Selasa, 05 Mei 2015
Selasa, 21 April 2015
Merubah Kekurangan Menjadi Kelebihan
Saya tidak akan panjang lebar. Tak semua orang karena
karakternya atau dengan kesibukannya mau membaca tulisan panjang lebar, atau
pembahasan mendalam.
Diakui atau tidak, kegagalan, masalah, kelemahan, kekalahan
dan sederet istilah sejenisnya banyak kita alami dan sangat mungkin sebagian
dari kita sedang mengalami.
Kadang sederhana kita mensikapi posisi negatif itu dan
merubahnya menjadi positif. Hanya butuh keseriusan dan usaha ekstra untuk
mewujudkannya. Pada kasus yang lebih besar dan serius, membutuhkan usaha dan
analisa yang lebih besar.
Bagi Anda seorang muslim yang menargetkan baca Al Quran
sehari satu juz misalkan, setelah ditetapkan aturan main baca Qurannya, taruh
kata mulai pukul 6 sore sampai 6 sore esok hari sebagai target waktu
perhitungan satu hari, bisa saja Anda ada kesibukan tertentu yang menjadikan
sampai pukul 6 esok sore tidak selesai. Keesokan harinya Anda mengejar target 1
juz pada malam kedua. Anda bisa santai dengan keterlambatan ini karena masih
ada waktu penyelesaian target hari kedua sampai esok sore pukul 6.
Catat: target hari pertama selesai dengan ekstra time,
dengan usaha ekstra >> selesaikan baca Quran malam kedua.
Hal ini bisa saja terjadi karena hari per tama kesibukan
cukup banyak dan sampai waktu akhir yang ditentukan (pukul 6 sore) menyisakan 1
(satu) atau beberapa halaman. Masih untung jika pada ujung waktu target
menyisakan beberapa halaman, pada kasus lain banyak terjadi antara pukul 6 sore
sampai 6 sore hari berikutnya sama sekali belum sempat membuka Al Quran.
Masalah target hari per tama sangat mungkin terselesaikan pada
hari kedua. Ini mungkin terulang setiap hari. Bisa jadi setiap malam Anda
mengejar ketertinggalan hari ini. Jika Anda sudah pengalaman gagal seperti
ini... Anda butuh membuat sebuah strategi sedehrana.
Ambil hari libur Anda untuk membuat milestone.
Biarlah malam hari libur kita, taruh kata libur Anda hari minggu,
manfaatkan malam minggu sebagai waktu membayar target hari sabtu yang belum
terselesaikan. Sampai selesai. Dan jadikan liburan Anda untuk membuat sebuah
sejarah pribadi.
Manfaatkan waktu habis sholat subuh hari minggu untuk
membaca 1 juz. Kalaupun Anda tartil membaca, hanya butuh waktu 1 jam atau
maksimal 1,5 jam. Target Anda hari minggu selesai.
Bukankah biasanya Anda selesaikan malam senin? Selamat Untuk Anda.
Oke... saatnya merubah kegagalan jadi prestasi. Pukul 6 sore
biasanya Anda baru mulai menyelesaikan tanggungan target 1 juz. Tentu anda
sudah sangat terbiasa menyelesaikan target hari ini di malam harinya. LAKUKAN LAGI!!!! Kebiasaan Anda
menyelesaikan baca Quran satu juz di malam hari... lakukan lagi malam senin. Ingat....
LAKUKAN SAJA.
Apa yang berbeda?
Jika pekan lalu baca Quran yang Anda
selesaikan adalah dalam rangka mengejar target hari ini, maka mulai malam senin ini Anda
menyelesaikan target 23 jam ke depan. Target esok hari selesai sudah.
Jika Anda rindu baca Quran di siang hari karena kadang Anda
mencuri waktu mengejar target di siang hari. Lakukan saja... atau Anda bisa hafalkan
1 ayat setiap hari.
Madiun,
2 Rajab 1436
22 April 2015
09:02
Senin, 09 Maret 2015
3 Utusan Malaikat Maut
Suatu hari, Malaikat maut
datang untuk mengunjungi Nabi Yakub AS. Melihat kedatangan malaikat itu,
Nabi yakub bertanya, "Wahai Malaikat Maut, engkau datang untuk mencabut
nyawa atau hanya sekedar berkunjung? saja"
"Aku datang hanya untuk berkunjung", Jawab Malaikat Maut.
