Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 22 Maret 2013

Serba Serbi Santri Tahfidz Ummul Qur'an edisi Maret 2013

1. Minat Baca yang tinggi ditengah-tengah kesibukan menghafal

Menghafal bukan hal baru lagi bagi ulum, david dan fahrur yang sudah lebih dari 1,5 tahun berada di pondok tahfidz “Ummul Qur'an”. Berbeda dengan 7 santri lain yang tergolong baru hitungan bulan nyantri di pondok tahfidz. Akan tetapi prestasi menghafal mereka sungguh luar biasa. Misal saja si kembar Hasan & Husain, hafalannya sudah mencapai 3 juz. David ihsan yang juga sudah hafal 4 juz serta yang paling banyak hafalannya adalah Muh. Miftahul ulum yang sudah hafal 6 juz. Kemampuan masing-masing anak untuk menghafal memang berbeda-beda. Dan 6 santri diantaranya juga berusaha mengahafal dan rata-rata sudah 2 juz mereka hafal.
Saat ini ada 10 santri yang masih tetep istiqomah nyantri di Pondok tahfidz “Ummul Qur'an”. 10 santri ini antara lain muh. Miftahul ulum, david, fahrur, raka, helmi, effendi, hasan Husain, tata, dan  hanafi. Mereka mengaku betah belajar dan menghafal disana. Apalagi sekarang perpustakaan yang dipindah di pondok tahfidz, yang memang sebelumnya berada di kantor LMI Madiun. Dengan perpustakaan yang ada disana, sekarang anak-anak lebih suka membaca. Yah ada sisi positifnya juga, dengan begitu minat baca mereka semakin tinggi dan otomatis pengetahuan merekapun juga bertambah.

Untuk rutinitas sehari hari mereka sudah teratur dengan baik. Dari pagi sebelum adzan subuh berkumandang, mereka sudah bangun dan sholat malam berjama'ah. Dilanjut sholat subuh dan sedikit dzikir. Untuk antar jemput mereka pun juga sudah disediakan mobil transportasi mereka. Ibadah-ibadah sunah  tidak ditinggalkan. Puasa sunah senin-kamis menjadi puasa wajib bagi mereka terkecuali bagi yang sakit.. Tak jarang santri tahfidz juga memenuhi undangan dalam acara doa bersama, tasyakuran atau bahkan aqiqoh di rumah donatur LMI.  Semoga harapan kita bersama bisa segera terwujud yaitu menjadikan anak-anak hafidz Al Qur'an  dan dengan akhlak yang terdidik baik.


2. Seni Hadroh Khas Santri Tahfidz

Selain menghafalkan Al Qur'an santri tahfidz juga disibukkan dengan kegiatan extra yaitu seni hadroh. Kegiatan yang sudah dimulai 2 bulan yang lalu ini merupakan kegiatan yang dimanfaatkan anak- anak untuk melepas penat mereka dalam menghafal. Seni hadroh yang dipandu oleh P' Firdaus yang salah satu karyawan LMI ini menjadi salah satu icon atau simbol dari kreativitas para santri tahfidz dalam melestarikan kesenian islam.

Satu per satu anak memegang alat tabuh , dan 2 santri yang menjadi vocal yaitu david dan effendi. Lantunan solawat yang dibawakan anak-anak, merdu terdengar hingga tak jarang yang mendengar trenyuh dan berkaca-kaca. Harapannya Seni Hadroh khas anak-anak tahfidz dipersiapkan untuk layak tampil di depan masyarakat. Jadi akan semakin banyak kelebihan dan nilai plus yang mereka miliki selain menghafal juga ada seni hadroh yang mereka kuasai.

3.    Aktivitas Santri Tahfidz

Santri -santri yang bermukim disana terlihat nyaman tinggal di rumah tahfidz. Kesibukan dan rutinitas mereka sudah menyatu dengan diri mereka, sehingga tanpa ad komando atau pengingat, sudah otomatis dikerjakan. Misalnya saja dimulai dari bangun pagi.Sebelum subuh mereka sudah bangun dan saling membangunkan santri lain. Adzan dan iqomah pun juga sudah runtut bergantian satu dengan yang lainnya. Kebiasaan ini ternyata juga terbawa dirumah mereka masing-masing ketika mereka mendapat giliran untuk pulang. Tak jarang orang tua mereka mengaku bahagia dengan perubahan putranya yang menjadi semakin baik. “Lebih banyak di rumah untuk mengaji dan menghafal  daripada bermain diluar“ tutur salah seorang orang tua santri sambil mata beliau memerah dan berkaca-kaca.

Subhanallah sungguh besar pengaruh dan perubahan setelah berada di Pondok tahfidz. Berkah lain yang mereka dapatkan ialah santi tahfidz juga sering diundang kerumah donatur untuk doa bersama, tasyakuran, aqiqoh atau hanya sekedar berbagi rezeki pada mereka. Seni hadroh juga mereka dapatkan di pondok. Kesenian Islam yang dijadwalkan 2 kali dalam seminggu yaitu senin dan kamis jam 16.00 WIB dipandu oleh salah seorang karyawan LMI. Membuat kerajinan tangan juga sudah tersedia fasilitasnya. Tinggal mengasah kemampuan mereka saja. Bakat mereka yang masih murni perlu diarahkan agar kedepannya menjadi santri hafidz Qur'an yang berwawasan luas.

