1. Minat Baca yang tinggi ditengah-tengah kesibukan menghafal
Menghafal bukan hal baru lagi bagi ulum, david dan fahrur yang sudah lebih dari 1,5 tahun berada di pondok tahfidz “Ummul Qur'an”. Berbeda dengan 7 santri lain yang tergolong baru hitungan bulan nyantri di pondok tahfidz. Akan tetapi prestasi menghafal mereka sungguh luar biasa. Misal saja si kembar Hasan & Husain, hafalannya sudah mencapai 3 juz. David ihsan yang juga sudah hafal 4 juz serta yang paling banyak hafalannya adalah Muh. Miftahul ulum yang sudah hafal 6 juz. Kemampuan masing-masing anak untuk menghafal memang berbeda-beda. Dan 6 santri diantaranya juga berusaha mengahafal dan rata-rata sudah 2 juz mereka hafal.
Saat ini ada 10 santri yang masih tetep istiqomah nyantri di Pondok tahfidz “Ummul Qur'an”. 10 santri ini antara lain muh. Miftahul ulum, david, fahrur, raka, helmi, effendi, hasan Husain, tata, dan hanafi. Mereka mengaku betah belajar dan menghafal disana. Apalagi sekarang perpustakaan yang dipindah di pondok tahfidz, yang memang sebelumnya berada di kantor LMI Madiun. Dengan perpustakaan yang ada disana, sekarang anak-anak lebih suka membaca. Yah ada sisi positifnya juga, dengan begitu minat baca mereka semakin tinggi dan otomatis pengetahuan merekapun juga bertambah.
Untuk rutinitas sehari hari mereka sudah teratur dengan baik. Dari pagi sebelum adzan subuh berkumandang, mereka sudah bangun dan sholat malam berjama'ah. Dilanjut sholat subuh dan sedikit dzikir. Untuk antar jemput mereka pun juga sudah disediakan mobil transportasi mereka. Ibadah-ibadah sunah tidak ditinggalkan. Puasa sunah senin-kamis menjadi puasa wajib bagi mereka terkecuali bagi yang sakit.. Tak jarang santri tahfidz juga memenuhi undangan dalam acara doa bersama, tasyakuran atau bahkan aqiqoh di rumah donatur LMI. Semoga harapan kita bersama bisa segera terwujud yaitu menjadikan anak-anak hafidz Al Qur'an dan dengan akhlak yang terdidik baik.
2. Seni Hadroh Khas Santri Tahfidz
Selain menghafalkan Al Qur'an santri tahfidz juga disibukkan dengan kegiatan extra yaitu seni hadroh. Kegiatan yang sudah dimulai 2 bulan yang lalu ini merupakan kegiatan yang dimanfaatkan anak- anak untuk melepas penat mereka dalam menghafal. Seni hadroh yang dipandu oleh P' Firdaus yang salah satu karyawan LMI ini menjadi salah satu icon atau simbol dari kreativitas para santri tahfidz dalam melestarikan kesenian islam.
Satu per satu anak memegang alat tabuh , dan 2 santri yang menjadi vocal yaitu david dan effendi. Lantunan solawat yang dibawakan anak-anak, merdu terdengar hingga tak jarang yang mendengar trenyuh dan berkaca-kaca. Harapannya Seni Hadroh khas anak-anak tahfidz dipersiapkan untuk layak tampil di depan masyarakat. Jadi akan semakin banyak kelebihan dan nilai plus yang mereka miliki selain menghafal juga ada seni hadroh yang mereka kuasai.
3. Aktivitas Santri Tahfidz
Santri -santri yang bermukim disana terlihat nyaman tinggal di rumah tahfidz. Kesibukan dan rutinitas mereka sudah menyatu dengan diri mereka, sehingga tanpa ad komando atau pengingat, sudah otomatis dikerjakan. Misalnya saja dimulai dari bangun pagi.Sebelum subuh mereka sudah bangun dan saling membangunkan santri lain. Adzan dan iqomah pun juga sudah runtut bergantian satu dengan yang lainnya. Kebiasaan ini ternyata juga terbawa dirumah mereka masing-masing ketika mereka mendapat giliran untuk pulang. Tak jarang orang tua mereka mengaku bahagia dengan perubahan putranya yang menjadi semakin baik. “Lebih banyak di rumah untuk mengaji dan menghafal daripada bermain diluar“ tutur salah seorang orang tua santri sambil mata beliau memerah dan berkaca-kaca.
Subhanallah sungguh besar pengaruh dan perubahan setelah berada di Pondok tahfidz. Berkah lain yang mereka dapatkan ialah santi tahfidz juga sering diundang kerumah donatur untuk doa bersama, tasyakuran, aqiqoh atau hanya sekedar berbagi rezeki pada mereka. Seni hadroh juga mereka dapatkan di pondok. Kesenian Islam yang dijadwalkan 2 kali dalam seminggu yaitu senin dan kamis jam 16.00 WIB dipandu oleh salah seorang karyawan LMI. Membuat kerajinan tangan juga sudah tersedia fasilitasnya. Tinggal mengasah kemampuan mereka saja. Bakat mereka yang masih murni perlu diarahkan agar kedepannya menjadi santri hafidz Qur'an yang berwawasan luas.
Jumat, 22 Maret 2013
Jumat, 15 Maret 2013
Character building
Program pembinaan ( Character building) yang sasaran
utamanya adalah anak-anak asuh binaan LMI sudah berjalan semenjak seebelum
digulirkannya program character building seperti sekarang ini. Memang dahulu
konsepnya lebih sederhana dan hanya mengajarkan ilmu aqidah, akhlak saja dalam
bentuk klasikal (digabung). Berbeda dengan konsep yang diterapkan saat ini, pembinaan (character Building)
lebih variatif dan terprogram. Dalam
artian anak-anak akan lebih terkontrol karena pembinaan yang dikelompokkan
berdasarkan masing-masing tingkatan sekolah. Dengan begitu materi akan lebih mengena
dengan kebutuhan ilmu yang pada dasarnya masing-masing tingkatan sekolah
berbeda-beda. Hasilnya pun akan lebih
mudah dipantau karena masing-masing tentor mengasuh/mendidik 9-10 siswa.
Peserta
Character Building:
-Anak asuh penerima Beasiswa LMI
-Anak remaja SMP dan
SMA/SMK
Waktu dan
Tempat pembinaan:
Pembinaan (Character Building) dilaksanakan 1 minggu sekali dan
dipilih hari minggu agar tingkat kehadiran anak-anak bisa maksimal. Untuk
tempat pelaksanaanya kami menggudakan gedung/ aula rumah tahfidz “Ummul Qur’an”
di Jl. Salak 2 barat VII.
