Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 15 Desember 2015

Rindu yang Membuncah


Kadang rinduku menggebu-gebu, dan hanya memandangmu
memandang dari jauh di rerimbunan yang teduh

Meski kita tak bersama, tapi ku tak pernah lupa rasanya
meski ada duka, sukanya menancap di dada

Salam ukhuwah

Mejayan, kantor baru BKD

Image : http://kiokarma.com/rindu/

Senin, 14 Desember 2015

Antara Bahagia dan Derita



Ingatlah bahwa kejayaan itu dipergilirkan. Ketika kejayaan sedang kau nikmati. Sampai Kau rasakan kehidupanmu laksana kepingan surga, berhati-hatilah bahwa semua akan diambil kembali oleh Allah.

Dan ingatlah bahwa kejayaan itu dipergilirkan. Jika saat ini kau rasakan kehidupanmu sempit penuh derita laksana memasuki pintu neraka, tenanglah bahwa derita akan diambil pula.

Jika saat ini bahagia hidupmu, perbanyak syukurmu agar Allah kekalkan bahagiamu dan ditambahkan nikmatmu, kepingan surgamu mungkin menjelma jadi hidup yang benar penuh barokah laksana surga hingga Engkau tutup usia.

Dan jika saat ini hidup dengan derita, tetap bersyukur atas nikmat yang masih kau rasa, tambahkan rasa sabar untuk menguatkan rasa syukurmu dan menambahkan tingkat layakmu untuk Allah angkat derita dari hidupmu.

Sungguh kejayaan itu dipergilirkan. Bersyukur kala bahagia, bersabar kala hidup dalam derita.
Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Ali Imran ayat 26)

Madiun, 15-12-2015

Minggu, 13 Desember 2015

Hacked Broadcast


Bbrp hari lalu sy broadcast hadits pakai aplikasi BBM. Ada respon dari sahabat saya

"Rajin banget broadcast."
"Iya, daripada BB nganggur, paketnya masih banyak. biasanya sih cari donatur." begitu jawab saya.
"Isi broadcastnya sih bagus, tapi jangan keseringan. nanti yg nerima jadi bosan." begitu kira2 balasnya.
akhirnya saya ucap terima kasih. "oh begitu ya, terima kasih atas nasihatnya."

Sy yakin daripada sy broadcast bisnis saya, atau broadcast dengan kata2. "TC, jangan dibalas" atau "test contact" atau "test contact, don't reply" masih lebih baik broadcast hadits atau ayat2 yg memotivasi.

Dalam pikiran saya, Saya tetap akan broadcast yg baik2 tapi akan saya lewati sahabat saya ini. Takut menyinggung atau mengganggu.

Sahabat saya ini pada 9 Desember memanfaatkan moment election day... pilkada serentak mengirim broadcast bisnisnya...

Saya hanya membatin, kemarin sy broadcast hadits sahabat saya ini keberatan, kok sekarang malah broadcast bisnis? tapi saya diam saja. toh tidak ada pengaruhnya buat saya.

Hari ini 13 Desember sy terima lagi broadcast dari sahabat saya beberapa kali. broadcastnya : "PING!!!"

Setelah itu ada broadcast info video mesum anggota DPRD dengan pacarnya, lengkap dengan link nya.

Setelah itu broadcast video mesum aurah kasih bersama mantan pacarnya di sebuah hotel di jakarta... lengkap dengan linknya

Akhirnya saya dapat jawaban. Aplikasi BBMnya dihack.

Saya lupa bertanya, tadi saya broadcast, dan saya lupa mau menghilangkan sahabat saya ini dari daftar penerima broadcast, kira2 sahabat saya ini menerima atau tidak ya?

Semoga baik2 saja

Image : http://thehackernews.com/2014/04/dutch-court-accepts-to-extradite_19.html

Sabtu, 12 Desember 2015

Terpisah itu Indah


Kadang-kadanginginmenulistanpaspasi.
Ternyatabikinmumetbacanya.

Dari kata yang selalu tersambung ini, di situ kita belajar bahwa TERPISAH kadang menjanjikan sesuatu yang indah dan memunculkan sebuah pengertian dan satu kesatuan makna kebersamaan.

Kebersamaan bukanlah selalu bersama. Tapi terhubung oleh ikatan yang tak kasat mata. Entah itu cinta, entah itu ukhuwah.

Bayangkan ketika sebuah keluarga mengirim anak-anak mereka belajar di tempat yang jauh, atau sebuah pondok pesantren, dimana kerinduan akan semakin terpupuk subur seiring lamanya waktu berpisah. Akan tetapi harapan besar sang anak menjadi bongkahan surga menjadikan rindu sebagai pupuk harapan dan cinta sang orang tua.

