Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 19 April 2014

Perjalanan Terjauh


Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid,

Sebab banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya.

Jangankan sehari lima waktu, bahkan banyak pula yang seminggu sekali pun terlupa, tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid,

Karena orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu menemukannya, walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas Eropa juga Amerika, dapat melangkahkan kaki ke Jepang, Australia dan Korea dengan semangat yang membara, namun ke mesjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid,

Karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke mesjid, alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman dicap alim.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke mesjid,

Maka berbahagialah dirimu hai anakku...

Bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki di mesjid karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke mesjid.

Biar kuberi tahu rahasia kepadamu,sejatinya perjalananmu ke mesjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabb-mu dan itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabb-nya.

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke mesjid,

Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rabb-mu ....



 

Terpuruk Bukan Pilihan


Kita harus sabar dan menerima semua taqdir Allah untuk kita sebagai sesuatu yang terbaik meskipun kadang terasa sakit atau kurang adil.

Dalam menerima taqdir Allah, bukan berarti pasrah saja pada saat kita mengalami sebuah kesulitan.

Allah akan merubah semua kesulitan dan nasib kita jika kita mau berusaha semaksimal mungkin untuk merubahnya. Bukan hanya dengan menggerutu karena kecewa atau merenungi nasib yang kemudian klaim sebagai tindakan menerima taqdir.

Bukannya Allah telah mengingatkan kita dalam surat Ar-Ra'du ayat 11 : "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

Sesungguhnya kunci kebangkitan bagi kita yang sedang terpuruk adalah pada dirsendiri, orang lain atau situasi diluar diri kita hanyalah inspirasi saja. Bukan mental yang baik jika seseorang ingin bangkit dengan mengandalkan pertolongan orang lain. Bahkan Allah SWT saja akan merubah nasib kita jika kita berusaha.

Yang sering jadi persoalan adalah posisi terpuruk memberikan efek yang berbeda terhadap setiap orang. Sebagian orang, kebanyakan yang bertipe agresif akan segera merubah keterpurukan sebagai energi untuk bangkit. Beberapa orang perasa membutuhkan waktu yang lebih lama. Butuh curhat, berbagi beban, merenung dan mencari semangat baru untuk bangkit.

Sesungguhnya kekuatan utama dalam proses kebangkitan adalah bagaimana kita menata diri pada saat kita terpuruk dan melanjutkan dengan aksi sesuai dengan rel yang telah kita tetapkan. Memulai dengan membiasakan kebaikan adalah langkah terbaik.

Membiasakan sholat di awal waktu, membiasakan bersedekah setiap menerima rejeki, membiasakan berbuat baik dari hal-hal kecil, membiasakan salam, membiasakan makan dan minum dengan tangan kanan.

Jika pembiasaan ini sudah kita lakukan, maka kebiasaan-kebiasaan untuk bangkit akan terbangun dan kesuksesan akan bersama Anda. Kesuksesan dan kebangkitan dirangkai dari kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan. Pengibaratan saya, khatam quran kita yang sebulan sekali diawali dengan baca Quran satu juz perhari.

Mojopurno, 6 April 2014, 17:17



IMAGE:
 

Sabtu, 12 April 2014

Peluang Wakaf Masjid Target Ramadhan Dipakai


KEBUTUHAN DANA:

Atap kurang 10 jt-an (PRIORITAS)
Lantai kurang 7 jt-an (PRIORITAS)
Langit-langit 8 jt-an
Pengecatan dinding 16 jt-an
Cat genting-plafon 3 jt-an
Pekerjaan Plumbing 10 jt-an
Pekerjaan elektrical 8 jt-an
Kaca-kaca jendela dan pintu

-------------------
REKENING :
-------------------
BRI Unit Wungu
3889-01-019723-53-1
An. Panitia Pembangunan Masjid Al Ikhlas Perumahan Pesona Griya Wilis Desa Mojopurno Kecamatan Wungu Madiun.

-----------------------------
KONTAK PERSON :
-----------------------------

Agus Susilo (ketua panitia) : 081216662316
Sugiharto (ketua RT-wakil ketua panitia) : 03517794455

Jika ada dana syubhat, bisa dimanfaatkan untuk
- septicktank (butuh 4,5 jt)
- resapan (butuh 3 jt)

Saya siap kirim proposal jika dibutuhkan.