Senin, 04 Maret 2013
Jangan Takut dengan Air Dingin
Mandi di pagi hari rasanya super malas. Kalaupun harus mandi, air panas menjadi pelarian.
Padahal, para ahli merekomendasikan mandi air dingin setiap pagi yang membantu membakar tumpukan lemak yang tak diperlukan.
"Ada bukti bahwa suhu dingin merangsang jaringan lemak di tubuh untuk membakar ekstra kalori. Cara ini juga bagus untuk meningkatkan metabolisme tubuh," ungkap Venice A. Fulton, seorang personal trainer dari London.
Menjaga metabolisme menjadi kunci bagi Anda untuk tetap bersemangat hingga 12-15 jam kedepan. Ini berarti, Anda akan menjadi orang yang lebih aktif sepanjang hari.
Bahkan, mandi air dingin membantu mengusir bad mood dan mengurangi stres fisik dan mental. "Air dingin membawa darah ke kapiler yang meningkatkan sistem peredaran darah dan merilekskan otot-otot yang tegang, sehingga memperbaiki sirkulasi darah," jelas Alexa Fleckenstein, M.D., penulis Health20.
Padahal, para ahli merekomendasikan mandi air dingin setiap pagi yang membantu membakar tumpukan lemak yang tak diperlukan.
"Ada bukti bahwa suhu dingin merangsang jaringan lemak di tubuh untuk membakar ekstra kalori. Cara ini juga bagus untuk meningkatkan metabolisme tubuh," ungkap Venice A. Fulton, seorang personal trainer dari London.
Menjaga metabolisme menjadi kunci bagi Anda untuk tetap bersemangat hingga 12-15 jam kedepan. Ini berarti, Anda akan menjadi orang yang lebih aktif sepanjang hari.
Bahkan, mandi air dingin membantu mengusir bad mood dan mengurangi stres fisik dan mental. "Air dingin membawa darah ke kapiler yang meningkatkan sistem peredaran darah dan merilekskan otot-otot yang tegang, sehingga memperbaiki sirkulasi darah," jelas Alexa Fleckenstein, M.D., penulis Health20.
7 Rasa Sakit yang Tidak Boleh Anda Remehkan
Nah, mulai sekarang sebaiknya Anda mulai waspada dan berhati-hati,
karena beberapa rasa sakit yang kerap terjadi di tubuh Anda bisa jadi
adalah gejala awal dari penyakit mematikan. Berikut 7 di antaranya.
Sakit Kepala
Jangan menganggap remeh sakit kepala. “Jika Anda sedang mengalami demam,
bisa jadi ini adalah sakit kepala sinus,” ungkap Sandra Fryhofer, MD,
MACP, juru bicara American College of Physicians. “Bisa juga
Anda mengalami gejala perdarahan otak atau tumor otak jika sakit kepala
tersebut berlangsung lama dan semakin parah. Segera hubungi dokter dan
periksakan diri Anda,” tambahnya.
Rasa tidak nyaman pada Dada
Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada sering dikaitkan dengan gejala pneumonia (inflamasi
paru-paru) atau bisa juga gejala penyakit jantung. Ketidaknyamanan yang
berhubungan dengan penyakit jantung biasanya dirasakan di dada bagian
kiri atas, menjalar hingga ke bahu kiri, lengan, dan bahkan disertai
mual.
Tanda-tanda ketidaknyamanan pada wanita biasanya lebih halus dan
tidak kentara. “Gejala penyakit jantung dapat juga berupa ketidaknyaman
di perut. Biasanya terjadi saat tubuh dalam kondisi lelah, dan banyak
orang yang menganggapnya sebagai sakit perut biasa,” ujar Jerome Cohen,
MD dari Saint Louis University School of Medicine.
Nyeri Punggung Bagian Bawah
Menurut Profesor Brangman dari SUNY Upstate Medical University di
Syracuse, New York, nyeri punggung bagian bawah kerap dihubungkan
dengan penyakit arhtritis. Namun bisa juga menjadi tanda awal serangan
jantung dan gangguan kesehatan di perut.
“Salah satu bahayanya adalah diseksi aorta (pecahnya
pembuluh darah aorta). Ini dapat terjadi jika orang tersebut memiliki
riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, dan kebiasaan merokok,” tambah
Brangman.
Sakit Perut
Sakit perut juga tidak bisa dianggap remeh. Mengingat di dalam perut
terdapat organ-organ penting seperti lambung, kandung empedu, usus,
liver, dan lainnya. Jika Anda mengalami sakit perut di sebelah kiri
mungkin saja lambung Anda yang bermasalah. Namun, jika sakit tersebut
sering muncul di perut sebelah kanan, bisa jadi liver dan kandung empedu
Anda yang mengalami gangguan. Segera periksakan diri ke dokter jika
Anda mengalami gejala tersebut.
Nyeri di Betis
Salah satu bahaya yang umumnya kurang disadari adalah Deep Vein Thrombosis
(DVT), yaitu darah beku yang terdapat di pembuluh darah betis. Menurut
Prof. Brangman, jika bekuan darah tersebut terlepas dan terbawa menuju
paru (pulmonary embolism), maka bisa berujung pada kematian.
Rasa Terbakar di Kaki
Beberapa pasien diabetes tidak menyadari bahwa dirinya mengidap penyakit tersebut sebelum mengalami beberapa gejala seperti Peripheral neuropathy
Peripheral neuropathy adalah salah satu gejala awal diabetes. Peripheral neuropathy
biasanya ditandai dengan rasa sakit seperti terbakar dan ditusuk jarum
pada bagian kaki dan tungkai. Gejala tersebut akan muncul jika terjadi
kerusakan saraf.
Rasa Sakit Samar atau tidak Terdeteksi Secara Medis
Umumnya penderita depresi akan mengalami rasa sakit di beberapa bagian
tubuhnya, demikian pendapat Thomas Wise, MD, seorang psikiater di Inova Faiefax Hospital. Penderita depresi biasanya menderita sakit kepala yang samar-samar, juga sakit perut, atau anggota tubuh lainnya.
Kadang kombinasi rasa sakit muncul di beberapa bagian tubuh. Rasa
sakitnya kronis tetapi tidak parah, maka umumnya diabaikan. Makin tinggi
depresi Anda makin sulit pula Anda menggambarkan rasa sakit tersebut.