"Baiklah kalau begitu", kata
nabi Yakub.
Dalam percakapan selanjutnya, Nabi Yakub bertanya pada
malaikat Maut, "Bolehkan aku memohon satu permintaan kepadamu?"
"Apa permintaanmu itu, wahai Nabi Allah?"
"Jika sudah tiba waktunya nanti, ketika engkau telah diutus untuk mencabut nyawaku, tolong berilah tanda kepadaku sebelumnya."
"Baiklah," jawab Malaikat maut menyanggupi permintaan nabi Yakub.
Hari berganti hari, bulan
berganti bulan, dan tahun pun berganti tahun. Malaikat Maut datang
kembali dan bertemu nabi Yakub. Seperti sebelumnya nabi Yakub bertanya,
"Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku atau sekedar berkunjung?"
"Kali ini aku diutus untuk mencabut nyawamu."
"Bukankah engkau telah berjanji untuk memberi tanda sebelum ini terjadi?" kata nabi Yakub.
"Benar, dan aku telah melakukan itu. Hanya saja kamu tidak
menyadarinya. Bukankah kemarin aku datang menjemput keponakanmu,
sementara engkau berada disana?" Ia kemudian melanjutkan, "Aku pun telah
mengirim utusan kepadamu. Rambutmu yang dulu hitam kini telah memutih.
Tubuhmu yang dulu kekar dan kuat kini telah melemah. Dulu kamu berjalan
dengan tegak sekarang menjadi membungkuk. Tidakkah kau sadar, semua itu
adalah utusanku pada anak Adam sebelum ajal menjemputnya?"
HIKMAH:
Ada tiga utusan Malaikat maut untuk mengingatkan manusia bahwa kematian sudah dekat tapi tidak kita sadari:
1. Rambut yang mulai memutih
2. Fisik yang mulai melemah
3. Tubuh yang mlai bungkuk
maka jika sudah datang salah satu diantara ketiganya, persiapan menghadapi kepulangan yang hakiki harus dipersiapkan.
Mulailah melakukan amalan-amalan bernilai tinggi:
1. Wakaf
2. Memelihara anak yatim
3. Sedekah kepada mereka yang membutuhkan
3. Sedekah kepada mereka yang membutuhkan
4. Menyebarkan Ilmu yang bermanfaat
5. Mengajarkan Al Quran
Wallahu A'lam
Image :
Sumber :
Minggu, 01 Maret 2015
5 Kesalahan Kesehatan yang Dibuat Pagi Hari
SAUNG99 - Terkadang kita menyepelekan hal-hal kecil di pagi hari, yang berujung terhadap aktivitas kita. Jika sudah begitu, pekerjaan bisa terbengkalai, dan kita pun tidak semangat menjalani hari yang dilalui.
Bukan hanya itu saja, efek ini juga bisa berlanjut terhadap kesehatan yang buruk. Anda harus mengerti tubuh secara baik, sehingga kesehatan kita akan tetap terjaga. Kesalahan yang dibuat pada pagi hari harus kita hindari.
Lalu kesalahan-kesalahan apa yang sering kita buat di pagi hari? Berikut penjelasannya:
1. Terperanjat dari tempat tidur
Saat tidur, otot-otot kita seperti punggung sering menjadi kaku. Untuk itu, Anda jangan terlalu bersemangan untuk langsung turun dari tempat tidur. Tapi lakukan dahulu peregangan, agar otot yang kaku bisa mengendur. Alih-alih ingin cepet beraktivitas, otot bisa kejang seketika.
2. Menutup jendela
Sebagian orang mungkin enggan untuk membuka jendela di pagi hari, terutama saat akhir pekan. Tapi itu berbahaya bagi kesehatan, karena udara yang ada di ruangan perlu diganti dengan udara yang segar. Udara pagi hari biasanya akan terasa lebih segar, dan itu sangat baik untuk kesehatan.
3. Bekerja terlalu keras
Pada pagi hari biasanya sebagian dari kita akan langsung bekerja keras, dan mengembil istirahat di siang atau sore hari. Tapi tahukah Anda, jika kita sebaiknya membangun suasana hati yang baik di pagi hari, bisa dengan beristirahat sejenak, dan lupakan masalah pekerjaan beberapa saat untuk meningkatkan mood. Jika tidak, stres akan menghantui Anda.
