Makna
dan Hakikat Ukhuwah
Ukhuwah
Islamiyah (persaudaraan Islam) adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama
lain dengan ikatan aqidah.Ukhuwah Islamiyah adalah satu dari tiga unsur
kekuatan yang menjadi karakteristik masyarakat Islam di zaman Rasulullah,
yaitu pertama, kekuatan iman dan aqidah. Kedua, kekuatan ukhuwah dan ikatan
hati. Dan ketiga, kekuatan kepemimpinan.
Dengan
tiga kekuatan ini, Rasulullah saw membangun masyarakat ideal, memperluas
Islam, mengangkat tinggi bendera tauhid, dan mengeksiskan umat Islam atas
muka dunia kurang dari setengah abad.Sekarang ini, kita berusaha
memperbaharui kekuatan ukhuwah ini, karena ukhuwah memiliki pengaruh kuat dan
aktif dalam proses mengembalikan kejayaan umat Islam.
Kedudukan
Ukhuwah Islamiyah
Ukhuwah
adalah nikmat Allah, anugerah suci, dan pancaran cahaya rabbani yang Allah
persembahkan untuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan pilihan. Allahlah yang
menciptakannya. Allah berfirman: “…Dan ingatlah akan nikmat Allah
kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah
mempersatukan hatimu.” (QS: Ali Imran: 103). “…Lalu menjadilah kamu
karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara…” (QS: Ali Imran: 103).
Ukhuwah
adalah pemberian Allah, yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Allah
berfirman: “…Walaupun kamu membelanjakan semua (kakayaan) yang ada di
bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah
telah mempersatukan hati mereka… (QS: Al-Anfal: 63)”
Selain
nikmat dan pemberian, ukhuwah memiliki makna empati, lebih dari sekadar
simpati. Rasulullah Saw bersabda: “Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin
lainnya dalam kelembutan dan kasih sayang, bagaikan satu tubuh. Jika ada bagian
tubuh yang merasa sakit, maka seluruh bagian tubuh lainnya turut
merasakannya.” (HR. Imam Muslim).
Dengan
ukhuwah, sesama mukmin akan saling menopang dan menguatkan, menjadi satu umat
yang kuat. Rasulullah Saw. Bersabda: “Mukmin satu sama lainnya bagaikan
bangunan yang sebagiannya mengokohkan bagian lainnya.” (HR. Imam Bukhari).
Adapun
hubungannya dengan iman, ukhuwah diikat oleh iman dan taqwa. Sebaliknya, iman
juga diikat dengan ukhuwah. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang
mukmin itu bersaudara. (QS: Al-Hujurat: 10).” Artinya, mukmin itu pasti
bersaudara. Dan tidak ada persaudaraan kecuali dengan keimanan. Jika Anda
melihat ada yang bersaudara bukan karena iman, maka ketahuilah itu adalah
persaudaraan dusta. Tidak memiliki akar dan tidak memiliki buah. Jika Anda
melihat iman tanpa persaudaraan, maka itu adalah iman yang tidak sempurna,
belum mencapai derajat yang diinginkan, bahkan bisa berakhir dengan
permusuhan. Allah berfirman: “Teman-teman akrab pada hari itu
sebagiannya menjadi musuh sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang
bertakwa.” (QS: Al-Zukhruf: 67).
Keutamaan
Ukhuwah Islamiah
Pertama, dengan ukhuwah kita
bisa merasakan manisnya iman. Rasulullah Saw. bersabda: “Ada tiga golongan
yang dapat merasakan manisnya iman: orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya
lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai seseorang karena Allah, dan
ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan ke
dalam api neraka.” (HR. Imam Bukhari).
Kedua, dengan ukhuwah kita
akan berada di bawah naungan cinta Allah dan dilindungi dibawah Arsy-Nya. Di
akhirat Allah berfirman: “Di mana orang-orang yang saling mencintai
karena-Ku, maka hari ini aku akan menaungi mereka dengan naungan yang tidak
ada naungan kecuali naunganku.” (HR. Imam Muslim). Rasulullah Saw. bersabda:
“Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di tengah
perjalanan, Allah mengutus malaikat-Nya. Ketika berjumpa, malaikat bertanya,
“Mau kemana?” Orang tersebut menjawab, “Saya mau mengunjungi saudara di desa
ini.” Malaikat bertanya, “Apakah kau ingin mendapatkan sesuatu keuntungan
darinya?” Ia menjawab, “Tidak. Aku mengunjunginya hanya karena aku
mencintainya karena Allah.” Malaikat pun berkata, “Sungguh utusan Allah yang
diutus padamu memberi kabar untukmu, bahwa Allah telah mencintaimu,
sebagaimana kau mencintai saudaramu karena-Nya.” (HR. Imam Muslim).
Ketiga, dengan ukhuwah kita
akan menjadi ahli surga di akhirat kelak. Rasulullah Saw. bersabda:
“Barangsiapa yang mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena
Allah, maka malaikat berseru, ‘Berbahagialah kamu, berbahagialah dengan
perjalananmu, dan kamu telah mendapatkan salah satu tempat di surga.” (HR.
Imam Al-Tirmizi). Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya di sekitar arasy
Allah ada mimbar-mimbar dari cahaya. Di atasnya ada kaum yang berpakaian
cahaya. Wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukanlah para nabi dan bukan
juga para syuhada. Dan para nabi dan syuhada cemburu pada mereka karena
kedudukan mereka di sisi Allah.” Para sahabat bertanya, “Beritahukanlah sifat
mereka wahai Rasulallah. Maka Rasul bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang
saling mencintai karena Allah, bersaudara karena Allah, dan saling
mengunjungi karena Allah.” (Hadis yang ditakhrij Al-Hafiz Al-Iraqi, ia
mengatakan, para perawinya tsiqat).
Keempat, bersaudara karena Allah
adalah amal mulia yang akan mendekatkan seorang hamba dengan Allah. Rasul
pernah ditanya tentang derajat iman yang paling tinggi, beliau bersabda,
“…Hendaklah kamu mencinta dan membenci karena Allah…” Kemudian Rasul ditanya
lagi, “Selain itu apa wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Hendaklah kamu
mencintai orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, dan hendaklah
kamu membenci bagi orang lain sebagaimana kamu membenci bagi dirimu sendiri.”
(HR. Imam Al-Munziri).
Kelima, dengan ukhuwah
dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah. Rasulullah Saw bersabda: “Jika
dua orang Muslim bertemu dan kemudian mereka saling berjabat tangan, maka
dosa-dosa mereka hilang dari kedua tangan mereka, bagai berjatuhan dari
pohon.” (Hadis yang ditkhrij oleh Al-Imam Al-Iraqi, sanadnya dha’if).
Syarat
dan Hak Ukhuwah
Pertama, hendaknya kita
bersaudara untuk mencari keridhaan Allah, bukan kepentingan atau berbagai
tujuan duniawi. Tujuannya ridha Allah, mengokohkan internal umat Islam,
berdiri tegar di hadapan orang-orang yang berusaha merusak agama Islam.
Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya…” (HR.
Imam Bukhari).
Kedua, hendaknya kita saling
tolong-menolong dalam keadaan suka dan duka, senang atau tidak, mudah maupun
susah. Rasul bersabda, “Muslim adalah saudara muslim, ia tidak mendhaliminya
dan tidak menghinanya… tidak boleh seorang muslim bermusuhan dengan
saudaranya lebih dari tiga hari, di mana yang satu berpaling dari yang lain,
dan yang lain juga berpaling darinya. Maka yang terbaik dari mereka adalah
yang memulai mengucapkan salam.” (HR. Imam Muslim).
Ketiga, hendaknya kita memenuhi
hak-hak umum dalam ukhuwah. Rasul bersabda: “Hak muslim atas muslim lainnya
ada enam, yaitu jika berjumpa ia memberi salam, jika bersin ia mendoakannya,
jika sakit ia menjenguknya, jika meninggal ia mengikuti jenazahnya, jika
bersumpah ia melaksanakannya.” (HR. Imam Muslim).
