Minggu, 20 Juli 2014
AMALAN UTAMA DI BULAN SYAWAL
Bulan Syawal merupakan bulan kemenangan bagi mukmin yang berjaya menghidupkan Ramadhan sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT. Syawal juga merupakan roh bulan berkat yang dituntut melakukan sunat dan amalan istimewa yang tidak terdapat pada bulan yang lain. Setiap amal yang dilakukan membawa kebaikan dan menambahkan keimanan kepada Allah SWT.
Orang mukmin menyambut Syawal dengan rasa kesyukuran dan terus melakukan amal ibadah dan amal kebaikan demi mengharap keredhaan Allah. Di antara amalan yang disyariatkan pada bulan Syawal ialah:
1. Membayar zakat fitrah.
2. Bertakbir dan bertahmid.
3. Mendirikan sembahyang Idilfltri.
4. Menyambut Hari Raya mengikut syariat.
5. Membantu orang susah / melayan anak yatim.
6. Puasa enam.
Sumber : http://www.kawansejati.org/penghayatan-ramadhan-dan-syawal/ms-06-Amalan%20Utama%20Di%20Bulan%20Syawal.html
Syawal-Bulan Kemenangan
SYAWAL merupakan bulan kemenangan bagi orang yang berjaya menghayati
Ramadhan. Hari kemenangan atau hari raya, itu adalah anugerah Allah buat
hamba-Nya yang bersyukur. Seterusnya orang yang berjaya, akan menerima anugerah
daripada Allah SWT di Akhirat kelak.
Apakah augerah-anugerah tersebut? Rasulullah SAW telah bersabda yang
maksudnya:
"Hendaklah kamu bersungguh-sungguh pada hari raya Fitri ini
melakukan sedekah, melakukan segala bentuk kebaikan dan kebajikan seperti
melakukan sembahyang, berzakat, bertasbih, bertahlil kerana sesungguhnya hari
ini adalah hari yang Allah mengampunkan dosa-dosa kamu dan Allah SWT melihat
pada kamu dengan rahmat."
Dalam hadis yang lain, Rasulullah SAW bersabda, maksudnya:
"Apabila tiba hari raya Fitrah, Allah SWT telah mengutuskan para
malaikat, maka mereka pun turun di seluruh negeri, di seluruh pelusuk dunia.
Maka mereka pun berkata: Wahai umat Muhammad hendaklah kamu keluar kepada Tuhan
yang Maha Pemurah. Maka apabila mereka umat-umat Muhammad itu keluar kepada
tempat solat mereka, lantas Allah SWT berfirman: Hendaklah kamu saksikan wahai
para malaikat-Ku. Sesungguhnya Aku telah jadikan pahala mereka itu di atas
puasa mereka sebagai keredhaan-Ku dan keampunan dari-Ku."
Daripada dua hadis ini, kita dapat tahu bahawa anugerah Allah kepada mereka
yang beijaya menempuh peperiksaan Ramadhan ialah kedatangan Syawal yang membawa
beberapa manfaat di antaranya:
1. Dapat keampunan dari Allah SWT.
2. Doanya diterima Allah SWT.
3. Allah memberi rahmat kepadanya.
4. Dia mendapat keredhaan Allah SWT.
Anugerah-anugerah ini adalah anugerah yang paling besar untuk seseorang
mukmin. Apabila mereka mendapat anugerah-anugerah ini bermakna mereka mendapat
jaminan segala amalannya diterima oleh Allah, jaminan kebahagiaan di dunia dan
di Akhirat, keselamatan di dunia dan Akhirat, dan bantuan Allah di dunia dan di
Akhirat. Merekalah orang-orang yang bertaqwa.
Keutamaan Puasa Enam Hari Bulan Syawal
Apa
hukumnya puasa enam hari bulan Syawal, apakah wajib?
Puasa
enam hari bulan Syawal selepas mengerjakan puasa wajib bulan Ramadhan adalah
amalan sunnat yang dianjurkan bukan wajib. Seorang muslim dianjurkan
mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal. Banyak sekali keutamaan dan pahala
yang besar bagi puasa ini. Diantaranya, barangsiapa yang mengerjakannya niscaya
dituliskan baginya puasa satu tahun penuh (jika ia berpuasa pada bulan
Ramadhan).
Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih dari Abu Ayyub
Radhiyallahu 'Anhu bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:
"Barangsiapa
berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan
Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh."