Terpisah yang direncana, menciptakan jarak dan waktu yang indah.

wallahu a'lam
Mojopurno, 13-12-2015

Image : http://fantasiplus9xi3.blogspot.co.id/2013/02/mempererat-ukhuwah-islamiyah.html

Jumat, 04 Desember 2015

Harapan dan Keyakinan



Habis sholat isya malam ini, tiba-tiba muncul sebuah harapan. Terkabul doa-doa terbaikku.

Sejurus kemudian terpikir, mengapa hanya harapan dan bukan keyakinan?

Dalam kehidupan normal kita di dunia, harapan mewakili kondisi yg diinginkan meskipun banyak kendala dan peluang tidak berhasilnya juga cukup besar.

Keyakinan lebih dalam lagi karena ia menembus batas ketidakmampuan, menembus batas kemustahilan karena adanya kekuatan ruhiyah / jiwa  yang sangat dekat dengan penciptanya.

Boleh dicatat, hanya orang yang memiliki iman kokoh yg memiliki keyakinan yang kuat. Keimanan kepada Allah yg maha pencipta, dan taqdir yang telah ditetapkan untuk kita.

Tentu akan berbeda, jika satu orang mengatakan "kita yakin bisa!" dan yang lain mengatakan "kita berharap bisa!" Mereka yang memenuhi alam sadar dan bawah sadarnya dengan keyakinan, akan memiliki daya juang yang dahsyat.

Tidakkah kita melihat orang-orang yang memiliki keyakinan akan balasan hari Akhir berjuang dan berinfaq habis-habisan untuk mendapatkan jannah yang dijanjikan?

Belumkah kita melihat apa yang dilakukan Abu Bakar yang menginfaqkan seluruh hartanya untuk perjuangan Islam. Pada saat itu Rasulullah memandangi Abu Bakar dan bertanya, "apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu wahai Abu Bakar?" Abu Bakar hanya menjawab, "aku tinggalkan untuk keluargaku Allah dan Rasul-Nya."

Pun demikian jika Anda seorang terapis. Keyakinan bahwa Allah akan menyembuhkan penyakit pasien dan mentransfer keyakinan itu kepada pasien Anda, ini memiliki daya penyembuh yang luar biasa. Tentunya Anda harus betul betul memahami apa yang Anda resepkan. Setiap unsur di dalam resep Anda, setiap kandungan dan efek penyembuhannya, dosisnya, sakitnya, sebabnya, cara penyembuhannya. Sehingga logis Allah berikan kesembuhan, selebihnya Allah yang akan menyembuhkan. Bukankah Allah yang menurunkan penyakit dan Allah yang akan mengambil penyakit itu. Bukankah Allah turunkan penyakit dan juga sediakan obatnya untuk setiap penyakit? Yakin harus, obat yang tepat menjadikan kesembuhan lebih logis, memenuhi kewajiban ikhtiar dan sesuai sunatullah.


Madiun, 05122015
Image : http://www.crosswalk.com/family/parenting/a-new-year-s-hope-for-single-parents.html

Kamis, 26 November 2015

Sukses? Lihatlah ke Dalam


Motivasi terbesar dari dalam diri sendiri
Hambatan terbesar dari dalam diri sendiri
Tekanan terbesar dari dalam diri sendiri

Pilih jalan benar atau salah tergantung diri sendiri
Sukses sesuai usaha diri sendiri

Kita sukses kitalah yang menikmati
Kita gagal, terpuruk, terhempas, menjadi hina, yang merasakan diri sendiri

Bersandarlah pada Allah agar setiap usaha mendapat hasil terbaik.

"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga kaum itu merubah nasibnya sendiri."

Puspem Pemkab Madiun, Mejayan.

Image : http://tonygentilcore.com/2013/07/success-strength/

Jumat, 13 November 2015

Syukur: Antara Daging dan Kedelai

 image : http://arryrahmawan.net/bekerja-dengan-penuh-syukur/



Renungan Pagi...


Alkisah ada seorang Fakir Miskin melewati jalan Madinah.
Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan Daging.
Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan Daging.

Dia pulang ke rumahnya dngan hati mendongkol.
Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus.
Dngan hati terpaksa, dia memakan Kedelai itu seraya membuang kupasan Kulitnya ke luar jendela.
Dia sangat bosan dngan Kedelai.

Dia bilang kpada istrinya "Bagaimana hidup kita ini..?
Orang-orang makan Daging, kita masih makan Kedelai"

Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah Terkejut, dia melihat seorang Lelaki Tua duduk di bawah jendela rumahnya sambil memungut Kulit-Kulit Kedelai yg tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam:

الحمدلله الذي رزقني من غير حول مني ولا قوة

"Segala Puji bagi Allah SWT yg telah memberiku Rezeki tanpa harus mengeluarkan Tenaga"

Mendengar Ucapan Lelaki Tua itu, dia menitikkan Air Mata, seraya bergumam:

رضيت يا رب

"Sejak Detik ini, aku Rela dengan apapun yg Engkau berikan, ya Allah.."