Tingkatan-tingkatan
Ukhuwah
Tingkatan
yang terendah dari ukhuwah adalah salamatush shadr, yaitu bersihnya hati kita
dari perasaan iri, dengki, benci, dan sifat-sifat negatif lainnya terhadap
saudara kita. Jika kita tidak bisa memberikan suatu kebaikan kepada saudara
kita, paling tidak kita tidak memiliki perasaan yang negatif kepadanya.
Termasuk juga dalam tingkatan yang terendah ini adalah selamatnya saudara
kita dari kejahatan lisan dan tangan kita. Jangan sekali-kali kita melakukan
kezhaliman kepada saudara kita.
Adapaun
tingkatan ukhuwah yang tertinggi adalah itsaar, yaitu lebih mementingkan dan
mengutamakan saudara kita diatas diri kita sendiri. Inilah dahulu yang pernah
dicontohkan oleh para sahabat Anshor kepada para sahabat Muhajirin di
Madinah.
Tahapan-tahapan
Ukhuwah
Untuk
membangun ukhuwah, diperlukan beberapa tahapan. Yang pertama adalah ta’aruf,
yaitu saling mengenal. Pepatah bilang: ‘Tak kenal maka tak sayang.’ Apalagi saling
mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah
Allah SWT (Q.S. Al Hujurat: 13)
Tahapan
berikutnya adalah tafahum, yaitu saling memahami. Hendaknya seorang muslim
memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan
sebelum saudaranya meminta, karena pertolongan merupakan salah satu hak
saudaranya yang harus ia tunaikan. Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad
saw., beliau bersabda, “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim,
niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat. Barang
siapa menutupi aib di hari kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama
dia menolong saudaranya.” (H.R. Muslim)
Setelah
ta’aruf dan tafahum, yang berikutnya harus kita lakukan untuk mewujudkan
ukhuwah adalah ta’awun, yaitu saling membantu dan menolong, tentu saja dalam
kebaikan dan meninggalkan kemungkaran.
Hal-hal
yang menguatkan ukhuwah islamiyah:
1. Memberitahukan kecintaan
kepada yang kita cintai. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa
Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah
seorang sahabat berlalu di depannya. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata:
‘Aku mencintai dia, ya Rasullah.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah
memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum.’ Kemudian
Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.’ Lalu orang tersebut
memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu
karena Allah.’ Kemudian orang yang dicintai itu menjawab: ‘Semoga Allah
mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.”
2. Memohon didoakan bila
berpisah. “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan
melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H.R. Muslim).
3. Menunjukkan kegembiraan
dan senyuman bila berjumpa. “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja
yang dating dari saudaramu), dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka
berikan dia senyum kegembiraan.” (H.R. Muslim)
4. Berjabat tangan bila
berjumpa (kecuali non muhrim). “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu
berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (H.R
Abu Daud dari Barra’)
5. Sering bersilaturahmi (mengunjungi
saudara)
6. Memberikan hadiah pada
waktu-waktu tertentu
7. Memperhatikan saudaranya
dan membantu keperluannya
8. Memenuhi hak ukhuwah
saudaranya
9. Mengucapkan selamat
berkenaan dengan saat-saat keberhasilan
|
Jumat, 12 April 2013
Ukhuwah Islamiyah
Minggu, 24 Maret 2013
Anak TK aja senang Berbagi...
Tepatnya tanggal 29 Januari kemaren LMI Bekerja sama dengan Al-Irsyad , menyerahkan bantuan kepada 10
anak tahfidz, 29 yatim dan 20 dhuafa ( Lansia). Acara dilaksanakan di Pondok
Tahfidz Umul Qur’an . Jl.Salak barat II Gg.VII. Acarapun berlangsung singkat.
Setelah sambutan dari kepalla sekolah, dari pihak LMI dan penyerahan secara
simbolis kepada anak yatim dan mustahik yang hadir waktu itu. Acara yang
dihadiri sekitar 30 anggota TK Al-Irsyad yang
terdiri dari perwakilan guru dan siswa-siwanya. anak -anak kecil
yang menggemaskan rasa ikhlas berbagi terpancar dari wajah mungil
mereka, walau belum mengerti keikhlasan sesungguhnya, terlihat mereka
sangat senang menyerahkan amplop yang berisi santunan. :)
Alhamdulillah terimakasih
TK Al-Irsyad semoga amal adek-adek serta
guru-guru TK Al-Irsyad diterima Alloh SWT, dan Membawa barokah bagi keluarga masing-mising.Aamiin.
Sabtu, 23 Maret 2013
Menebar Rahmat bersama LMI
I
Madiun bergerak di bidang da'wah... menerima dan menyalurkan zakat,
infaq, shodaqoh, wakaf, dan menyalurkannya sesuai dengansyari'ah
Insya'Allah... 
Seperti anak
sebaya mereka, santri tahfidz selain mengafal, mereka juga bermain, sekolah,dan
bercanda dengan temen-teman mereka. Satu waktu mereka juga diajari untuk
membuat kerajinan tangan/handycraft. Kegiatan ini merupakan penyegaran bagi
mereka yang kesehariannyasudah disibukkan dengan kegiatan menghafal.

d
dii antara beberapa program LMI yang bergerak dalam bidang da'wah adalah :
Kegiatan majelis Ta’lim
Seiring
perkembangan zaman seperti sekarang ini, harus diimbangi dengan ilmu dan
pemahaman tentang agama, jika tidak moral dan akhlaq akan semakin terkikis. LMI
memfasilitasi dengan diadakannya kajian-kajian di majelis ta’lim. Sudah ada 24 majelis
ta’lim binaan LMI. Untuk evaluasi dan penyeragaman materi dakwah, beberapa
waktu yang lalu diadakan rapat koordinasiantar pengurus majelis ta’lim.
2.
Kajian
Tafsir
Insya Allah
mulai bulan maret 2013 akan ada kajian tafsir yang diadakan di pondok tahfidz
“Ummul Qur’an” Jl. Salak II Barat GG VII . Kajian ini diadakan untuk
menindaklanjuti permintaan donatur yang
tidak bisa datang pada kajian tafsir yang diadakan di Masjid Baiturrohman Jl Semangka
tiap hari senin 2 pekan sekali. Yang akan dibimbing dengan ustadz dari LMI.
3.
BBQ
(Belajar Baca Al Qur’an)
Pendidikan
belajar membaca Al Qur’an saat ini sangat diminati oleh masyrakat. Terlihat
dari banyaknya peminat privat BBQ (Belajar baca A Qur’an). Mulai dari
anak-anak, remaja, mahasiswa, bahkan ibu-ibu/bapak-bapak yang sudah sepuh. Hal
ini menunjukkkan bahwa pemahaman dan kemauan masyarakat untuk lebih mendalami
islam khususnya membaca Al Qur’an sudah
sangat baik. Sejauh ini TPAD juga menunjukkan kenaikan, ada 16 TPAD yang ustadz
dan ustadzahnya di bina langsung oleh ustadz Syaiful.
4.
Beasiswa
penghafal Al Qur’an
Beasiswa
penghafal Al Qur’an rutin diberikan kepada 3 santri tahfidz di Rumah Qur’an An
Nadwah Jaktim. 2 santri dari magetan (Nia & Habibah) dan 1 santri dari
madiun (Wafa’ Maziyya) yang hafalan Qur’annya sudah sampai juz 7. Semoga 2
teman yang lain juga bisa cepat terselesaikan dan mereka bisa membantu LMI
dalam mengelola rumah tahfidz.
5.
Kafalah
guru dan Da’i
Untuk membantu mensejahterakan
para penggerak dakwah,Khususnya bagi para dai dan guru. LMI memberikan kafalah
tiap bulannya kepada beliau. Penerima kafalah dai dan guru antara lain MIT
Bakti Ibu, MI Al Hidayah, TPA Robbani Banjarsari, TPA Al Lu’aimi Kresek, dan
tak ketinggalan untuk ustadz tahfidz di Ponorogo.