(H.R Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah)
(H.R Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ibnu Majah)
Rasulullah
telah menjabarkan lewat sabda beliau:
"Barangsiapa
mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal selepas 'Iedul Fitri berarti ia telah
menyempurnakan puasa setahun penuh. Dan setiap kebaikan diganjar sepuluh kali
lipat."
Dalam
sebuah riwayat berbunyi:
"Allah
telah melipatgandakan setiap kebaikan dengan sepuluh kali lipat. Puasa bulan
Ramadhan setara dengan berpuasa sebanyak sepuluh bulan. Dan puasa enam hari
bulan Syawal yang menggenapkannya satu tahun."
(H.R An-Nasa'i dan Ibnu Majah dan dicantumkan dalam Shahih At-Targhib).
Ibnu
Khuzaimah meriwayatkan dengan lafazh:
"Puasa
bulan Ramadhan setara dengan puasa sepuluh bulan. Sedang puasa enam hari bulan
Syawal setara dengan puasa dua bulan. Itulah puasa setahun penuh."
Para ahli
fiqih madzhab Hambali dan Syafi'i menegaskan bahwa puasa enam hari bulan Syawal
selepas mengerjakan puasa Ramadhan setara dengan puasa setahun penuh, karena
pelipat gandaan pahala secara umum juga berlaku pada puasa-puasa sunnat. Dan
juga setiap kebaikan dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat.
Salah satu faidah terpenting dari pelaksanaan puasa enam hari bulan Syawal ini adalah menutupi kekurangan puasa wajib pada bulan Ramadhan. Sebab puasa yang kita lakukan pada bulan Ramadhan pasti tidak terlepas dari kekurangan atau dosa yang dapat mengurangi keutamaannya. Pada hari kiamat nanti akan diambil pahala puasa sunnat tersebut untuk menutupi kekurangan puasa wajib.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam :
"Amal
ibadah yang pertama kali di hisab pada Hari Kiamat adalah shalat. Allah Ta'ala
berkata kepada malaikat -sedang Dia Maha Mengetahui tentangnya-: "Periksalah
ibadah shalat hamba-hamba-Ku, apakah sempurna ataukah kurang. Jika sempurna
maka pahalanya ditulis utuh sempurna. Jika kurang, maka Allah memerintahkan
malaikat: "Periksalah apakah hamba-Ku itu mengerjakan shalat-shalat
sunnat? Jika ia mengerjakannya maka tutupilah kekurangan shalat wajibnya dengan
shalat sunnat itu." Begitu pulalah dengan amal-amal ibadah lainnya." H.R Abu Dawud
Wallahu a'lam.
Syeikh
Muhammad Sholih Al-Munajid
Sumber : http://islamqa.info/id/7859
Tata Cara Shalat Sunnah Idul Fitri dan Shalat Sunnah Idul Adha
Tata Cara Shalat Sunnah Idul Fitri dan
Shalat Sunnah Idul Adha
Shalat hari raya ada dua, yaitu
hari raya Fitrah tanggal 1 Syawal dan hari-hari raya Adha tanggal 10
Dzulhijjah.
Waktu shalat 'Id dimulai dari terbit matahari sampai tergelincirnya. Kedua shalat hari raya tersebut, hukumnya sunat muakkad bagi laki-laki dan perempuan, mukim atau musafir. Boleh dikerjakan sendirian dan sebaiknya dilakukan berjamaah.
Cara Mengerjakannya
1. Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, sesudah kita menunaikan shalat subuh dan sesudah kita mandi sunah Hari Raya, lalu berangkatlah menuju masjid atau tanah lapang dengan memperbanyak mengucapkan takbir.
2. Setelah tiba di masjid, maka sebelum duduk shalat tahiyatul-masjid dua rakaat. Kalau ditanah lapangan tidak ada tahiyatul-masjid, hanya duduklah dengan ikut mengulang-ulang bacaan takbir, sampai mulai shalat Id itu.
3. Lafazh / Niatnya ialah sebaga berikut :
->Jika shalat 'Idul Fitri :
"Ushallii sunnatal-li'iidil-fitri rak'ataini lillahi ta'aalaa.
Artinya:
''Aku niat shalat sunah 'Idul Fitri dua raka'at karena Allah Ta'ala.''
->Jika shalat 'Idul Adha :
"Ushallii sunnatal-li'iidil-adhhaa rak'ataini lillahi ta'aalaa.
Artinya :
''Aku niat shalat sunah 'Idil Adha dua raka'at karena Allah Ta'ala.''
4. Pada rakaat pertama : Sesudah niat mula-mula membaca takbiratul ihram kemudian membaca doa iftitah, selanjutnya takbir 7 kali dan setiap habis takbir disunahkan membaca :
Subhaanallahi wal-hamdu lillaah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar.
