Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 13 Juli 2016

Bibit Tak Bertunas



Alkisah di sebuah kerajaan, karena raja tidak punya putra penerus, ia menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya. Untuk itu beliau membuat sayembara, agar diseleksi di setiap daerah hingga ujian terakhir yang akan diseleksi oleh baginda raja sendiri.

Saat babak akhir tiba, tersisa 8 orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi berbagai tahap sebelumnya. Untuk itu, mereka harus menjalani tes terakhir sang raja di ibukota kerajaan. Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu persatu.

Di hadapan mereka, sang raja menyampaikan pesan. “anak-anakku tugas seorang abdi negara bukanlah hal yang mudah. Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian ber-8 terpilih sebagai calon terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, akan kuberi tiap orang 5 butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulang dan datanglah 2 minggu lagi kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini.”, titah sang raja.

2 minggu kemudian, di hadapan raja 7 pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba giliran pemuda ke-8. wajahnya tertunduk, nampak sedih dan malu.

Ia berkata, “Ampuni dan maafkan hamba Baginda, biji yang baginda berikan pada hamba, telah hamba tanam dan rawat dengan hati-hati, tetapi hingga hari ini, bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Hamba telah gagal menjalani titah baginda, tetapi hamba telah berusaha semaksimal mungkin, namun tidak tahu dimana letak kesalahan hamba.” Ujarnya.

Namun sang raja nampak tersenyum puas, bahkan beliau tertawa terbahak-bahak. Semua yang hadir di sana berpandangan heran melihat reaksi sang raja.

Lalu sang raja menepuk pundak si pemuda ke-8 dan berkata, “Terima kasih, anak muda aku senang dan puas. ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh rakyat negeri ini.” sambil berpandangan kepada semuanya.

Sang raja melanjutkan. “dengar baik-baik, pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku, ia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan. Memang tanamannya tidak tumbuh. Nampaknya ia gagal, tetapi sesungguhnya, biji yang aku berikan pada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu. Jadi jelas tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun. Aku sangat kecewa melihat tumbuhnya tunas yang kalian bawa. Kalian 7 pemuda yang tidak jujur! Berani benar, kalian menipu Rajamu!”

Segera ke7 pemuda yang lain memohon ampun, tetapi sang raja memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ke7 pemuda itu. 

Sumber : http://deardesy.blogspot.co.id/2011/05/bibit-yang-tak-bertunas.html

Image : https://hifdziua.wordpress.com/tag/ayam/
Bibit Yang Tak Bertunas Alkisah di sebuah kerajaan, karena raja tidak punya putra penerus, ia menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya. Untuk itu beliau membuat sayembara, agar diseleksi di setiap daerah hingga ujian terakhir yang akan diseleksi oleh baginda raja sendiri. Saat babak akhir tiba, tersisa 8 orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi berbagai tahap sebelumnya. Untuk itu, mereka harus menjalani tes terakhir sang raja di ibukota kerajaan. Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu persatu. Di hadapan mereka, sang raja menyampaikan pesan. “anak-anakku tugas seorang abdi negara bukanlah hal yang mudah. Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian ber-8 terpilih sebagai calon terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, akan kuberi tiap orang 5 butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulang dan datanglah 2 minggu lagi kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini.”, titah sang raja. 2 minggu kemudian, di hadapan raja 7 pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba giliran pemuda ke-8. wajahnya tertunduk, nampak sedih dan malu. Ia berkata, “Ampuni dan maafkan hamba Baginda, biji yang baginda berikan pada hamba, telah hamba tanam dan rawat dengan hati-hati, tetapi hingga hari ini, bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Hamba telah gagal menjalani titah baginda, tetapi hamba telah berusaha semaksimal mungkin, namun tidak tahu dimana letak kesalahan hamba.” Ujarnya. Namun sang raja nampak tersnyum puas, bahkan beliau tertawa terbahak-bahak. Semua yang hadir di sana berpandangan heran melihat reaksi sang raja. Lalu sang raja menepuk pundak si pemuda ke-8 dan berkata, “Terima kasih, anak muda aku senang dan puas. ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh rakyat negeri ini.” sambil berpandangan kepada semuanya, sang raja melanjutkan. “dengar baik-baik, pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku, ia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan. Memang tanamannya tidak tumbuh. Nampaknya ia gagal, tetapi sesungguhnya, biji yang aku berikan pada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu. Jadi jelas tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun. Aku sangat kecewa melihat tumbuhnya tunas yang kalian bawa. Kalian 7 pemuda yang tidak jujur! Berani benar, kalian menipu Rajamu!” Segera ke7 pemuda yang lain memohon ampun, tetapi sang raja memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ke7 pemuda itu.

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ

Umar Bin Khathab Takluk Pada Istrinya?



