Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 13 Juli 2016

Tentang Nabiku



KulTwit hal-hal 'pribadi' dari Sang Nabi dari Asy Syamaail Al Muhammadiyah karya At Tirmidzi Shalih(in+at)?;)

1. Perawakan Sang #Nabi tidak tinggi, tidak pendek. Rambutnya tidak keriting, tak pula lurus. Wajah beliau tidak bulat, bukan pula persegi.

2. Kulit Sang #Nabi cerah, putih kemerah-merahan. Rambutnya disisir ketika sebahu, digerai ketika sepapak daun telinga. Dahinya lebar.

3. Alis Sang #Nabi melengkung & panjang, tebal, nyaris bertaut di tengah. Di antara keduanya terdapat urat yang memerah saat beliau marah.

4. Bola mata Sang #Nabi indah & hitam, bulu matanya lentik menawan. Hidungnya mancung, bagian atasnya pancarkan cahaya. Kedua pipinya datar.

5. Janggut Sang #Nabi menggaris dari depan telinga, menebal menuju dagu. Mulutnya lebar, gigi-giginya besar, dari selanya memancar cahaya.

6. Dari bawah janggut Sang #Nabi beralur kebawah bulu-bulu halus, lewat leher, melebat di dada, melajur bagai tongkat hingga ke pusarnya.

7. Leher Sang #Nabi jenjang & indah. Perut beliau sama rata dengan dadanya yang bidang. Jarak antara kedua bahu lebar. Persendiannya kokoh.

8. Lengan Sang #Nabi jenjang, telapaknya lebar & tebal, jemarinya panjang. Telapak kaki beliau melengkung, halus hingga airpun tak menempel.

9. Sang #Nabi berjalan dengan langkah kaki nan lebar, begitu langsam seolah menuruni bukit, tubuh beliau ikut bergoyang anggun tiap langkah.

10. Kalau menoleh, #Sang Nabi berbalik dengan seluruh badan, lebih sering menunduk dibanding mendangak, melihat dengan penuh perhatian.

11. Dulu #Nabi suka menyisir rambut ke belakang, seperti Ahli Kitab. Saat nyata keingkaran, beliau selisihi mereka dengan menyisir belahnya.

12. Sang #Nabi suka memperbanyak minyak rambut. Kata Anas, uban beliau nan 20 helai jadi tak tampak. Beliau gemar merapikan janggutnya.

13. Sang #Nabi punya sebuah celak khusus yang beliau gunakan menjelang tidurnya. Tiga kali untuk kanan & kiri, sejuk & menumbuhkan bulu.

14. Pakaian kesukaan Sang #Nabi adalah gamis berwarna putih, hibarah buatan Yaman berwarna merah, & baju sampir 2 helai warna hijau & hitam.

15. Sang #Nabi berminyak wangi di seluruh tubuhnya. Isteri beliau mengoleskan di sekujur badan, lalu beliau sendiri wangikan bagian 'aurat.

16. Jemari manis RasuluLlah dilingkari cincin perak, matanya dari batu Habasyah bertulis "Muhammad Rasul Allah". Dilepas jika ke Peturasan.

17. Sang #Nabi menyimpan selalu selimut Khadijah; selimut yang menenangkan saat beliau terguncang wahyu pertama & di dalamnya beliau diseru.

18. Sang #Nabi suka olahraga lari. Kadang bersama isteri. Kadang dengan anak-anak kecil yang beliau lombakan siapa duluan menangkap beliau.

19. #Nabi suka minum susu di wadah yang sama dengan isterinya, ditepatkan di bekas bibirnya. Anggur, zaitun, & buah lain, segigit berdua.

20. Tidur Sang #Nabi tak pernah tengkurap. Jika miring berbantal telapak & kakinya disilang, jika telentang kaki kanan diletak di atas kiri.

21. Kadang dalam renung khusyu', Sang #Nabi duduk dengan lutut diangkat menempel ke perut. Suka bersandar bantal, tapi TIDAK di saat makan.