6.
Kegiatan
pondok Tahfidz
Sepeda Untuk Reno
Dengan pakaian yang masih sama
dengan yang ia kenakan saat pertama kali berkunjung ke LMI. Reno datang dengan
di damping ayahnya. Remaja 15 tahun ini sengaja diundang ke kantor berkaitan
dengan permohonan yang diajukan beberapa waktu yang lalu. Reno, begitu dia
kerap dipanggil. Ia mengaku sudah tak lagi “menikmati bangku sekolah lagi”.
Salah satu penyebabnya adalah ekonomi keluarganya yang serba pas-pasan inilah
memicu reno untuk berhenti sekolah.
Faktor penyebab yang lain adalah kendaraan. Betapa tidak? Dia hanya memiliki 1 sepeda yang tiap harinya digunakan untuk sekolah adiknya. Sulung dari 2 bersaudara ini terpaksa harus mengalah dengan adiknya. Konsekuensinya dia harus berjalan kaki untuk perjalanan pulang dan pergi ke sekolahnya. Dengan semangat yang masih berapi api, 2 bulan ia jalani dengan pergi kesekolah berjalan kaki. Padahal jarak rumah dengan seolahnya cukup jauh. SMP terbuka, yah disinilah ia bersekolah dan Desa Bantengan tempat ia tinggal.
Awalnya reno masih bertahan, akan tetapi suatu ketika semangatnya menurun dan sejak saat itu ia tidak lagi bersekolah. Orang tua reno juga menyayangkan hal itu, tapi bagaimana lagi? Mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah pada garis yang sudah ditentukan Allah SWT. Mereka merasa belum bisa menjadi orang tua yang baik. Mereka belum bisa memenuhi kebutuhan anaknya. Bahkan hanya untuk membeli sepeda bekas saja mereka tidak mampu. Apa yang bisa diharapkan dari pekerjaan sebagai kuli bangunan? Yang penghasilannyapun hanya cukup untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah adiknya. Astagfirullah… masih banyak saudara-saudara kita diluar sana yang masih membutuhkan uluran tangan kita.
Guratan dan garis wajah ayah reno yang terlihat begitu banyak menanggung beban hidup. Di usia yang sudah menginjak 50 th beliau masih bekerja berat sebagai kuli untuk menunaikan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Badan hitam dan kurus kering , tidak beliau hiraukan. Yang terpenting dapur dirumah masih tetap mengepul. Kondisi ini makin membuat reno tidak peduli akan pendidikannya. Sampai akhirnya ada tetangga yang baik hati memperkenalkan reno pada LMI. Ada secercah harapan dalam angan-angan reno.
Alhamdulillah, akhirnya sekarang reno bisa bersekolah lagi. Sebuah sepeda diberikan kepada reno jum,at 22 februari 2013 lalu untuk ia pergi ke sekolah. Senyum syukur tampak saat ia menerima sepeda tersebut. Seperti anak asuh LMI yang lain, reno pun rajin datang kepondok tahfidz untuk mengikuti pembinaan setiap minggunya. Semoga sepeda mungil ini membawa manfaat serta berkah bagimu reno…
Alhamdulillah,.Terima kasih kami haturkan pada para dermawan yang sungguh peduli dengan kehidupan anak-anak yang hampir putus sekolah seperti halnya reno. Peristiwa reno ini bisa menjadikan semangat bagi pelajar lain serta yang masih memiliki segalanya betapa pentingnya pendidikan bagi putra dan putri kita.
Faktor penyebab yang lain adalah kendaraan. Betapa tidak? Dia hanya memiliki 1 sepeda yang tiap harinya digunakan untuk sekolah adiknya. Sulung dari 2 bersaudara ini terpaksa harus mengalah dengan adiknya. Konsekuensinya dia harus berjalan kaki untuk perjalanan pulang dan pergi ke sekolahnya. Dengan semangat yang masih berapi api, 2 bulan ia jalani dengan pergi kesekolah berjalan kaki. Padahal jarak rumah dengan seolahnya cukup jauh. SMP terbuka, yah disinilah ia bersekolah dan Desa Bantengan tempat ia tinggal.
Awalnya reno masih bertahan, akan tetapi suatu ketika semangatnya menurun dan sejak saat itu ia tidak lagi bersekolah. Orang tua reno juga menyayangkan hal itu, tapi bagaimana lagi? Mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah pada garis yang sudah ditentukan Allah SWT. Mereka merasa belum bisa menjadi orang tua yang baik. Mereka belum bisa memenuhi kebutuhan anaknya. Bahkan hanya untuk membeli sepeda bekas saja mereka tidak mampu. Apa yang bisa diharapkan dari pekerjaan sebagai kuli bangunan? Yang penghasilannyapun hanya cukup untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah adiknya. Astagfirullah… masih banyak saudara-saudara kita diluar sana yang masih membutuhkan uluran tangan kita.
Guratan dan garis wajah ayah reno yang terlihat begitu banyak menanggung beban hidup. Di usia yang sudah menginjak 50 th beliau masih bekerja berat sebagai kuli untuk menunaikan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Badan hitam dan kurus kering , tidak beliau hiraukan. Yang terpenting dapur dirumah masih tetap mengepul. Kondisi ini makin membuat reno tidak peduli akan pendidikannya. Sampai akhirnya ada tetangga yang baik hati memperkenalkan reno pada LMI. Ada secercah harapan dalam angan-angan reno.
Alhamdulillah, akhirnya sekarang reno bisa bersekolah lagi. Sebuah sepeda diberikan kepada reno jum,at 22 februari 2013 lalu untuk ia pergi ke sekolah. Senyum syukur tampak saat ia menerima sepeda tersebut. Seperti anak asuh LMI yang lain, reno pun rajin datang kepondok tahfidz untuk mengikuti pembinaan setiap minggunya. Semoga sepeda mungil ini membawa manfaat serta berkah bagimu reno…
Alhamdulillah,.Terima kasih kami haturkan pada para dermawan yang sungguh peduli dengan kehidupan anak-anak yang hampir putus sekolah seperti halnya reno. Peristiwa reno ini bisa menjadikan semangat bagi pelajar lain serta yang masih memiliki segalanya betapa pentingnya pendidikan bagi putra dan putri kita.
Mualaf Cilik dari Timor Timur
Kali ini kami mengangkat sebuah
kisah dari saudara kita, saudara seiman kita. Sebut saja devi, si kecil yang
berasal dari timor timur. Di sini (Madiun) devi diasuh dan tinggal di panti
asuhan. Berawal dari P’Qodir warga dari timor-timur juga yang membujuk orang
tua devi agar memberikan ijin devi untuk dibawa ke jawa, karena memang kondisi
ekonomi disana kurang baik.
Tahun 2011 devi dibawa kejawa tepatnya di madiun
oleh salah seorang yang mengabdikan dirinya untuk sosial yaitu mengurus
anak-anak seperti halnya devi (nama samaran). Sedangkan orang tuanya sendiri
sekarang melalui program transmigrasi dari pemerintah, beliau bekerja dan
menetap di Sulawesi tepatnya di manguju. Di Madiun devi tinggal di panti asuhan
dan bersekolah seperti anak-anak kebanyakan.
Devi harus bersabar dengan
kejadian yang baru-baru ini ia alami. Devi merupakan anak ke-3 dari 5
bersaudara ini sering mengeluh kesakitan pada bagian perut. Penyakit yang sudah
lama ia rasakan ini, awalnya hanya diperiksakan ke puskesmas terdekat. Sakit
yang semakin lama semakin parah, membuat pak qodir (selaku wali devi di madiun)
harus segera membawa devi ke rumah sakit.
Devi
ahkhirnya mendapat perawatan dan opname untuk beberapa hari. Operasi harus
dilaksanakan agar devi bisa pulih seperti sedia kala. Alhamdulillah, operasi
berjalan lancar. Ketika diperbolehkan untuk pulang, P’Qodir (wali) dari devi
kebingungan dengan tagihan biaya rumah sakit yang membengkak.