“Rasa sakit itu walaupun tidak parah perlu ditangani sebelum menyebabkan
perubahan-perubahan struktural di otak,” ujar Wise seperti dilansir webMD.
Segera hubungi dokter jika Anda mengalami beberapa gejala di atas berkepanjangan. Salam sehat. (dan)
Sumber:
image :
Minum Air Es Usai Olahraga Bikin Jantungan?
Aktivitas olahraga menyebabkan tubuh berkeringat sehingga cairan dalam
tubuh berkurang atau dehidrasi. Minum bisa mengatasi masalah dehidrasi.
Biasanya beberapa orang memilih minum air es usai berolahraga, karena
rasanya yang segar.
Lalu ada asumsi yang berkembang bahwa minum air es usai berolahraga bisa menimbulkan penyakit jantung. Benarkah pendapat tersebut?
Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Dr dr Afriwardi, SpKO,MA menegaskan, belum ada satu pun kepustakaan ilmiah yang membuktikan bahwa meminum air es setelah berolahraga menimbulkan penyakit jantung. Karena itu, cerita yang berkembang di masyarakat tersebut belum bisa dibuktikan secara medis.
Menurutnya, minum setelah berolahraga memang diharuskan untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi pada tubuh. Untuk mengembalikan status dehidrasi uasi berolahraga, Afriwardi menyarankan, ”minumlah minuman bersuhu dingin dengan konsentrasi gula rendah, serta ditambah sedikit garam. Jadi seperti kita membuat larutan oralit saat membantu orang diare."
Jika pilihannya meminum jus buah, itu bisa saja dilakukan setelah berolahraga. Hanya saja, jus buah yang diminum harus dalam konsentrasi rendah, artinya jus yang tidak pekat atau kental.
Lalu bagaimana dengan minuman kaleng yang disebut-sebut mengandung ion, apakah baik dikonsumsi setelah olahraga?
“Penggunaan minuman kaleng semacam itu boleh saja, asalkan jangan berlebihan,” imbuhnya. Ahli Kesehatan di bidang Kedokteran Olahraga ini merekomendasikan hanya cukup minum satu kaleng setelah olah raga. Sebab, jika penggunaan terlalu banyak justru bisa menimbulkan rasa mual. Tentu pada akhirnya tidak baik bagi kesehatan.
Sementara mengenai jumlah liter yang perlu diminum setelah bertanding, kebutuhan masing-masing orang tidak sama. Hal itu sangat tergantung kepada intensitas dan lamanya berolahraga. Walau begitu, tentu bisa dihitung kebutuhannya.
Untuk menghitung kebutuhan air minum setelah berolahraga, idealnya dengan menghitung berat badan sebelum dan sesudah berolahraga, terutama jika olah tubuhnya berat.
“Selisih berat badan merupakan jumlah cairan yang hilang dan perlu diganti,” urainya.
Untuk mengukur apakah minuman yang kita konsumsi sudah cukup mengganti hilangnya cairan dalam tubuh, caranya mudah saja. Ukurannya bukan nikmat atau tidak air yang diminum, melainkan rasa haus.
Afriwardi menegaskan ketika rasa haus hilang setelah ada minuman yang masuk ke dalam tubuh, itu bisa dijadikan tanda untuk menilai kecukupan minum bagi seseorang. Biasanya, dalam kurun waktu dua hingga tiga jam setelah berolahraga akan muncul rasa ingin buang air kecil.Ditulis oleh: Marmi Panti Hidayah
image :
Lalu ada asumsi yang berkembang bahwa minum air es usai berolahraga bisa menimbulkan penyakit jantung. Benarkah pendapat tersebut?
Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Dr dr Afriwardi, SpKO,MA menegaskan, belum ada satu pun kepustakaan ilmiah yang membuktikan bahwa meminum air es setelah berolahraga menimbulkan penyakit jantung. Karena itu, cerita yang berkembang di masyarakat tersebut belum bisa dibuktikan secara medis.
Menurutnya, minum setelah berolahraga memang diharuskan untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi pada tubuh. Untuk mengembalikan status dehidrasi uasi berolahraga, Afriwardi menyarankan, ”minumlah minuman bersuhu dingin dengan konsentrasi gula rendah, serta ditambah sedikit garam. Jadi seperti kita membuat larutan oralit saat membantu orang diare."
Jika pilihannya meminum jus buah, itu bisa saja dilakukan setelah berolahraga. Hanya saja, jus buah yang diminum harus dalam konsentrasi rendah, artinya jus yang tidak pekat atau kental.
Lalu bagaimana dengan minuman kaleng yang disebut-sebut mengandung ion, apakah baik dikonsumsi setelah olahraga?
“Penggunaan minuman kaleng semacam itu boleh saja, asalkan jangan berlebihan,” imbuhnya. Ahli Kesehatan di bidang Kedokteran Olahraga ini merekomendasikan hanya cukup minum satu kaleng setelah olah raga. Sebab, jika penggunaan terlalu banyak justru bisa menimbulkan rasa mual. Tentu pada akhirnya tidak baik bagi kesehatan.
Sementara mengenai jumlah liter yang perlu diminum setelah bertanding, kebutuhan masing-masing orang tidak sama. Hal itu sangat tergantung kepada intensitas dan lamanya berolahraga. Walau begitu, tentu bisa dihitung kebutuhannya.
Untuk menghitung kebutuhan air minum setelah berolahraga, idealnya dengan menghitung berat badan sebelum dan sesudah berolahraga, terutama jika olah tubuhnya berat.
“Selisih berat badan merupakan jumlah cairan yang hilang dan perlu diganti,” urainya.
Untuk mengukur apakah minuman yang kita konsumsi sudah cukup mengganti hilangnya cairan dalam tubuh, caranya mudah saja. Ukurannya bukan nikmat atau tidak air yang diminum, melainkan rasa haus.
Afriwardi menegaskan ketika rasa haus hilang setelah ada minuman yang masuk ke dalam tubuh, itu bisa dijadikan tanda untuk menilai kecukupan minum bagi seseorang. Biasanya, dalam kurun waktu dua hingga tiga jam setelah berolahraga akan muncul rasa ingin buang air kecil.Ditulis oleh: Marmi Panti Hidayah
image :
sumber tulisan :
Sabtu, 02 Februari 2013
Tiga Pesan Moral dari Air
Air dihadirkan oleh Allah dalam kehidupan manusia sebagai rezeki (QS
al-Baqarah [2]:22). Namun, air tidak sekadar rezeki, ia pun menjadi
ayat kauniyah, tanda kebesaran-Nya, yang perlu dibaca agar kita
merengkuh pesan moral (QS adz-Dzariyat [51]: 20-21). Ada sejumlah pesan
moral yang dapat dipelajari dari air.