Suatu ketika, ada sahabat yang mengadu pada Umar perihal istrinya yang marah-marah kepadanya. Sahabat itu mendapatkan jawaban Umar yang tak disangka. “Istriku juga marah kepadaku, tapi aku diam saja. Ia yang mengurus rumahku, mencuci pakaianku, memasak makanan untukku dan merawat anak-anakku. Ia berhak untuk marah kepadaku kalau aku juga tak menurut kepadanya.” Sumber : http://deardesy.blogspot.co.id/2011/08/kecemburuan-aisyah-ra-kegalakkan-istri.html

Image : http://nkhaeriah.blogspot.co.id/2014/12/struktur-teks-biografi-umar-bin-khattab_9.html


Pada suatu malam beliau datang ke Masjidil Haram secara sembunyi-sembunyi untuk mendengarkan bacaan shalat Rasulullah. Waktu itu Rasulullah membaca surat al Haqqah. Umar bin Khattab kagum dengan susunan kalimatnya, lantas berkata pada dirinya sendiri- “Demi Allah, ini adalah syair sebagaimana yang dikatakan kaum Quraisy.” 

Kemudian beliau mendengar Rasulullah membaca ayat 40-41 (yang menyatakan bahwa Al Qur’an bukan syair), lantas beliau berkata, “Kalau begitu berarti dia itu dukun.” 

Kemudian beliau mendengar bacaan Rasulullah ayat 42, (Yang menyatakan bahwa Al-Qur’an bukan perkataan dukun.) akhirnya beliau berkata, “Telah terbetik lslam di dalam hatiku.” 

Akan tetapi karena kuatnya adat jahiliyah, fanatik buta, pengagungan terhadap agama nenek moyang, maka beliau tetap memusuhi Islam.
 
Kemudian pada suatu hari, beliau keluar dengan menghunus pedangnya bermaksud membunuh Rasulullah. Dalam perjalanan, beliau bertemu dengan Nu`aim bin Abdullah al ‘Adawi, seorang laki-laki dari Bani Zuhrah. Lekaki itu berkata kepada Umar bin Khattab, “Mau kemana wahai Umar?” 


Umar bin Khattab menjawab, “Aku ingin membunuh Muhammad.” 

Lelaki tadi berkata, “Bagaimana kamu akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhrah, kalau kamu membunuh Muhammad?” 

Maka Umar menjawab, “Tidaklah aku melihatmu melainkan kamu telah meninggalkan agama nenek moyangmu.” Tetapi lelaki tadi menimpali, “Maukah aku tunjukkan yang lebih mencengangkanmu, hai Umar? Sesugguhnya adik perempuanmu dan iparmu telah meninggalkan agama yang kamu yakini.”
 
Kemudian dia bergegas mendatangi adiknya yang sedang belajar Al Qur’an kepada Khabab bin al Arat. Tatkala mendengar Umar bin Khattab datang, maka Khabab bersembunyi. Umar bin Khattab masuk rumahnya dan menanyakan suara yang didengarnya. 


Kemudian adik perempuan Umar bin Khattab dan suaminya berkata, “Kami tidak sedang membicarakan apa-apa.” 

Umar bin Khattab menimpali, “Sepertinya kalian telah keluar dari agama nenek moyang kalian.” 

Iparnya menjawab, “Wahai Umar, apa pendapatmu jika kebenaran itu bukan berada pada agamamu?” Mendengar ungkapan tersebut Umar bin Khattab memukulnya hingga terluka dan berdarah, karena tetap saja saudaranya itu mempertahankan agama Islam yang dianutnya, Umar bin Khattab menyesal melihat darah mengalir pada iparnya.
 
Umar bin Khattab berkata, “Berikan kitab yang ada pada kalian kepadaku, aku ingin membacanya.” 


Maka adik perempuannya berkata, “Kamu itu kotor. Tidak boleh menyentuh kitab itu kecuali orang yang bersuci. Mandilah terlebih dahulu!” 

Lantas Umar bin Khattab mandi dan mengambil kitab yang ada pada adik perempuannya. Ketika dia membaca surat Thaha, dia memuji dan muliakan isinya, kemudian minta ditunjukkan keberadaan Rasulullah.  

Kemudian Umar bin Khattab menemui Rasulullah. Berkata Rasulullah kepadanya, “Ya Allah, ini adalah Umar bin Khattab. Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khattab.” Dan dalam riwayat lain, “Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan Umar.”
 
Seketika itu pula Umar bin Khattab bersyahadat, dan orang-orang yang berada di rumah tersebut bertakbir dengan keras. Menurut pengakuannya dia adalah orang yang ke-40 masuk Islam. Abdullah bin Mas’ud berkomentar, “Kami senantiasa berada dalam kejayaan semenjak Umar bin Khattab masuk Islam.”


Sumber : http://nkhaeriah.blogspot.co.id/2014/12/struktur-teks-biografi-umar-bin-khattab_9.html 
Suatu ketika, ada sahabat yang mengadu pada Umar perihal istrinya yang marah-marah kepadanya. Sahabat itu mendapatkan jawaban Umar yang tak disangka. “Istriku juga marah kepadaku, tapi aku diam saja. Ia yang mengurus rumahku, mencuci pakaianku, memasak makanan untukku dan merawat anak-anakku. Ia berhak untuk marah kepadaku kalau aku juga tak menurut kepadanya.”

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ
Suatu ketika, ada sahabat yang mengadu pada Umar perihal istrinya yang marah-marah kepadanya. Sahabat itu mendapatkan jawaban Umar yang tak disangka. “Istriku juga marah kepadaku, tapi aku diam saja. Ia yang mengurus rumahku, mencuci pakaianku, memasak makanan untukku dan merawat anak-anakku. Ia berhak untuk marah kepadaku kalau aku juga tak menurut kepadanya.”