Alhamdulillah
salah seorang dokter yang dermawan membantu meringankan biaya berobat devi.
Dengan dana pinjaman, P’Qodir melunasi sisa tangguhan biaya rumah sakit. Dari
pihak panti asuhan sudah lepas tangan dengan biaya kesehatan dewi. Kondisi
seperti ini semakin membuat P’Qodir kalang kabut. Dengan pekerjaan P’Qodir yang
hanya pegawai honorer yang gajinya pun tak seberapa. Beliau sudah berusaha
meminta bantuan kepada Lembaga-lembaga sosial, tapi hasilnya pun tak cukup
untuk melunasi tangguhan hutang-hutangnya.
Alhamdulillah ada salah seorang
donatur yang memperkenalkan beliau pada
LMI. Sejumlah antuan dana diberikan untuk membantu melunasi tangguhan
pembayaran operasi devi. Alhamdulillah.. luapan rasa syukur dan terima kasih beliau haturkan atas
bantuan dan kepedulian LMI kepada devi,,mualaf cilik dari timor-timur.
Rumah Baru untuk Mbok Mirah
Masih ingatkah pembaca yang budiman dengan sosok mbok mirah lansia pencari rosok yang pernah diceritakan di bulletin edisi bulan juli 2012? Lansia yang sudah renta yang seharusnya menikmati masa tuanya di rumah dengan cucu dan keluarganya, tapi yang terjadi justru kebalikannya. Dia masih harus mengais rezeki dengan cara mengumpulkan rosok yang selanjutnya dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Mbok mirah yang tinggal di desa wayut, setiap hari harus wira-wiri dari wayut ke madiun demi mengumpulkan sekantung rosok. Terlebih lagi cuaca yang tidak mendukung seperti saat ini, lebih sering hujan membuat rosok-rosok mbok mirah basah dan tidak laku terjual. Yang lebih parahnya lagi rumah yang beliau tempati pun ikut banjir jika hujan. Maklum rumah yang masih berdinding kulit bambu “gedheg” yang sudah terlihat usang.
Atas dasar kondisi inilah LMI tergerak untuk merenovasi rumah mbok mirah. Alhamdulillah, rumah yang beliau tempati sekarang sudah jauuh lebih baik daripada 1 bulan yang lalu. Proses pembangunan & renovasi yang hanya berjalan 1 minggu ini Alhamdulillah bejalan lancar. Program bedah rumah dari LMI telah merubah dan merenovasi rumah mbok mirah. Dulu kalanya masih berdinding “gedheg” dan ketika hujan, air hujan tergenang di dalam rumah, Alhamdulillah kini tak seperti itu lagi keadaannya.
Rasa syukur & ucapan terima kasih terdalam terucap oleh simbah kala tim LMI berkunjung kerumah beliau. Di dalam kesederhanaan dan segala keterbatasan, beliau masih sempat memberikan nasehat-nasehatnya pada saya. Harapan kami, semoga segalanya dari LMI membawa manfaat serta keberkahan bagimu simbah…
Lelaki Renta Pencari Rosok
Seperti yang dituliskan dalam kita suci Al Qur'an, Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan. Ada siang ada malam, laki-laki & perempuan, kaya & miskin, hidup & mati, susah & senang, ada sehat pun juga ada yang sakit. Secuil kisah tentang saudara kita yang kerap disapa mbah wiyono. Beliau salah seorang mustahiq LMI yang masih diberikan amanah oleh Allah untuk menjadi tulang punggung keluarga. Dalam usia beliau yang sudah lebih dari 70th beliau masih giat & semangat untuk mengais rizki Allah SWT.
Siapa yang tak iba melihat lelaki tua yang masih mencari rosok dengan menuntun sepeda kecilnya. Yah.. sepeda kecil yang sudah usang dan berkarat. Sepeda itu yang selalu menemani beliau mencari sesuap nasi. Tanpa rasa sungkan dan malu beliau bercerita kepada tim LMI tentang pekerjaan yang dilakoninya sekarang. Beliau berkeliling mencari rosok dengan sepeda tuanya itu dari pagi hingga dhuhur menjelang. Tak jarang ada dermawan yang memberi beliau uang atau hanya sekedar makanan. “Mungkin mereka merasa kasihan melihat saya, kemudian bersedekah kepada saya. Tidak ada pekerjaan lain mbak, siapa yang mau menerima orang tua seperti saya ini yang sudah tidak layak lagi bekerja” tutur mbah wiyono.
Subhanallah..Maha suci Allah..Dzat yang Maha pemberi rizqi dari jalan yang tidak disangka-sangka. Maka janganlah berputus asa, karena rahmat Allah SWT sangatlah luas. Sehingga walau dalam keterbatasan, beliau tetap mampu memberi nafkah pada istrinya dari hasil mengumpulkan barang- barang yang mungkin bagi kita tak lagi berguna
Ditengah himpitan Ekonomi dan kondisi fisiknya yang semakin termakan usia, beliau masih dipercaya Allah untuk merawat istrinya yang menderita katarak. Penyakit ini membuat istri mbah wiyono sulit untukmelihat dengan jelas. Beliau mengaku sudah pernah dilakukan operasi, tapi takdir Allah mata satunya pun juga terkena katarak. Terlihat begitu besar rasa sayang mbah wiyono kepada sang istri, dengan mata sedikit berkaca-kaca beliau mengharapkan bantuan dari LMI untuk operasi istrinya. Sebuah Ladang Amal bagi kita semua, mari berlomba-lomba dalam kebaikan..Semoga kesulitan beliau bisa segera teratasi dan dimudahkan segala urusanya oleh Allah SWT. Amin.
Siapa yang tak iba melihat lelaki tua yang masih mencari rosok dengan menuntun sepeda kecilnya. Yah.. sepeda kecil yang sudah usang dan berkarat. Sepeda itu yang selalu menemani beliau mencari sesuap nasi. Tanpa rasa sungkan dan malu beliau bercerita kepada tim LMI tentang pekerjaan yang dilakoninya sekarang. Beliau berkeliling mencari rosok dengan sepeda tuanya itu dari pagi hingga dhuhur menjelang. Tak jarang ada dermawan yang memberi beliau uang atau hanya sekedar makanan. “Mungkin mereka merasa kasihan melihat saya, kemudian bersedekah kepada saya. Tidak ada pekerjaan lain mbak, siapa yang mau menerima orang tua seperti saya ini yang sudah tidak layak lagi bekerja” tutur mbah wiyono.
Subhanallah..Maha suci Allah..Dzat yang Maha pemberi rizqi dari jalan yang tidak disangka-sangka. Maka janganlah berputus asa, karena rahmat Allah SWT sangatlah luas. Sehingga walau dalam keterbatasan, beliau tetap mampu memberi nafkah pada istrinya dari hasil mengumpulkan barang- barang yang mungkin bagi kita tak lagi berguna
Ditengah himpitan Ekonomi dan kondisi fisiknya yang semakin termakan usia, beliau masih dipercaya Allah untuk merawat istrinya yang menderita katarak. Penyakit ini membuat istri mbah wiyono sulit untukmelihat dengan jelas. Beliau mengaku sudah pernah dilakukan operasi, tapi takdir Allah mata satunya pun juga terkena katarak. Terlihat begitu besar rasa sayang mbah wiyono kepada sang istri, dengan mata sedikit berkaca-kaca beliau mengharapkan bantuan dari LMI untuk operasi istrinya. Sebuah Ladang Amal bagi kita semua, mari berlomba-lomba dalam kebaikan..Semoga kesulitan beliau bisa segera teratasi dan dimudahkan segala urusanya oleh Allah SWT. Amin.