4. Mengatur alarm
Jika Anda ingin beraktivitas di pagi hari, jangan setel alarm bertepatan dengan aktivitas itu. Pastikan dua atau satu jam lebih awal Anda setel alarm tersebut. Biasanya kita akan mematikan alarm, lalu tertidur kembali, dan biasanya setelah 10 menit berlalu kita sering terperanjat untuk segera bergegas pergi. Dan itu tidak baik untuk tubuh.
5. Melakukan olahraga
Banyak orang yang seketika bangun, langsung melakukan aktivitas olahraga. Olahraga sendiri memang sehat, tapi jika dilakukan sebelum sarapan, justru tubuh Anda yang rentan akan penyakit. Setidaknya, lakukan sarapan setelah 30 menit Anda terbangun. Setelah itu, Anda bebas melakukan olahraga atau aktivitas yang cukup menguras tenaga.
Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan. Terutama yang sering melakukan kesalahan-kesalahan ini di pagi hari. Semoga kita selalu diberi kesehatan.
Image :
http://valleysleepcenter.com/blog/wp-content/uploads/2013/08/bigstock-Man-comfortably-sleeping-in-hi-15694625.jpg
Senin, 23 Februari 2015
Syair Penuh Pelajaran
Astagfirullah Robbal Baroya
Astagfirullah Minal Khotoya
Ya Rosulallah, Salamun 'Alaik
Ya Rofi'asy - syani waddaroji
'Atfatan yajirotal 'alami
Ya uhailal judi walkaromi
___________
Ngawiti ingsun nglaras Syiiran
Kelawan muji marang Pangeran
Kang paring rahmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pitungan
Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mong ngaji Syare'at bloko
Gur pinter ndongeng,
nulis lan moco
Tembe mburine bakal sengsoro
Akeh kang apal Qur'an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe gag di gatekke
Yen isih kotor ati akale
Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nisto
Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine
Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma'rifate
Ugo hakikot manjing rasane
Al-Qur'an Qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwocoIku wejangan guru waskito
Den tancepake ing njero dodo
Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu'jizat Rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman
Kelawan Allah kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadhohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali
Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran
Kelawan konco dulur lan tonggo
kang podo rukun ojo ngasio
Iku sunahe Rosul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito
Ayo nglakoni sakabehane
Allah kang bakal ngangkat derajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate
Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese
Syi'ir Tanpo Waton
al-magfurlah KH Abdurrahman Wachid
(Gus Dur)
Image:
http://news.okezone.com/read/2015/01/05/340/1088248/haul-gus-dur-ke-5-dihadiri-menteri-hingga-warga
Doaku Pagi Ini
Jauhkan kami dari segala kemaksiatan yaa Rabb...
Jauhkan yang haram dari kehidupan kami, dekatkan semua yang halal bersama kami...
Berikan yang miskin kekayaan, yang kurang beri kecukupan, yang kaya berkecukupan, berikan kedermawanan, yang lemah berikan kekuatan, yang resah berikan ketenangan, yang terkungkung berikan kebebasan, yang sepi berilah teman, yang bujang berikan pasangan, yang menganggur berikan pekerjaan, yang sedih berilah kebahagiaan, yang sempit berikan kelapangan, yang sakit beri kesembuhan, yang ayah berikan kebijaksanaan, yang ibu berikan kelembutan, yang anak berikan ketaatan....
Beri kekuatan menghindari, menjauhi segala keburukan...Jauhkan kami dari teman, kolega, rekan yang tidak baik...
Gantikan semua keburukan, kejahatan, kemaksiatan dalam diri kami dan di sekitar kami dengan kebaikan...
Jadikan keluarga kami sebagai pribadi2 yang baik yang akan menjaga kami di dunia dan saling mengiringi masuk ke dalam jannahMu...
Jadikan kami dan teman2, keluarga, saudara kami tetap menjadi teman, keluarga dan saudara kami di surgaMu...
Amin...