Pertama, air itu menghidupi. Allah SWT berfirman, "Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup." (QS al-Anbiya' [21]: 30). Air menumbuhkan tanaman, menyuburkan tanah, bahkan mengalirkan oksigen dalam darah manusia. Di mana pun air berada, ia bermanfaat. Manusia pun selayaknya demikian. Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain." (HR Ahmad).
Kedua, ia bergerak tanpa henti. Karena jika ia diam, pasti kotor dan keruh. Imam Syafii berkata, "Saya lihat air yang diam menyebabkan kotor. Bila dia mengalir, ia menjadi bersih. Dan bila tidak mengalir, ia tidak akan jernih. Singa bila tidak meninggalkan sarangnya, dia tidak akan pernah memakan mangsanya. Dan anak panah bila tidak terlepas dari busurnya, tidak akan pernah mengenai sasarannya."
Orang yang tidak memiliki aktivitas atau pekerjaan, pikiran dan hatinya kemungkinan besar akan keruh dan kotor. Akibatnya, mata dan hatinya melihat secara negatif segala sesuatunya (suuzhan).
Ketiga, Air tak pernah bisa dipecah, atau dihancurkan. Bahkan, ia akan menenggelamkan benda-benda keras yang menghantamnya dan menghanyutkan. Ia hanya akan pecah saat ia mengeras, membeku. Inilah karakter dasar air, yakni mencair, mudah meresap, menguap, dan kembali turun untuk menyejukkan.
Karakter cair ini berguna jika seseorang menghadapi masalah. Karena bila kita bersikap mengeras, membatu, maka kita mudah pecah, stres, gampang dilempar ke sana-sini, dan seterusnya dalam menghadapi samudera kehidupan.
Ketiga, air berpasrah diri (Islam) secara total pada tatanan (kosmos) alam. Ia mengalir dari tempat tinggi ke arah yang lebih rendah. Ia menguap bila terkena panas, membeku jika tersentuh dingin, meresap di tanah, menguap ke awan, dan turun sebagai hujan. Ia kemudian menyatu di lautan raya, berpencar di sungai, kali, dan selokan.
Air mengikuti harmoni alam (sunatullah) yang digariskan Allah SWT. Harmoni alam itu tunduk dan patuh pada prinsip keseimbangan dan keadilan (QS al-Rahman [55]:7). Jika kesimbangan dirusak maka air pun protes. Air berhak atas tempat resapan. Jika tidak ada tempat resapan, air akan terus mencari tempat yang paling rendah.
Jika tak ada yang tepat sebagai resapannya maka terjadilah banjir. Banjir merupakan bentuk protes air karena tempat resapan serta jalan kembali ke lautan raya, tergusur oleh kerakusan dan keserakahan tangan manusia (QS ar-Rum [30]: 41).
Sudahkah kita seperti air, yang berpasrah, tunduk, dan patuh secara total pada Allah SWT? Sudahkah kita memelihara tatanan kehidupan secara adil? Wallahu a'lam bish shawab.
Pertama, air itu menghidupi. Allah SWT berfirman, "Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup." (QS al-Anbiya' [21]: 30). Air menumbuhkan tanaman, menyuburkan tanah, bahkan mengalirkan oksigen dalam darah manusia. Di mana pun air berada, ia bermanfaat. Manusia pun selayaknya demikian. Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain." (HR Ahmad).
Kedua, ia bergerak tanpa henti. Karena jika ia diam, pasti kotor dan keruh. Imam Syafii berkata, "Saya lihat air yang diam menyebabkan kotor. Bila dia mengalir, ia menjadi bersih. Dan bila tidak mengalir, ia tidak akan jernih. Singa bila tidak meninggalkan sarangnya, dia tidak akan pernah memakan mangsanya. Dan anak panah bila tidak terlepas dari busurnya, tidak akan pernah mengenai sasarannya."
Orang yang tidak memiliki aktivitas atau pekerjaan, pikiran dan hatinya kemungkinan besar akan keruh dan kotor. Akibatnya, mata dan hatinya melihat secara negatif segala sesuatunya (suuzhan).
Ketiga, Air tak pernah bisa dipecah, atau dihancurkan. Bahkan, ia akan menenggelamkan benda-benda keras yang menghantamnya dan menghanyutkan. Ia hanya akan pecah saat ia mengeras, membeku. Inilah karakter dasar air, yakni mencair, mudah meresap, menguap, dan kembali turun untuk menyejukkan.
Karakter cair ini berguna jika seseorang menghadapi masalah. Karena bila kita bersikap mengeras, membatu, maka kita mudah pecah, stres, gampang dilempar ke sana-sini, dan seterusnya dalam menghadapi samudera kehidupan.
Ketiga, air berpasrah diri (Islam) secara total pada tatanan (kosmos) alam. Ia mengalir dari tempat tinggi ke arah yang lebih rendah. Ia menguap bila terkena panas, membeku jika tersentuh dingin, meresap di tanah, menguap ke awan, dan turun sebagai hujan. Ia kemudian menyatu di lautan raya, berpencar di sungai, kali, dan selokan.
Air mengikuti harmoni alam (sunatullah) yang digariskan Allah SWT. Harmoni alam itu tunduk dan patuh pada prinsip keseimbangan dan keadilan (QS al-Rahman [55]:7). Jika kesimbangan dirusak maka air pun protes. Air berhak atas tempat resapan. Jika tidak ada tempat resapan, air akan terus mencari tempat yang paling rendah.
Jika tak ada yang tepat sebagai resapannya maka terjadilah banjir. Banjir merupakan bentuk protes air karena tempat resapan serta jalan kembali ke lautan raya, tergusur oleh kerakusan dan keserakahan tangan manusia (QS ar-Rum [30]: 41).
Sudahkah kita seperti air, yang berpasrah, tunduk, dan patuh secara total pada Allah SWT? Sudahkah kita memelihara tatanan kehidupan secara adil? Wallahu a'lam bish shawab.
Sumber :
image :
Image air yang lain :
Mengobati Hati yang Galau
"Ustaz, akhir-akhir ini hati Bunda seperti terserang virus galau: tidak
tenang, gelisah, makan tidak enak, bahkan tidur juga tidak bisa nyenyak.
Sering marah-marah dan mudah emosi. Tolong nasihati Bunda, Ustaz ..!"
keluh seorang jamaah selepas halaqah Shubuh.