Membuat Keset Untuk Tetap Hidup
Awalnya hanya untuk mengisi waktu, tapi lama-lama jadi sumber penghidupan. Dulunya bu lastri bekerja di sablon. Suatu saat atas usul kakaknya, beliau coba-coba mengisi waktu dengan membuat keset dari kain perca (kain sisa). Ketrampilan ini ia tularkan pula kepada putri-putrinya. Sedikit cerita, beliau sudah ditinggal kepala keluarga menghadap Sang Kholik dengan diamanahi 4 orang anak. Yah,..4 orang anak dan salah satunya adalah rini (alumni anak asuh LMI). Rini sangat terampil membuat keset. Sampai pernah satu saat LMI mengajak rini untuk mengajarkan ketrampilan yang ia miliki kepada anak asuh LMI yang lain melaui kursus handycraft. Tak jarang pula rini diundang kesekolah untuk mengadakan pelatihan ketrampilan.
Bu lastri beruntung mempunyai putri yang bisa menguasai ketrampilan yang sama. Dengan pekerjaan yang sudah sejak 2010 ia lakoni, bu lastri mengaku senang. Karena paling tidak ia bisa mengasuh anak-anaknya dan mengerjakan tanggung jawabnya sebagai ibu sembari membuat keset. Beliau mengaku bisa memproduksi 2 keset ukuran besar atau 4 keset berukuran kecil. Bahan dasar keset itu sendiri adalah karung goni dan kain perca, cukup simple tapi juga cukup sulit mendapatkannya. Bu lastri mengaku kain perca itu ia peroleh dari membeli yang harga per kg Rp. 3500. Kain ini akan lebih murah harganya jika bu lastri membelinya di Ponorogo, per kg nya bisa Rp. 2000, akan tetapi disana harus membeli dalam jumlah yang banyak, lebih dari 1 kwintal.
Keuntungannya Alhamdulillah beliau mengaku bisa menyekolahkan anak-anak dari hasil menjual keset. Untuk pemasarannya Bu lastri menjualnya di Bunderan banjarejo dan tak sedikit yang mengambil keset dari bu lastri untuk dijual lagi. Kadang beliau juga mendapatkan pesanan dalam jumlah besar. Dalam proses pembuatannya beliau dibantu rita (putrinya), dan 2 orang saudara yang rumahnya berdekatan.
Salah satu penerima bantuan modal dari LMI berharap mendapatkan bantuan dana lagi agar bisa lebih mengembangkan usahanya. Tidak cukup hanya modal telaten dan ulet, tapi semua bahan juga tidak tersedia tanpa ada usaha yang berkesinambungan.
Bu lastri beruntung mempunyai putri yang bisa menguasai ketrampilan yang sama. Dengan pekerjaan yang sudah sejak 2010 ia lakoni, bu lastri mengaku senang. Karena paling tidak ia bisa mengasuh anak-anaknya dan mengerjakan tanggung jawabnya sebagai ibu sembari membuat keset. Beliau mengaku bisa memproduksi 2 keset ukuran besar atau 4 keset berukuran kecil. Bahan dasar keset itu sendiri adalah karung goni dan kain perca, cukup simple tapi juga cukup sulit mendapatkannya. Bu lastri mengaku kain perca itu ia peroleh dari membeli yang harga per kg Rp. 3500. Kain ini akan lebih murah harganya jika bu lastri membelinya di Ponorogo, per kg nya bisa Rp. 2000, akan tetapi disana harus membeli dalam jumlah yang banyak, lebih dari 1 kwintal.
Keuntungannya Alhamdulillah beliau mengaku bisa menyekolahkan anak-anak dari hasil menjual keset. Untuk pemasarannya Bu lastri menjualnya di Bunderan banjarejo dan tak sedikit yang mengambil keset dari bu lastri untuk dijual lagi. Kadang beliau juga mendapatkan pesanan dalam jumlah besar. Dalam proses pembuatannya beliau dibantu rita (putrinya), dan 2 orang saudara yang rumahnya berdekatan.
Salah satu penerima bantuan modal dari LMI berharap mendapatkan bantuan dana lagi agar bisa lebih mengembangkan usahanya. Tidak cukup hanya modal telaten dan ulet, tapi semua bahan juga tidak tersedia tanpa ada usaha yang berkesinambungan.
Jumat, 22 Maret 2013
Pondok Tahfidz Quran LMI Madiun
A. Pondok Tahfidz Qur'an Mukim
Pondok mukim bagi anak yang mengikuti program penghafal Qur'an. Setiap anak yang mengikuti program ini tidak dipungut biaya baik biaya sekolah maupun kebutuhan sehari-harinya.
Syarat masuk program Tahfidz Qur'an :
1. Pendidikan minimal SMP/Sederajat
2. Bersedia mengikuti program yang di adakan
3. Lulus test
4. Mendapat persetujuan orangtua/wali
5. Mendapat rekomendasi LMI
Metode Pembelajaran :
Metode Tasmi'
Santri dibacakan ayat sampai 3 kali dilanjutkan santri mengulang sampai bentuk bacaannya benar, selanjutnya santri mendengarkan murotal Qur'an dan menghafalnya.
Metode Taisir
Ustadz menyebutkan ayat dari urut kemudian dibolak-balik urutannya.
Muroja'ah Taisir :
- Ustadz mentasmi' hafalan setiap kali pertemuan 4 halaman.
- Ustadz membaca 1 ayat diteruskan santri bergantian dengan santri lainnya.
- Santri diberi waktu 1 jam untuk muroja'ah ditasmi'kan kepada santri lainnya dan bergantian.
- Santri diberikan murotal Al-Qur'an untukdidengarkan sampai 1 juz atau 1 surat.
Target :
Dibutuhkan waktu 4,5 tahun untuk hafal 30 Juz
B. Pondok Tahfidzul Qur'an Non Mukim
Syarat program Tahfidzul Qur'an non Mukim :
1. Peserta Anak-anak, remaja, dewasa
2. Bersedia mengikuti program yang diadakan
Target
Juz Amma dan Juz 29
Jadwal belajar
2 kali seminggu
Pondok mukim bagi anak yang mengikuti program penghafal Qur'an. Setiap anak yang mengikuti program ini tidak dipungut biaya baik biaya sekolah maupun kebutuhan sehari-harinya.
Syarat masuk program Tahfidz Qur'an :
1. Pendidikan minimal SMP/Sederajat
2. Bersedia mengikuti program yang di adakan
3. Lulus test
4. Mendapat persetujuan orangtua/wali
5. Mendapat rekomendasi LMI
Metode Pembelajaran :
Metode Tasmi'
Santri dibacakan ayat sampai 3 kali dilanjutkan santri mengulang sampai bentuk bacaannya benar, selanjutnya santri mendengarkan murotal Qur'an dan menghafalnya.
Metode Taisir
Ustadz menyebutkan ayat dari urut kemudian dibolak-balik urutannya.
Muroja'ah Taisir :
- Ustadz mentasmi' hafalan setiap kali pertemuan 4 halaman.
- Ustadz membaca 1 ayat diteruskan santri bergantian dengan santri lainnya.
- Santri diberi waktu 1 jam untuk muroja'ah ditasmi'kan kepada santri lainnya dan bergantian.
- Santri diberikan murotal Al-Qur'an untukdidengarkan sampai 1 juz atau 1 surat.