👇👇
 Rejeki itu yg penting Mengalir,,
Besar Kecil yg penting ada Alirannya..
Jngan harap mengalir seperti banjir,,
Kalau tak bisa berenang bisa tenggelam..

 ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ#
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ.

Sampai kapan engkau Sibuk dngn Kelezatan,
Sedangkan engkau akan di tanya tentang semua yg kau lakukan.

Kalam Sayyidina Ali bin Abi Thalib K.W.A:

ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ ﻗﻴﻤﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ

"Barang Siapa perhatiannya hanya pada apa yg masuk ke perutnya, maka nilai seseorang itu tidak lebih dari apa yg keluar dari perutnya"

Hanya Copy Paste
Semoga bermanfaat


Ucapan Kita, Cermin Bagi Kita, Bukan Untuk Orang Lain


Boleh Anda perhatikan orang-orang di sekitar Anda. Beberapa orang selalu mendominasi dengan gaya bicara mereka. Banyak yang dibicarakan dan tidak lepas dari rasa keakuan yang tinggi. Mungkin memang Allah berikan kepada mereka kelebihan, jabatan, kedudukan yang lebih tinggi, pendidikan, wewenang atau harta dan usaha yang terus berkembang.

Banyak diantara mereka yang seperti ini cenderung melakukan kesalahan yang bertentangan dengan dengan kebenaran yang mereka sampaikan. Mengkritik orang lain akan tetapi lupa bahwa dirinya melakukan kesalahan yang sama. Perkataannya tidak memperbaiki kesalahan yang mereka lakukan. Padahal Allah mengingatkan kepada kita, "sungguh besar kebencian disisi Allah karena kalian mengatakan apa yang tidak kalian perbuat.

Ajakan saya, mari tahan pembicaraan kita ketika nafsu mulai menyertai. Ingatlah bahwa Allah sangat benci kepada siapapun yang mengatakan sesuatu, memerintahkan sesuatu akan tetapi dirinya tidak bisa melakukan.

Saya memiliki kenalan dekat, ilmunya terbilang tinggi, kedekatan kepada Allah tampak dari tutur kata dan amalan sehari-hari, akan tetapi beliau tidak pernah berkenan memberikan taushiyah, ceramah, atau sekedar kultum. Sampai-sampai sebagian besar dari sahabatnya mengira beliau tifak mau berbagi ilmu. Akan tetapi suatu saat beliau sempat terlepas omongan di hadapan saya.

"Maaf saya tidak bisa. Orang lain tidak mau memahami saya, saya tidak masalah. Masalahnya saya saja belum bisa mengkondisikan keluarga saya. Bagaimana saya bisa menasihati orang lain, kalau keluarga saya saja belum bisa saya nasehati."

Bagaimana jika orang-orang yang banyak bicara tapi amalannya bertentangan dengan ucapannya? Saya selalu mengatakan "ucapan kita adalah cermin. Cermin bagi kita. Bukan cermin untuk orang lain.

Banyak orang bicara seolah dirinyalah sang kebenaran. Dan orang lain dalam posisi salah sehingga harus mengikuti ucapannya. Padahal amalannya bertentangan dengan apa yang diucapkan. Bukankah ucapan kita mestinya sebagai cermin untuk kita dan bukan untuk orang lain?

Wallahu a'lam.

Pesona Griya Wilis
Mojopurno-Madiun
Sabtu, 14 Nopember 2015

image : http://coretaneta.blogspot.co.id/2013/04/indahnya-menjaga-lisan.html

Rabu, 04 November 2015

ONE DAY ONE JUZ



  

ONE DAY ONE JUZ
atau yg dikenal dengan ODOJ..
Adalah program yang diinisiasi oleh para Alumni Rumah Qur’an untuk memfasilitasi dan mempermudah kita dalam tilawah Al-Qur’an dengan target tilawah 1 juz sehari.

Pelaksanaan ODOJ dilakukan dengan memanfaatkan Instant Messager (WA, BBM).

Program ODOJ menjadikan tilawah 1 juz sehari jadi lebih menyenangkan dan lebih memotivasi.

Dalam satu grup ODOJ biasanya terdiri dr 30 anggota dan 1 org admin dari beberapa kota, propinsi, bahkan ada yg beda negara. Semua disatukan dalam ikatan Ukhuwah Islamiyah, semangat membumikan Al Quran.

Sudah saatnya menginvestasikan gadget dan smartphone anda utk tabungan akhirat.

Bagi yang berminat bergabung dengan Gerakan One Day One Juz (ODOJ) mari mendaftar segera.