Jumat, 15 Maret 2013

Character building




Program  pembinaan ( Character building) yang sasaran utamanya adalah anak-anak asuh binaan LMI sudah berjalan semenjak seebelum digulirkannya program character building seperti sekarang ini. Memang dahulu konsepnya lebih sederhana dan hanya mengajarkan ilmu aqidah, akhlak saja dalam bentuk klasikal (digabung). Berbeda dengan konsep yang diterapkan  saat ini, pembinaan (character Building) lebih  variatif dan terprogram. Dalam artian anak-anak akan lebih terkontrol karena pembinaan yang dikelompokkan berdasarkan masing-masing tingkatan sekolah. Dengan begitu materi akan lebih mengena dengan kebutuhan ilmu yang pada dasarnya masing-masing tingkatan sekolah berbeda-beda.  Hasilnya pun akan lebih mudah dipantau karena masing-masing tentor mengasuh/mendidik 9-10 siswa.

Peserta Character Building:
-Anak asuh penerima Beasiswa LMI
-Anak remaja SMP dan  SMA/SMK

Waktu dan Tempat pembinaan:
Pembinaan (Character Building) dilaksanakan 1 minggu sekali dan dipilih hari minggu agar tingkat kehadiran anak-anak bisa maksimal. Untuk tempat pelaksanaanya kami menggudakan gedung/ aula rumah tahfidz “Ummul Qur’an” di Jl. Salak 2 barat VII.

Senin, 04 Maret 2013

Jangan Takut dengan Air Dingin

Mandi di pagi hari rasanya super malas. Kalaupun harus mandi, air panas menjadi pelarian.


Padahal, para ahli merekomendasikan mandi air dingin setiap pagi yang membantu membakar tumpukan lemak yang tak diperlukan.

"Ada bukti bahwa suhu dingin merangsang jaringan lemak di tubuh untuk membakar ekstra kalori. Cara ini juga bagus untuk meningkatkan metabolisme tubuh," ungkap Venice A. Fulton, seorang personal trainer dari London.

Menjaga metabolisme menjadi kunci bagi Anda untuk tetap bersemangat hingga 12-15 jam kedepan. Ini berarti, Anda akan menjadi orang yang lebih aktif sepanjang hari.

Bahkan, mandi air dingin membantu mengusir bad mood dan mengurangi stres fisik dan mental. "Air dingin membawa darah ke kapiler yang meningkatkan sistem peredaran darah dan merilekskan otot-otot yang tegang, sehingga memperbaiki sirkulasi darah," jelas Alexa Fleckenstein, M.D., penulis Health20.

7 Rasa Sakit yang Tidak Boleh Anda Remehkan


Nah, mulai sekarang sebaiknya Anda mulai waspada dan berhati-hati, karena beberapa rasa sakit yang kerap terjadi di tubuh Anda bisa jadi adalah gejala awal dari penyakit mematikan. Berikut 7 di antaranya. 