Target :
Dibutuhkan waktu 4,5 tahun untuk hafal 30 Juz
B. Pondok Tahfidzul Qur'an Non Mukim
Syarat program Tahfidzul Qur'an non Mukim :
1. Peserta Anak-anak, remaja, dewasa
2. Bersedia mengikuti program yang diadakan
Target
Juz Amma dan Juz 29
Jadwal belajar
2 kali seminggu
Empat Penyebab Su'ul Khatimah
Dari Abu Abdirrohman, Abdulloh bin Mas'ud rodhiyallohu'anhu, dia berkata: ”Rosululloh telah bersabda “…Kemudian diutuslah seorang malaikat kepadanya, lalu malaikat itu meniupkan ruh kepadanya dan ia diperintahkan menulis empat kalimat: Menulis rizkinya, ajalnya, amalnya, dan nasib celakanya atau keberuntungannya. Maka demi Alloh yang tiada tuhan selain-Nya, sesungguhnya ada diantara kamu yang melakukan amalan penduduk surga dan amalan itu mendekatkannya ke surga sehingga jarak antara dia dan surga kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah ditetapkan atas dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk neraka sehingga dia masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya ada seseorang diantara kamu yang melakukan amalan penduduk neraka dan amal itu mendekatkannya ke neraka sehingga jarak antara dia dan neraka hanya kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah ditetapka atas dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk surga sehingga dia masuk ke dalamnya.” (HR. Muslim)
Seorang yang beriman kepada taqdir yang ditetapkan oleh Allah pastilah sangat khawatir bilamana dirinya termasuk ke dalam golongan yang disabdakan Nabi shollallahu 'alaih wa sallam di atas yaitu “… sesungguhnya ada diantara kamu yang melakukan amalan penduduk surga dan amalan itu mendekatkannya ke surga sehingga jarak antara dia dan surga kurang satu hasta, namun karena taqdir yang telah ditetapkan atas dirinya, lalu dia melakukan amalan penduduk neraka sehingga dia masuk ke dalamnya.” Sungguh merugilah orang yang ditaqdirkan Allah seperti itu. Namun tentunya melalui pelajaran ini Nabi shollallahu 'alaih wa sallam bermaksud untuk menjelaskan adanya orang yang amalan baiknya selama ini sekedar yang tampak pada manusia. Sedangkan bisa jadi pada hakikatnya tersimpan dalam hatinya kejahatan yang kemudian muncul secara lahir pada akhir hayatnya.
Inilah 4 sebab Su’ul Khotimah:
Pertama, kerusakan dalam aqidah, walau disertai zuhud dan kesholehan. Jika ia memiliki kerusakan dalam aqidah dan ia meyakininya sambil tidak menganggap itu salah, terkadang kekeliruan aqidahnya itu tersingkap pada saat sakratul maut. Bila ia wafat dalam keadaan ini sebelum ia menyadari dan kembali ke iman yang benar, maka ia mendapatkan su'ul khatimah dan wafat dalam keadaan tidak beriman.
Kedua, banyak melakukan maksiat. Orang yang sering bermaksiat akan didominasi oleh memori tersebut saat kematian menjelang. Sebaliknya bila seseorang seumur hidupnya banyak melakukan ketaatan, maka memori tersebutlah yang menemaninya saat sakratul maut.
Ketiga, tidak istiqomah. Sungguh, seorang yang istiqomah pada awalnya, lalu berubah dan menyimpang dari awalnya bisa menjadi penyebab ia mendapat su'ul khatimah, seperti iblis yang pada mulanya merupakan pemimpin dan guru malaikat serta malaikat yang paling gigih beribadah, tapi kemudian tatakala ia diperintah untuk sujud kepada Adam, ia membangkang dan menyombongkan diri, sehingga ia masuk golongan kafir.
Keempat, iman yang lemah. Hal ini dapat melemahkan cinta kepada Allah dan menguatkan cinta dunia dalam hatinya. Bahkan lemahnya iman dapat mendominasi dirinya sehingga tidak tersisa dalam hatinya tempat untuk cinta kepada Allah kecuali sedikit bisikan jiwa, sehingga pengaruhnya tidak tampak dalam melawan jiwa dan menahan maksiat serta menganjurkan berbuat baik.
image : voa-islam.com
Belajar Membaca dan Menghafal Al-Qur'an
Tips agartetap bersemangat dalam belajar membaca dan menghafal Al-Qur'an
1. Tidak Inginkah kita membahagiakan Orang tua kita ?
Dengan belajarmembaca dan menghafal Al-Qur'an, kita ingin memanjakan orang tua supaya mereka bisa banggadan terhibur. Rata-rata orangtua sudah merasa senang manakala anaknya berprestasi dan berperilaku baik, disbanding semata-mata “ pamer kekayaan “. Paling tidak dalam bayangan orangtua, ketika mendengar anaknya hafal Al-Qur'an, kelak pahala bacaAl-Qur'an dari anaknya takkan pernah terputus dan akan senantiasa menerangi kubur mereka dengan cahaya Al-Qur'an.
2. Begitu indahnya, jika kita membesarkan anak-anak kita dengan Gema dan Aura Al-Qur'an
Mereka yang hari ini sukses, jadi orang baik, pasti mereka dididik dengan pola asuh yang benar. Tentu mulai dari orangtuanya. Sapu yang bersih akan mudah membersihkan tempat yang kotor. Sapu yang kotor malah mengotori tempat yang bersih. Apabila dalam keluarga lantunan ayat suci Al-Qur'an tak pernah putus, maka suasana rumah akan terasa sejuk penuh aura kedamaian dan bertebarkan cahaya Qur'ani.
3. Maukah “ Raport merah Amal Kita “ dikatrol Al-Qur'an ?
Bacalah Al-Qur'an, niscaya dia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong pembacanya.” Hadits ini memberikan garansi kepada para pembaca Al-Qur'an atau orang yang memahami Al-Qur'an. Garansi tersebut cukup melegakan kita semua, dihari ketika harta dan tahta tidak lagi mampu menyelamatkan kita dari api neraka, saat itulah Al-Qur'an datang sebagai penyelamat.
4. Betapa sejuk hati, bila Al-Qur'an megakhiri setiap kegiatan dalam keseharian kita.
Kedamaian hati itu datang melalui dzikir dan membaca Al-Qur'an. Al-Qur'an bisa dibacakapan saja dan dimana saja.
5. Yakinilah bahwa Al-Qur'an akan menolong kita.
Betapa banyak orang yang hidupnya bahagia, lantaran mencurahkan perhatiannya untuk belajar dan mengajarkan Al-Qur'an.
6. Jangan Tunda, hidup ini selalu dipenuhi dengan kata “ ternyata” dan “Tiba-tiba”.
Waktu ini kadangmenyerupai fatamorgana. Dari jauh kelihatan indah, seakan kita masih memiliki kesempatan 1000 tahun yang tiap detiknya bisa diisi 1000 aktifitas luar biasa. Namun waktu yang terjadi di esok hari, masihkah kita suka menunda belajar Al-Qur'an dan menghafal Al-Qur'an.
7. Awali dari diri sendiri, kalau kita mendambakan sebuah keluarga “Qur'ani”
Kita ingin rumah selalu bergaung suara Al-Qur'an dari mulut anak-anak kita. Hanya sesama harus dimulai dari diri kita. Bagaimana mungkin anak-anak mengikuti jejak orangtuanya, sementara orangtua tidak member contoh pada mereka.
Image : theglobepress.com
Kiat-kiat Menginfakkan Harta (bagian 1)
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan, (sambil berkata), "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridlaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan."
(Q.S.. al-Insaan [76]: 8-10)
"Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya), padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridlaan Rabbnya Yang Maha tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan. "
(Q.S. al-Lail [92]: 17-21)
IkhIas adalah kunci utama untuk bisa masuk surga dan mendapat ridla Allah, tidak terkecuali dalam hal menafkahkan sebagian rezeki kita. Perhatikanlah, betapa bagusnya Allah memberikan contoh kepada kita bagaimana orang yang ikhlas itu.
Pertama, yang dijadikan contoh dalam hal ini adalah memberi makan. Ini menunjukkan bahwa memberi makan adalah termasuk perbuatan utama dan amat disukai Allah, dan amat mudah mendatangkan ridla Allah. Sekaligus menunjukkan bahwa makan itu adalah sesuatu yang paling dibutuhkan manusia dan tidak bisa ditunda-tunda seperti halnya uang SPP, bayar listrik dan sebagainya. Kalau sampai tertunda maka akibatnya langsung mengenai tubuh manusia.
