Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 31 Maret 2014

7 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir



REPUBLIKA.CO.ID,  Amal Jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah wafat. Amalan tersebut terus memproduksi pahala yang terus mengalir kepadanya.

Hadis tentang amal jariyah yang populer dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang berman­faat, dan anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).

Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebar­luaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Di dalam hadis ini disebut tujuh macam amal yang tergolong amal jariah sebagai berikut.

1. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, seperti diskusi, ceramah, dakwah, dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah me­nulis buku yang berguna dan mempublikasikannya.

2. Mendidik anak menjadi anak yang saleh. Anak yang saleh akan selalu berbuat kebaikan di dunia. Menurut keterangan hadis ini, kebaikan yang dipeibuat oleh anak saleh pahalanya sampai kepada orang tua yang mendidiknya yang telah wafat tanpa mengurangi nilai/pahala yang diterima oleh anak tadi.

3. Mewariskan mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya.

4. Membangun masjid. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Orang yang membangun masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang beribadah di mas­jid itu.

5. Membangun rumah atau pondokan bagi orang-orang yang bepergian untuk kebaikan. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk istirahat sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membangunnya.

6. Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tampat-tempat orang yang membutuhkannya atau menggali sumur di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak. Setelah orang yang mengalirkan air itu wafat dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus mengalir.

Semakin banyak orang yang memanfaat­kannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membangun sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan mem­berinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).

7. Menyedekahkan sebagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Sumber : Ensiklopedi Hukum Islam dimuat di http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/06/28/m6appd-ini-7-amalan-yang-pahalanya-terus-mengalir
Ilustrasi, Masjid Perumahan Pesona Griya Wilis Madiun. Panitia Pembangunan Masjid Pesona Griya Wilis menerima wakaf pembaca untuk menyelesaikan proses pembangunan.
tahap berikutnya :
a.       pengerjaan atap, diperkirakan membutuhkan dan 30.000.000
b.      Pengerjaan Lantai, sudah ada wakaf keramik, masih membutuhkan wakaf 30 sak semen, pasir dan tenaga kerja
Bagi yang berminat Wakaf bisa mentransfer melalui rekening LMI Madiun dengan menambahkan pecahan 150 untuk identifikasi penggunaan dana wakaf pembangunan Masjid.
Rekening :
BCA
1771064766
a.n. Miftahurrohman

BNI
9545951-0
a.n. Miftahurrohman

BNI SYARIAH

0243483412
a.n. Agus Hariono

BRI
6353-01-000219-50-1
a.n. Lembaga Manajemen Infaq

MANDIRI
144-00-1189170-9
a.n. Lembaga Manajemen Infaq Ukhuwah

BMI
742.00037.22 a.n.
LMI Cabang Madiun

BSM
2607007244 a.n.
LMI Cabang Madiun

BII
1051231127
a.n. Oki Surendro

JATIM
0052765897
a.n. Miftahurrohman

Setelah mentransfer mohon konfirmasi ke nomor
·         081 234 200 200
·         085 645 200 200
·         083 872 200 200
·         087 738 200 400
·         PIN : 3165D4F8

Sabtu, 22 Maret 2014

Kadal dan Sedekah



Kita sudah sangat biasa membaca kisah ini. Bagaimana luarbiasanya manfaat membantu orang lain - berbagi dengan orang lain. Barangkali hanya sedikit yang kita berikan akan tetapi manfaat bagi orang lain sungguh sangat luar biasa. Untuk itu mari kita selalu bersedekah meskipun sedikit. Dan mari kita ambil hikmah dari kisah inspiratif ini.

---

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu.

Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan eekor kadal terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran.

Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun. Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.

Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya....AHHHH!

Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta ...cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.

Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

---

Pernahkah kita membayangkan apa yang bakalan terjadi jika tidak ada kadal lain yang membantu kadal malang ini? Tentu secara logika kadal ini akan mati dalam waktu yang tidak terlalu lama. Pertolongan yang rutin diberikan oleh kadal lain inilah yang menjadi tangan panjang Allah dalam memberikan jawaban mengapa selama itu sang kadal yang malang ini bisa bertahan.