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ

Kisah Panglima Perang Yang Dipecat Karena Tak Pernah Berbuat Kesalahan



Pada zaman pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang.

Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraish, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.

Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, "Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus." Ya! .. beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus.

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit.

Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.

Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Syaidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, "Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!"

Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.

Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, _
"Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?"_

_"Walaikumsalam warahmatullah!
Betul Khalid!"_ Jawab Khalifah.

"Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?"

"Kamu tidak punya kesalahan."

"Kalau tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?"

"Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik."

"Lalu kenapa saya dipecat?" tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, "Khalid, engkau jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah kau pimpin, dan tak pernah satu kalipun kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjungmu. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan. Tapi, ingat Khalid, kau juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong''.

''Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini kau saya pecat. Supaya engkau tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja kau tak bisa berbuat apa-apa!"

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar.

Sambil menangis beliau berbisik, "Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!"

Bayangkan …. mengucapkan terima kasih setelah dipecat, padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah pejabat penting saat ini yang mampu berlaku mulia seperti itu? Yang banyak terjadi justru melakukan perlawanan, mempertahankan jabatan mati-matian, mencari dukungan, mencari teman, mencari pembenaran, atau mencari kesalahan orang lain supaya kesalahannya tertutupi.

Jangankan dipecat dari jabatan yang sangat bergengsi, 'kegagalan' atau keterhambatan dalam perjalanan karir pun seringkali tidak bisa diterima dengan lapang dada. Akhirnya semua disalahkan, sistem disalahkan, orang lain disalahkan, semua digugat.....bahkan hingga yang paling ekstrim.... Tuhan pun digugat..

Kembali ke Khalid bin Walid, hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemarin.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, "Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat."

Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, "Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah."

Sebuah cuplikan kisah yang sangat indah dari seorang Jenderal, panglima perang, ''Pedang Allah yang Terhunus''.

Patut direnungkan dan di hayati.   Baca ulang sekali lagi!!! 

Sumber :
http://www.bacaanpopuler.com/2016/06/kisah-panglima-perang-yang-di-pecat.html, 
http://deardesy.blogspot.co.id/
Image :  http://deardesy.blogspot.co.id/

Ngaku Beriman, Siaplah Diuji


Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji lagi?

Kata tanya menunjukkan makna sanggahan. Makna yang dimaksud ialah bahwa Allah Swt. pasti akan menguji hamba-hamba-Nya yang beriman sesuai dengan kadar iman masing-masing, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis sahih..

Manusia yang paling berat cobaannya ialah para nabi, kemudian orang-orang saleh, lalu orang yang terkemuka. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya; jika agamanya kuat, maka ujiannya diperberat pula.

sebaliknya : jangan sekali-kali orang-orang yang belum beriman mengira bahwa mereka luput dari cobaan dan ujian ini, karena sesungguhnya di belakang mereka terdapat siksaan dan pembalasan yang jauh lebih berat dan lebih pedih daripada apa yang mereka alami di dunia. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami. (Al-'Ankabut: 4)

Mojopurno Madiun

Image : https://elsunnah.wordpress.com/2013/12/30/ujian-iman/

Cerita Haramnya Rokok

*KATA SIAPA ROKOK HARAM...!!!???*

GURU : “Syeikh, menurut saya rokok itu tidak haram.”
Syeikh : “Kenapa?”
Guru : “Tak ada dalilnya. Saya ingin tahu, satu ayat saja yang menyebutkan ‘diharamkan atas kalian rokok’.”
Syeikh : “Apakah Anda makan jeruk, apel, maupun pisang?”
Guru : “Iya.”
Syeikh : Apakah” ada ayat yang menyebutkan bahwa jeruk, apel maupun pisang itu halal?”
Guru : “Tidak ada.”
Syeikh : “Bagaimana tidak ada, bagaimana Al Qur’an tidak menyebutkan mana yang halal dan mana yang haram, padahal Qur’an itu pedoman umat. Coba perhatikan firman Allah Ta’ala dalam surat al-A’raf : (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan MENGHALALKAN bagi mereka segala yang BAIK dan MENGHARAMKAN bagi mereka segala yang BURUK..(QS al A’raf 157).”

“Maka segala yang baik semisal daging (halal). jeruk, apel, susu dan lain-lain itu termasuk yang baik-baik sehingga termasuk yang
dihalalkan. Adapun yang buruk- buruk, maka Allah mengharamkannya.”
Guru : “Menurut kami, rokok itu termasuk thayyibaat (yang baik-baik), meskipun menurut Anda tidak baik.”
Syeikh : “Anda punya istri?”
Guru : “Ya…”
Syeikh : “Anda punya anak?”
Guru : “Ya …”
Syeikh : “Jika kaulihat anakmu memakan pisang, apakah kamu ridha?”
Guru : “Ya, tidak masalah…”
Syeikh : “Kalau kaulihat anakmu sedang menghisap rokok, apakah kamu ridha?”
Guru : “Tidak…”
Syeikh : “Kenapa?”
Guru : “Karena itu tidak baik (yakni termasuk sesuatu yang buruk).”
Syeikh: “Jika itu sesuatu buruk, bukankah masuk yang haram? Bagaimana pula jika yang merokok itu istrimu?”