Kedua, makanan yang diberikan adalah makanan yang dicintainya. Berarti bukan makanan sisa atau yang ia enggan untuk memakannya. Ini tiada lain adalah perbuatan seorang yang beriman, karena Nabi bersabda:
"Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. "
(H.R. Muslim)
Ketiga, ia tidak mengharapkan balasan, bahkan sekadar ucapan terima kasih pun tidak. Ini tergambar pula dalam surat al' Lail, di mana ia berbuat bukan karena mengharap nikmat dunia dan bukan pula karena membalas nikmat yang pemah ia terima.
Keempat, yang ia harapkan hanyalah'' wajah Allah semata, dan itu ia lakukan karena imannya kepada hari akhir, hari di mana keadaan begitu berat dan payah.
Inilah contoh gamblang yang menerangkan bagaimana sedekah yang ikhlas dijelaskan langsung oleh Yang Maha perkasa dan Maha Terpuji.
(Q.S.. al-Insaan [76]: 8-10)
"Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya), padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridlaan Rabbnya Yang Maha tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan. "
(Q.S. al-Lail [92]: 17-21)
IkhIas adalah kunci utama untuk bisa masuk surga dan mendapat ridla Allah, tidak terkecuali dalam hal menafkahkan sebagian rezeki kita. Perhatikanlah, betapa bagusnya Allah memberikan contoh kepada kita bagaimana orang yang ikhlas itu.
Pertama, yang dijadikan contoh dalam hal ini adalah memberi makan. Ini menunjukkan bahwa memberi makan adalah termasuk perbuatan utama dan amat disukai Allah, dan amat mudah mendatangkan ridla Allah. Sekaligus menunjukkan bahwa makan itu adalah sesuatu yang paling dibutuhkan manusia dan tidak bisa ditunda-tunda seperti halnya uang SPP, bayar listrik dan sebagainya. Kalau sampai tertunda maka akibatnya langsung mengenai tubuh manusia.
Kedua, makanan yang diberikan adalah makanan yang dicintainya. Berarti bukan makanan sisa atau yang ia enggan untuk memakannya. Ini tiada lain adalah perbuatan seorang yang beriman, karena Nabi bersabda:
"Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. "
(H.R. Muslim)
Ketiga, ia tidak mengharapkan balasan, bahkan sekadar ucapan terima kasih pun tidak. Ini tergambar pula dalam surat al' Lail, di mana ia berbuat bukan karena mengharap nikmat dunia dan bukan pula karena membalas nikmat yang pemah ia terima.
Keempat, yang ia harapkan hanyalah'' wajah Allah semata, dan itu ia lakukan karena imannya kepada hari akhir, hari di mana keadaan begitu berat dan payah.
Inilah contoh gamblang yang menerangkan bagaimana sedekah yang ikhlas dijelaskan langsung oleh Yang Maha perkasa dan Maha Terpuji.
Membuat Nasib Menurut Kehendak Anda
Di berbagai seminar dan pelatihan saya sering bilang, salah satu ciri otak kanan adalah spontan dan action-oriented. Ini betul-betul bertolak belakang dengan otak kiri, yang sukanya menimbang-nimbang. Pokoknya, lama! Dan sebenarnya, untuk menjadi seorang pemenang, syarat utamanya cuma dua, yakni DNA.
Apa itu DNA?
Ini singkatan dari Dream N Action. Impian dan tindakan. Di mana dream-nya cukup sekali tapi action-nya berkali-kali. Minimal tujuh kali action.Ibaratnya shalat, niatnya cukup sekali tapi gerakannya berkali-kali. Ibaratnya perusahaan, visinya cukup sekali tapi taktiknya berkali-kali.
Jadilah angka tujuh ini angka favorit alam semesta. Karenanya selalu hadir dalam budaya Indonesia, Jawa, Islam, China, Barat, pokoknya di semua budaya. Jadilah angka tujuh ini satu rahasia tersendiri (Secret of Seven). Dimana muncul istilah langit yang tujuh (istilah ini pun muncul tujuh kali dalam kitab suci), tujuh hari, tujuh bulanan, tujuh keliling, kembang tujuh rupa, ritual serba tujuh dalam haji dan umrah.
Jadilah angka tujuh ini semacam isyarat kepada segenap umat manusia agar siap berproses. Minimal tujuh kali action.
Contohnya istri Ibrahim (Abraham). Ketika mencari-cari mata air, ia rela berlari bolak-balik tujuh kali dari satu bukit ke bukit lainnya. Dan benar saja, pada action yang ketujuh, bukan saja ia menemukan mata air, melainkan mata air terbaik di dunia! Demikianlah, kalau Anda gigih, maka nasiblah yang akan menyerah dan menuruti kehendak Anda. Tapi, kalau Anda lembek, maka Andalah yang akan menyerah dan menuruti kehendak nasib.
Dan jangankan nasib. Takdir saja masih bisa diubah dengan doa dan usaha yang gigih. Lagi pula, toh Anda tidak tahu nasib dan takdir Anda nantinya. Jadi, dari pada berdebat panjang-lebar soal nasib dan takdir, akan jauh lebih baik Anda berdoa dan berusaha saja yang gigih. Agar lebih jelas, bacalah buku saya yang paling fundamental, paling berpengaruh, dan paling langka.
Sejenak, saya ajak Anda ke Moskow. Kota ini menjadi saksi atas action seorang anak manusia yang coba 'menaklukkan alam'. Tepatnya, mengendalikan salju. Setiap tahun sepanjang November hingga Maret, berkubik-kubik salju selalu melumpuhkan lalu-lintas Moskow. Adalah sang walikota, Yury Luzkhov, yang bertekad untuk menjadi pawang salju. Dengan anggaran jutaan dolar, sang walikota menyewa pesawat militer untuk menebar kabut buatan di atas awan di luar Moskow. Dengan begitu diharapkan curah salju dapat dibendung di luar Moskow.
Memang, 'menaklukkan alam' bukanlah perkara baru bagi sang walikota. Misalnya saja, setiap perayaan hari libur nasional, ia sering mengerahkan pesawat militer untuk mengendalikan awan. Tujuannya, agar cuaca tetap cerah saat acara berlangsung. Bukan main! Kendati menghabiskan dana USD 2 juta sampai 3 juta, namun itu sama sekali bukan masalah bagi Moskow, yang APBD-nya jauh lebih besar dari New York. Yah, terlihat jelas di sini, action seorang anak manusia mampu 'menaklukkan alam'. Lebih lanjut, perlu juga dipahami betul-betul bahwa action itu adalah faktor pengali. Action-lah yang membuat sesuatu itu menjadi kenyataan atau tidak.
Image:
http://irdham.blogdetik.com/tag/nasib-adalah/
Tulisan Asli karya Ippho Santosa dengan pengurangan redaksi tanpa merubah isi secara keseluruhan...
Laporan Kegiatan Februari 2013
PROGRAM DAKWAH
1. Kegiatan majelis Ta'lim
Seiring perkembangan zaman seperti sekarang ini, harus diimbangi dengan ilmu dan pemahaman tentang agama, jika tidak moral dan akhlaq akan semakin terkikis. LMI memfasilitasi dengan diadakannya kajian-kajian di majelis ta'lim. Sudah ada 24 majelis ta'lim binaan LMI. Untuk evaluasi dan penyeragaman materi dakwah, beberapa waktu yang lalu diadakan rapat koordinasiantar pengurus majelis ta'lim.
2. Kajian Tafsir
Insya Allah mulai bulan maret 2013 akan ada kajian tafsir yang diadakan di pondok tahfidz “Ummul Qur'an” Jl. Salak II Barat GG VII . Kajian ini diadakan untuk menindaklanjuti permintaan donatur yang tidak bisa datang pada kajian tafsir yang diadakan di Masjid Baiturrohman Jl Semangka tiap hari senin 2 pekan sekali. Yang akan dibimbing dengan ustadz dari LMI.