Ini pula yang menjadikan zakat, infaq dan sedekah sebaiknya tak usah menunggu datangnya Ramadhan, karena saudara kita yang kekurangan tak mungkin harus menunggu datangnya Ramadhan baru menerima uluran tangan kita. Mereka butuh bantuan hari ini untuk memenuhi keperluan hari ini. Anak-anak fakir miskin dan yatim tidak mungkin baru memenuhi kebutuhan hidup mereka pada bulan Ramadhan. 

image : pleisbilongtumi.wordpress.com

Sedekah Yang Paling Afdhol



Dalam sebuah hadits terdapat penjelasan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai aktifitas bersedekah yang paling utama alias afdhol.

Tidak semua bentuk bersedekah bernilai afdhol. Bagi orang yang berusia muda dan sedang energik tentunya bersedekah memiliki nilai lebih tinggi di sisi Allah daripada bersedekahnya seorang yang telah lanjut usia, sakit-sakitan, dan sudah menjelang meninggal dunia.

Untuk itulah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberikan gambaran kepada ummatnya mengenai sedekah yang paling afdhol.“Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhary)

Coba lihat betapa detilnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan ciri orang yang paling afdhol dalam bersedekah. Sekurangnya kita temukan ada empat kriteria: (1) Dalam keadaan sehat lagi loba alias berambisi mengejar keuntungan duniawi; (2) dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya; (3) dalam keadaan sangat khawatir menjadi miskin dan (4) tidak dalam keadaan sudah menjelang meninggal dunia dan bersiap-siap membuat aneka wasiat soal harta yang bakal terpaksa ditinggalkannya.

Pertama, orang yang paling afdhol dalam bersedekah ialah orang yang dalam keadaan sehat lagi loba alias tamak alias berambisi sangat mengejar keuntungan duniawi.

Artinya, ia masih muda lagi masa depan hidupnya masih dihiasi aneka ambisi dan perencanaan untuk menjadi seorang yang sukses, mungkin dalam karirnya atau bisinisnya.

Dalam keadaan seperti ini biasanya seseorang akan merasakan kesulitan dan keengganan bersedekah karena segenap potensi harta yang ia miliki pastinya ingin ia pusatkan dan curahkan untuk modal menyukseskan berbagai perencanaan dan proyeknya.

Dengan dalih masih dalam tahap investasi, maka ia akan selalu menunda dan menunda niat bersedekahnya dari sebagian harta yang ia miliki. Karena setiap ia memiliki kelebihan harta sedikit saja, ia akan segera menyalurkannya ke pos investasinya.

Setiap uang yang ia miliki segera ia tanam ke dalam bisnisnya dan ia katakan ke dalam dirinya bahwa jika ia bersedekah dalam tahap tersebut maka sedekahnya akan terlalu sedikit, lebih baik ditunda bersedekah ketika nanti sudah sukses sehingga bisa bersedekah dalam jumlah ”signifikan” alias berjumlah banyak. Akhirnya ia tidak kunjung pernah mengeluarkan sedekah selama masih dalam masa investasi tersebut.

Kedua, bersedekah ketika dalam keadaan sedang sangat ingin menjadi kaya. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam seolah ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti bersedekahnya kurang bernilai dibandingkan orang yang dalam keadaan berambisi menjadi kaya. Sebab bila seorang yang sedang berambisi menjadi kaya bersedekah berarti ia bukanlah tipe orang yang hanya ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri.

Ia sejak masih bercita-cita menjadi kaya sudah mengembangkan sifat dan karakter dermawan. Hal ini menunjukkan bahwa jika Allah izinkan dirinya benar-benar menjadi orang kaya, maka dalam kekayaan itu dia bakal selalu sadar ada hak kaum yang kurang bernasib baik yang perlu diperhatikan.

Sekaligus kebiasaan bersedekah yang dikembangkan sejak seseorang baru pada tahap awal merintis bisnisnya, maka hal itu mengindikasikan bahwa si pelaku bisnis itu sadar sekali bahwa rezeki yang ia peroleh seluruhnya berasal dari Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah Ar-Razzaq.