Artinya :
Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar
Setelah takbir 7 kali dan membaca tasbih tersebut. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan disambung dengan membaca surat yang disukai, dan lebih utama membaca surat Qaf atau surat Al-A'la (Sabbihisma Rabbikal-a'laa).
5. Pada raka'at kedua, sesudah berdiri untuk raka'at kedua membaca takbir 5 kali, dan setiap takbir disunahkan membaca tasbih seperti pada raka'at pertama.
Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan diteruskan dengan bacaan surat yang kita kehendaki, tetapi lebih utama membaca surat Al-Ghayiah. Bacaan itu dengan suara yang nyaring. Imam menyaringkan yakni mengeraskan suaranya pada waktu membaca surat Al-FATIHAH dan surat-surat lainnya, sedangkan makmum tidak nyaring.
6. Shalat ini dikerjakan dua raka'at dan dilakukan sebagaimana shalat-shalat lainnya.
7. Khutbah dilakukan sesudah shalat 'Id dua kali, yaitu pada khutbah pertama membaca takbir 9 kali dan pada khutbah kedua membaca takbir 7 kali dan pembacaannya harus berturut-turut.
8. Hendaknya dalam khutbah 'Idul Fitri berisi penerangan tentang zakat fitrah dan pada hari raya Haji / Qurban berisi penerangan tentang ibadah haji dan hukum kurban.
Waktu shalat 'Id dimulai dari terbit matahari sampai tergelincirnya. Kedua shalat hari raya tersebut, hukumnya sunat muakkad bagi laki-laki dan perempuan, mukim atau musafir. Boleh dikerjakan sendirian dan sebaiknya dilakukan berjamaah.
Cara Mengerjakannya
1. Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, sesudah kita menunaikan shalat subuh dan sesudah kita mandi sunah Hari Raya, lalu berangkatlah menuju masjid atau tanah lapang dengan memperbanyak mengucapkan takbir.
2. Setelah tiba di masjid, maka sebelum duduk shalat tahiyatul-masjid dua rakaat. Kalau ditanah lapangan tidak ada tahiyatul-masjid, hanya duduklah dengan ikut mengulang-ulang bacaan takbir, sampai mulai shalat Id itu.
3. Lafazh / Niatnya ialah sebaga berikut :
->Jika shalat 'Idul Fitri :
"Ushallii sunnatal-li'iidil-fitri rak'ataini lillahi ta'aalaa.
Artinya:
''Aku niat shalat sunah 'Idul Fitri dua raka'at karena Allah Ta'ala.''
->Jika shalat 'Idul Adha :
"Ushallii sunnatal-li'iidil-adhhaa rak'ataini lillahi ta'aalaa.
Artinya :
''Aku niat shalat sunah 'Idil Adha dua raka'at karena Allah Ta'ala.''
4. Pada rakaat pertama : Sesudah niat mula-mula membaca takbiratul ihram kemudian membaca doa iftitah, selanjutnya takbir 7 kali dan setiap habis takbir disunahkan membaca :
Subhaanallahi wal-hamdu lillaah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar.
Artinya :
Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar
Setelah takbir 7 kali dan membaca tasbih tersebut. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan disambung dengan membaca surat yang disukai, dan lebih utama membaca surat Qaf atau surat Al-A'la (Sabbihisma Rabbikal-a'laa).
5. Pada raka'at kedua, sesudah berdiri untuk raka'at kedua membaca takbir 5 kali, dan setiap takbir disunahkan membaca tasbih seperti pada raka'at pertama.
Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan diteruskan dengan bacaan surat yang kita kehendaki, tetapi lebih utama membaca surat Al-Ghayiah. Bacaan itu dengan suara yang nyaring. Imam menyaringkan yakni mengeraskan suaranya pada waktu membaca surat Al-FATIHAH dan surat-surat lainnya, sedangkan makmum tidak nyaring.
6. Shalat ini dikerjakan dua raka'at dan dilakukan sebagaimana shalat-shalat lainnya.
7. Khutbah dilakukan sesudah shalat 'Id dua kali, yaitu pada khutbah pertama membaca takbir 9 kali dan pada khutbah kedua membaca takbir 7 kali dan pembacaannya harus berturut-turut.
8. Hendaknya dalam khutbah 'Idul Fitri berisi penerangan tentang zakat fitrah dan pada hari raya Haji / Qurban berisi penerangan tentang ibadah haji dan hukum kurban.