Sakit Kepala 
Jangan menganggap remeh sakit kepala. “Jika Anda sedang mengalami demam, bisa jadi ini adalah sakit kepala sinus,” ungkap Sandra Fryhofer, MD, MACP, juru bicara American College of Physicians. “Bisa juga Anda mengalami gejala perdarahan otak atau tumor otak jika sakit kepala tersebut berlangsung lama dan semakin parah. Segera hubungi dokter dan periksakan diri Anda,” tambahnya.  
Rasa tidak nyaman pada Dada 
Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada sering dikaitkan dengan gejala pneumonia (inflamasi paru-paru) atau bisa juga gejala penyakit jantung. Ketidaknyamanan yang berhubungan dengan penyakit jantung biasanya dirasakan di dada bagian kiri atas, menjalar hingga ke bahu kiri, lengan, dan bahkan disertai mual.
Tanda-tanda ketidaknyamanan pada wanita biasanya lebih halus dan tidak kentara. “Gejala penyakit jantung dapat juga berupa ketidaknyaman di perut. Biasanya terjadi saat tubuh dalam kondisi lelah, dan banyak orang yang menganggapnya sebagai sakit perut biasa,” ujar Jerome Cohen, MD dari Saint Louis University School of Medicine.
Nyeri Punggung Bagian Bawah 
Menurut Profesor Brangman dari SUNY Upstate Medical University di Syracuse, New York, nyeri punggung bagian bawah kerap dihubungkan dengan penyakit arhtritis. Namun bisa juga menjadi tanda awal serangan jantung dan gangguan kesehatan di perut.
“Salah satu bahayanya adalah diseksi aorta (pecahnya pembuluh darah aorta). Ini dapat terjadi jika orang tersebut memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, dan kebiasaan merokok,” tambah Brangman.
Sakit Perut 
Sakit perut juga tidak bisa dianggap remeh. Mengingat di dalam perut terdapat organ-organ penting seperti lambung, kandung empedu, usus, liver, dan lainnya. Jika Anda mengalami sakit perut di sebelah kiri mungkin saja lambung Anda yang bermasalah. Namun, jika sakit tersebut sering muncul di perut sebelah kanan, bisa jadi liver dan kandung empedu Anda yang mengalami gangguan. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala tersebut.
Nyeri di Betis 
Salah satu bahaya yang umumnya kurang disadari adalah Deep Vein Thrombosis (DVT), yaitu darah beku yang terdapat di pembuluh darah betis. Menurut Prof. Brangman, jika bekuan darah tersebut terlepas dan terbawa menuju paru (pulmonary embolism), maka bisa berujung pada kematian. 
Rasa Terbakar di Kaki 
Beberapa pasien diabetes tidak menyadari bahwa dirinya mengidap penyakit tersebut sebelum mengalami beberapa gejala seperti Peripheral neuropathy
Peripheral neuropathy adalah salah satu gejala awal diabetes. Peripheral neuropathy biasanya ditandai dengan rasa sakit seperti terbakar dan ditusuk jarum pada bagian kaki dan tungkai. Gejala tersebut akan muncul jika terjadi kerusakan saraf. 
Rasa Sakit Samar atau tidak Terdeteksi Secara Medis 
Umumnya penderita depresi akan mengalami rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya, demikian pendapat Thomas Wise, MD, seorang psikiater di Inova Faiefax Hospital. Penderita depresi biasanya menderita sakit kepala yang samar-samar, juga sakit perut, atau anggota tubuh lainnya.   
Kadang kombinasi rasa sakit muncul di beberapa bagian tubuh. Rasa sakitnya kronis tetapi tidak parah, maka umumnya diabaikan. Makin tinggi depresi Anda makin sulit pula Anda menggambarkan rasa sakit tersebut. “Rasa sakit itu walaupun tidak parah perlu ditangani sebelum menyebabkan perubahan-perubahan struktural di otak,” ujar Wise seperti dilansir webMD.
Segera hubungi dokter jika Anda mengalami beberapa gejala di atas berkepanjangan. Salam sehat. (dan)
Sumber: 
image :

Minum Air Es Usai Olahraga Bikin Jantungan?

Aktivitas olahraga menyebabkan tubuh berkeringat sehingga cairan dalam tubuh berkurang atau dehidrasi. Minum bisa mengatasi masalah dehidrasi. Biasanya beberapa orang memilih minum air es usai berolahraga, karena rasanya yang segar.

Lalu ada asumsi yang berkembang bahwa minum air es usai berolahraga bisa menimbulkan penyakit jantung. Benarkah pendapat tersebut?

Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Dr dr Afriwardi, SpKO,MA menegaskan, belum ada satu pun kepustakaan ilmiah yang membuktikan bahwa meminum air es setelah berolahraga menimbulkan penyakit jantung. Karena itu, cerita yang berkembang di masyarakat tersebut belum bisa dibuktikan secara medis.

Menurutnya, minum setelah berolahraga memang diharuskan untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi pada tubuh. Untuk mengembalikan status dehidrasi uasi berolahraga, Afriwardi menyarankan, ”minumlah minuman bersuhu dingin dengan konsentrasi gula rendah, serta ditambah sedikit garam. Jadi seperti kita membuat larutan oralit saat membantu orang diare."

Jika pilihannya meminum jus buah, itu bisa saja dilakukan setelah berolahraga. Hanya saja, jus buah yang diminum harus dalam konsentrasi rendah, artinya jus yang tidak pekat atau kental. 

Lalu bagaimana dengan minuman kaleng yang disebut-sebut mengandung ion, apakah baik dikonsumsi setelah olahraga?
“Penggunaan minuman kaleng semacam itu boleh saja, asalkan jangan berlebihan,” imbuhnya. Ahli Kesehatan di bidang Kedokteran Olahraga ini merekomendasikan hanya cukup minum satu kaleng setelah olah raga. Sebab, jika penggunaan terlalu banyak justru bisa menimbulkan rasa mual. Tentu pada akhirnya tidak baik bagi kesehatan.

Sementara mengenai jumlah liter yang perlu diminum setelah bertanding, kebutuhan masing-masing orang tidak sama. Hal itu sangat tergantung kepada intensitas dan lamanya berolahraga. Walau begitu, tentu bisa dihitung kebutuhannya.

Untuk menghitung kebutuhan air minum setelah berolahraga, idealnya dengan menghitung berat badan sebelum dan sesudah berolahraga, terutama jika olah tubuhnya berat.

“Selisih berat badan merupakan jumlah cairan yang hilang dan perlu diganti,” urainya.

Untuk mengukur apakah minuman yang kita konsumsi sudah cukup mengganti hilangnya cairan dalam tubuh, caranya mudah saja. Ukurannya bukan nikmat atau tidak air yang diminum, melainkan rasa haus.