Tiba-tiba sang guru mengeluarkan bungkusan rokok dari sakunya, ia meremas dengan tangannya lalu menginjak dengan kakinya, lalu ia berkata, “Mulai sekarang wahai Syeikh, saya bertaubat kepada Allah dari rokok.”

Jika rokok haram siapa yang akan hidupi petani tembakau?
Jika ganja haram siapa yang akan hidupi petani ganja?
Jika mencuri haram siapa yang akan hidupi maling?
Jika korupsi haram siapa yang akan hidupi koruptor?
Jika narkoba haram siapa yang akan hidupi kartel narkoba?
*Kalau cuma alasan pembenaran seperti itu, siapapun juga punya.*

Mengapa ibu hamil tidak boleh merokok...?
karena ROKOK tidak baik untuk si hamil dan calon bayinya.

Mengapa para pelajar tidak boleh merokok...?
karena ROKOK bukan ajaran baik, dan pelajar tidak diajarkan yg tidak baik.

Mengapa di toko buku, perpustakaan, majalah dan Koran tidak ada tuntunan cara merokok...?
karena jelas, ROKOK sesuatu yang tidak baik,

buat apa capek" mikir dan nulis faedah rokok, Kan Kaga bakal nemu.

Allah Ta'ala Berfirman

ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻠْﻘُﻮﺍ ﺑِﺄَﻳْﺪِﻳﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺘَّﻬْﻠُﻜَﺔِ ۛ.

"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." [ QS. Al Baqarah 195 ]

Rosulullah Shollallahu 'alayhi wasallam bersabda,
"Barangsiapa yang menghirup racun (dengan sengaja) hingga mati, maka ia akan menghirup racun itu selama-lamanya di neraka Jahannam." [HR. Al Bukhari dan Muslim]

Sebarkanlah Ilmu ini.
Semoga Bermanfaat

Yang merokok jangan marah ya 😊


Just Copaass dr wall FB Dessy Trisna Sagitasari

1 Ayah, 3 Anak dan 19 Kerbau


Ada
seorang
ayah yang

mempunyai
3 orang anak dgn
harta sebanyak :

"19 ekor kerbau" 🐮🐮

😘

Ketika
mendekati
ajalnya, sang
Ayah membagikan
warisan kepada ke tiga anaknya dengan pesan :

1/2 utk anak pertama,
1/4 utk anak kedua,
1/5 utk anak ketiga.

🙏🏿🙏🏿

Setelah
sang ayah
meninggal dunia. 😇

Ketiga
anaknya
membagikan
kerbau sesuai
pesan ayah mereka.


Tapi
mereka
menemukan
~ kesulitan 🤔
~ dan keganjilan 🤗

1/2 x 19 = 9,5 ekor
1/4 x 19 = 4,75 ekor
1/5 x 19 = 3,8 ekor

bahwa
masing2
mereka akan
mendapatkan bagian
kerbau yg tidak utuh 🐮

dan
masing2
anak TIDAK MAU
mengalah 😡

semua
berusaha
mendapatkan
bagian secara utuh 😟😟

😖😖😖

karena harta peninggalan sang ayah berjumlah 19 ekor kerbau.

🤓🤓

Kabar tentang pertengkaran mereka terdengar oleh seorang bapak miskin yg hanya mempunyai 1 ekor kerbau.

😎

Krn
prihatin
dgn hal tsb,
akhirnya sang bapak
menemui mereka,

😬😬

dan
bersedia
dengan ikhlas
memberikan kerbau nya

spy
masing2
anak mendapat
bagian yg utuh,

sehingga
jumlah kerbau
menjadi 19+1=20 EKOR

Anak2 itu setuju 😀👍🏽👍🏽

dan
mereka
mulai membagi :


Anak
pertama
mendapat :
1/2 x 20 = 10 ekor
😘

Anak
yang kedua
mendapat bagian :
1/4 x 20 = 5 ekor

😍👍🏽👍🏽


Anak
yang ketiga
mendapat bagian :
1/5 x 20 = 4 ekor.

😅🙏🏿🙏🏿

Demikianlah masing2 anak mendapatkan bagian yg utuh.

Dan
totalnya
ternyata 10+5+4=19.

            AJAIB KAN ?
                 😇😇


Akhirnya tersisa 1 ekor yang diberikan kembali pada bapak miskin yang bijak tadi.

Percayalah jika kita memberi dengan ikhlas untuk menjadi bagian dari solusi, ternyata kita TIDAK KEHILANGAN sesuatu apapun, malah memberi manfaat bagi sesama karena Allah lah yang akan menggantikan semua itu.

Seperti dlm kasus ini walaupun sebenarnya sang bapak yg miskin tidak mengharap kerbaunya kembali, krn ia telah ikhlas menjadi bagian dari solusi itu ...............!!!

PESAN MORAL :
Memberi,  tidak berarti akan mengurangi harta kita punya walau sepeserpun.


🙏🏿🙏🏿

#just share plus hanya Copy Paste....
Matematika + ikhlas membantu = Amal Sholeh.