Pendaftaran bisa dengan 2 cara :
1. Via Web
2. Via Admin

Utk pendaftaran via web, silahkan langsung mendaftar di website ODOJ.
www.onedayonejuz.org

Caranya sangat mudah :
 1. Klik Daftar.
2. Isi form pendaftaran dg lengkap.
3. Klik submit.
4. Anda akan mendapat username dan password sebagai anggota ODOJ#nomorkelompok.
5. Tunggu undangan kelompok anda..

Untuk pendaftaran via Admin dan  Fast Respon Registration, bs hub :

Maulani
WA 085252659700
PIN 7E87CE77
Ketik : Daftar_ODOJ_Nama_No WA/PIN BBM_Daerah_Umur_Jenis Kelamin

Contoh : Daftar ODOJ_Abdul_081234987654_Jakarta_30_Laki2

👆👆👆
Silahkan disebar di sosmed..
Di whatsapp, bbm, facebook, line,viber, kakao talk dll...

Mohon bantuannya untuk disebar ya..
Terutama di fb, broadcast di bbm dan di grup2 whatsapp..
Mari sama2 menjarkomkan kebaikan, agar makin banyak yg ikut tilawah di ODOJ..
Betapa indahnya, jika hidup kita dikelilingi oleh generasi pencinta Al Qur'an..

Semoga menjadi pemberat kebaikan di yaumul hisab nanti..

Aamiin Ya Robbal Alamin

Jembatan Menuju Surga

Oleh: Rochma Yulika


"Tidak ada jalan lain, kecuali jembatan itu harus dilalui untuk menuju surga. Tampilannya seperti ujian, tapi isinya adalah rahmat dan kenikmatan. Berapa banyak kenikmatan yang sungguh besar baru diperoleh setelah ujian. (Miftah Darus Sa'adah, I/299)

Sahabat surgaku...
Dalam menempuhi perjalanan dakwah ini tentulah kita mengenal dan memiliki banyak saudara. Dalam komunitas ini kita harus bersentuhan dengan ratusan, ribuan, bahkan akan bertemu dengan jutaan karakter.

Namun di forum inilah kita membingkai perbedaan-perbedaan tersebut dalam kesatuan visi aqidah dan misi perjuangan dakwah ilallah. Sehingga kita ini tak lain adalah rekan seperjuangan menuju ridla Allah. Saling menemani, memotivasi dalam meretas perjalanan yang tentunya semakin lama bukan semakin mudah. Untuk itu kita butuh saling menguatkan.

Sahabat surgaku...
Maimun bin Haram menasehati kita, "Tak seorang pun melakukan amal yang baik kecuali ia akan mendapat ganjarannya. Bila ia ikhlas, Allah berikan balasan itu dunia dan akhirat. Dan bila ia ingkar maka hanya mendapat balasan duniawi."

Sahabat surgaku....
Jalan dakwah ini sangat panjang bahkan adanya melintasi usia kita. Beruntunglah kita yang rela mewakafkan dirinya di jalan dakwah yang mulia.

Tak dipungkiri komunitas ini adalah bagian dari dakwah ilallah. Maka dari itu janganlah kita sia-siakan kesempatan baik ini.

Mari jaga keistiqamahan agar hidup diiringi dengan keberkahan. Teruslah menapaki jalan ini hingga jiwa saatnya menghadap Ilahi.


Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI/81/05/11/2015
oaseodoj@gmail.com

Minggu, 18 Oktober 2015

Doa Untuk Para Jomblo

Semoga yang belum menikah segera dipertemukan jodohnya.

Berikan istri yg shalihah, cuantiiiiik, hafidzah, istri luas rejekinya, istri yang bisa memberi banyak keturunan, lembut tutur katanya, baik budi pekertinya, penyabar, penyayang, yang menemani suami dikala senang, yang mensupport suami dikala lemah, membimbing suami dikala lelah, menghibur suami dikala susah.

Berikan kepada kami dan mereka yang belum menikah keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah.

Berikan anak2 yang berbakti pada orang tua, anak yang shalih, shalihah, ahli quran, ahli zakat, ahli infaq, ahli sedekah, ahli wakaf.

Jadikan anak2 mereka para penyeru, para pencerah, mengajak pada kebaikan, mencegah kemunkaran dengan cara2 yang ahsan.

Jadikan keluarga mereka, anak istri mereka hambaMu yang mulia di dunia, mulia di akhirat, dicinta penduduk bumi, dirindu penduduk langit.

Jadikan mereka pemimpin bagi orang2 shalih, pembimbing yang lemah, penolong yang membutuhkan pertolongan, mencintai ummat, dicintai ummat.

Jadikan mereka pecinta anak yatim, sandingkan mereka disisi manusia terkasihMu di jannatunnaim.