Hal ini sangat berbeda dengan orang kaya dari kaum kafir seperti Qarun, misalnya. Qarun adalah tokoh kaya di zaman dahulu yang di dalam meraih keberhasilan bisnisnya menyangka bahwa kekayaan yang ia peroleh merupakan buah dari kepiawaiannya dalam berbisnis semata.

Ia tidak pernah mengkaitkan kesuksesan dirinya dengan Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah swt. “Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku".(QS Al-Qshshash ayat 78)

Ketiga, sedekah menjadi afdhol bila si pemberi sedekah berada dalam keadaan khawatir menjadi miskin. Walaupun ia dalam keadaan khawatir menjadi miskin, namun hal ini tidak mempengaruhi dirinya. Ia tetap berkeyakinan bahwa bersedekah dalam keadaan seperti itu merupakan bukti ke-tawakkal-annya kepada Allah.

Ia sadar bahwa jika Allah kehendaki, maka mungkin sekali dirinya menjadi kaya atau menjadi miskin. Itu terserah Allah. Yang pasti keadaan apapun yang dialaminya tidak mempengaruhi sedikitpun kebiasaannya bersedekah.

Ia sudah menjadikan bersedekah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Persis gambarannya seperti orang bertaqwa di dalam Al-Qur’an:”... yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134)

Keempat, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sangat mewanti-wanti agar jangan sampai seseorang baru berfikir untuk bersedekah ketika ajal sudah menjelang. Sehingga digambarkan oleh beliau bahwa orang itu kemudian baru menyuruh seorang pencatat menginventarisasi siapa-siapa saja fihak yang berhak menerima harta miliknya yang hendak disedekahkan alias diwasiatkan.

Ini bukanlah bentuk bersedekah yang afdhol. Sebab pada hakikatnya, seorang yang bersedekah ketika ajal sudah menjelang, berarti ia melakukannya dalam keadaan sudah dipaksa oleh keadaan dirinya yang sudah tidak punya pilihan lain.

Bila seseorang bersedekah dalam keadaan ia bebas memilih antara mengeluarkan sedekah atau tidak, berarti ia lebih bermakna daripada seseorang yang bersedekah ketika tidak ada pilihan lainnya kecuali harus bersedekah.

Itulah sebabnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam lebih menghargai orang yang masih muda lagi sehat bersedekah daripada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berfikir untuk bersedekah.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedekah yang paling afdhol. Terimalah, ya Allah, segenap infaq dan sedekah kami di jalanMu. Amin.-

image : http://experiential-ed.mcmaster.ca/political-science/images/2564176_mega.jpg/image_view_fullscreen

Senin, 24 Februari 2014

Pengaruh Tabiat Istri Terhadap Cara Suami Mencari Nafkah





Hasan al-Bashri berkata:

"Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli dari pedagang lain."

2 tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya:

"Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?"

Ia menjawab : "Iya benar"

Aku bertanya lagi:

"Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!"

Ia pun bercerita:

"Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia menganggapnya sedikit. Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata:

'Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal). Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)'."

Masha Allah...

Milikilah sifat Qana'ah -suka menerima- / jiwa selalu merasa cukup.

Janganlah menjadi jurang dosa bagi Suamimu. Wanita shalihah akan mendorong Suaminya kpd kebaikan, sedangkan wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya untuk berbuat dosa.

CUKUPKAN DIRI DGN YG HALAL.

Ukuran Rizki itu terletak pada keberkahannya, bukan pada jumlahnya.

-------------

[Kitab al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (5/252) karya Abu Bakr Ahmad Bin Marwan bin Muhammad ad-Dainuri al-Qodhi al-Maliki. Penerbit: Jum’iyyah at-Tarbiyyah]~

Sabtu, 22 Februari 2014

Kisah Nyata : Mengukir Masa Depan Anak Melalui Sikap Orang Tua



Ada dua orang tua yang sangat berbeda memperlakukan anaknya. keduanya sangat ekstrim berlawanan yang mestinya memiliki efek berbeda terhadap perkembangan sang anak.