Rasanya keadaan ini lumrah terjadi terhadap siapa saja. Bahkan, boleh dibilang manusiawi. Setiap manusia pasti akan melewati fase spiritual yang fathroh (menyimpang) dari kelaziman ini. Sebenarnya banyak faktor mengapa keadaan fathroh ini bisa melekat begitu saja terhadap manusia. Salah satu di antaranya adalah ketidaksiapan hati dan tergerusnya akar tauhid.
Hati dengan wataknya yang labil (taqallub, seakar dengan kata qolbun, hati) seharusnya bisa ditundukkan untuk tenang atau tumakninah jika saja rangsangan di luarnya bersesuaian. Di antara rangsangan hati untuk bisa tenang, selalu diajak ingat kepada Allah, zikrullah. "Dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS ar-Ra'du [13]: 28).
Yang dimaksud akar tauhid adalah keyakinan yang sempurna kepada Allah bahwa semua keadaan terjadi atas izin dan pengetahuan Allah. Hati dan semua keadaan kita ada dalam pengawasan Allah. Tidak ada sedikit pun yang terlewatkan dari perhatian-Nya. Dia Maha Menatap dan Mahabijak. Mengapa tidak coba keluhkan di hadapan-Nya.
Pernah jamaahnya Ibnu Mas'ud RA mengeluhkan keadaan dirinya persis seperti Bunda di atas. Selepas taklim, jamaah tersebut merangsek ke hadapan sahabat Nabi yang mulia ini. Lalu Ibnu Mas'ud RA berpesan dengan tiga tempat yang harus didatangi.
Pertama, datangi majelis yang Alquran selalu diperdengarkan. Simak bacaannya dan jika mampu ikut bacaannya, niscaya kamu akan dapat rahmat ketenangan (QS al-Isra [17]: 82).
Kedua, datangi majelis ilmu yang para guru saleh menasihatimu dengan firman-firman-Nya dan sabda Nabi-Nya, niscaya ada tambahan ilmu yang mencerahkan. Al-'Ilmu nuurun, ilmu itu cahaya yang mencerahkan.
Ketiga, datangi alas sajadah di malam-malam munajatmu, niscaya keadaanmu meningkat dalam kedudukan yang semakin dekat dengan Sumber Ketenangan, Allah 'Azza wa Jalla (QS al-Isra [17]: 79).
Atas dasar itulah, "Cobalah Bunda mulai sekarang, sering mengeluh dan mengadulah kepada Allah, pemilik hati dan keadaan kita dengan belajar untuk istiqamah mendatangi ketiga tempat yang dipesankan Ibnu Mas'ud tersebut. Insya Allah ada ketenangan dan kebaikan yang dilimpahi keberkahan." Demikian pesan mengakhiri halaqah Shubuh di pagi itu. Wallahu a'lam.
Rasanya keadaan ini lumrah terjadi terhadap siapa saja. Bahkan, boleh dibilang manusiawi. Setiap manusia pasti akan melewati fase spiritual yang fathroh (menyimpang) dari kelaziman ini. Sebenarnya banyak faktor mengapa keadaan fathroh ini bisa melekat begitu saja terhadap manusia. Salah satu di antaranya adalah ketidaksiapan hati dan tergerusnya akar tauhid.
Hati dengan wataknya yang labil (taqallub, seakar dengan kata qolbun, hati) seharusnya bisa ditundukkan untuk tenang atau tumakninah jika saja rangsangan di luarnya bersesuaian. Di antara rangsangan hati untuk bisa tenang, selalu diajak ingat kepada Allah, zikrullah. "Dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS ar-Ra'du [13]: 28).
Yang dimaksud akar tauhid adalah keyakinan yang sempurna kepada Allah bahwa semua keadaan terjadi atas izin dan pengetahuan Allah. Hati dan semua keadaan kita ada dalam pengawasan Allah. Tidak ada sedikit pun yang terlewatkan dari perhatian-Nya. Dia Maha Menatap dan Mahabijak. Mengapa tidak coba keluhkan di hadapan-Nya.
Pernah jamaahnya Ibnu Mas'ud RA mengeluhkan keadaan dirinya persis seperti Bunda di atas. Selepas taklim, jamaah tersebut merangsek ke hadapan sahabat Nabi yang mulia ini. Lalu Ibnu Mas'ud RA berpesan dengan tiga tempat yang harus didatangi.
Pertama, datangi majelis yang Alquran selalu diperdengarkan. Simak bacaannya dan jika mampu ikut bacaannya, niscaya kamu akan dapat rahmat ketenangan (QS al-Isra [17]: 82).
Kedua, datangi majelis ilmu yang para guru saleh menasihatimu dengan firman-firman-Nya dan sabda Nabi-Nya, niscaya ada tambahan ilmu yang mencerahkan. Al-'Ilmu nuurun, ilmu itu cahaya yang mencerahkan.
Ketiga, datangi alas sajadah di malam-malam munajatmu, niscaya keadaanmu meningkat dalam kedudukan yang semakin dekat dengan Sumber Ketenangan, Allah 'Azza wa Jalla (QS al-Isra [17]: 79).
Atas dasar itulah, "Cobalah Bunda mulai sekarang, sering mengeluh dan mengadulah kepada Allah, pemilik hati dan keadaan kita dengan belajar untuk istiqamah mendatangi ketiga tempat yang dipesankan Ibnu Mas'ud tersebut. Insya Allah ada ketenangan dan kebaikan yang dilimpahi keberkahan." Demikian pesan mengakhiri halaqah Shubuh di pagi itu. Wallahu a'lam.
Sumber :
Image :
image ust arifin yang lain:
Penyakit Itu Bernama Kebencian
Sebagai agama yang mengajarkan rahmatan lil alamin,
Islam sangat menganjurkan bahkan mengajarkan kepada setiap pemeluknya
untuk bersikap lapang dada tatkala mendapatkan hal yang tidak sesuai
dengan ideologinya. Hal ini penting, karenan mengingat, selam ini atau
bahkan sejak beberapa ratus tahun yang lalu, berdasarkan penuturan
sejarah yang perlu kita telusuri dan kaji lebih lanjut toleransi atau
sikap menghargai perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah.
Islam,
sebagai agama cinta damai, sangat mengecam tindakan anarkis dan
represif yang akan menyebabkan ketimpangan social serta mencoreng atau
merusak citra positif Islam. Tindakan agitasi dan provokatif ini telah
banyak menimbulkan kegelisahan dan keresahan baik tingkat individu
ataupun kelompok. Hal yang tampak nyata dari perbuatan represif ini
adalah tulisan ataupun ucapan yang tidak ada acuan dan rujukan
sedikitpun dari sumber aslinya. Sehingga pembaca awam- seperti saya –
kadang mudah terpancing untuk melakukan tindakan serupa atas dalih agama
(baca; perbaikan).