22. #Nabi suka mandi bersama & bercanda main air dengan isteri-isterinya, bahkan pada Saudah yang tua. Usia tak menghalangi kemesraan itu.

23. Penutup kepala kesayangan #Nabi adalah serban hitam, dikenakan dengan ujung menjatuh di pundak. Sandalnya bertali dua dari kulit hewan.

24. Makanan kesukaan #Nabi -jarang beliau nikmati- adalah paha kanan kambing. Camilannya hais; campuran kurma rendam dengan keju & yoghurt.

25. #Nabi yang penuh cinta memberi nama semua miliknya; dari perkakas rumah-tangga, bejana, gelas, kuda, unta, keledai, pedang, tombak, dll.

26. #Nabi makan roti dari tepung utuh yang tak diayak (dulu dianggap rendah; sekarang sehat berserat;), lauknya minyak zaitun, cuka, labu.

27. #Nabi TIDAK PERNAH mencela makan. Jika menyukainya beliau memakannya penuh syukur, jika tidak suka beliau cukup diam tanpa komentar.

28. #Nabi mengerjakan sendiri apa yang beliau bisa di urusan rumah tangga; menambal baju sobek, menjahit sandal rusak, memerah susu, dll.

29. #Nabi sangat suka bersiwak bersih gigi; akan shalat, akan membaca Al Quran, akan menemui tamu & sahabat, & terutama akan MENEMUI ISTERI.

30. #Nabi tak pernah jijik pada isteri yang haidh (sebagaimana kebiasaan Arab & Yahudi), beliau tetap bermesra, hanya menghindari jima'.

31. Saat 'Aisyah haidh, #Nabi tiduran di pangkuannya sambil baca Quran; atau meletakkan kepala di antara paha 'Aisyah, tidur dalam hangat.

32. Bahkan tuk shalat malampun, #Nabi minta izin pada isteri yg sedang bersama di ranjang. "Apa kau izinkan malam ini aku menghadap Rabbku?"

33. Karena sempitnya kamar #Nabi, saat shalat malam beliau b'diri hadap 'Aisyah. Jk hendak sujud, disentuhnya kaki sang isteri agar ditekuk.

SUMBER Kultwit ust @Salimafillah

Bibit Tak Bertunas



Alkisah di sebuah kerajaan, karena raja tidak punya putra penerus, ia menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya. Untuk itu beliau membuat sayembara, agar diseleksi di setiap daerah hingga ujian terakhir yang akan diseleksi oleh baginda raja sendiri.

Saat babak akhir tiba, tersisa 8 orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi berbagai tahap sebelumnya. Untuk itu, mereka harus menjalani tes terakhir sang raja di ibukota kerajaan. Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu persatu.

Di hadapan mereka, sang raja menyampaikan pesan. “anak-anakku tugas seorang abdi negara bukanlah hal yang mudah. Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian ber-8 terpilih sebagai calon terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, akan kuberi tiap orang 5 butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulang dan datanglah 2 minggu lagi kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini.”, titah sang raja.

2 minggu kemudian, di hadapan raja 7 pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba giliran pemuda ke-8. wajahnya tertunduk, nampak sedih dan malu.

Ia berkata, “Ampuni dan maafkan hamba Baginda, biji yang baginda berikan pada hamba, telah hamba tanam dan rawat dengan hati-hati, tetapi hingga hari ini, bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Hamba telah gagal menjalani titah baginda, tetapi hamba telah berusaha semaksimal mungkin, namun tidak tahu dimana letak kesalahan hamba.” Ujarnya.

Namun sang raja nampak tersenyum puas, bahkan beliau tertawa terbahak-bahak. Semua yang hadir di sana berpandangan heran melihat reaksi sang raja.

Lalu sang raja menepuk pundak si pemuda ke-8 dan berkata, “Terima kasih, anak muda aku senang dan puas. ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh rakyat negeri ini.” sambil berpandangan kepada semuanya.