Afriwardi menegaskan ketika rasa haus hilang setelah ada minuman yang masuk ke dalam tubuh, itu bisa dijadikan tanda untuk menilai kecukupan minum bagi seseorang. Biasanya, dalam kurun waktu dua hingga tiga jam setelah berolahraga akan muncul rasa ingin buang air kecil.
Ditulis oleh: Marmi Panti Hidayah

image : 

sumber tulisan : 

Sabtu, 02 Februari 2013

Tiga Pesan Moral dari Air

Air dihadirkan oleh Allah dalam kehidupan manusia sebagai rezeki (QS al-Baqarah [2]:22).  Namun, air tidak sekadar rezeki, ia pun menjadi ayat kauniyah, tanda kebesaran-Nya, yang perlu dibaca agar kita merengkuh pesan moral (QS adz-Dzariyat [51]: 20-21). Ada sejumlah pesan moral yang dapat dipelajari dari air.

Pertama, air itu menghidupi. Allah SWT berfirman, "Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup." (QS al-Anbiya' [21]: 30). Air menumbuhkan tanaman, menyuburkan tanah, bahkan mengalirkan oksigen dalam darah manusia. Di mana pun air berada, ia bermanfaat. Manusia pun selayaknya demikian. Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain." (HR Ahmad).

Kedua, ia bergerak tanpa henti. Karena jika ia diam, pasti kotor dan keruh. Imam Syafii berkata, "Saya lihat air yang diam menyebabkan kotor. Bila dia mengalir, ia menjadi bersih. Dan bila tidak mengalir, ia tidak akan jernih. Singa bila tidak meninggalkan sarangnya, dia tidak akan pernah memakan mangsanya. Dan anak panah bila tidak terlepas dari busurnya, tidak akan pernah mengenai sasarannya."

Orang yang tidak memiliki aktivitas atau pekerjaan, pikiran dan hatinya kemungkinan besar akan  keruh dan kotor. Akibatnya, mata dan hatinya melihat secara negatif segala sesuatunya (suuzhan).

Ketiga, Air tak pernah bisa dipecah, atau dihancurkan. Bahkan, ia akan menenggelamkan benda-benda keras yang menghantamnya dan menghanyutkan. Ia hanya akan pecah saat ia mengeras, membeku. Inilah karakter dasar air, yakni mencair, mudah meresap, menguap, dan  kembali turun untuk menyejukkan.

Karakter cair ini berguna jika seseorang menghadapi masalah. Karena bila kita bersikap mengeras, membatu, maka kita mudah pecah, stres, gampang dilempar ke sana-sini, dan seterusnya dalam menghadapi samudera kehidupan.

Ketiga, air berpasrah diri (Islam) secara total pada tatanan (kosmos) alam.  Ia mengalir dari tempat tinggi ke arah yang lebih rendah. Ia menguap bila terkena panas, membeku jika tersentuh dingin, meresap di tanah, menguap ke awan, dan turun sebagai hujan. Ia kemudian menyatu di lautan raya, berpencar di sungai, kali, dan selokan.

Air mengikuti harmoni alam (sunatullah) yang digariskan Allah SWT. Harmoni alam itu tunduk dan patuh pada prinsip keseimbangan dan keadilan (QS al-Rahman [55]:7). Jika kesimbangan dirusak maka air pun protes. Air berhak atas tempat resapan. Jika tidak ada tempat resapan, air akan terus mencari tempat yang paling rendah.

Jika tak ada yang tepat sebagai resapannya maka terjadilah banjir. Banjir merupakan bentuk protes air karena tempat resapan serta jalan kembali ke lautan raya, tergusur oleh kerakusan dan keserakahan tangan manusia (QS ar-Rum [30]: 41).

Sudahkah kita seperti air, yang berpasrah, tunduk, dan patuh secara total pada Allah SWT? Sudahkah kita memelihara tatanan kehidupan secara adil? Wallahu a'lam bish shawab.


Sumber : 

image :

Image air yang lain : 

Mengobati Hati yang Galau

"Ustaz, akhir-akhir ini hati Bunda seperti terserang virus galau: tidak tenang, gelisah, makan tidak enak, bahkan tidur juga tidak bisa nyenyak. Sering marah-marah dan mudah emosi. Tolong nasihati Bunda, Ustaz ..!" keluh seorang  jamaah selepas halaqah Shubuh.

Rasanya keadaan ini lumrah terjadi terhadap siapa saja. Bahkan, boleh dibilang manusiawi. Setiap manusia pasti akan melewati fase spiritual yang fathroh (menyimpang) dari kelaziman ini. Sebenarnya banyak faktor mengapa keadaan fathroh ini bisa melekat begitu saja terhadap manusia. Salah satu di antaranya adalah ketidaksiapan hati dan tergerusnya akar tauhid.

Hati dengan wataknya yang labil (taqallub, seakar dengan kata qolbun, hati) seharusnya bisa ditundukkan untuk tenang atau tumakninah jika saja rangsangan di luarnya bersesuaian. Di antara rangsangan hati untuk bisa tenang, selalu diajak ingat kepada Allah, zikrullah. "Dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS ar-Ra'du [13]: 28).