Image : http://bibit.ditjennak.pertanian.go.id/jenis-rumpun/kerbau

Minggu, 26 Juni 2016

8 Kegiatan Harian Yang Bikin Ramadhan Lebih Ringan

Dilansir dari muslimvillage.com, ada 8 kegiatan harian yang bisa membuat bulan Ramadan Anda terasa lebih ringan dan pastinya jauh lebih bermakna.
  • Berdoa Setiap Hari

    Agar bulan Ramadan tidak menjadi beban dan Anda bisa melaksanakan ibadah Anda dengan baik, selalu sertakan doa di setiap tindakan Anda. Setidaknya selalu awali setiap perbuatan atau kegiatan Anda dengan niat yang tulus dan ikhlas.
  • Perbarui Niat Setiap Malam

    Di akhir malam, sebelum tidur, luangkan beberapa menit saja untuk kembali memperbarui  niat Anda. Mungkin ada hal yang terlewat untuk Anda lakukan hari ini. Dan agar Anda tak mengulangi kesalahan yang sama untuk keesokan hari, persiapkan niat Anda sejak malam hari sebelumnya.
  • Hindari Hal-Hal yang Menjadi Penghambat Anda

    Bisakah Anda sebutkan sejumlah hal yang sebenarnya menjadi penghambat kesuksesan Anda? Mungkin selama ini Anda memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk, dan untuk bisa membentuk kebiasaan baru, biasanya Anda butuh waktu satu bulan. Nah, di bulan Ramadan ini cobalah untuk menghindari sejumlah hal yang selama ini hanya menjadi penghambat Anda.
  • Tetapkan dalam Niat Bahwa Anda Akan Membawa Kebaikan Bulan Ramadan untuk Bulan Selanjutnya

    Berbuat kebaikan tidak terbatas hanya untuk dilakukan selama bulan Ramadan saja. Ketika Anda menetapkan dalam niat bahwa Anda akan terus membawa kebaikan bulan Ramadan untuk bulan-bulan selanjutnya, Anda akan lebih bersemangat untuk melakukan kebaikan setiap harinya.
  • Konsisten dengan Kebaikan-Kebaikan Kecil

    Sekecil apapun kebaikan yang Anda lakukan jika dilakukan secara konsisten dan terus menerus, maka akan menjadi sesuatu yang sangat bermakna. Misalnya, Anda bisa coba untuk membuat satu tulisan inspiratif yang disebarkan melalui sosial media. Nggak sulit kan?
  • Fokus Pada Apa yang Anda Bisa

    Anda bisa membaca Al-Quran dengan lancar? Buat jadwal khusus untuk melakukannya. Anda bisa melakukan shalat tahajud dua rakaat sebelum sahur? Lakukan saja. Lakukan kegiatan atau ibadah benar-benar bisa Anda lakukan dan pastinya lakukan dengan sepenuh hati.
  • Buat Setiap Hari Bermakna

    Apa yang paling membuat Anda merasa bahagia menjalani hari Anda? Bulan Ramadan bisa terasa berlalu dengan cepat, tergantung bagaimana Anda memanfaatkannya.
  • Jadi Manusia yang Selalu Merasa Kurang

    Hidup memang tak bisa benar-benar sempurna persis seperti apa yang kita inginkan. Jadilah seseorang yang selalu merasa kurang agar Anda bisa terus semangat untuk belajar.

Selasa, 07 Juni 2016

Jika Kalian Ingin Dicintai Allah


Dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi, ia berkata ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang apabila aku melakukannya, maka Allah akan mencintaiku dan begitu pula manusia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zuhudlah pada dunia, Allah akan mencintaimu. Zuhudlah pada apa yang ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah dan selainnya. An Nawawi mengatakan bahwa dikeluarkan dengan sanad yang hasan)

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan zuhud adalah berpaling darinya dengan sedikit dalam memilikinya,

Sebagian orang salah paham dengan istilah zuhud. Dikira zuhud adalah hidup tanpa harta. Dikira zuhud adalah hidup miskin

Abu Sulaiman menyatakan, “Janganlah engkau mempersaksikan seorang pun dengan zuhud, karena zuhud sebenarnya adalah amalan hati

Disarikan dari: rumaysho.com
Image : http://www.ummi-online.com/apakah-dia-cinta-padaku-5-tanda-allah-mencintai-seorang-hamba.html

Jumat, 27 Mei 2016

Ringkasan Fiqh Shiyam Ramadhan



PENGERTIAN PUASA: Menahan diri dari perkara-perkara tertentu dengan niat, dari terbit fajar kedua/subuh hingga terbenam total matahari.

HIKMAH PUASA, antara lain:
a.    Melatih sifat jujur dan amanah, sebab puasa adalah rahasia antara hamba dengan Allah subhanahu wata’ala
b.    Melatih sifat sabar dan pengendalian diri, sebab puasa melemahkan jalan syaitan
c.    Membiasakan zuhud terhadap dunia
d.    Menumbuhkan kasih sayang kepada orang-orang miskin
e.    Memberi manfaat kesehatan

ORANG YANG WAJIB PUASA:
Islam, baligh, berakal (waras), mampu, muqim, sehat.