--------------------
Miftah-madiun
--------------------
081 234 200 200
085 645 200 200
083 872 200 200
087 738 200 400
0888 7000 850
3165d4f8

Jazakumullah khairon katsiiro.
Semoga Allah membalas wakaf ini dengan rumah di Syurga-Nya

Jumat, 11 April 2014

Berhenti Sebelum Kenyang


Diceritakan, iblis la’natullah datang kepada Yahya bin Zakaria. Yahya bin Zakaria bertanya kepada iblis, “Apakah kamu memperoleh dariku sesuatu?”

Iblis menjawab, “Tidak kecuali jika didatangkan kepadamu makanan pada malam hari kemudian aku membuatmu bernafsu sehingga kamu makan dengan sangat kenyang kemudian kamu tertidur.”

Yahya pun berkata, “Demi Allah SWT saya tidak akan makan sampai kekenyangan untuk selamanya.”

Iblis juga berkata, “Demi Allah selamanya aku akan menyuruh anak Adam supaya makan dengan sangat kenyang.”

Kisah yang dinukil dari kitab Madaarijus Salikin di atas, memberikan pelajaran penting bagi kita saat kita makan.

Yakni, hendaknya kita berhati-hati saat kita makan. Jangan sampai kita terbujuk rayu iblis yang membuat kita  bernafsu untuk melahap makanan sampai kita kekenyangan.
Bila hal ini terjadi bukan hanya akan mengganggu pencernaan dan kesehatan kita, juga menjadikan diri kita dikuasai iblis.

Sebab, perut yang kenyang menjadikan aliran darah semakin terbuka dan membuat iblis leluasa masuk dan menguasai diri kita.

Karena sesungguhnya, iblis itu berjalan di aliran darah manusia. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setan itu berjalan pada anak Adam mengikuti aliran darah.” (Muttafaqun ‘alaih). Akibatnya, menjadikan perut kita sakit.

Selain itu juga membuat kita lalai beribadah kepada Allah SWT. Bahkan, dapat  menjerumuskan kita pada perbuatan maksiat.

Dalam Alquran surah Thaahaa (20) ayat 18, Allah berfirman,’’ Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah dia.’’

Sebagai seorang Muslim, hendaknya kita menjaga diri dari kekenyangan saat kita makan karena makan sampai kekenyangan bukanlah perilaku seorang Muslim.

Umat Islam  adalah umat yang tidak makan kalau tidak lapar dan tidaklah makan sampai kekenyangan.

Rasulullah bersabda, “Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali lapar, dan jika kami makan maka kami tidak sampai kekenyangan.”

Makan sampai kekenyangan merupakan hal yang diharamkan oleh Allah SWT. Sebab, kekenyangan  merupakan bagian dari perbuatan yang melampaui batas.

Dalam Alquran surah Al-A’raaf (7) ayat 31, Allah berfirman, “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Dalam ajaran Islam, makan dan minum itu sebagai sarana, bukanlah tujuan. Islam mengajarkan, makan dan minum bertujuan menjaga kesehatan badannya. Sebab, dengan badan sehat, umat Islam bisa beribadah kepada Allah secara maksimal.

Umat Islam tidak makan dan minum karena makanan dan minuman serta syahwat keduanya saja. Ia tidak lapar maka ia tidak makan dan jika tidak kehausan ia tidak minum.

Agar tidak kekenyangan saat kita makan, mari kita ikuti petunjuk Rasulullah. ‘’Tidak ada yang dipenuhkan manusia lebih buruk dari perut, cukuplah bagi putra Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalaupun harus makan lebih banyak maka hendaklah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk pernapasan.” (HR IbnuMajah dan Ibnu Hibban, dan At-Tirmidzi melalui sahabat Nabi Miqdam bin Ma’di Karib). Wallahu’alam



sumber :
IMAGE:

Kamis, 03 April 2014

Mendidik Anak Laki-laki Menjadi Pria Sejati




Tanggal 30 Maret dini hari saya membuka sebuah tautan yang menarik, tak ada jeleknya saya share disini. Saya berusaha memodifikasi tulisan, tapi ruhnya tidak sama dengan tulisan aslinya. Akhirnya tulisan ini saya copy paste saja. Semoga manfaat utk kita.

Pria sejati atau bahasa kerennya “true gentleman” itu sebenarnya seperti apa?. Dari survey pribadi yang saya lakukan terhadap banyak wanita dengan tingkat usia variatif mulai dari 20-65 tahun, maka rata rata jawaban menggambarkan  pria sejati yaitu yang memiliki ciri ciri berikut:

- Bertanggung Jawab , pemberani, berwibawa, romantis dan menghargai wanita.