Hari Jumat 21 Pebruari 2014, saya antri potong rambut, saya melihat seorang ayah yang membiarkan sang anak melakukan eksplorasi sesuka anaknya. Bagi beberapa orang melihat sang ayah memiliki tingkat kecuekan yang luar biasa. memanjat kursi, berdiri diatas kursi, memainkan koran dan semuanya. Sementara sang ayah asyik membaca koran dengan cueknya.

Antrian yang panjang tidak membuat sang anak bosan. bahkan semakin asyik dengan segala kesibukannya. sesekali sang anak memanggil ayahnya dan si ayah tetap cuek. Sampai menjelang gilirannya, sang anak kemudian menyiapkan sendiri untuk dipangkas rambutnya. dilepasnya jaket yang sejak tadi memang tidak dilepas, kemudian naik ke kursi pangkas tanpa sedikitpun memintantolong orang tuanya.

Ada satu pertanyaan yg bermain-main di otak saya. Apakah sang ayah membiarkan sang anak sedemikian rupa karena memang anaknya bisa mandiri, atau kemandirian sang anak terbentuk karena pola asuh sang ayah.

Hari ini, Ahad 23 Pebruari 2014, saya mudik ke Purworejo karena kedua orangtua esok pagi hendak berangkat umroh. sepanjang perjalanan, seorang ibu di kursi deretan sebelah saya memperlakukan anaknya dengan sikap yang sangat berlawanan dengan bapak yang mengantarvanaknya potong rambut.

Sang ibu sangat protektif dengan memberikan standar perilaku orang dewasa pada anaknya yang kira-kira seusia anak di tempat potong rambut. makan harus diam dan duduk. berdiri di kursi tidak boleh. Berdiri melihat keluar tidk boleh. pakaian harus rapi. Tidak boleh melihat mainan yang sedang dimainkan anak-anak saya. habis makan mulut harus bersih, berjalan kemanapun harus pakai sepatu/sandal. Sang anak terlihat begitu tertekan, tak ada kemandirian tergambar di wajahnya, bentakan-bentakan dan kata-kata perintah sang bunda tampak menekan jiwanya.

Perlakuan ibu ini bisa jadi karena sang anak yang cenderung ceroboh, atau karena sang anak kurang mandiri. Disisi lain, bisa jadi sikap sang ibulah yang menjadikan sang anak memiliki karakter tersebut. atau bisa jadi karena sang ibu menginginkan keselamatan, keteraturan, ketertiban menjadinbagian kehidupan sang anak. Bisa jadi karena sang ibu adalah single parent, karena sang ibu hanya bersama anak dan ibunya dalam perjalanan.

Melihat perlakuan dua orang diatas, tentu ada kurang dan lebihnya. Jika anak2 dilepas dan dibiarkan, ada saatnya resiko menghantui anak-anak. Jika over protective sang anak akan merasa tertekan dan kurang kreatif.

Sepertinya kita butuh belajar dari para ahli dalam memperlakukan anak-anaknya.

jika anak banyak dicela, maka ia akan terbiasa menyalahkan orang lain…

jika anak banyak dimusuhi, maka ia akan terbiasa menentang dan mendendam…

jika anak banyak ditakut-takuti, maka ia akan selalu merasa cemas dan gelisah…

jika anak banyak dikasihani, maka ia terbiasa meratapi nasibnya…

jika anak selalu di olok-olok, maka ia akan menjadi rendah diri dan pemalu…

jika anak selalu dilingkupi oleh rasa iri, maka ia akan terbiasa merasa bersalah…

jika anak selalu dibohongi, maka ia  akan terbiasa hidup dalam kepalsuan…

jika anak terlalu banyak ditolong, maka ia akan terbiasa hidup tergantung pada orang lain…

jika anak banyak diberi pengertian, maka ia akan terbiasa menjadi penyabar…

jika anak banyak diberi dorongan, maka ia akan terbiasa untuk percaya diri…

jika anak banyak dipuji, maka ia akan terbiasa untuk menghargai orang lain…

jika anak selalu diterima oleh lingkungannya, maka ia akan terbiasa menyayangi dan mengasihi…