Yang dimaksud akar tauhid adalah keyakinan yang sempurna kepada Allah bahwa semua keadaan terjadi atas izin dan pengetahuan Allah. Hati dan semua keadaan kita ada dalam pengawasan Allah. Tidak ada sedikit pun yang terlewatkan dari perhatian-Nya. Dia Maha Menatap dan Mahabijak. Mengapa tidak coba keluhkan di hadapan-Nya.

Pernah jamaahnya Ibnu Mas'ud RA mengeluhkan keadaan dirinya persis seperti Bunda di atas. Selepas taklim, jamaah tersebut merangsek ke hadapan sahabat Nabi yang mulia ini. Lalu Ibnu Mas'ud RA berpesan dengan tiga tempat yang harus didatangi.

Pertama, datangi majelis yang Alquran selalu diperdengarkan. Simak bacaannya dan jika mampu ikut bacaannya, niscaya kamu akan dapat rahmat ketenangan (QS al-Isra [17]: 82).

Kedua, datangi majelis ilmu yang para guru saleh menasihatimu dengan firman-firman-Nya dan sabda Nabi-Nya, niscaya ada tambahan ilmu yang mencerahkan. Al-'Ilmu nuurun, ilmu itu cahaya yang mencerahkan.

Ketiga, datangi alas sajadah di malam-malam munajatmu, niscaya keadaanmu meningkat dalam kedudukan yang semakin dekat dengan Sumber Ketenangan, Allah 'Azza wa Jalla (QS al-Isra [17]: 79).

Atas dasar itulah, "Cobalah Bunda mulai sekarang, sering mengeluh dan mengadulah kepada Allah, pemilik hati dan keadaan kita dengan belajar untuk istiqamah mendatangi ketiga tempat yang dipesankan Ibnu Mas'ud tersebut. Insya Allah ada ketenangan dan kebaikan yang dilimpahi keberkahan." Demikian pesan mengakhiri halaqah Shubuh di pagi itu. Wallahu a'lam.

Sumber : 

Image : 

image ust arifin yang lain:

Penyakit Itu Bernama Kebencian

Sebagai agama yang mengajarkan rahmatan lil alamin, Islam sangat menganjurkan bahkan mengajarkan kepada setiap pemeluknya untuk bersikap lapang dada tatkala mendapatkan hal yang tidak sesuai dengan ideologinya. Hal ini penting, karenan mengingat, selam ini atau bahkan sejak beberapa ratus tahun yang lalu, berdasarkan penuturan sejarah yang perlu kita telusuri dan kaji lebih lanjut toleransi atau sikap menghargai perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah.

Islam, sebagai agama cinta damai, sangat mengecam tindakan anarkis dan represif yang akan menyebabkan ketimpangan social serta mencoreng atau merusak citra positif Islam. Tindakan agitasi dan provokatif ini telah banyak menimbulkan kegelisahan dan keresahan baik tingkat individu ataupun kelompok. Hal yang tampak nyata dari perbuatan represif ini adalah tulisan ataupun ucapan yang tidak ada acuan dan rujukan sedikitpun dari sumber aslinya. Sehingga pembaca awam- seperti saya – kadang mudah terpancing untuk melakukan tindakan serupa atas dalih agama (baca; perbaikan).

Islam – sekali lagi – mendidik serta menagajarkan kepada setiap pemeluknya untuk bersikap terbuka dan mau berlapang dada terhadap setiap perbedaan faham, madzhab, organisasi dan semacamnya selagi perbedaan tersebut tidak menimbulkan kekerasan dan kekasaran yang merimbas kepada ketidak-stabilan masyarakat. Perbedaan – dalam beberapa hal – merupakan ketetapan Allah azza wa jalla, sunnatullah, yang tidak mungkin dirubah sekalipun kita tidak menghendakinya. Di samping itu juga terdapat perbedaan yang memang ‘direncanakan’ oleh Allah untuk berbeda pendapat dan masih mungkin untuk disatukan dalam bingkai ukhuwah islamiyah.

Tidak jarang kita jumpai dan temui di sekitar kita – hanya karena perbedaan – bukan pembedaan, yang tidak sejalan dengan manhaj / metode yang kita anut, langsung kita nyatakan sesat, kafir, musyrik dan kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan oleh insan beriman. Tidak cukup dengan dengan itu, tindakan brutal, agitasai dan konfrontasi tak dapat dihindari demi ‘menyelamatkan’ agama suci ini. Parahnya perbuatan itu kadang – bahkan sering – tanpa mendatangkan atau mengundag pihak yang diadili karena telah terbawa emosi yang meluap-luap. Sehingga yang terjadi kemudian adalah pembakaran rumah, mushalla dan bahkan menjarah setiap harta benda yang masih tersisa di dalamnya. 