Sang raja melanjutkan. “dengar baik-baik, pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku, ia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan. Memang tanamannya tidak tumbuh. Nampaknya ia gagal, tetapi sesungguhnya, biji yang aku berikan pada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu. Jadi jelas tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun. Aku sangat kecewa melihat tumbuhnya tunas yang kalian bawa. Kalian 7 pemuda yang tidak jujur! Berani benar, kalian menipu Rajamu!”

Segera ke7 pemuda yang lain memohon ampun, tetapi sang raja memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ke7 pemuda itu. 

Sumber : http://deardesy.blogspot.co.id/2011/05/bibit-yang-tak-bertunas.html

Image : https://hifdziua.wordpress.com/tag/ayam/
Bibit Yang Tak Bertunas Alkisah di sebuah kerajaan, karena raja tidak punya putra penerus, ia menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya. Untuk itu beliau membuat sayembara, agar diseleksi di setiap daerah hingga ujian terakhir yang akan diseleksi oleh baginda raja sendiri. Saat babak akhir tiba, tersisa 8 orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi berbagai tahap sebelumnya. Untuk itu, mereka harus menjalani tes terakhir sang raja di ibukota kerajaan. Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu persatu. Di hadapan mereka, sang raja menyampaikan pesan. “anak-anakku tugas seorang abdi negara bukanlah hal yang mudah. Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian ber-8 terpilih sebagai calon terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, akan kuberi tiap orang 5 butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulang dan datanglah 2 minggu lagi kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini.”, titah sang raja. 2 minggu kemudian, di hadapan raja 7 pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba giliran pemuda ke-8. wajahnya tertunduk, nampak sedih dan malu. Ia berkata, “Ampuni dan maafkan hamba Baginda, biji yang baginda berikan pada hamba, telah hamba tanam dan rawat dengan hati-hati, tetapi hingga hari ini, bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Hamba telah gagal menjalani titah baginda, tetapi hamba telah berusaha semaksimal mungkin, namun tidak tahu dimana letak kesalahan hamba.” Ujarnya. Namun sang raja nampak tersnyum puas, bahkan beliau tertawa terbahak-bahak. Semua yang hadir di sana berpandangan heran melihat reaksi sang raja. Lalu sang raja menepuk pundak si pemuda ke-8 dan berkata, “Terima kasih, anak muda aku senang dan puas. ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh rakyat negeri ini.” sambil berpandangan kepada semuanya, sang raja melanjutkan. “dengar baik-baik, pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku, ia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan. Memang tanamannya tidak tumbuh. Nampaknya ia gagal, tetapi sesungguhnya, biji yang aku berikan pada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu. Jadi jelas tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun. Aku sangat kecewa melihat tumbuhnya tunas yang kalian bawa. Kalian 7 pemuda yang tidak jujur! Berani benar, kalian menipu Rajamu!” Segera ke7 pemuda yang lain memohon ampun, tetapi sang raja memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ke7 pemuda itu.

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ

Umar Bin Khathab Takluk Pada Istrinya?



Suatu ketika, ada sahabat yang mengadu pada Umar perihal istrinya yang marah-marah kepadanya. Sahabat itu mendapatkan jawaban Umar yang tak disangka. “Istriku juga marah kepadaku, tapi aku diam saja. Ia yang mengurus rumahku, mencuci pakaianku, memasak makanan untukku dan merawat anak-anakku. Ia berhak untuk marah kepadaku kalau aku juga tak menurut kepadanya.” Sumber : http://deardesy.blogspot.co.id/2011/08/kecemburuan-aisyah-ra-kegalakkan-istri.html

Image : http://nkhaeriah.blogspot.co.id/2014/12/struktur-teks-biografi-umar-bin-khattab_9.html


Pada suatu malam beliau datang ke Masjidil Haram secara sembunyi-sembunyi untuk mendengarkan bacaan shalat Rasulullah. Waktu itu Rasulullah membaca surat al Haqqah. Umar bin Khattab kagum dengan susunan kalimatnya, lantas berkata pada dirinya sendiri- “Demi Allah, ini adalah syair sebagaimana yang dikatakan kaum Quraisy.” 