Hal-hal Yang Dilakukan Sebelum
Shalat 'I'd
1. Pada hari raya disunnahkan mandi, dan berhias dengan memakai pakaian yang sebaik-baiknya dan menggunakan wangi-wangian yang dimilikinya.
2. Disunahkan makan sebelum pergi shalat pada hari 'Idul Fitri, tetapi pada hari Haji disunahkan tidak makan kecuali setelah shalat.
3. Pergi untuk mengerjakan shalat dan pulangnya dari shalat hendaknya mengambil jalan yang berlainan.
4. Takbiran
Pada hari raya Fitrah dan Haji disunahkan membaca takbir di luar shalat dan waktunya sebagai berikut :
1. Pada hari raya Fitrah takbir dimulai dari terbenamnya matahari hingga imam berdiri untuk mengerjakan shalat hari raya.
2. Pada hari raya Haji takbir dimulai dari subuh pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) dan pada tiap-tiap shalat fardhu yang lima waktu pada hari-hari tanggal tersebut.
3. Lafazh Takbiran :
Allaahu akbar Allaahu Akbar Allaahu Akbar. Laa ilaaha illallahu wallaahu akbar. Allaahu Akbar wa lillaahil-hamdu (3x). Allaahu Akbar kabiiraw wal-hamdu lillaahi katsiiraa wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu wa laa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lanud-diina wa lau karihal-kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdahu shadaqa wa'dahu wa nashara 'abdahu wa a'azza jundahu wa hazamal-ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu Akbar wa lillaahil-hamdu.
Artinya :
''Allahu Maha Besar (3x). Tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar dan Maha Agung dan segala puji bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang, tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlash kami beragama Kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci. Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri-Nya, benar janji-Nya, dan Dia menolong akan hamba-Nya, dan Dia mengusir musuh nabi-Nya dengan sendiri-Nya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagi-Nya segala puji.''
Perlu diketahui bahwa pada hari 'Idul Fitri dan Adha, anak-anak besar kecil, tua muda supaya meramaikannya, bahkan bagi wanita-wanita yang sedang haid pin dianjurkan keluar lapangan, sekalipun mereka tidak ikut shalat.
Nabi Muhammad s.a.w bersabda :
Dari Ummi 'Athiyah katanya : ''Kami diperintahkan pergi shalat hari raya, bahkan anak-anak gadis keluar dari pingitannya. Juga perempuan-perempuan yang sedang haid (datang bulan) tetapi mereka hanya berdiri saja di belakang orang banyak, dan turut takbir dan berdoa bersama-sama dan mereka mengharapkan beroleh keberkahan dan kesucian hari itu.''
Semoga bermanfaat
Doa Membayar dan Menerima Zakat Fitrah
Zakat Fitrah Wajib Hukumnya bagi yang mendapati waktu terbenamnya matahari akhir Bulan Ramadhan dan menuruti awal Bulan Syawal.
Bagi orang yg menanggung nafkah keluarganya, maka zakat fitrah yg wajib ia nafkahi adalah tanggung jawabnya.
Kadar yg harus dikeluarkan untuk zakat fitrah yaitu 3 liter beras atau setara dengan 2.5 kg makanan pokok penduduk setempat atau uang seharga beras 2.5 kg tersebut.
"NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNAFSII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA"
Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya Fardhu karena Allah Ta'ala"
"NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN WALADII… / BINTII… FARDHAN LILLAHI TA’AALAA"
Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) / anak perempuan saya (sebut namanya), Fardhu karena Allah Ta'ala"
"NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN (……) FARDHAN LILLAHI TA’AALAA"
Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas.... (sebut nama orangnya), Fardhu karena Allah Ta'ala"
Akan tetapi kita Niat cukup dalam hati saja boleh, tapi baiknya dilafalkan saat menyerahkan zakat kepada yang berhak, amil, atau wakil.
Apabila kita tidak bisa membaca seperti niat di atas maka kita cukup dengan lafal :
Saya berniat mengeluarkan Zakat Fitrah Saya / Anak Saya / Istri Saya / atau siapapun Fardhu karena Allah.
Artinya : "Ya Allah Jadikanlah ia sebagai simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikan pemberian yang merugikan"
Artinya : "Semoga Allah memberi pahala atas apa yg telah kau berikan, menjadikannya penyuci (jiwa dan harta) untukmu, dan melimpahkan berkah terhadap harta yg tersisa."
Demikian artikel mengenai Bacaan Niat Serta Do'a Membayar Dan Menerima Zakat Fitrah, semoga manfaat.