Islam
– sekali lagi – mendidik serta menagajarkan kepada setiap pemeluknya
untuk bersikap terbuka dan mau berlapang dada terhadap setiap perbedaan
faham, madzhab, organisasi dan semacamnya selagi perbedaan tersebut
tidak menimbulkan kekerasan dan kekasaran yang merimbas kepada
ketidak-stabilan masyarakat. Perbedaan – dalam beberapa hal – merupakan
ketetapan Allah azza wa jalla, sunnatullah, yang tidak mungkin
dirubah sekalipun kita tidak menghendakinya. Di samping itu juga
terdapat perbedaan yang memang ‘direncanakan’ oleh Allah untuk berbeda
pendapat dan masih mungkin untuk disatukan dalam bingkai ukhuwah islamiyah.
Tidak jarang kita jumpai dan temui di sekitar kita – hanya karena perbedaan – bukan pembedaan, yang tidak sejalan dengan manhaj /
metode yang kita anut, langsung kita nyatakan sesat, kafir, musyrik dan
kata-kata yang tidak sepantasnya diucapkan oleh insan beriman. Tidak
cukup dengan dengan itu, tindakan brutal, agitasai dan konfrontasi tak
dapat dihindari demi ‘menyelamatkan’ agama suci ini. Parahnya perbuatan
itu kadang – bahkan sering – tanpa mendatangkan atau mengundag pihak
yang diadili karena telah terbawa emosi yang meluap-luap. Sehingga yang
terjadi kemudian adalah pembakaran rumah, mushalla dan bahkan menjarah
setiap harta benda yang masih tersisa di dalamnya.
Belajar kepada Musa & Harun
Sebagian kita berlaku demikian mengklaim karena al-Qur’an memerintahkan untuk ber-amar ma’ruf wan nahyu ani al-munkar. Sementara ayat dan surat yang lain seolah dikesampingkan. Tabyyun,
mencari kejelasan, tak lagi diperhatikan karena untuk menyeterilkan
agama ini dari kemusyrikan, kesesatan, kekafiran. Tindakan demikian
malah bukan mencerminkan orang yang berpegang teguh kepada al-Qu’an dan
as-Sunnah. Bahakn perbuatan demikian telah menginjak-injak nila-nilai
kelembutan, keramahan, kesopanan yang sangat ditekankan oleh kedua
pedoman diatas.
Bukti bahwa al-Qur’an mengajarkan berbuat lembut, sopan, santun namun tegas dan jelas adalah firman Allah jaala wa ‘ala
ketika Dia memerintahkan kepada nabi Musa dan Harun untuk menyampaikan
risalah-Nya kepada Fir’aun yang terkenal dengan kekejaman dan
kebengisannya. Allah berfirman Pergilah kamu berdua (Musa-Harun)
kepada Fir’aun, Sesungguhnya Dia telah melampaui batas; Maka
berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut,
Mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (Thahaa: 43-44). Ayat ini
mempunyai kandungan yang sangat dalam dan tajam. Ha ini bisa dibuktikan
kajian yang mendalam. Bukankah telah masyhur bahwa manusia yang paling
sempurna kebengisan, kekejaman dan kesombongannya adalah Fir’aun laknatullahi alaihi?
Bengis karena ketika melihat orang lak-laki yang tidak mau mengakui
akan ketuhanannya ia bunuh. Kejam, karenan siksaan yang akan diterima
oleh orang yang tidak mendukungnya akan sangat mengerikan. Dan sombong
karena hanya ia yang telah mengaku sebagai tuhan.
Meskipun Allah azza wa jalla
telah memberitahukan kepada nabi Musa dan Harun bahwa Fir’aun telah
melampaui batas, Dia Yang Mahalembut dan Mahasantun tetap menghendaki
agar kedua utusan-Nya itu menyampaikan risalah-Nya (mengingatkannya)
dengan kata-kata dan kalimat yang lembut. Karena jika utusan-Nya
tersebut berlaku kasar terhadap fir’aun yang terkanal dengan kekerasan
dan kekasarannya, maka pasti ia (Fir’aun) akan semakin menentang dan
tambah congkak. Meskipun kita tahu bahwa apa yang terjadi kemudian
Fir’aun tetap pada pendiriannya (mengaku tuhan).
Cerita di atas juga selaras dengan perintah Allah al-A’dzam al-Akbar yang lain di yang berbunyi “Serulah
(manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah
yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan
Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.
(an-Nahl: 125). Jika ayat sebelumnya mendidikan dan mengajrkan kita
untuk berkata lembut, sopan dan santun, maka ayat ini justeru lebih
spesifik lagi. Di dalam ayat suci ini Allah al-Karim menyuruh kita menyampaikan risalah-Nya dengan hikmah. Lalu apa hikmah itu?
Sebagian
ahli tafsir berpandapat bahwa ia (hikmah) adalah teladan yang baik,
perkaan yang lembut dan tindakan yang santun. Ada pula yang
meafsirkannya dengan perkataan yang tegas dan benar yang dapat
membedakan antara yang hak dengan yang bathil. Sebagaian yang lain
menjabarkan makna hikmah dengan perumpamaan-perumpamaan yang
membangkitkan seseorang untuk berbuat baik. Perbedaan penafsiran tentang
makna hikmah tersebut tidaklah penting untuk kita perdebatkan. Yang
jelas esensi dari beberapa penafsiran tersebut bahwa dalam menyampaikan
risalah Allah al-Halim dituntut adanya kelemah
lembutan, kesopanan dan kesantunan tanpa melenyapkan atau menghilangkan
nilai-nilai kebenaran dari amanah tersebut.
Di
samping itu ayat tersebut juga menekankan bahwa jika terdapat perbedaan
pendapat atau pemahaman dalam sauatu masalah, cara penyelesaiananya
adalah dengan berdialog. Kalimat dan bantahlah mereka dengan cara yang baik
merupakan perintah yang meniscayakan proses dialog dalam suatu masalah.
Lebih dari itu dialog ini tidak beloh mengedepankan kekuatan otot
seraya mata mlotot tanpa memberikan dalil yang qath’I, pasti dan sharih,
jelas. Tidak ada gunanya jika hanya mengatakan ini tidak boleh itu
tidak boleh tanpa memberikan alsan yang rasional dan logis. Pun
demikian, nilai-nilai epistemologis dan ontologis serta aksiologis tidak
boleh dikesampingkan hanya karena takut kehilangan pendukung dan
pengawal.