Kabulkan semua doa2 mereka, hamba turut mengaminkan semua doa terbaik sahabat hamba.

Amin

Jumat, 09 Oktober 2015

Akhirat Yang Dipilih

Imam Ibnul berkata: "Sesuai dengan tingkat kecendurungan hamba dan ridhanya kepada dunia,  maka seperti itu pulalah tingkat malasnya dari melakukan ketaatan kepada Allah dan mencari akhirat."

Al-haq dan al bathil, kebaikan dan keburukan, belok kanan dan belok kiri, demikian dengan cinta dunia dan akhirat sudah hukum alam tidak pernah sejalan.

Orang yang memiliki kecintaan kepada dunia, maka akan sejauh cinta itu ia meninggalkan orientasi akhirat.

Dalan kehidupan, antara pecinta dunia dan pecinta akhirat mungkin tak tampak perbedaan, karena orientasi yg menggiring gerak mereka adalah niat di dalam hati.

Meskipun sama bekerja, mungkin di perusahaan yang sama, mungkin dengan level yang sama bahkan mungkin ruang kerja yang sama, makan bersama, pulang pergi bersama, tapi motivasi kerja tentu berbeda.

Orang-orang yang cinta dunia lebih besar peluang melakukan pelanggaran karena kerja bagi mereka = mencari uang. Kadang halal dan haram tidak diperhatikan, kecurangan, korupsi waktu tidak dianggap merugikan orang lain, atau tidak dianggap mengambil hak orang lain.

Bagi yang berorientasi akhirat tentu berbeda. Kerja adalah ibadah melaksanakan kewajiban yang dijanjikan pahala. Setiap hasil yang dibawa adalah barokah.

Ini seperti kita bicara timur dan barat, seperti bicara Sabang dan Merauke. Semakin kita ke barat maka akan semakin jauh meninggalkan timur. Seperti kita berlari dari Sabang ke Merauke. Semakin jauh kita lari ke Merauke. Maka sejauh itu kita meninggalkan sabang.

Sejauh apa kita cinta dunia, sejauh itu pula kita kita tinggalkan akhirat.

Satu yang butuh kita ingat, Akhiratlah hidup kita yang sesungguhnya. Dunia hanyalah sarana menggapai kebahagiaan hidup di akhirat.

Kehidupan kita arah larinya kemana.?

Butuh kejujuran diri kita.

Wallahu a'lam.

Gunung Kidul, 9 Oktober 2015

Kamis, 08 Oktober 2015

Kisah Nyata Si Cacat Penjual Koran


Wajahnya menghitam terhantam cahaya mentari setiap hari.

Wajah yang tegar menyiratkan tekad yang kuat.

Kaki yang cacat di kedua sisi. Teramat kecil dengan tungkai tertekuk membuatnya tak mungkin berdiri, berjalan atau berlari.

Badan gempal, dengan otot yang tampak kekar dan rambutnya yang panjang tak membuatnya terlihat garang.

Kursi roda yang menopang, mengantar pagi dan siang menyusuri perempatan ringroad Selatan Yogjakarta.

Cacat fisiknya tak membuatnya malu, atau memilih menengadahkan tangan sambil bernyanyi seperti pengamen yang secara fisik normal yang biasa mangkal di perempatan, lelaki satu ini memilih menjajakan koran dengan harga murah. 2.000 rupiah.

Ketegaran dan balutan fisik  dalam pilihan nafkahnya, menyentuh setiap yang menyaksikan, sama sekali tanpa memasang tampang memelas.

*****

Saya hanya ingin menggambarkan bahwa hasil yang secara materi tidak berlimpah, kadang menjadikan kita bahagia.

Lakukan setiap pekerjaan kita jangan melulu karena harta benda. Kepuasan, cinta pekerjaan, pengabdian salah satu yang menjadikan rejeki kita barokah.

Wallahu a'lam

Ring Road Selatan Yogjakarta, 9 Oktober 2015

Selasa, 06 Oktober 2015

Pengorbanan Seorang Anak Yatim Yogyakarta


Waktu itu saya dalam perjalanan dari Jogya ke Jakarta naik pesawat.
Karena   keberangkatan pesawat ditunda 1 jam saya menunggu di in HB kafetaria bandara Adisucipto sekedar minum kopi.

Di depan saya duduk seorang ibu sudah agak tua, memakai pakaian Jawa tradisional kain batik dan kebaya, wajahnya tampak tenang dan keibuan.

Sekedar mengisi waktu, saya mengajaknya bercakap-cakap.

"Badhe tindak Jakarta, Bu". (mau pergi ke Jkt, bu ?)
"Inggih nak, namung transit ing Cengkareng lajeng dhateng Singapura."
(Iya nak, hanya transit di cengkareng terus ke Singapura)

"Menawi kepareng nyuwun pirsa, kagungan perlu menapa ibu tindak Singapura ?"
(Kalau boleh, mau bertanya, ada keperluan apa ibu pergi ke Singapura ?)