ADAB-ADAB PUASA:
1.    Makan sahur
2.    Makan sahur dengan kurma
3.    Menunda makan sahur hingga akhir waktu
4.    Menyegerakan berbuka
5.    Berbuka dengan ruthab (kurma segar), atau tamr (kurma kering), atau air putih
6.    Do’a ketika sedang puasa dan setelah berbuka
7.    Menjaga diri dari segala bentuk maksiat dan dosa
8.    Shadaqah
9.    Membaca Al Qur’an
10. Bersungguh-sungguh dan meningkatkan ibadah pada sepuluh terakhir Ramadhan
11.    I’tikaf
12.    Siwak
13.    Tidak berlebih-lebihan dalam berkumur atau membasuh hidung ketika berwudhu’
14.    Tidak mendahului Ramadhan dengan puasa nafilah satu atau dua hari

RUKUN-RUKUN PUASA:
1.    Niat. Untuk puasa wajib, harus niat sebelum masuk waktu shalat subuh
2.    Tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa

PEMBATAL-PEMBATAL PUASA:
1.    Riddah (keluar dari agama Islam)
2.    Makan dan minum dengan sengaja
3.    Jima’
4.    Keluarnya mani dengan sengaja
5.    Keluarnya darah haid atau nifas
6.    Obat atau suntikan yang dapat mengganti fungsi makanan, termasuk transfusi darah
7.    Muntah dengan sengaja
8.    Keluarnya darah dalam jumlah banyak secara sengaja: hijamah, donor darah, dll

BUKAN PEMBATAL PUASA:
1.    Celak mata
2.    Obat tetes mata atau hidung atau telinga
3.    Parfum dan wangi-wangian
4.    Suntikan pengobatan
5.    Keluarnya madzi
6.    Debu atau lalat terbang yang masuk ke tenggorokan dan tertelan
7.    Obat hirup
8.    Obat kumur
9.    Obat pada luka
10.  Menelan air liur atau dahak biasa
11.  Keluar sedikit darah, seperti luka atau pemeriksaan golongan darah
12.  Pembatal-pembatal puasa yang dilakukan tanpa sengaja

ORANG-ORANG YANG TIDAK BERPUASA:
A.   Kewajibannya adalah qadha’ (mengganti dengan puasa setelah Ramadhan sejumlah hari-hari yang dia tinggalkan)

1.    Orang sakit sementara yang ada kemungkinan sembuh
2.    Pingsan
3.    Musafir
4.    Haidh
5.    Nifas
6.    Orang yang sengaja membatalkan puasa karena uzdur syar’i
7.    Wanita menyusui yang tidak puasa karena khawatir terhadap kondisi dirinya atau kondisi dirinya bersama bayinya (ket: ketetapan tidak mampu dapat lewat pengalaman atau pengamatan langsung kondisi ibu atau keterangan dokter terpercaya)
8.    Wanita hamil yang meninggalkan puasa karena khawatir terhadap kondisi dirinya atau kondisi dirinya bersama janinnya (ket: sda.)

B.    Kewajibannya adalah ith’aam (mengganti dengan memberi makan satu orang miskin sejumlah hari-hari yang dia tinggalkan)
1.    Orang lanjut usia
2.    Orang sakit permanen yang kecil kemungkinan untuk sembuh

C.    Kewajibannya adalah qadha’ dan ith’aam sekaligus
1.    Wanita menyusui yang tidak puasa karena khawatir terhadap kondisi bayinya (ket: sda.)
2.    Wanita hamil yang tidak puasa karena khawatir terhadap kondisi janinnya (ket: sda.)
D.    Kewajibannya adalah tobat dan kaffarah (memerdekakan budak atau puasa dua bulan berturut-turut atau ith’aam 60 orang miskin): jima’
E.    Tidak berdosa: puasa anak kecil yang mumayyiz tapi belum baligh (dewasa)

BEBERAPA KASUS:

1.    Yang afdhal bagi musafir yang tidak menemui kesulitan apapun dalam melaksanakan puasa adalah yang lebih mudah bagi dirinya, antara puasa dan meninggalkannya dengan qadha’

2.    Sopir atau pelaut:
(a)    Bagi bujangan atau orang yang membawa serta keluarganya, dia wajib puasa. Karena perjalanannya tidak terputus
(b)    Bagi orang yang memiliki keluarga tapi tidak dibawanya serta, dia boleh puasa dan boleh juga tidak dengan qadha’ (Fatwa Syekh Abdul ‘Aziz b. Baz)

3.    Obat penunda haidh boleh digunakan, tapi tidak dianjurkan. Hal ini mengingat tidak sepinya obat-obatan kimiawi umumnya dari efek negatif bagi kesehatan

4.    Orang yang bangun subuh dalam keadaan junub, tidak mengapa menunda mandi hingga masuk waktu shalat subuh. Dengan tetap melaksanakan shalat subuh berjamaah di mesjid.

5.    Orang mimpi basah di siang hari tidak batal puasanya

6.    Orang yang udzurnya hilang di tengah hari puasa, melanjutkan puasanya. Contoh: suci dari haidh, masuk Islam, mukim setelah safar, dll.