Selanjutnya, di ayat dan surat yang lain Rabb al-Alamin berfirman “Hai
orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki
merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih
baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan
kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan
janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan
gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah
(panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat,
Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.
Meskipun
ayat di atas seruannya tertuju kepada laki-laki dan juga perempuan,
namun ayat ini mempunyai makna yang sangat luas tak terbatas. Maksudnya
adalah jika kita sebagai orang yang mengaku beriman sangat dilarang
untuk menyalahkan orang yang tidak sefaham, sealiran, seaqidah dan
sependapat dengan kita. Karena bisa jadi ia atau mereka lebih baik dari
kita – selama orang atau kelompok tersebut bersaksi bahwa Allah jaal wa
ala adal Rabb al-alamin dan Muhammad adalah sayyidul mursalin. Adapun makna jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh. Sementara panggilan yang buruk
ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti
panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai
fasik, Hai kafir dan sebagainya.
Iqra’ (Bacalah!!!)
Namun
demikian, sepertinya ketiga ayat di atas – di samping ayat-ayat yang
lain – telah difahami secara leterlek dan hanya diambil kulit luarnya
saja tanpa ingin membuka inti sarinya. Kita seolah merasa benar
sementara yang lain salah. Padahal ketika menghakimi, kita tidak
berusaha mendatangkan orang yang kita adili. Serta merta kita
bersorak-sorai menang dalam menentukan benar salah meskipun tanpa
menghadirkan orang yang dianggap bermasalah. Sebenarnay semua itu
merupakan bentuk kepandiran, kepengecutan dan keculasan yang di tambah
lagi dengan kebencian belebihan tanpa ingin membuka lembar-lembar
al-Qur’an yang dimuliayakan.
Buktinya
masih banyak di antara kita ketika mendengar kata ini dan itu langsung
mengecapnya atau men-stigma dengan kafir, musyrik, fasik, sesat dan
sebagainya karena tidak sejalan dengan pemikiran kita. Seolah kebenaran
itu hanya dan pasti ada di kita. Bukan yang lain. Dan secara tidak
langsung kita mengatakan “Jika kalian mau masuk surge, maka mau-tidak
mau harus bersama kami. Karena Tuhan telah menyediakan surga sepererti
pesanan kami.” Terlebih lagi sikap yang kurang baik ini diperparah
dengan kengganan kita membuka-buka lembaran buku yang masih tersimpan
rapi di balik lemari. Padahal tujuan Allah al-Alim menurunkan iqra’ agar
kita mau membuka, membaca, mengkaji dan meneliti dari sekian ilmu yang
tak bertepi untuk kemudian kita amalkan setiap hari. Lalu masihkan kita
menyimpan penyakit yang bernama kebencian itu??? Wallahu a’lam
5 Alasan Pria Tak Lagi Cinta
Sekalipun awalnya cinta, seiring berjalannya waktu
perasaan cinta bisa memudar. Ketika dia mulai cuek, dingin, dan tak
perhatian lagi, bisa saja ini pertanda bahwa si dia sudah tak cinta
lagi. Tetapi, jangan buru-buru menuduhnya berselingkuh, karena ada
beberapa alasan lain di balik memudarnya rasa cinta si dia.
1. Anda tak lagi ada dalam "zona-nya"
Pria punya penilaian yang sangat tinggi terhadap loyalitas. Ini membuat ia harus benar-benar merasakan bahwa Anda ada di sisinya, dan bisa menjadi tempat perlindungannya. Ketika menghadapi masalah pria membutuhkan seorang perempuan yang bisa membuatnya merasa nyaman. Jika ia mulai menarik diri dan kehilangan rasa cinta, bisa jadi karena ia merasa Anda tak lagi ada dalam zona-nya. Anda dirasa tidak mampu berempati atau tidak cukup memahami dirinya.
2. Merasa tidak cocok
Dalam hubungan, kecocokan dan kompatibilitas sangat dibutuhkan. Beberapa masalah yang dihadapi berdua saat berpacaran sebenarnya bisa menunjukkan apakah Anda berdua dapat saling mengisi. Pria bisa menilai ketidakcocokan dari berbagai hal, seperti topik-topik yang Anda bicarakan, aktivitas yang Anda berdua lakukan, atau sifat-sifat buruk yang Anda sembunyikan.
Mungkin si dia akan mengikuti saja semua hal yang Anda rencanakan, tapi diam-diam dia pun membuat penilaian mengenai diri Anda. Di mata orang lain pun, Anda berdua mungkin akan terlihat sebagai pasangan yang serasi. Namun pada akhirnya realita akan mulai terlihat. Semua perbedaan yang ada akan mulai terungkap, dan si dia mulai mundur perlahan.
3. Terlalu diatur
Sikap perempuan yang terlalu mengatur bisa membuat para pria muak. Hal itu akan membuat pria merasa dikekang, tidak bisa melakukan sesuatu sesuai kehendaknya, dan tentunya tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Apalagi, bila apa yang Anda kehendaki dari dirinya justru merupakan ekspresi kepribadiannya. Misalnya, mengenai cara berpakaiannya, atau potongan rambutnya. Belum lagi jika kemudian Anda juga mengatur segala tingkah lakunya. Bila hal ini tidak segera Anda sadari, si dia bisa kehilangan perasaan cintanya.
4. Dia tak lagi merasa dikagumi
Banyak terapis dan psikolog mengungkapkan tentang keinginan dan kebutuhan perempuan untuk dihargai, dan laki-laki untuk dikagumi. Seorang pria yang merasa bahwa dirinya tidak lagi menarik, atau dibutuhkan, perlahan-lahan akan mulai kehilangan minat dalam hubungan. Sebaiknya jangan terlalu memberi banyak tekanan pada pasangan. Jangan pelit memberikan pujian, misalnya ketika ia meraih pencapaian tertentu di tempat kerjanya. Atau, jangan terlalu merasa sebagai perempuan mandiri. Sesekali mintalah agar ia membantu Anda melakukan sesuatu, agar ia tetap merasa dibutuhkan.
5. Selalu pasang muka cemberut
Ini sering terjadi tiap waktu, dan Anda pasti sadar saat melakukannya. Tak salah jika Anda merasa kurang setuju dengan apa yang dilakukannya, tetapi bukan berarti Anda harus menunjukkan wajah sedih dan cemberut tiap kali bertemu dengannya. Misalnya, hanya karena salah perhitungan dengan waktu ia jadi terlambat menjemput Anda. Pria tidak bisa membaca pikiran Anda. Sampaikan saja apa yang mengganggu pikiran Anda. Kalau Anda tidak menyampaikannya, dan hanya memasang wajah masam setiap menyambut kehadirannya, ia pasti malas menemui Anda.