jika anak tidak banyak dipersalahkan, maka ia akan bangga menjadi dirinya sendiri…

jika anak banyak mendapatkan pengakuan, maka ia akan dengan pasti menetapkan tujuan hidupnya…

jika anak diperlakukan dengan jujur, maka ia akan terbiasa untuk berbuat benar…

jika anak diasuh dengan tidak berat sebelah, maka ia akan terbiasa untuk berbuat adil…

jika anak mengenyam rasa aman dirumah, maka ia akan terbiasa untuk mempercayai orang disekitarnya…

jika anak banyak diberi kesempatan, maka ia akan menjadi anak yang berani berekspresi dan kreatif…

jika anak banyak diberi kepercayaan, maka ia akan menjadi anak yang mandiri…

jika anak banyak mendapatkan cinta kasih, maka ia akan menjadi orang yang peduli dan penuh empati…


Wallahua'lam bishshawab.

Jumat, 21 Februari 2014

Berharap Surga dari Tepalak Kaki Siapa? (Berdasar kisah nyata)





21 Pebruari 2014, paviliun merpati RSSM
Selama 15 hari wanita ini sakit, dalam igauan selama tidur, wanita ini sangat sering menyebut, memanggil dan menanyakan anak pertama dan ketiga. (Anak ke-2 sdh meninggal). Sesekali menanyakan anak kelima. Yang sangat ganjil adalah anak keempat, hanya disebut ketika marah, marah besar, memaki, mengumpat dan perasaan ditelantarkan. Anak keempat ini selalu membuat wanita ini marah, marah besar, sampai2 dimaki2, diumpat karena wanita ini merasa ditelantarkan.

Kalau Anda baca tulisan diatas merasa ngeri gak? Dalam alam bawah sadar, wanita ini sangat membenci salah satu anaknya. bukan karena kecacatan fisiknya, bukan karena memalukan secara performance, bukan memalukan karena status sosialnya, tapi karena si wanita merasa diperlakukan tidak baik.

Kalau kita yang beriman dan yakin dengan janji Allah dan Rasulnya.... Pasti akan berpikir betapa hari pembalasan nanti anak ini akan mengalami hari2 yang mengerikan. bahkan sejak kehidupan di dunia ini akan mengalami kehidupan yang sulit.

Kita kan masih ingat ridha Allah ada pada Ridha seorang ibu. kalau jelas tidak ridha begini bagaimana kira-kira ke depannya?

Ini dua hal yg sdh jelas kebenarannya.
1. Ridha Allah ada pada Ridha ibu, jelas kebenarannya. Syurga di telapak kaki ibu, jelas kebenarannya.
2. Sang ibu tidak pernah mencari, menanyakan dan selalu marah pada anak ini. Adalah indikasi jelas si ibu tidak ridha anaknya.

Kita yang ngalami atau setelah membaca tulisan ini hanya ada 3 golongan kesimpulan yang ada di kepala kita.
1. Si anak pasti kerlaluan
2. Berharap si anak minta maaf dan berubah
3. Perkataan ibu tidak bisa dipertanggungjawabkan karena dalam kondisi mengigau.

Kita bisa punya pendapat berbeda.
Orang2 dengan pilihan nomor 1 biasanya sangat mengerti perasaan si ibu.
Orang2 dengan pilihan nomor 2 biasanya sangat bijaksana.
Orang2 dengan pilihan nomor 3 biasanya sangat mengagungkan akalnya, kurang bisa memetik hikmah setiap kejadian...
Kira-kira Anda termasuk golongan yang mana.

Hanya Allah yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Wallahua'lam.

PESAN :
Bagi yang masih memiliki orang tua, perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya. lebih hormat kepada beliau dari pada siapapun. atasan kita, tetangga kita, dan siapapun. lalu kalau kepada yang lain kita menggunakan bahasa yang begitu halus (jawa:kromo), mengapa kepada kedua orang tuanya tidak??