Belajar kepada Musa & Harun
Sebagian kita berlaku demikian mengklaim karena al-Qur’an memerintahkan untuk ber-amar ma’ruf wan nahyu ani al-munkar. Sementara ayat dan surat yang lain seolah dikesampingkan. Tabyyun, mencari kejelasan, tak lagi diperhatikan karena untuk menyeterilkan agama ini dari kemusyrikan, kesesatan, kekafiran. Tindakan demikian malah bukan mencerminkan orang yang berpegang teguh kepada al-Qu’an dan as-Sunnah. Bahakn perbuatan demikian telah menginjak-injak nila-nilai kelembutan, keramahan, kesopanan yang sangat ditekankan oleh kedua pedoman diatas.

Bukti bahwa al-Qur’an mengajarkan berbuat lembut, sopan, santun namun tegas dan jelas adalah firman Allah jaala wa ‘ala ketika Dia memerintahkan kepada nabi Musa dan Harun untuk menyampaikan risalah-Nya kepada Fir’aun yang terkenal dengan kekejaman dan kebengisannya. Allah berfirman Pergilah kamu berdua (Musa-Harun) kepada Fir’aun, Sesungguhnya Dia telah melampaui batas; Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (Thahaa: 43-44). Ayat ini mempunyai kandungan yang sangat dalam dan tajam. Ha ini bisa dibuktikan kajian yang mendalam. Bukankah telah masyhur bahwa manusia yang paling sempurna kebengisan, kekejaman dan kesombongannya adalah Fir’aun laknatullahi alaihi? Bengis karena ketika melihat orang lak-laki yang tidak mau mengakui akan ketuhanannya ia bunuh. Kejam, karenan siksaan yang akan diterima oleh orang yang tidak mendukungnya akan sangat mengerikan. Dan sombong karena hanya ia yang telah mengaku sebagai tuhan.

Meskipun Allah azza wa jalla telah memberitahukan kepada nabi Musa dan Harun bahwa Fir’aun telah melampaui batas, Dia Yang Mahalembut dan Mahasantun tetap menghendaki agar kedua utusan-Nya itu menyampaikan risalah-Nya (mengingatkannya) dengan kata-kata dan kalimat yang lembut. Karena jika utusan-Nya tersebut berlaku kasar terhadap fir’aun yang terkanal dengan kekerasan dan kekasarannya, maka pasti ia (Fir’aun) akan semakin menentang dan tambah congkak. Meskipun kita tahu bahwa apa yang terjadi kemudian Fir’aun tetap pada pendiriannya (mengaku tuhan).
Cerita di atas juga selaras dengan perintah Allah al-A’dzam al-Akbar yang lain di yang berbunyi “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (an-Nahl: 125). Jika ayat sebelumnya mendidikan dan mengajrkan kita untuk berkata lembut, sopan dan santun, maka ayat ini justeru lebih spesifik lagi. Di dalam ayat suci ini Allah al-Karim menyuruh kita menyampaikan risalah-Nya dengan hikmah. Lalu apa hikmah itu?

Sebagian ahli tafsir berpandapat bahwa ia (hikmah) adalah teladan yang baik, perkaan yang lembut dan tindakan yang santun. Ada pula yang meafsirkannya dengan perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil. Sebagaian yang lain menjabarkan makna hikmah dengan perumpamaan-perumpamaan yang membangkitkan seseorang untuk berbuat baik. Perbedaan penafsiran tentang makna hikmah tersebut tidaklah penting untuk kita perdebatkan. Yang jelas esensi dari beberapa penafsiran tersebut bahwa dalam menyampaikan risalah Allah al-Halim dituntut adanya kelemah lembutan, kesopanan dan kesantunan tanpa melenyapkan atau menghilangkan nilai-nilai kebenaran dari amanah tersebut.

Di samping itu ayat tersebut juga menekankan bahwa jika terdapat perbedaan pendapat atau pemahaman dalam sauatu masalah, cara penyelesaiananya adalah dengan berdialog. Kalimat dan bantahlah mereka dengan cara yang baik merupakan perintah yang meniscayakan proses dialog dalam suatu masalah. Lebih dari itu dialog ini tidak beloh mengedepankan kekuatan otot seraya mata mlotot tanpa memberikan dalil yang qath’I, pasti dan sharih, jelas. Tidak ada gunanya jika hanya mengatakan ini tidak boleh itu tidak boleh tanpa memberikan alsan yang rasional dan logis. Pun demikian, nilai-nilai epistemologis dan ontologis serta aksiologis tidak boleh dikesampingkan hanya karena takut kehilangan pendukung dan pengawal.

Selanjutnya, di ayat dan surat yang lain Rabb al-Alamin berfirman “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.

Meskipun ayat di atas seruannya tertuju kepada laki-laki dan juga perempuan, namun ayat ini mempunyai makna yang sangat luas tak terbatas. Maksudnya adalah jika kita sebagai orang yang mengaku beriman sangat dilarang untuk menyalahkan orang yang tidak sefaham, sealiran, seaqidah dan sependapat dengan kita. Karena bisa jadi ia atau mereka lebih baik dari kita – selama orang atau kelompok tersebut bersaksi bahwa Allah jaal wa ala adal Rabb al-alamin dan Muhammad adalah sayyidul mursalin. Adapun makna jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh. Sementara panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.