Artikel lalu berdasarkan pengalaman pribadi, saya menceritakan bagaimana sosok ayah sangat berperan menanamkan nilai nilai kehidupan dalam diri saya,  dan kurang lebih memberi gambaran kepada saya, seperti apa menjadi wanita sejati itu.  Penyayang tapi tidak cengeng, jujur tapi tidak usil, mandiri tapi menghormati laki laki.  Kurang lebih seperti itulah yang dididik dan ditanamkan ayah sejak saya kecil.

Kedekatan hubungan ayah dan putrinya dilandasi oleh rasa saling mengagumi terhadap lawan jenis yang didasari oleh cinta yang tulus, sama seperti seorang ibu kepada putranya.

Tentu saja ini subjektif ; menurut hemat saya,  wanita yang kelak menikahi anak laki laki saya adalah wanita paling beruntung di dunia, karena bersuamikan pria yang baik, super charming, , penyayang, bertanggung jawab dan berjiwa pemimpin.

Sejujurnya saya mengagumi ibu mertua yang membesarkan suami  menjadi seorang gentleman sejati  (Oleh karenanya lamarannya saya terima tanpa ragu). Karena ingin menulis ini, tadi malam saya mendadak menjadi investigator amatir, diiringi rasa kepo’ yang besar, mempersilahkan suami yang selesai praktek sudah menjelang tengah malam, untuk menjawab semua rasa penasaran  bagaimana dia dibesarkan oleh ibunya. Paling tidak jawaban suami cukup melegakan saya, karena kurang lebih begitulah caranya saya mendidik dua putra saya. I hope they are growing in the right direction, from boys to become a true gentleman. 

Peran ibu sangat besar pengaruhnya, karena gambaran tentang sosok wanita diawali dengan pemahaman tentang perempuan yang tentu diadaptasi dari sang ibu. Anda ingin kelak putra anda menikahi wanita baik yang penyayang dan sayang keluarga? Maka didiklah mereka dengan memberi pemahaman yang baik dan benar bagaimana menjadi pria sejati.

Ini Yang Perlu Ditanamkan Kepada Anak Laki Laki Untuk Membantunya Tumbuh Menjadi Pria Sejati:

- Jelaskan bahwa kelebihan pria yang diciptakan Tuhan untuk menjadi pemimpin, bukanlah gelar yang kemudian semena mena digunakan hanya karena memiliki kuasa dan fisik yang lebih kuat.

Jadilah suami atau pemimpin yang dihormati bukan karena begitu aturannya, atau karena seperti itulah yang tertulis di kitab suci, tapi jadilah kepala keluarga yang dihormati karena memang memiliki sifat dan karakter yang pantas mendapatkan penghormatan.

Saya selalu mengatakan kepada kedua putra saya bahwa sangat berat tanggung jawab menjadi kepala rumah tangga.  Paling utama harus diatur adalah diri sendiri sebelum bisa mengatur istri dan anak anak. Kalau dirinya sendiri tidak sadar tanggung jawab, dan lupa bahwa menjadi suami dan ayah artinya dia harus pulang kerumah dan melewatkan waktu bersama dengan keluarganya, bukannya keluyuran seperti masih bujangan, maka bagaimana mungkin pria seperti ini bisa dipercaya menjadi pemimpin rumah tangganya?. Bisa nyungsep ke jurang sekeluarga….

- Mengajarkan bahwa mencintai adalah bekerja keras dan membuktikan cinta dengan tindakan. 

Cinta bukan sekedar kata kata romantis dan membukakan pintu mobil serta membeli coklat di hari Valentine. Lebih dari sekedar icing on the cake, wanita memerlukan bukti yang lebih konkrit bahwa dirinya dicintai suaminya dengan memiliki keyakinan besar bahwa sang suami bertanggung jawab dan mau bekerja keras untuk menafkahi keluarga dan mencukupkan kebutuhan anak-istrinya.

Tentu saja kebutuhan yang logis. Wanita bisa hidup tanpa Tas Hermes, tapi apalah artinya menjadi wanita kalau membeli bedak saja tiap bulan kalang kabut?.

Pria yang bijaksana akan bisa membimbing keluarganya untuk dapat membedakan antara kebutuhan dan keborosan. Pria sejati tidak pernah pelit, tapi juga bukanlah sosok yang bisa diporoti wanita mata duitan dengan mudahnya.

Sama seperti saya tidak simpati dengan wanita yang dibodohi dan dikuras hartanya oleh buaya darat, saya juga akan sangat menertawakan pria  yang habis habisan digarongi cewek matre. Kalau bisa malah saya pertegas, syukurin lu!. Kalau bisa digarongi orang lain, itu sebenarnya bukan orang lainnya yang pintar, tapi kitanya yang bodoh. Makanya jangan mau jadi bodoh. Sederhana bukan?.