"Tuwi anak kula ingkang nomer kalih Nak. Semahipun nglairaken wonten ngrika lajeng kula dipun kintuni tiket lan dipun urusaken paspor langkung Biro Perjalanan. Dados kula kantun mangkat boten sisah repot ngurus menapa-menapa".
(Menengok anak saya yang nomor dua nak, istrinya melahirkan di sana terus saya diberi tiket dan diuruskan paspor melalui biro perjalanan. Jadi saya tinggal berangkat tanpa susah mengurus apa-apa)

"Ingkang putra ngasta wonten pundi Bu ?"
(Puteranya kerja dimana, bu ?)
"Anak kula menika Insinyur Perminyakan, nyambut damel wonten Perusahaan Minyak Asing, samenika dados Kepala Kantor Cabang Singapura."
(Anak saya ini insinyur perminyakan, kerja di perusahaan minyak asing, sekarang kadi kepala kantor cabang Singapura)

"Putra sedaya pinten, Bu ?"
 (Berapa anak ibu semuanya?)
"Anak kula sekawan Nak, jaler tiga, estri setunggal. Menika wau anak kula nomer kalih. Ingkang nomer tiga ugi jaler, Dosen Fakultas Ekonomi Gadjah Mada, samenika saweg mendhet Program Doktor wonten Amerika. Ingkang ragil estri, dados dokter spesialis. Anak, semahipun ugi dokter Ahli Bedah lan dosen wonten Fakultas Kedokteran Airlangga Surabaya."
(Anak saya ada 4 nak, 3 laki2, 1 perempuan. Yang ini tadi anak nomer 2. Yang nomer 3 juga laki2, dosen fakultas ekonomi UGM, sekarang lagi ambil program doktor di Amerika. Yang bungsu perempuan jadi dokter spesialis anak. Suaminya juga dokter, ahli bedah dan dosen di universitas Airlangga Surabaya)

"Menawi putra mbajeng.?"
(Kalau anak sulung?)

"Piyambakipun tani, Nak. Manggen ing Godean nggarap sabin tilaranipun swargi bapakipun".
(Dia petani, Nak. Tinggal di Godean, menggarap sawah warisan almarhum bapaknya).

Saya tertegun sejenak lalu dengan hati-hati saya bertanya ;

"Temtunipun Ibu kuciwa kaliyan putra mbajeng nggih Bu. Kok boten sarjana kados rayi-rayinipun."
(Tentunya ibu kecewa kepada anak sulung ya bu. Kok tidak sarjana spt adik-adiknya).

"Babarpisan boten,Nak. Kita sedaya malah ngurmati piyambakipun. Kanthi kasil saking sawahipun, piyambakipun ngragadi gesang kita sakulawarga lan nyekolahaken rayi-rayinipun sedaya ngantos rampung sarjana".
(Sama sekali tidak, nak. Malahan kami sekeluarga semuanya hormat kepada dia. Dari hasil sawahnya dia membiayai hidup kami dan menyekolahkan semua adik-adiknya sampai selesai jadi sarjana)

Saya merenung :
"Ternyata yang penting bukan Apa atau Siapa kita, tetapi apa yang telah kita perbuat".

Allah tidak akan menilai apa dan siapa kita tetapi apa "amal-ibadah" kita.

Tanpa terasa air mata mengalir di pipiku...

Catatan :
Mohon maaf untuk yang tidak mengerti bahasa Jawa, dialog dalam kisah diatas saya tulis apa adanya.

*) Cerita Prof Dr Ravik Karsidi Rektor UNS.

*) Dikisahkan oleh Muhidin di grup WA SMPIT BAKTI IBU Madiun dan saya posting di blog saya dalam perjalanan Yogyakarta - Magelang

Yogyakarta, 7 Oktober 2015
😊🙏

Keyakinan yang Menyembuhkan-Belajar Dari Pengalaman Ummi Sabil

Pertama melihat Ummi Sabil, (saya lebih senang menyebut Ummu Sabil) saya melhat seorang wanita yang sangat biasa. Kecil, saya lebih suka menyebut IMUT, gelap seperti kebanyakan wanita di kampung saya yang setiap hari pekerjaannya ke sawah dari pagi hingga petang dan merelakan kulit yang memang sejak lahir sudah bawaan gelap menjadi semakin gelap karena tuntutan pekerjaan.


Tentu saya tidak boleh hanya melihat dari sisi fisik yang imut dan cenderung berkulit gelap. Sisi lain dari tampilan fisik beliau, beliau terlihat sebagai seorang yang memiliki visi yang kuat, pendirian yang teguh, tapi dalam balutan sosok wanita yang keibuan dan teduh.