Ganti namaku dengan namamu, sebarkan kepada semua temanmu, semoga menjadi kebaikan dan makbul. Miftahmadiun.com
Image :
http://www.voanews.com/content/reu-saudi-ministry-says-no-mer-virus-reports-yet-among-haj-pilgrims-mecca/1768586.html
Kamis, 19 Februari 2015
Kamis, 05 Februari 2015
Menguras Rasa di Rumah Sakit
Menunggu keluarga yang dirawat di rumah sakit betul-betul memerlukan daya tahan luar biasa. kebutuhan pribadi seperti makan, tidur, istirahat sama sekali tidak bisa dipenuhi seperti ketika sedang di rumah sendiri. Akan lebih menyiksa lagi jika pihak rumah sakit memberlakukan aturan penunggu tunggal. Penunggu tidak akan bisa berbagi beban, berbagi pekerjaan, berbagi waktu istirahat.
pada posisi serba lelah serba sendiri akan terasa lebih berat lagi jika menghadapi kondisi keluarga yang sakit dalam kondisi yang tergolong kategori resiko tinggi apalagi masuk fase krisis.
Kekuatan fisik terkuras, kekuatan psikis digerogoti.
kebutuhan finansial selama dan pasca perawatan tidak kalah berat trasa jika tidak dipersiapkan dengan matang. Pada posisi seperti ini peran penyandang dana sungguh bagaikan dewa penolong. Kerabat, keluarga dekat, sahabat, teman sejawat. mereka bisa saja menolong disaat betul-betul sangat dibutuhkan, sayangnya pihak pasien harus mengembalikan semuanya sebagai kewajiban-kecuali diikhlaskan sebagai pemberian.
Beban ini menjadi penambah berat beban yang masuk kategori "mbendol mburi". apapun cerita akhir pasien, entah kesembuhan atau kematian tetap harus diselesaikan.
Pada posisi seperti inilah sebuah perusahaan Asuransi memegang peranan sangat penting. Asuransi akan mencover semua kebbutuhan pembiayaan sesuai dengan plafond yang tersedia, sesuai kesepakatan awal dan sesuai level pembayaran premi yang kita lakukan. Sungguh sangat disayangkan jika kita tidak memiliki asuransi atau berhenti dari membeli premi asuransi.
Beberapa waktu lalu sebuah stasiun tv nasional mengangkat berita seorang penderita kanker yang tidak bisa berobat karena tak mampu membayar kewajiban bulanan ke BPJS.
Saya hanya bisa menganjurkan kepada pembaca untuk sebisa mungkin memiliki asuransi.
RS. Sardjito, Yogyakarta
07-02-2015
Rabu, 21 Januari 2015
Sahabat Dunia - Sahabat Akhirat
Imam Syafi'i berkata:
"Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali"
Sahabat fillah luangkanlah waktu sejenak untuk membaca hadits yg mulia berikut ini....!!!
Diriwayatkan bahwa :
Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan Sahabat2 mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia.
Mereka bertanya tentang Sahabat mereka kepada اللّÙ‡ُ Ø³Ø¨ØØ§Ù†Ù‡ Ùˆ تعالى ..
"Yaa Rabb...
Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami...??
"Maka اللّÙ‡ُ Ø³Ø¨ØØ§Ù†Ù‡ Ùˆ تعالى berfirman:
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yg di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah."
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").
Al-Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyaklah Sahabat2 mu'minmu, karena mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat".
Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat2nya sambil menangis:
"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada اللّÙ‡ُ تعالى tentang aku:
"Wahai Rabb Kami...
Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu"
Sahabat fillah
Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu tentang اللّÙ‡ُ تعالى ..
Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Ridho-Nya..
Yaa Rabb...
ْAku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku
Sahabat2 yang selalu mengajakku untuk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..
Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di Akhirat dengan-Mu...
آمِÙŠْÙ† ÙŠَا Ù…ُجِÙŠْبَ السَّائِÙ„ِÙŠْÙ†َ
Semoga kita bisa mencari dan bersahabat dengan orang2 sholeh dan sholehah.
.
Image : http://www.livingwithgod.org/the-soulmate-of-shabbos/
Untuk Kita yang Sedang Bermasalah-Inilah Solusinya
Mari Kita jujur pada diri sendiri, bahwa kehidupan kita yang
masih banyak permasalahan sebenarnya tidak bersumber pada orang lain dan pihak
di luar diri kita. Semua permasalahan yang kita hadapi sesungguhnya berasal
dari sempitnya hati kita dalam mengarungi kehidupan ini.
Pernyataan “urip pancen angel” atau “hidup memang
susah/repot” sebenarnya tidak harus terjadi jika kita mengetahui permasalahan
pokok dalam diri kita. Banyak diantara kita gagal menyelesaikan satu
permasalahan karena kita tidak mengetahui pokok permasalahannya.