Kemudian beliau mendengar Rasulullah membaca ayat 40-41 (yang menyatakan bahwa Al Qur’an bukan syair), lantas beliau berkata, “Kalau begitu berarti dia itu dukun.” 

Kemudian beliau mendengar bacaan Rasulullah ayat 42, (Yang menyatakan bahwa Al-Qur’an bukan perkataan dukun.) akhirnya beliau berkata, “Telah terbetik lslam di dalam hatiku.” 

Akan tetapi karena kuatnya adat jahiliyah, fanatik buta, pengagungan terhadap agama nenek moyang, maka beliau tetap memusuhi Islam.
 
Kemudian pada suatu hari, beliau keluar dengan menghunus pedangnya bermaksud membunuh Rasulullah. Dalam perjalanan, beliau bertemu dengan Nu`aim bin Abdullah al ‘Adawi, seorang laki-laki dari Bani Zuhrah. Lekaki itu berkata kepada Umar bin Khattab, “Mau kemana wahai Umar?” 


Umar bin Khattab menjawab, “Aku ingin membunuh Muhammad.” 

Lelaki tadi berkata, “Bagaimana kamu akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhrah, kalau kamu membunuh Muhammad?” 

Maka Umar menjawab, “Tidaklah aku melihatmu melainkan kamu telah meninggalkan agama nenek moyangmu.” Tetapi lelaki tadi menimpali, “Maukah aku tunjukkan yang lebih mencengangkanmu, hai Umar? Sesugguhnya adik perempuanmu dan iparmu telah meninggalkan agama yang kamu yakini.”
 
Kemudian dia bergegas mendatangi adiknya yang sedang belajar Al Qur’an kepada Khabab bin al Arat. Tatkala mendengar Umar bin Khattab datang, maka Khabab bersembunyi. Umar bin Khattab masuk rumahnya dan menanyakan suara yang didengarnya. 


Kemudian adik perempuan Umar bin Khattab dan suaminya berkata, “Kami tidak sedang membicarakan apa-apa.” 

Umar bin Khattab menimpali, “Sepertinya kalian telah keluar dari agama nenek moyang kalian.” 

Iparnya menjawab, “Wahai Umar, apa pendapatmu jika kebenaran itu bukan berada pada agamamu?” Mendengar ungkapan tersebut Umar bin Khattab memukulnya hingga terluka dan berdarah, karena tetap saja saudaranya itu mempertahankan agama Islam yang dianutnya, Umar bin Khattab menyesal melihat darah mengalir pada iparnya.
 
Umar bin Khattab berkata, “Berikan kitab yang ada pada kalian kepadaku, aku ingin membacanya.” 


Maka adik perempuannya berkata, “Kamu itu kotor. Tidak boleh menyentuh kitab itu kecuali orang yang bersuci. Mandilah terlebih dahulu!” 

Lantas Umar bin Khattab mandi dan mengambil kitab yang ada pada adik perempuannya. Ketika dia membaca surat Thaha, dia memuji dan muliakan isinya, kemudian minta ditunjukkan keberadaan Rasulullah.  

Kemudian Umar bin Khattab menemui Rasulullah. Berkata Rasulullah kepadanya, “Ya Allah, ini adalah Umar bin Khattab. Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khattab.” Dan dalam riwayat lain, “Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan Umar.”
 
Seketika itu pula Umar bin Khattab bersyahadat, dan orang-orang yang berada di rumah tersebut bertakbir dengan keras. Menurut pengakuannya dia adalah orang yang ke-40 masuk Islam. Abdullah bin Mas’ud berkomentar, “Kami senantiasa berada dalam kejayaan semenjak Umar bin Khattab masuk Islam.”