Bagi orang yg menanggung nafkah keluarganya, maka zakat fitrah yg wajib ia nafkahi adalah tanggung jawabnya.
Kadar yg harus dikeluarkan untuk zakat fitrah yaitu 3 liter beras atau setara dengan 2.5 kg makanan pokok penduduk setempat atau uang seharga beras 2.5 kg tersebut.
- Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk diri Sendiri:
"NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNAFSII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA"
Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya Fardhu karena Allah Ta'ala"
- Bacaan Niat Zakat Fitrah Untuk Istri :
"NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN ZAUJATII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA"
Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas Istri saya Fardhu karena Allah Ta'ala"
- Bacaan Niat Zakat Fitrah Untuk anak laki atau Perempuan :
"NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN WALADII… / BINTII… FARDHAN LILLAHI TA’AALAA"
Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) / anak perempuan saya (sebut namanya), Fardhu karena Allah Ta'ala"
- Bacaan Niat Zakat Fitrah Untuk Orang yang kita wakili :
"NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN (……) FARDHAN LILLAHI TA’AALAA"
Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas.... (sebut nama orangnya), Fardhu karena Allah Ta'ala"
- Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk diri sendiri dan untuk semua orang yang ia tanggung nafkahnya.
"NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNII WA ‘AN JAMII’I MAA YALZAMUNII NAFAQAATUHUM SYAR’AN FARDHAN LILLAHI TA’AALAA"
Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya dan atas sekalian yang saya dilazimkan (diwajibkan) memberi nafkah pada mereka secara syari’at, Fardhu karena Allah Ta'ala"
Artinya : "Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya dan atas sekalian yang saya dilazimkan (diwajibkan) memberi nafkah pada mereka secara syari’at, Fardhu karena Allah Ta'ala"
Akan tetapi kita Niat cukup dalam hati saja boleh, tapi baiknya dilafalkan saat menyerahkan zakat kepada yang berhak, amil, atau wakil.
Apabila kita tidak bisa membaca seperti niat di atas maka kita cukup dengan lafal :
Saya berniat mengeluarkan Zakat Fitrah Saya / Anak Saya / Istri Saya / atau siapapun Fardhu karena Allah.
- Do'a mengeluarkan zakat fitrah :
Artinya : "Ya Allah Jadikanlah ia sebagai simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikan pemberian yang merugikan"
- Do'a yang menerima zakat fitrah:
Artinya : "Semoga Allah memberi pahala atas apa yg telah kau berikan, menjadikannya penyuci (jiwa dan harta) untukmu, dan melimpahkan berkah terhadap harta yg tersisa."
Demikian artikel mengenai Bacaan Niat Serta Do'a Membayar Dan Menerima Zakat Fitrah, semoga manfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kategori Tulisan
Anak
(21)
Ceramah
(25)
Doaku
(3)
Gallery
(68)
Hadits
(20)
Herbal
(3)
Hikmah
(258)
I'tikaf
(5)
Idul Fitri
(27)
Inspirasi
(149)
Jualan
(3)
Kesehatan
(43)
Keuangan
(12)
Kisahnyata
(43)
Kultum
(147)
Lailatul Qadar
(2)
Lain-lain
(49)
management
(4)
Nisa'
(1)
ODOJ
(2)
Progress
(54)
prowakaf
(2)
Puasa
(182)
Quran
(17)
Qurban
(40)
Ramadhan
(322)
Renungan
(17)
Rumahkreatif
(6)
Rumahpintar
(8)
Rumahtahfidz
(18)
Rumahyatim
(6)
Sedekah
(47)
Share
(104)
Syawal
(5)
Tanya jawab
(2)
Tarawih
(4)
Tarbiyah
(166)
Umroh
(19)
Wakaf
(8)
Yatim
(7)
Zakat
(22)
Sering dibaca
- Obat Kanker yang 10.000X Lebih Kuat dari KemoTerapi
- Daftar Tempat Makan Di Madiun
- Apa Arti Kata "Dancuk"...
- Kisah Nyata : Hati-hati Ajarkan Motor-Mobil Pada Anak di Bawah Umur
- Sahabat Kita Yang Baik Akan Menolong Kita Di Akhirat
- 10 Amal yang Pahalanya Takkan Pernah Putus
- Kepada Donatur : Kisah Nyata - Kesalahan Kecil yang Dahsyat Akibatnya
- Kadal dan Sedekah
- Kepada Donatur : Mengintip Akheratmu Dengan Melihat Kehidupan Duniamu
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!








FACEBOOK klik
TWITTER klik
WHATSAPP : 