7.    Qadha’ yang tertunda hingga melewati Ramadhan berikutnya:
(a)    Bila dengan udzur, cukup diganti dengan qadha’ saja
(b)    Tanpa udzur syar’I, disamping qadha’ juga ith’aam

8.    Satu-satunya puasa yang ahli waris dianjurkan untuk mempuasakan orang yang telah meninggal adalah puasa nadzar

9.    Satu kali niat untuk satu bulan cukup untuk puasa Ramadhan

SALAH PAHAM DALAM RAMADHAN: al. imsak atau berpuasa sebelum masuk waktu shalat subuh
Wallahu ta’ala a’laa wa a’lam

Maraji’:
Abdullah b. Abdul Rahman Al Bassam, Taudhihul Ahkam min Bulughil Maram.
Shalih b. Fauzan Al Fauzan, Al Mulakkhashul Fiqhiy.
As Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah.
Hai’ah Kibaril ‘Ulama bil Mamakatil ‘Arabiyatis Su’udiyyah, Al Buhuts Al ‘Imiyyah.

Image : http://belajarislam.com/2015/07/larangan-mendahului-ramadhan-dengan-puasa/

Rabu, 13 April 2016

Keutamaan Sedekah


ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. Ia menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Sungguh keajaiban sedekah ini memiliki keutamaan yang besar. Terdapat ratusan dalil yang menceritakan keberuntungan, keutamaan, kemuliaan  orang-orang yang bersedekah.

Banyak keutamaan ini seakan-akan seluruh kebaikan terkumpul dalam satu amalan ini, yaitu sedekah. Maka, sungguh mengherankan bagi orang-orang yang mengetahui dalil-dalil tersebut dan ia tidak terpanggil hatinya serta tidak tergerak tangannya untuk banyak bersedekah. Semoga kita senantiasa diberi nikmat dan kesadaran untuk bersedekah.
Diantara keutamaan bersedekah antara lain:

1. Sedekah dapat menghapus dosa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)
Adapun dalam hal diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99)

2. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:
رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)

3. Memberi keberkahan pada harta.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ما نقصت صدقة من مال وما زاد الله عبدا بعفو إلا عزا
“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)
Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”

4. Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah.

Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

Sumber : https://www.islampos.com
Image : http://dainusantara.com/menyesal-tidak-bersedekah/

Kau Anggap Apa Bawahanmu?

Dalam pengamatan saya terhadap aplikasi manajemen dalam organisasi, kantor, perusahaan, ada beberapa posisi bawahan di mata atasannya.

Pertama, bawahan adalah bagian dari tim kerja. Atasan yang menempatkan bawahan sebagai tim akan memberikan job yang jelas, sesuai kemampuan dan potensinya. Atasan jenis ini memberikan penghargaan yang semestinya sesuai capaian kinerja. Atasan model ini akan menjadikan anak buahnya produktif dan akan menjadi atasan menghasilkan output optimal.

Kedua. Bawahan adalah keluarga. Bidang kerja atasan akan akan dikelola seperti mereka mengelola keluarga. Atasan model ini akan menekankan bahwa waktu bertemu dan berinteraksi dengan teman kantor lebih lama dari waktu berkumpul dengan keluarga. Membantu yang lemah dan kurang akan menghiasi pekerjaan, kesejahteraan akan dibuat rata-seadil mungkin. Anak buah yang nakal hanya diomeli, tidak diberi sanksi, bahkan urusan kesejahteraan tetap disamakan.
Atasan model ini memberi kenyamanan kerja, kesejahteraan cenderung dibagi rata meskipun yang bekerja keras hanya satu dua orang, resiko ketidaknyamanan pada pekerja keras.

Ketiga. Atasan yang Egois. Ini jenis atasan yang menjadikan anakbuahnya sebagai alat untuk mencapai kesuksesan pekerjaan. eksploitasi maksimal sering diterapkan model atasan seperti ini. atasan yang baik akan memberikan reward yang memadai bagi pekerja keras. Memberi edukasi yang bersifat Investasi sumber daya hanya dilakukan atasan yang memiliki visi jauh ke depan, dengan training, bimbingan teknis, atau beasiswa pendidikan. Kelemahan atasan model seperti ini adalah dia tidak akan melepaskan anak buahnya ke unit-unit pekerjaan lain meskipun masih dalam satu perusahaan/organisasi.

Dari ketiga model ini, Anda termasuk yang mana?
Image : papasemar.com

Diketik diatas Bus menuju kantor....

Minggu, 10 April 2016

Bersentuhan Dengan Suami/Istri Batalkan Wudhu?



Dalam sebuah perbincangan di masjid depan rumah hari Ahad kemarin, ada dialog cukup menarik tentang batal atau tidaknya wudhu jika bersentuhan antara suami dengan istri. Sebagian yakin sentuhan kulit suami istri membatalkan wudhu, dan yang lain yakin jika suami istri sudah halal maka tidak membatalkan wudhu.

Menariknya saya menemukan beberapa hadits sebagai berikut:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَنَامُ بَيْنَ يَدَىْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَرِجْلاَىَ فِى قِبْلَتِهِ فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِى فَقَبَضْتُ رِجْلَىَّ وَإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا – قَالَتْ – وَالْبُيُوتُ يَوْمَئِذٍ لَيْسَ فِيهَا مَصَابِيحُ.