Sumber : http://nkhaeriah.blogspot.co.id/2014/12/struktur-teks-biografi-umar-bin-khattab_9.html 
Suatu ketika, ada sahabat yang mengadu pada Umar perihal istrinya yang marah-marah kepadanya. Sahabat itu mendapatkan jawaban Umar yang tak disangka. “Istriku juga marah kepadaku, tapi aku diam saja. Ia yang mengurus rumahku, mencuci pakaianku, memasak makanan untukku dan merawat anak-anakku. Ia berhak untuk marah kepadaku kalau aku juga tak menurut kepadanya.”

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ
Suatu ketika, ada sahabat yang mengadu pada Umar perihal istrinya yang marah-marah kepadanya. Sahabat itu mendapatkan jawaban Umar yang tak disangka. “Istriku juga marah kepadaku, tapi aku diam saja. Ia yang mengurus rumahku, mencuci pakaianku, memasak makanan untukku dan merawat anak-anakku. Ia berhak untuk marah kepadaku kalau aku juga tak menurut kepadanya.”

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ

Kisah Panglima Perang Yang Dipecat Karena Tak Pernah Berbuat Kesalahan



Pada zaman pemerintahan Khalifah Syaidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang.

Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraish, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.

Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, "Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Allah yang Terhunus." Ya! .. beliau mendapat gelar langsung dari Rasulullah SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Allah yang Terhunus.

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang. Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit.

Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.

Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Syaidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat. Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, "Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!"

Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.

Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, _
"Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?"_

_"Walaikumsalam warahmatullah!
Betul Khalid!"_ Jawab Khalifah.

"Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?"

"Kamu tidak punya kesalahan."

"Kalau tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?"

"Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik."

"Lalu kenapa saya dipecat?" tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, "Khalid, engkau jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah kau pimpin, dan tak pernah satu kalipun kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjungmu. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan. Tapi, ingat Khalid, kau juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong''.

''Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini kau saya pecat. Supaya engkau tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja kau tak bisa berbuat apa-apa!"

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar.

Sambil menangis beliau berbisik, "Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!"

Bayangkan …. mengucapkan terima kasih setelah dipecat, padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun. Adakah pejabat penting saat ini yang mampu berlaku mulia seperti itu? Yang banyak terjadi justru melakukan perlawanan, mempertahankan jabatan mati-matian, mencari dukungan, mencari teman, mencari pembenaran, atau mencari kesalahan orang lain supaya kesalahannya tertutupi.

Jangankan dipecat dari jabatan yang sangat bergengsi, 'kegagalan' atau keterhambatan dalam perjalanan karir pun seringkali tidak bisa diterima dengan lapang dada. Akhirnya semua disalahkan, sistem disalahkan, orang lain disalahkan, semua digugat.....bahkan hingga yang paling ekstrim.... Tuhan pun digugat..

Kembali ke Khalid bin Walid, hebatnya lagi, setelah dipecat beliau balik lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemarin.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat. Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, "Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat."

Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, "Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Allah."

Sebuah cuplikan kisah yang sangat indah dari seorang Jenderal, panglima perang, ''Pedang Allah yang Terhunus''.

Patut direnungkan dan di hayati.   Baca ulang sekali lagi!!! 

Sumber :
http://www.bacaanpopuler.com/2016/06/kisah-panglima-perang-yang-di-pecat.html, 
http://deardesy.blogspot.co.id/
Image :  http://deardesy.blogspot.co.id/

Ngaku Beriman, Siaplah Diuji


Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji lagi?

Kata tanya menunjukkan makna sanggahan. Makna yang dimaksud ialah bahwa Allah Swt. pasti akan menguji hamba-hamba-Nya yang beriman sesuai dengan kadar iman masing-masing, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis sahih..