3. BBQ (Belajar Baca Al Qur'an)
Pendidikan belajar membaca Al Qur'an saat ini sangat diminati oleh masyrakat. Terlihat dari banyaknya peminat privat BBQ (Belajar baca A Qur'an). Mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa, bahkan ibu-ibu/bapak-bapak yang sudah sepuh. Hal ini menunjukkkan bahwa pemahaman dan kemauan masyarakat untuk lebih mendalami islam khususnya membaca Al Qur'an sudah sangat baik. Sejauh ini TPAD juga menunjukkan kenaikan, ada 16 TPAD yang ustadz dan ustadzahnya di bina langsung oleh ustadz Syaiful.
4. Beasiswa penghafal Al Qur'an
Beasiswa penghafal Al Qur'an rutin diberikan kepada 3 santri tahfidz di Rumah Qur'an An Nadwah Jaktim. 2 santri dari magetan (Nia & Habibah) dan 1 santri dari madiun (Wafa' Maziyya) yang hafalan Qur'annya sudah sampai juz 7. Semoga 2 teman yang lain juga bisa cepat terselesaikan dan mereka bisa membantu LMI dalam mengelola rumah tahfidz.
5. Kafalah guru dan Da'i
Untuk membantu mensejahterakan para penggerak dakwah,Khususnya bagi para dai dan guru. LMI memberikan kafalah tiap bulannya kepada beliau. Penerima kafalah dai dan guru antara lain MIT Bakti Ibu, MI Al Hidayah, TPA Robbani Banjarsari, TPA Al Lu'aimi Kresek, dan tak ketinggalan untuk ustadz tahfidz di Ponorogo.
6. Kegiatan pondok Tahfidz
Seperti anak sebaya mereka, santri tahfidz selain mengafal, mereka juga bermain, sekolah,dan bercanda dengan temen-teman mereka. Satu waktu mereka juga diajari untuk membuat kerajinan tangan/handycraft. Kegiatan ini merupakan penyegaran bagi mereka yang kesehariannyasudah disibukkan dengan kegiatan menghafal.
PROGRAM PINTAR
1. Beasiswa Yatim Ngawi
Ada 20 siswa dari MTsN Sunan Kalijogo Kendal Ngawi menerima beasiswa tiap bulannya. Alhamdulillah di sana anak anak juga diberikan pembinaan aqidah dan akhlaq. Ini bertujuan agar terbentuk anak yang cerdas dan baik secara aqidah dan akhlaqnya.
2. Beasiswa Ponorogo
Daerah ngebel, sambit, totokan Ponorogo merupakan daerah yang sudah tersentuh LMI melalui rogram beasiswanya. Ada 15 anak dari beberapa daerah tersebut yang terdiri dari 12 anak dhuafa (kurang mampu) dan 3 anak yatim/piatu. Semuanya memperoleh hak yang sama dan kami juga mewajibkan untuk diberi pembinaan pada masing-masing anak.
3. Santunan Pendidikan
Santunan pendidikan juga diberikan kepada luthfi lathifa (SD Pandean), Risma aliya (SMKN 2), Rifqoh annissa, Azmi (MAN 2), Andika (MAN 2), Reno (SMP Terbuka) yang teracam putus sekolah.
4. Beasiswa Kebonsari
Berkat kesabaran dan ketekunan Bp. Imam Mudjari ke 18 anak yang terdiri dari 16 siswa yatim dan 2 siswa dhuafa terdidik baik. Beasiswa yang diberikan 1 bulan sekali itu diadakan di masjid Abdulloh Krandegan Kebonsari yang diselingi dengan tausiah, sholat jama'ah dan pembagian beasiswa.
5. Beasiswa Caruban
Pak Eko yang diberi amanah sebagai coordinator pendidik 35 anak asuh yang berasal dari wilayah caruban,. Sebanyak 27 siswa yatim dan 8 siswa dhuafa mendapatkan beasiswa tiap bulan yang dilaksanakan di masjid Al Istiqomah Jl. Kalimantan Caruban.
6. Kegiatan Pembinaan
Pembinaan perdana, ahad 3 februari 2013 LMI bekerjasama dengan ustadz Chudzil Hikmat dari Lamongan. Ramai seru dan mendidik, itulah kesan yang tertinggal.Program kami, selain memberikan beasiswa, anak-anak juga diberikan pembinaan. Sehingga akhlaq dan akidah mereka juga terdidik. Program Bina Character khusus untuk SMP dan SMA ini, diadakan tiap hari minggu pukul 09.00 WIB di pondok tahfidz 'Ummul Qur'an”. Mreka dibina oleh tentor-tentor yang diasuh oleh ust. Andik Widodo.
PROGRAM EMAS
1. Bantuan Modal
Alhamdulillah seiring makin banyaknya pedagang kala ini, P' Untung dan P'Dwi masih istiqomah dengan usaha yang digelutinya. Warung ronde P'Untung yang masih tetap ramai dikunjungi, begitu juga dengan warung milik P'dwi yang tak pernah sepi dari pembeli. Menjadi contoh semangat buat kita agar tidak mudah menyerah dan berputus asa dari rahmat Allah.
2. Santunan Dhuafa
Lansia, janda dan fakir miskin yang selama ini kita support dana untuk penyambung hidup mereka, juga memerlukan pendampingan dari kita. Baik dari segi pendampingan tentang ibadah mereka serta kebiasaan dan rutinitas yang mereka lakukan sehari-hari. Hal ini yang menjadi tujuan kami untuk tidak hanya sekedar memberikan santunan tiap bulannya tetapi juga pendampingan untuk mereka. Seperti halnya Mbok mirah (wayut) beliau sudah mulai melaksanakan sholat malam dan rajin puasa sunnah. Semosa simbah-simbah yang lain pun dapat meniru semangat ibadah mbok mirah.
3. Santunan kesehatan
Biaya berobat menjadi semakin ringan, seperti halnya arif (penderita tumor di leher) yang harus dioperasi dengan biaya yang tidak sedikit. Dengan jalan ditabung terlebih dahulu , arif baru bisa operasi sembari menunggu umurnya cukup untuk melakukan operasi. Ukkin (penderita kelainan anus) yang tiap bulan harus control, pengobatan hanafi dan fahrur, santri tahfidz yang diuji dengan sakitnya. Serta mbah parti yang kondisinya juga sudah tak mampu lagi berjalan karena tumor di kakinya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kategori Tulisan
Anak
(21)
Ceramah
(25)
Doaku
(3)
Gallery
(68)
Hadits
(20)
Herbal
(3)
Hikmah
(258)
I'tikaf
(5)
Idul Fitri
(27)
Inspirasi
(149)
Jualan
(3)
Kesehatan
(43)
Keuangan
(12)
Kisahnyata
(43)
Kultum
(147)
Lailatul Qadar
(2)
Lain-lain
(49)
management
(4)
Nisa'
(1)
ODOJ
(2)
Progress
(54)
prowakaf
(2)
Puasa
(182)
Quran
(17)
Qurban
(40)
Ramadhan
(322)
Renungan
(17)
Rumahkreatif
(6)
Rumahpintar
(8)
Rumahtahfidz
(18)
Rumahyatim
(6)
Sedekah
(47)
Share
(104)
Syawal
(5)
Tanya jawab
(2)
Tarawih
(4)
Tarbiyah
(166)
Umroh
(19)
Wakaf
(8)
Yatim
(7)
Zakat
(22)
Sering dibaca
- Obat Kanker yang 10.000X Lebih Kuat dari KemoTerapi
- Daftar Tempat Makan Di Madiun
- Apa Arti Kata "Dancuk"...
- Kisah Nyata : Hati-hati Ajarkan Motor-Mobil Pada Anak di Bawah Umur
- Sahabat Kita Yang Baik Akan Menolong Kita Di Akhirat
- 10 Amal yang Pahalanya Takkan Pernah Putus
- Kepada Donatur : Kisah Nyata - Kesalahan Kecil yang Dahsyat Akibatnya
- Kadal dan Sedekah
- Kepada Donatur : Mengintip Akheratmu Dengan Melihat Kehidupan Duniamu
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!








FACEBOOK klik
TWITTER klik
WHATSAPP : 