Air matanya kian berlinang, dadanya bergemuruh.

 

“Putri hafalannya sudah 11 juz pak - buk. Putri sudah berubah. Putri tidak ngrepoti ibu pengasuh pondok lagi. Putri kangen sama ibu, ingin bertemu ibu meskipun sudah lupa wajah ibu. Kapan ya buk kita bisa melepas rindu ini. Putri juga rindu bapak. Bapak yang menemaniku sejak kecil. Hanya pundak bapak yang  bisa membuat Putri tertawa”.

 

“Pak – buk…. Putri selalu mendoakan yang terbaik untuk bapak dan ibu. Tak ada kata yang mewakili rasa selain doa. Semoga bapak bahagia di Syurga dan ibu segera kembali menemani hari-hari sepi Putri."

 

Tak ada tisue untuk mengusap. Yang ada hanya kain Kumal untuk menghapus air matanya saat larut dalam doa kerinduan.

------------------------------------------------




Putri… Ibunya meninggalkan ia dan ayahnya saat usia 3 tahun.

Ayahnya kuli bangunan. Tanpa tempat tinggal, putri selalu berpindah-pindah ikut tinggal di gubug bersama kuli-kuli lainnya. 3 bulan yang lalu ayahnya meninggal karena sakit liver.

Sejak kelas 2 SD Putri bersama LMI Madiun. Saat ini Putri Lulus SMP dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMU di Madiun.

Ingin membantu Putri?
Silahkan transfer ke Rekening : BSM an. LMI QQ Juli Susanti no rek. 7020721094

Informasi lengkap melalui WA Pengasuh : 0813-3518-9576 (Ustadzah Juli Susanti)


Berkenan membayar Zakat, Infaq, Shodaqoh, Wakaf, fidyah melalui LMI, silakan transfer melalui rekening berikut. Jangan lupa konfirmasi ke Nomor WA 0822-3000-0909 nggih.






Minggu, 06 Agustus 2017

Nenek 84 Tahun Harus Amputasi Kedua Kakinya

Kemarin di RSUP Sardjito, 6 Agustus 2017. 

Semakin tua semakin banyak saja penyakit yang di derita. Meski gejala sakit-sakit tak pernah dirasa di usia muda. Ia akan datang ketika fisik semakin lemah di usia senja. 

Nenek asal Gunung Kidul usia 84 tahun, jelas secara catatan umur dan penampakan kasat mata ini sepakat semua orang menyebutnya "tua renta" Nenek ini diam terbaring dengan kaki kirinya yang sudah tidak ada. Meski tertutup selimut, jelas terlihat kaki kirinya hanya sampai sebatas paha. Sekitar 30 cm dari lutut kirinya. 

Waktu saya tanya orang-orang yang menunggunya, dikatakan kedua kaki si nenek harus diamputasi karena ada pembekuan darah di kedua kakinya. 

"Yang kiri sudah diamputasi, tinggal menunggu jadwal amputasi kaki kanannya. Gejala awal hanya ada bercak menghitam di kaki kirinya, kemudian meluas terlihat mirip bekas terbakar cukup merata."  

Selama perawatan menunggu jadwal amputasi kaki kanannya, dokter mendeteksi ada gumpalan tumor di dalam otaknya. Karena kondisi tumornya, mau tidak mau harus dilakukan operasi pengangkatan tumor untuk menyelamat nyawanya. Tidak tahu sampai berapa lama, paling tidak bisa sedikit memperpanjang usia. 

 Begitu ya... Siklus hidup manusia. Sehat di usia muda, bukan jaminan sehat bahagia di usia senja. Semoga kita diberikan kesehatan, kebahagiaan, kemuliaan hidup di dunia, di akhirat nanti jadibahli Surga. Amin. Dari dalam bis... Madiun, 7 Agustus 2017

Minggu, 13 Desember 2015

Hacked Broadcast


Bbrp hari lalu sy broadcast hadits pakai aplikasi BBM. Ada respon dari sahabat saya

"Rajin banget broadcast."
"Iya, daripada BB nganggur, paketnya masih banyak. biasanya sih cari donatur." begitu jawab saya.
"Isi broadcastnya sih bagus, tapi jangan keseringan. nanti yg nerima jadi bosan." begitu kira2 balasnya.
akhirnya saya ucap terima kasih. "oh begitu ya, terima kasih atas nasihatnya."

Sy yakin daripada sy broadcast bisnis saya, atau broadcast dengan kata2. "TC, jangan dibalas" atau "test contact" atau "test contact, don't reply" masih lebih baik broadcast hadits atau ayat2 yg memotivasi.

Dalam pikiran saya, Saya tetap akan broadcast yg baik2 tapi akan saya lewati sahabat saya ini. Takut menyinggung atau mengganggu.

Sahabat saya ini pada 9 Desember memanfaatkan moment election day... pilkada serentak mengirim broadcast bisnisnya...

Saya hanya membatin, kemarin sy broadcast hadits sahabat saya ini keberatan, kok sekarang malah broadcast bisnis? tapi saya diam saja. toh tidak ada pengaruhnya buat saya.

Hari ini 13 Desember sy terima lagi broadcast dari sahabat saya beberapa kali. broadcastnya : "PING!!!"

Setelah itu ada broadcast info video mesum anggota DPRD dengan pacarnya, lengkap dengan link nya.

Setelah itu broadcast video mesum aurah kasih bersama mantan pacarnya di sebuah hotel di jakarta... lengkap dengan linknya

Akhirnya saya dapat jawaban. Aplikasi BBMnya dihack.

Saya lupa bertanya, tadi saya broadcast, dan saya lupa mau menghilangkan sahabat saya ini dari daftar penerima broadcast, kira2 sahabat saya ini menerima atau tidak ya?

Semoga baik2 saja

Image : http://thehackernews.com/2014/04/dutch-court-accepts-to-extradite_19.html


Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com