Manusia yang paling berat cobaannya ialah para nabi, kemudian orang-orang saleh, lalu orang yang terkemuka. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya; jika agamanya kuat, maka ujiannya diperberat pula.

sebaliknya : jangan sekali-kali orang-orang yang belum beriman mengira bahwa mereka luput dari cobaan dan ujian ini, karena sesungguhnya di belakang mereka terdapat siksaan dan pembalasan yang jauh lebih berat dan lebih pedih daripada apa yang mereka alami di dunia. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami. (Al-'Ankabut: 4)

Mojopurno Madiun

Image : https://elsunnah.wordpress.com/2013/12/30/ujian-iman/

Cerita Haramnya Rokok

*KATA SIAPA ROKOK HARAM...!!!???*

GURU : “Syeikh, menurut saya rokok itu tidak haram.”
Syeikh : “Kenapa?”
Guru : “Tak ada dalilnya. Saya ingin tahu, satu ayat saja yang menyebutkan ‘diharamkan atas kalian rokok’.”
Syeikh : “Apakah Anda makan jeruk, apel, maupun pisang?”
Guru : “Iya.”
Syeikh : Apakah” ada ayat yang menyebutkan bahwa jeruk, apel maupun pisang itu halal?”
Guru : “Tidak ada.”
Syeikh : “Bagaimana tidak ada, bagaimana Al Qur’an tidak menyebutkan mana yang halal dan mana yang haram, padahal Qur’an itu pedoman umat. Coba perhatikan firman Allah Ta’ala dalam surat al-A’raf : (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan MENGHALALKAN bagi mereka segala yang BAIK dan MENGHARAMKAN bagi mereka segala yang BURUK..(QS al A’raf 157).”

“Maka segala yang baik semisal daging (halal). jeruk, apel, susu dan lain-lain itu termasuk yang baik-baik sehingga termasuk yang
dihalalkan. Adapun yang buruk- buruk, maka Allah mengharamkannya.”
Guru : “Menurut kami, rokok itu termasuk thayyibaat (yang baik-baik), meskipun menurut Anda tidak baik.”
Syeikh : “Anda punya istri?”
Guru : “Ya…”
Syeikh : “Anda punya anak?”
Guru : “Ya …”
Syeikh : “Jika kaulihat anakmu memakan pisang, apakah kamu ridha?”
Guru : “Ya, tidak masalah…”
Syeikh : “Kalau kaulihat anakmu sedang menghisap rokok, apakah kamu ridha?”
Guru : “Tidak…”
Syeikh : “Kenapa?”
Guru : “Karena itu tidak baik (yakni termasuk sesuatu yang buruk).”
Syeikh: “Jika itu sesuatu buruk, bukankah masuk yang haram? Bagaimana pula jika yang merokok itu istrimu?”

Tiba-tiba sang guru mengeluarkan bungkusan rokok dari sakunya, ia meremas dengan tangannya lalu menginjak dengan kakinya, lalu ia berkata, “Mulai sekarang wahai Syeikh, saya bertaubat kepada Allah dari rokok.”

Jika rokok haram siapa yang akan hidupi petani tembakau?
Jika ganja haram siapa yang akan hidupi petani ganja?
Jika mencuri haram siapa yang akan hidupi maling?
Jika korupsi haram siapa yang akan hidupi koruptor?
Jika narkoba haram siapa yang akan hidupi kartel narkoba?
*Kalau cuma alasan pembenaran seperti itu, siapapun juga punya.*

Mengapa ibu hamil tidak boleh merokok...?
karena ROKOK tidak baik untuk si hamil dan calon bayinya.

Mengapa para pelajar tidak boleh merokok...?
karena ROKOK bukan ajaran baik, dan pelajar tidak diajarkan yg tidak baik.

Mengapa di toko buku, perpustakaan, majalah dan Koran tidak ada tuntunan cara merokok...?
karena jelas, ROKOK sesuatu yang tidak baik,

buat apa capek" mikir dan nulis faedah rokok, Kan Kaga bakal nemu.