Rasa galau yang muncul dalam diri kita, rasa marah, sempit
pikiran kita, emosi, tidak bias mengendalikan diri, tidak bias bergaul, tidak
punya teman, sempit rejeki, anak susah diatur, ada masalah dengan keluarga,
masalah dengan mertua, tidak akur dengan tetangga... inti permasalahnnya adalah
ketidakadaan kedekatan kita dengan Rabb kita.
Mari jujur pada diri kita, bahwa pada saat kita menghadapi
semua permasalahan diatas, pada saat itu kita sedang tidak rajin beribadah. Sholat
kita terlambat, tidk di awal waktu, tidak di masjid, tidak khusyu’ tidak
mengajak anak dan keluarga sholat di masjid.
Pada saat itu kita juga sedang tidak rajin tilawah, tilawah
kejar target, tidak menikmati bacaan, tidak menikmati alur perkataan Allah
dalam firmannya. Kita banyak membaca tulisan dan komentar kita dan kawan-kawan
kita di media social, di grup-grup pertemanan kita, grup BBM kita, Grup WA
kita, dan jarang kita mengalihkan jari kita untuk menekan symbol Quran di wall
gadget kita.
Pada saat permasalahan itu bersemayam, jujurlah bahwa pada
saat itu kita sedang jarang sholat malam, mengadukan permasalahan kepada Rabb
yang menciptakan diri kita. Pada saat itu juga kita banyak berkumpul dengan
teman bisnis, teman kerja, tetangga dan membicarakan hal-hal duniawi kita, jauh
dari majelis ilmu.
Dengan segala yang kita lalui sepanjang hari, kita masih bias
menghadapi permasalahan kehidupan kita dengan memperbanyak dzikir dengan segala
cara kita, mengganti sesaat music kantor kita dengan murottal, mengarahkan jari
kita dari media sosial ke tombol quran di gadget kita, murojaah dalam
perjalanan ke kantor kita, kitapun masih bias menyempatkan diri sholat dhuha 2
rokaat di musholla kantor, membuka mushaf kita di meja kantor.
Ingatlah Allah... karena hanya dengan mengingat Allah hati
kita akan menjadi tenang. Silakan buka quran Anda, mari kita gelar sajadah kita
di hamparan bumi Allah dimanapun kita berada.
Wallahu A’lam.
Alun-Alun Utara Madiun
Wallahu A’lam.
Alun-Alun Utara Madiun
22-01-15
Langganan:
Postingan (Atom)
Kategori Tulisan
Anak
(21)
Ceramah
(25)
Doaku
(3)
Gallery
(68)
Hadits
(20)
Herbal
(3)
Hikmah
(258)
I'tikaf
(5)
Idul Fitri
(27)
Inspirasi
(149)
Jualan
(3)
Kesehatan
(43)
Keuangan
(12)
Kisahnyata
(43)
Kultum
(147)
Lailatul Qadar
(2)
Lain-lain
(49)
management
(4)
Nisa'
(1)
ODOJ
(2)
Progress
(54)
prowakaf
(2)
Puasa
(182)
Quran
(17)
Qurban
(40)
Ramadhan
(322)
Renungan
(17)
Rumahkreatif
(6)
Rumahpintar
(8)
Rumahtahfidz
(18)
Rumahyatim
(6)
Sedekah
(47)
Share
(104)
Syawal
(5)
Tanya jawab
(2)
Tarawih
(4)
Tarbiyah
(166)
Umroh
(19)
Wakaf
(8)
Yatim
(7)
Zakat
(22)
Sering dibaca
- Obat Kanker yang 10.000X Lebih Kuat dari KemoTerapi
- Daftar Tempat Makan Di Madiun
- Apa Arti Kata "Dancuk"...
- Kisah Nyata : Hati-hati Ajarkan Motor-Mobil Pada Anak di Bawah Umur
- Sahabat Kita Yang Baik Akan Menolong Kita Di Akhirat
- 10 Amal yang Pahalanya Takkan Pernah Putus
- Kepada Donatur : Kisah Nyata - Kesalahan Kecil yang Dahsyat Akibatnya
- Kadal dan Sedekah
- Kepada Donatur : Mengintip Akheratmu Dengan Melihat Kehidupan Duniamu
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!









FACEBOOK klik
TWITTER klik
WHATSAPP : 