- Ajarkan putra anda untuk bisa menghargai pendapat dan perbedaan. 

Apa kelebihannya mencari istri yang tidak punya pikiran sendiri dan harus selalu mengatakan iya kepada suaminya tanpa mampu memberi argumentasi dan pendapat yang baik dan logis? . Menjadi pemimpin bukan berarti menjadi diktator.

Saya ingat sekali pada pemilu lalu, suami saya menjagokan JK, dan saja memilih SBY. Sudah beberapa kali dia mencoba menjelaskan mengapa JK lebih bermutu dan dianggapnya lebih pantas menjadi Presiden. Saya tetap ngotot (mungkin karena SBY ganteng…).

Jadi sekarang setiap kali saya kritis dengan SBY, suami cukup senyum simpul sembari berkata...”lha khan biar gak kerja yang penting ganteng….” 

Tapi pelajaran yang penting disini justru karena suami saya tidak pernah ngotot dan memaksakan istrinya harus sependapat secara politik,  sekarang saya benar benar mendengarkan pendapatnya secara cermat dan kali ini memilih untuk sepakat dengannya tanpa ragu…

Mudah mudahan bagi kita semua yang memiliki anak laki laki, mampu membesarkan mereka untuk bisa menjadi calon pemimpin keluarga dan negara yang baik dan terhormat.

Happy week end to you. I love you all.

Sumber :


Senin, 31 Maret 2014

7 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir



REPUBLIKA.CO.ID,  Amal Jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah wafat. Amalan tersebut terus memproduksi pahala yang terus mengalir kepadanya.

Hadis tentang amal jariyah yang populer dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang berman­faat, dan anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).

Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebar­luaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Di dalam hadis ini disebut tujuh macam amal yang tergolong amal jariah sebagai berikut.

1. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, seperti diskusi, ceramah, dakwah, dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah me­nulis buku yang berguna dan mempublikasikannya.

2. Mendidik anak menjadi anak yang saleh. Anak yang saleh akan selalu berbuat kebaikan di dunia. Menurut keterangan hadis ini, kebaikan yang dipeibuat oleh anak saleh pahalanya sampai kepada orang tua yang mendidiknya yang telah wafat tanpa mengurangi nilai/pahala yang diterima oleh anak tadi.

3. Mewariskan mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya.

4. Membangun masjid. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Orang yang membangun masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang beribadah di mas­jid itu.

5. Membangun rumah atau pondokan bagi orang-orang yang bepergian untuk kebaikan. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk istirahat sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membangunnya.

6. Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tampat-tempat orang yang membutuhkannya atau menggali sumur di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak. Setelah orang yang mengalirkan air itu wafat dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus mengalir.

Semakin banyak orang yang memanfaat­kannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membangun sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan mem­berinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).

7. Menyedekahkan sebagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Sumber : Ensiklopedi Hukum Islam dimuat di http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/06/28/m6appd-ini-7-amalan-yang-pahalanya-terus-mengalir
Ilustrasi, Masjid Perumahan Pesona Griya Wilis Madiun. Panitia Pembangunan Masjid Pesona Griya Wilis menerima wakaf pembaca untuk menyelesaikan proses pembangunan.
tahap berikutnya :
a.       pengerjaan atap, diperkirakan membutuhkan dan 30.000.000
b.      Pengerjaan Lantai, sudah ada wakaf keramik, masih membutuhkan wakaf 30 sak semen, pasir dan tenaga kerja
Bagi yang berminat Wakaf bisa mentransfer melalui rekening LMI Madiun dengan menambahkan pecahan 150 untuk identifikasi penggunaan dana wakaf pembangunan Masjid.
Rekening :
BCA
1771064766
a.n. Miftahurrohman

BNI
9545951-0
a.n. Miftahurrohman

BNI SYARIAH

0243483412
a.n. Agus Hariono

BRI
6353-01-000219-50-1
a.n. Lembaga Manajemen Infaq

MANDIRI
144-00-1189170-9
a.n. Lembaga Manajemen Infaq Ukhuwah

BMI
742.00037.22 a.n.
LMI Cabang Madiun

BSM
2607007244 a.n.
LMI Cabang Madiun

BII
1051231127
a.n. Oki Surendro

JATIM
0052765897
a.n. Miftahurrohman

Setelah mentransfer mohon konfirmasi ke nomor
·         081 234 200 200
·         085 645 200 200
·         083 872 200 200
·         087 738 200 400
·         PIN : 3165D4F8


Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com