Lebih jauh dari itu, ada keheranan saya pada beliau, orang-orang yang di dekat beliau tampak sangat mencintai dan terlihat tak ada jarak. Pikir saya, tak mungkin kalau beliau bukan orang baik sampai begitu dicintai orang di sekitarnya.

Yang lebih luar biasa bagi saya dengan profesi beliau sebagai herbalis adalah kekuatan beliau menyandarkan penyembuhan pasien kepada Rabbnya.

Kekuatan keyakinan bahwa Allah yang memberi penyakit dan Allahlah yang menyembuhkan, semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin memungkinkan dia untuk disembuhkan.

Inilah kekuatan yang mesti dimiliki seorang muslim keyakinan bahwa Allah akan mewujudkan apa yang kita yakini, Allah akan mengabulkan apa yang betul-betul kita inginkan.

Allah memiliki kekuasaan penuh untuk mewujudkan  kehendakNya. Yang paling penting diingat adalah bahwa Allah bersama prasangka hambaNya.

Sekuat apa seorang mukmin meyakini kehendaknya adalah kehendak Allah, maka sekuat itulah kemungkinan yang akan terwujud. Kekuatan pokoknya bukan pada kekuatan seorang mukmin akan keyakinannya, tetapi lebih mutlak pada tingkat bersandarnya seorang mukmin akan kehendak Allah Sang Khaliq.

Kekuatan keyakinan Allah akan menyembuhkan karena kepasrahan mutlak inilah yang akan menyembuhkan.

Kekuatan keyakinan Allah akan mengabulkan keinginan kita karena kepasrahan mutlak inilah  yang akan menjadi kunci terkabulnya keinginan kita.

Wallahua'lam

Surakarta, 6 Oktober 2015


Pemulung dan Dua Anaknya

Sragen kembali memberi pelajaran melalui penglihatan mata saya. Dari bus eksekutif yang membawa ke Magelang sore ini, saya lihat seorang ayah dengan raut wajah menyiratkan beratnya kehidupan yang dijalani sedang menyeberang jalan utama kota Sragen bersama dua orang anaknya.

Anak pertama terlihat seperti usia 3 tahunan dalam gendongan samping kanan sang ayah. Di tangan kiri sang ayah bergelayut tangan anak yang lebih besar kira-kira usia 6 tahun. Di tangan kiri sang kakak mendadak terjatuh kantong plastik bening berisi banyak kardus bekas.

Tak sampai berserakan kardus dari kantong plastik, dengan sigap sang kakak menyambar kantong itu agar tidak tertabrak kendaraan yang lalu lalang dengan kencang. Tampak sang ayah hanya memandang dengan sedikit tersenyum. Barangkali terbersit rasa bangga pada anaknya yang sudah berpikir menyelamatkan sedikit rejeki yang mungkin menutup biaya makan malam mereka bertiga.

Bertiga? Bisa jadi dirumah istrinya sedang menunggu anaknya yang paling kecil.

_____

Tertarik saya melihat mereka bertiga, meski rasa kasihan saya lebih dominan, tapi saya melihat bagaimana perjuangan seorang ayah memenuhi kebutuhan keluarganya. Dan anak-anak yang jauh dari rasa malu untuk membantu orangtuanya membawa kardus bekas di tengah keramaian kota.

Saya mengajak kepada bapak-bapak pembaca, berjuanglah memenuhi kebutuhan keluarga, karena Allah lewat Rasul-Nya menghibur kita, jika kita berjuang dengan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga maka akan dihapusNya dosa-dosa kita sore harinya.

Senin, 07 September 2015

Body Sign Download

Body Signs adalah buku yang sempurna bagi orang-orang yang terpesona pada tubuh manusia dan cara kerjanya. Bacalah dan anda akan tahu apa yang harus dicemaskan dan apa yang harus diabaikan." -- Barbara Kantrowitz, penulis-pendamping Is It Hot in Here? Or It Is Me?

"Buku ini lucu, inofatif, dan berpotensi menyelamatkan hidup anda." -- Joel Gurin, Mantan Direktur Editorial, Consumer Reports
"Buku ini mudah dibaca dan berguna bagi setiap orang. Saya banyak belajar tentang fakta-fakta medis yang mengagumkan" -- Gayatri Devi, Presiden Dewan Nasional tentang Kesehatan Perempuan".

Banyak yang membutuhkan buku ini karena sudah sangat sulit menemukan edisi cetaknya di pasaran. Saya menemukan satu link download yang memudahkan siapapun yang membutuhkan buku ini untuk kebaikan. 

Anda akan mendownload file dalam format RAR. Anda perlu mengekstak dan akan tampak file dengan format exe. 