Iqra’ (Bacalah!!!)
Namun demikian, sepertinya ketiga ayat di atas – di samping ayat-ayat yang lain – telah difahami secara leterlek dan hanya diambil kulit luarnya saja tanpa ingin membuka inti sarinya. Kita seolah merasa benar sementara yang lain salah. Padahal ketika menghakimi, kita tidak berusaha mendatangkan orang yang kita adili. Serta merta kita bersorak-sorai menang dalam menentukan benar salah meskipun tanpa menghadirkan orang yang dianggap bermasalah. Sebenarnay semua itu merupakan bentuk kepandiran, kepengecutan dan keculasan yang di tambah lagi dengan kebencian belebihan tanpa ingin membuka lembar-lembar al-Qur’an yang dimuliayakan.

Buktinya masih banyak di antara kita ketika mendengar kata ini dan itu langsung mengecapnya atau men-stigma dengan kafir, musyrik, fasik, sesat dan sebagainya karena tidak sejalan dengan pemikiran kita. Seolah kebenaran itu hanya dan pasti ada di kita. Bukan yang lain. Dan secara tidak langsung kita mengatakan “Jika kalian mau masuk surge, maka mau-tidak mau harus bersama kami. Karena Tuhan telah menyediakan surga sepererti pesanan kami.” Terlebih lagi sikap yang kurang baik ini diperparah dengan kengganan kita membuka-buka lembaran buku yang masih tersimpan rapi di balik lemari. Padahal tujuan Allah al-Alim menurunkan iqra’ agar kita mau membuka, membaca, mengkaji dan meneliti dari sekian ilmu yang tak bertepi untuk kemudian kita amalkan setiap hari. Lalu masihkan kita menyimpan penyakit yang bernama kebencian itu??? Wallahu a’lam


5 Alasan Pria Tak Lagi Cinta

Sekalipun awalnya cinta, seiring berjalannya waktu perasaan cinta bisa memudar. Ketika dia mulai cuek, dingin, dan tak perhatian lagi, bisa saja ini pertanda bahwa si dia sudah tak cinta lagi. Tetapi, jangan buru-buru menuduhnya berselingkuh, karena ada beberapa alasan lain di balik memudarnya rasa cinta si dia.

1. Anda tak lagi ada dalam "zona-nya"
Pria punya penilaian yang sangat tinggi terhadap loyalitas. Ini membuat ia harus benar-benar merasakan bahwa Anda ada di sisinya, dan bisa menjadi tempat perlindungannya. Ketika menghadapi masalah pria membutuhkan seorang perempuan yang bisa membuatnya merasa nyaman. Jika ia mulai menarik diri dan kehilangan rasa cinta, bisa jadi karena ia merasa Anda tak lagi ada dalam zona-nya. Anda dirasa tidak mampu berempati atau tidak cukup memahami dirinya.

2. Merasa tidak cocok
Dalam hubungan, kecocokan dan kompatibilitas sangat dibutuhkan. Beberapa masalah yang dihadapi berdua saat berpacaran sebenarnya bisa menunjukkan apakah Anda berdua dapat saling mengisi. Pria bisa menilai ketidakcocokan dari berbagai hal, seperti topik-topik yang Anda bicarakan, aktivitas yang Anda berdua lakukan, atau sifat-sifat buruk yang Anda sembunyikan.

Mungkin si dia akan mengikuti saja semua hal yang Anda rencanakan, tapi diam-diam dia pun membuat penilaian mengenai diri Anda. Di mata orang lain pun, Anda berdua mungkin akan terlihat sebagai pasangan yang serasi. Namun pada akhirnya realita akan mulai terlihat. Semua perbedaan yang ada akan mulai terungkap, dan si dia mulai mundur perlahan.

3. Terlalu diatur
Sikap perempuan yang terlalu mengatur bisa membuat para pria muak. Hal itu akan membuat pria merasa dikekang, tidak bisa melakukan sesuatu sesuai kehendaknya, dan tentunya tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Apalagi, bila apa yang Anda kehendaki dari dirinya justru merupakan ekspresi kepribadiannya. Misalnya, mengenai cara berpakaiannya, atau potongan rambutnya. Belum lagi jika kemudian Anda juga mengatur segala tingkah lakunya. Bila hal ini tidak segera Anda sadari, si dia bisa kehilangan perasaan cintanya.

4. Dia tak lagi merasa dikagumi
Banyak terapis dan psikolog mengungkapkan tentang keinginan dan kebutuhan perempuan untuk dihargai, dan laki-laki untuk dikagumi. Seorang pria yang merasa bahwa dirinya tidak lagi menarik, atau dibutuhkan, perlahan-lahan akan mulai kehilangan minat dalam hubungan. Sebaiknya jangan terlalu memberi banyak tekanan pada pasangan. Jangan pelit memberikan pujian, misalnya ketika ia meraih pencapaian tertentu di tempat kerjanya. Atau, jangan terlalu merasa sebagai perempuan mandiri. Sesekali mintalah agar ia membantu Anda melakukan sesuatu, agar ia tetap merasa dibutuhkan.