Allah Ta'ala Berfirman

ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻠْﻘُﻮﺍ ﺑِﺄَﻳْﺪِﻳﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺘَّﻬْﻠُﻜَﺔِ ۛ.

"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." [ QS. Al Baqarah 195 ]

Rosulullah Shollallahu 'alayhi wasallam bersabda,
"Barangsiapa yang menghirup racun (dengan sengaja) hingga mati, maka ia akan menghirup racun itu selama-lamanya di neraka Jahannam." [HR. Al Bukhari dan Muslim]

Sebarkanlah Ilmu ini.
Semoga Bermanfaat

Yang merokok jangan marah ya 😊


Just Copaass dr wall FB Dessy Trisna Sagitasari

1 Ayah, 3 Anak dan 19 Kerbau


Ada
seorang
ayah yang

mempunyai
3 orang anak dgn
harta sebanyak :

"19 ekor kerbau" 🐮🐮

😘

Ketika
mendekati
ajalnya, sang
Ayah membagikan
warisan kepada ke tiga anaknya dengan pesan :

1/2 utk anak pertama,
1/4 utk anak kedua,
1/5 utk anak ketiga.

🙏🏿🙏🏿

Setelah
sang ayah
meninggal dunia. 😇

Ketiga
anaknya
membagikan
kerbau sesuai
pesan ayah mereka.


Tapi
mereka
menemukan
~ kesulitan 🤔
~ dan keganjilan 🤗

1/2 x 19 = 9,5 ekor
1/4 x 19 = 4,75 ekor
1/5 x 19 = 3,8 ekor

bahwa
masing2
mereka akan
mendapatkan bagian
kerbau yg tidak utuh 🐮

dan
masing2
anak TIDAK MAU
mengalah 😡

semua
berusaha
mendapatkan
bagian secara utuh 😟😟

😖😖😖

karena harta peninggalan sang ayah berjumlah 19 ekor kerbau.

🤓🤓

Kabar tentang pertengkaran mereka terdengar oleh seorang bapak miskin yg hanya mempunyai 1 ekor kerbau.

😎

Krn
prihatin
dgn hal tsb,
akhirnya sang bapak
menemui mereka,

😬😬

dan
bersedia
dengan ikhlas
memberikan kerbau nya

spy
masing2
anak mendapat
bagian yg utuh,

sehingga
jumlah kerbau
menjadi 19+1=20 EKOR

Anak2 itu setuju 😀👍🏽👍🏽

dan
mereka
mulai membagi :


Anak
pertama
mendapat :
1/2 x 20 = 10 ekor
😘

Anak
yang kedua
mendapat bagian :
1/4 x 20 = 5 ekor

😍👍🏽👍🏽


Anak
yang ketiga
mendapat bagian :
1/5 x 20 = 4 ekor.

😅🙏🏿🙏🏿

Demikianlah masing2 anak mendapatkan bagian yg utuh.

Dan
totalnya
ternyata 10+5+4=19.

            AJAIB KAN ?
                 😇😇


Akhirnya tersisa 1 ekor yang diberikan kembali pada bapak miskin yang bijak tadi.

Percayalah jika kita memberi dengan ikhlas untuk menjadi bagian dari solusi, ternyata kita TIDAK KEHILANGAN sesuatu apapun, malah memberi manfaat bagi sesama karena Allah lah yang akan menggantikan semua itu.

Seperti dlm kasus ini walaupun sebenarnya sang bapak yg miskin tidak mengharap kerbaunya kembali, krn ia telah ikhlas menjadi bagian dari solusi itu ...............!!!

PESAN MORAL :
Memberi,  tidak berarti akan mengurangi harta kita punya walau sepeserpun.


🙏🏿🙏🏿

#just share plus hanya Copy Paste....
Matematika + ikhlas membantu = Amal Sholeh.

Image : http://bibit.ditjennak.pertanian.go.id/jenis-rumpun/kerbau


Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com