Anda bisa membaca buku ini dengan sangat nyaman dari awal hingga akhir buku. Berikut link downloadnya : billix-multimedia.blogspot.com/2011/01/body-sign-ebook.html?m=1 

Sabtu, 05 September 2015

Sekali Lagi, Jangan Ditunda!


Saya yakin, kejadian hari ini pasti akan saya ingat pada suatu waktu di masa yang akan datang.

Pagi ini ahad 6 september 2015 tanpa rencana saya harus ke Solo untuk membeli barang pesanan teman yang sudah lama saya order tapi tidak kunjung datang.

Kondisi lelah, ngantuk dan pusing membuat saya langsung tidur dengan headset tertancap di dua telinga saya. Lagu-lagu "cadas" ala pejuang palestina mengalun keras menambah lelap tidur saya.

Berangkat dari madiun hanya dengan 10 orang penumpang. Ketika saya terbangun sudah full sampai beberapa orang berdiri dan beberapa penumpang duduk di sebelah sopir.

Ya saya terbangun di sub terminal gendingan ngawi karena tangis seorang bayi mungil berjilbab pink tak jauh dari tempat duduk saya. Bayi mungil yang digendong seorang ibu muda berjaket hitam kecoklatan dengan bordir besar di punggungnya bertulis huruf kapital "DEPKUMHAM".

Seketika saya ingin memberikan Tempat duduk saya pada ibu muda itu. Tapi kondisi fisik saya berkata : tunggu sebentar, barangkali ada penumpang lain di sekitar ibu muda ini yang berkenan memberikan tempat duduknya.

Saya menunggu sekitar lima menit dan tak ada yang mau memberikan tempat duduknya. 

Lima menit yang sebenarnya sangat pendek, terasa sangat panjang bagi saya saat itu.

Tiba-tiba kondektur berteriak dari belakang. 
"Pos polisi!!!!"
"Kursi paling depan persiapan buk.... sebentar lagi pos polisi"
"Mbak jaket coklat duduk di kursi paling depan tuh!"

Bukan saya berucap hamdallah karena ibu itu mendapatkan tempat duduk, perasaan saya kebih didominasi penyesalan mengapa bukan tempat duduk saya yang ditempati. Tapi tentu saya harus mengakui bahwa itu murni kesalahan saya yang tidak mau mengambil kesempatan berbuat baik. Bahkan keduluan taqdir dia untuk duduk di depan karena ada ibu-ibu di kursi sebelahnya turun.

Sepanjang perjalanan saya hanya bisa tersenyum kecut sambil merenung penuh penyesalan.

Akhirnya ibu anak ini turun di sekitar stadion Sragen. Saya berkesempatan memfoto ibu-anak ini setelah turun dari bis.


IBROH KEJADIAN INI....

Ketika datang ke hadapan kita orang meminta..... maka berilah meski sedikit 

Ketika ada orang di hadapan kita membutuhkan bantuan, Maka bantulah dia, meskipun dia tidak meminta.

Membantu orang lain tak akan pernah merugikan diri sendiri, sedekah kepada orang lain tak akan pernah membuat kita miskin.

Hadirnya orang meminta bantuan dan orang yang meminta pertolongan di hadapan kita, semata-mata karena mereka diutus Allah untuk membersihkan harta kita, untuk meneteskan keringat kita agar terbuang sisa metabolisme yang tak bermanfaat, untuk melembutkan hati kita dan untuk menguji tingkat keimanan kita.

Kitapun harus mencari nafkah dan memberi makan keluarga dari yang halal. Jauhi yang tidak jelas hukumnya apalagi jauhi yang haram. Jangan sampai karena harta yang haram menjadikan Allah membersihkan harta kita dengan musibah yang datang kepada kita. Ya.... mungkin yang datang bukan hanya pengemis atau peminta sumbangan tapi musibah untuk membersihkan harta kita.

Musibah itu bisa berupa sakit, kehilangan sesuatu, hilangnya kesempatan, tertutupnya jalan rejeki, sulitnya mencari sekolah, susah diterima kerja, kantor tempat kerja yang tak kondusif, fitnah, perasaan sempit dan susah gelisah, kawan yang buruk, bermusuhan dengan tetangga, keluarga yang tidak tenang, berselisih dengan pasangan, anak nakal, ibadah anak kurang, susah beribadah, semakin dekat pada maksiat, pendapat tidak didengar, kesombongan, merasa benar sendiri, merasa pinter sendiri, kata-kata kotor, perlakuan tidak adil, usaha merugi, kendaraan rusak melulu, tanaman mati, burung peliharaan kabur, keinginan duniawi yang besar, gila hormat, gila jabatan, takut mati dan membelanjakan harta bukan untuk sesuatu yang bermanfaat.


Na'udzubillah min dzalik.

Sragen, 6 September 2015.
Di dalam bis Sugeng Rahayu


Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com