Bagi yang masih memiliki orang tua, perintahnya... bahkan keinginannya ibarat tombol ENTER dalam komputer/laptop kita. begitu tombol ditekan, begitu perintah dijalankan. kita tak pernah ingin ada delay ketika kita menekan tombol enter.

Bagi orang tua : perlu diketahui...

doa seorang ayah sangat mustajab bagi anaknya, berdoalah dengan doa yang baik jika Anda seorang ayah....

kata-kata seorang ibu sangat mustajab dan bisa dikabulkan dalam waktu yang sangat singkat. oleh karena itu bagi Anda seorang ibu... hati-hati dengan perkataan Anda kepada ananda.

bagi kaum wanita terutama yang masih gadis... saya menyarankan dari sekarang untuk belajar berkata-kata yang halus kepada siapapun agar nanti ketika memiliki putra/putri tidak sekalipun keluar kata-kata yang tidak baik kepada mereka.

image : http://husnahdiahhusada.blogspot.com/2012/08/pemasangan-infus.html

Sabtu, 15 Februari 2014

Keajaiban Zikir Terhadap Otak

Firman Allah yang artinya:
  • "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan tenteram hati mereka dengan zikrullah, ketahuilah hanya dengan mengingat Allah itu, hati menjadi tenteram." (Ar-Ra'd, ayat 28)
Otak hanyalah aktivitas-aktivitas bio-elektrik yang melibatkan sekumpulan saraf yang dipertanggungjawabkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu untuk memungkinkan ia bekerja dengan sempurna.
Setiap hari 14 juta saraf yang membentuk otak ini berinteraksi dengan 16 juta saraf tubuh yang lain. Semua aktivitas yang kita lakukan dan pemahaman atau ilmu yang kita peroleh adalah natijah dari aliran interaksi bio-listrik yang tidak terbatas.
Oleh karena itu, apabila seorang itu berzikir dengan mengulangi kalimat-kalimat Allah, seperti Subhanallah, beberapa kawasan otak yang terlibat menjadi aktif.
Ini menyebabkan satu aliran bio-listrik di wilayah saraf otak tersebut. Bila zikir disebut berulang-ulang kali, aktivitas saraf ini menjadi bertambah aktif dan turut menambah tenaga bio-listrik.
Lama-kelamaan kelompok saraf yang sangat aktif ini mempengaruhi kelompok saraf yang lain untuk turut sama aktif. Dengan itu, otak menjadi aktif secara keseluruhan.
Otak mulai memahami hal baru, melihat dari sudut perspektif berbeda dan semakin kreatif dan kritis, sedang sebelum berzikir otak tidak begini. Otak yang segar dan fit secara tidak langsung mempengaruhi hati untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.
Hasil penelitian laboratorium yang dilakukan terhadap subjek ini dimuat dalam majalah Scientific American, edisi Desember 1993.
Satu penelitian yang dilakukan di Universitas Washington dan tes ini dilakukan melalui tes pemindaian PET yang mengukur kadar aktivitas otak manusia secara tidak sadar.
Dalam penelitian ini, sukarelawan diberikan satu daftar kata benda. Mereka diharuskan membaca setiap kata tersebut satu persatu dan menghubungkan kata-kata dengan kata kerja yang terkait.
Ketika sukarelawan melakukan tugas mereka, beberapa bagian berbeda otak menunjukkan peningkatan aktivitas saraf, termasuk di bagian depan otak dan korteks.
Menariknya, apabila sukarelawan ini mengulangi daftar kata yang sama berulang-ulang kali, aktivitas saraf otak merebak pada kawasan lain dan mengaktifkan kawasan saraf lain. Ketika daftar kata baru diberikan kepada mereka, aktivitas saraf kembali meningkat di daerah pertama.
Ini sekaligus membuktikan secara ilmiah bahwa kata yang diulang-ulang seperti perbuatan berzikir, terbukti meningkatkan kebugaran otak dan menambah kemampuannya.
Subhanallah, "maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan ?" (Sumber: ILuvIslam MELALUI http://www.jurnalhajiumroh.com/post/dunia-islam/-keajaiban-zikir-terhadap-otak)


Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com