5. Selalu pasang muka cemberut
Ini sering terjadi tiap waktu, dan Anda pasti sadar saat melakukannya. Tak salah jika Anda merasa kurang setuju dengan apa yang dilakukannya, tetapi bukan berarti Anda harus menunjukkan wajah sedih dan cemberut tiap kali bertemu dengannya. Misalnya, hanya karena salah perhitungan dengan waktu ia jadi terlambat menjemput Anda. Pria tidak bisa membaca pikiran Anda. Sampaikan saja apa yang mengganggu pikiran Anda. Kalau Anda tidak menyampaikannya, dan hanya memasang wajah masam setiap menyambut kehadirannya, ia pasti malas menemui Anda.


Sumber : http://female.kompas.com/read/2013/02/02/11000912/5.Alasan.Pria.Tak.Lagi.Cinta?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp

image : http://assets.kompas.com/data/photo/2008/10/06/113123p.jpg 

Senin, 28 Januari 2013

Empat Langkah Terbebas dari Utang


Melunasi utang atau kredit merupakan resolusi Tahun Baru yang populer. Jika Anda berjanji melunasi utang Anda dan memulai hidup dengan keuangan yang lebih seimbang tahun ini, mari perhatikan cara-cara berikut:


1. Bikin daftar
Langkah awalnya, kumpulkan semua tagihan Anda seperti laporan kartu kredit saat ini, kredit mobil, dan KPR. Kumpulkan juga semua dokumen (baik online maupun fisik) yang mengandung informasi mengenai apa saja utang Anda. Bila perlu, hubungi pemberi pinjaman dan tanya lengkap mengenai utang Anda.

Sekarang buatlah semuanya menjadi satu: daftar semua utang Anda, bersama dengan pembayaran minimumnya.


2. Pilih prioritas
Setelah membuat daftar utang Anda, pilih salah satu dan fokuskan untuk dilunasi. Ada dua patokan: Anda bisa memilih utang dengan bunga tertinggi, atau utang dengan jumlah terkecil.

Secara matematis, membayar utang berbunga tertinggi adalah yang paling masuk akal. Namun secara motivasi, berfokus pada utang yang terkecil membuat utang Anda lunas dengan cepat, sehingga membuat Anda bersemangat melunasi utang yang lain.

Apa pun metode yang Anda gunakan, pilihlah sebuah utang dan segera lunasi. Bayarlah cicilan minimum pada semua utang lainnya, namun sebanyak yang Anda bisa targetkan. Dalam bukunya yang berjudul “Life or Debt”, Stacy merekomendasikan Anda menyisihkan 10 persen pendapatan bulanan Anda sebagai "pelunas utang."

Dari mana Anda bisa mendapatkan uang ekstra untuk Anda jadikan sebagai pelunas utang? Dengan melakukan pengecekan pengeluaran Anda dan menyisihkan setiap sen yang mungkin dari anggaran Anda. Kunjungi situs seperti PowerWallet untuk secara otomatis melacak pengeluaran.


3. Gunakan metode bola salju
Setelah melunasi utang pertama, berfokuslah pada utang berikutnya dalam daftar. Untuk utang No 2 ini, bayarlah sejumlah cicilan minimum + cicilan minimum dari utang No. 1 + pembayaran "pelunas utang" Anda. Setelah utang No 2 lunas, lunasi utang No 3: cicilan minimum + jumlah cicilan utang No 1 dan No 2 yang lama + uang "pelunas utang" Anda.

Menambahkan jumlah cicilan utang yang lama ke dalam cicilan utang yang tersisa disebut membuat bola salju, dan itu adalah cara yang bagus untuk melunasi utang. Karena Anda terbiasa membayar utang sejumlah tersebut, namun kini utang pertama tersebut telah lunas, tetap keluarkan sejumlah uang yang sama namun untuk membayar utang ke-2, dan seterusnya.

Kemudian jika Anda bisa menyisihkan "pelunas utang" hingga setara 10 persen dari penghasilan Anda, maka dengan menggunakan metode bola salju Anda bisa melunasi setiap utang yang Anda miliki, termasuk KPR, paling lama 10 tahun.


4. Mencari uang tambahan
Apakah Anda merasa tidak memiliki uang ekstra untuk dijadikan “pelunas utang”? Setelah Anda mulai melacak pengeluaran, Anda mungkin akan terkejut.

Berencana mendapatkan tubuh yang langsing tahun ini? Batalkan keanggotaan gym Anda dan lakukan jogging, atau sewa video latihan untuk berolaraga di rumah. DTarif keanggotaan gym rata-rata sebesar Rp450 ribu per bulan. Jika uang tersebut Anda alokasikan untuk membayar utang selama enam bulan, maka utang Anda akan terlunasi hingga Rp2,7 juta.

Sering perawatan di salon? Coba beli masker rambut dan kerjakan sendiri, atau minta teman Anda untuk memakaikan kuteks ke kuku Anda daripada manicure-pedicure di salon.

Simpulannya - dengan membuat anggaran yang disebut "pelunas utang" dan menerapkan pembayaran utang dengan metode bola salju, Anda akan tetap termotivasi dan membuat utang Anda lunas.



Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com