Dari Aisyah رضي الله عنها beliau berkisah:

Aku tidur melintang di hadapan Rasulullah yang sedang shalat. Kedua kakiku terletak di arah kiblat. Jika beliau hendak bersujud beliau sentuh kakiku sehingga kutarik kedua kakiku. Jika beliau bangkit berdiri kembali kuluruskan kakiku. Aisyah bercerita bahwa pada waktu itu tidak ada lampu di rumah

Diriwayatkan oleh al Bukhari no. 375 dan Muslim no. 272

Nabi صلى الله عليه وسلم  juga pernah mencium kening istrinya sebelum melaksanakan sholat, namun dengan catatan mencium tanpa syahwat, hanya sebatas mencium.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ بَعْضَ أَزْوَاجِهِ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأ

Dari Aisyah رضي الله عنها

Sesungguhnya Nabi itu sering mencium salah seorang istri kemudian beliau langsung shalat tanpa mengulang wudhu.

Diriwayatkan oleh an Nasai no 170 dishahihkan oleh al Albani.

----

Demikian diantata riwayat yg menunjukkan bahwa menyentuh suami/istri/mahram yg lain bukan termasuk pembatal wudhu.

Jadi tidak perlu menghindar dari suami/istri ketika berpapasan setelah wudhu.

Wallahu a'lam

Alun-alun Caruban 11-04-16
Image : http://www.muslimahcorner.com

Rabu, 24 Februari 2016

Islam Ki Ora Angel


Islam ki ora angel

Syahadat
sholat
puasa
zakat
haji

wis.
ra ono liyane.

nek perkoro limo mau dilakoni...
halahhhh....
joss wis
josss tenan.

wis rasah kakehan polah apik donyo akhirate.
syahadate dipraktekne.
ono wala
ono baro
ojo syirik, ojo sombong
cekelane jelas.
quran dadi manifestasi syahadah sing pertama.
lakoni dawuhe gusti ning nggon Al Quran.
ono ngurmati wong tuwo.
ono menuntut ilmu.
ono golek penguripan donyo
ono dawuh qiyamullail
ono dawuh ngurmati tonggo
ono dawuh sedekah
ono dawuh bersuci
ono dawuh ghaddul bashar
ono dawuh uluk salam
ono dawuh paseduluran
ono dawuh ra entuk judi
ono dawuh ra entuk mabok
ora pareng mangan asu
ora pareng mangan babi
ora pareng mangan getih
entuk mangan iwak banyu meskipun wis mati disik
ono dawuh qurban

lha kanggo nglakoni syahadat Rasul. syahadat sing kaping loro...
yo lakoni sunnah rosul
buku Haditsmu dibuka



sunah rosul ki akeh
ojo mung malem jumat kumpul bojo.
dawuh dawuhe kanjeng nabi ki yo akeh....

tuntunan doa
sunat
bersuci
moco quran
sedekah
nutup aurat
rabi
kumpul bojo ki yo ono tuntunane
momong anak
dagang
perang
mbangum nasyarakat
ekonomi
manajemen
noto negoro
ngadepi musuh
ra entuk musuhan karo konco
corone ngising
carane turu
carane maem
carane ngombe
nganggo ageman
nganggo pewangi
bojo papat yo diajari. gak mung golek prawan ayu kinyis.. Rondo diopeni cah.
dadi syahadat ki pangejowantahane ngono kuwi.

mangsane syahadat ki waton lambe muni?
ora iso.
suwargo ki larang, ora iso nek gur dituku nganggo lambene dewe ngucap syahadat.
yo dipraktekne quran haditse barang

Image : https://www.theodysseyonline.com/connection-between-islam-modern-terrorism

Senin, 08 Februari 2016

Ini Baru Cerdas


manusia cerdas.... hanya mereka yg persiapkan kehidupan setelah kematian.

orang pintar kalah dengan orang bejo
orang bejo kalah sama yang persiapkan detik2 jelang sakaratul maut, detik2 sakaratul maut dan detik2 pasca sakaratul maut.

semoga orang tua kita khusnul khatimah,
kita khusnul khatimah,
keluarga kita khusnul khatimah,
orang yg kita cintai khusnul khatimah.
Anda..... khusnul khatimah.
amin.

Image : http://www.ummi-online.com/agar-anak-cerdas-intelektual.html

Ikhlas Ringan di Lisan Berat di Amal


Ikhlash adalah satu kata pendek yang sangat mudah diucap, tapi sangat berat dalam menjalani.

Orang yang ikhlas tidak pernah mengklaim bahwa dirinya ikhlas.

Seseorang yang meninggalkan sebuah amalan karena takut dianggap tidak ikhlas, sesungguhnya tidak ikhlas.

ikhlas adalah ketika kita melakukan apapun hanya berharap apa yang dilakukan bermanfaat bagi orang lain, tanpa berharap penghargaan, simpati dan rasa terima kasih.

ikhlas adalah ketika kita melakukan amalan hanya mengharap ridha Allah semata.

Ikhlas adalah ketika ada orang yang menyaksikan atau tidak, kita tetap beramal sepenuh hati.

Berhati-hatilah dengan perusak keikhlasan, dengan berharap perhatian, pengakuan, dan simpati.

Perusak keikhlasan nyaris tak terasa tak terlihat. seperti semut hitam berjalan pelan diatas batu hitam dalam kepekatan malam.

Hati-hati yang gemar share karena rasa bangga, rasa hebat...

Wallahua'lam

image : http://www.vemale.com/inspiring/lentera/66782-belajar-ikhlas-dari-kisah-ubi-dan-kambing.html


Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com