Sumber : http://female.kompas.com/read/2013/02/02/11000912/5.Alasan.Pria.Tak.Lagi.Cinta?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp
image : http://assets.kompas.com/data/photo/2008/10/06/113123p.jpg
1. Anda tak lagi ada dalam "zona-nya"
Pria punya penilaian yang sangat tinggi terhadap loyalitas. Ini membuat ia harus benar-benar merasakan bahwa Anda ada di sisinya, dan bisa menjadi tempat perlindungannya. Ketika menghadapi masalah pria membutuhkan seorang perempuan yang bisa membuatnya merasa nyaman. Jika ia mulai menarik diri dan kehilangan rasa cinta, bisa jadi karena ia merasa Anda tak lagi ada dalam zona-nya. Anda dirasa tidak mampu berempati atau tidak cukup memahami dirinya.
2. Merasa tidak cocok
Dalam hubungan, kecocokan dan kompatibilitas sangat dibutuhkan. Beberapa masalah yang dihadapi berdua saat berpacaran sebenarnya bisa menunjukkan apakah Anda berdua dapat saling mengisi. Pria bisa menilai ketidakcocokan dari berbagai hal, seperti topik-topik yang Anda bicarakan, aktivitas yang Anda berdua lakukan, atau sifat-sifat buruk yang Anda sembunyikan.
Mungkin si dia akan mengikuti saja semua hal yang Anda rencanakan, tapi diam-diam dia pun membuat penilaian mengenai diri Anda. Di mata orang lain pun, Anda berdua mungkin akan terlihat sebagai pasangan yang serasi. Namun pada akhirnya realita akan mulai terlihat. Semua perbedaan yang ada akan mulai terungkap, dan si dia mulai mundur perlahan.
3. Terlalu diatur
Sikap perempuan yang terlalu mengatur bisa membuat para pria muak. Hal itu akan membuat pria merasa dikekang, tidak bisa melakukan sesuatu sesuai kehendaknya, dan tentunya tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Apalagi, bila apa yang Anda kehendaki dari dirinya justru merupakan ekspresi kepribadiannya. Misalnya, mengenai cara berpakaiannya, atau potongan rambutnya. Belum lagi jika kemudian Anda juga mengatur segala tingkah lakunya. Bila hal ini tidak segera Anda sadari, si dia bisa kehilangan perasaan cintanya.
4. Dia tak lagi merasa dikagumi
Banyak terapis dan psikolog mengungkapkan tentang keinginan dan kebutuhan perempuan untuk dihargai, dan laki-laki untuk dikagumi. Seorang pria yang merasa bahwa dirinya tidak lagi menarik, atau dibutuhkan, perlahan-lahan akan mulai kehilangan minat dalam hubungan. Sebaiknya jangan terlalu memberi banyak tekanan pada pasangan. Jangan pelit memberikan pujian, misalnya ketika ia meraih pencapaian tertentu di tempat kerjanya. Atau, jangan terlalu merasa sebagai perempuan mandiri. Sesekali mintalah agar ia membantu Anda melakukan sesuatu, agar ia tetap merasa dibutuhkan.
5. Selalu pasang muka cemberut
Ini sering terjadi tiap waktu, dan Anda pasti sadar saat melakukannya. Tak salah jika Anda merasa kurang setuju dengan apa yang dilakukannya, tetapi bukan berarti Anda harus menunjukkan wajah sedih dan cemberut tiap kali bertemu dengannya. Misalnya, hanya karena salah perhitungan dengan waktu ia jadi terlambat menjemput Anda. Pria tidak bisa membaca pikiran Anda. Sampaikan saja apa yang mengganggu pikiran Anda. Kalau Anda tidak menyampaikannya, dan hanya memasang wajah masam setiap menyambut kehadirannya, ia pasti malas menemui Anda.
Sumber : http://female.kompas.com/read/2013/02/02/11000912/5.Alasan.Pria.Tak.Lagi.Cinta?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp
image : http://assets.kompas.com/data/photo/2008/10/06/113123p.jpg
Senin, 28 Januari 2013
Empat Langkah Terbebas dari Utang
Melunasi utang atau kredit merupakan resolusi Tahun Baru
yang populer. Jika Anda berjanji melunasi utang Anda dan memulai hidup dengan
keuangan yang lebih seimbang tahun ini, mari perhatikan cara-cara berikut:
1. Bikin daftar
Langkah awalnya, kumpulkan semua tagihan Anda seperti laporan kartu kredit saat ini, kredit mobil, dan KPR. Kumpulkan juga semua dokumen (baik online maupun fisik) yang mengandung informasi mengenai apa saja utang Anda. Bila perlu, hubungi pemberi pinjaman dan tanya lengkap mengenai utang Anda.
Sekarang buatlah semuanya menjadi satu: daftar semua utang Anda, bersama dengan pembayaran minimumnya.
2. Pilih prioritas
Setelah membuat daftar utang Anda, pilih salah satu dan fokuskan untuk dilunasi. Ada dua patokan: Anda bisa memilih utang dengan bunga tertinggi, atau utang dengan jumlah terkecil.
Secara matematis, membayar utang berbunga tertinggi adalah yang paling masuk akal. Namun secara motivasi, berfokus pada utang yang terkecil membuat utang Anda lunas dengan cepat, sehingga membuat Anda bersemangat melunasi utang yang lain.
Apa pun metode yang Anda gunakan, pilihlah sebuah utang dan segera lunasi. Bayarlah cicilan minimum pada semua utang lainnya, namun sebanyak yang Anda bisa targetkan. Dalam bukunya yang berjudul “Life or Debt”, Stacy merekomendasikan Anda menyisihkan 10 persen pendapatan bulanan Anda sebagai "pelunas utang."
Dari mana Anda bisa mendapatkan uang ekstra untuk Anda jadikan sebagai pelunas utang? Dengan melakukan pengecekan pengeluaran Anda dan menyisihkan setiap sen yang mungkin dari anggaran Anda. Kunjungi situs seperti PowerWallet untuk secara otomatis melacak pengeluaran.
3. Gunakan metode bola salju
Setelah melunasi utang pertama, berfokuslah pada utang berikutnya dalam daftar. Untuk utang No 2 ini, bayarlah sejumlah cicilan minimum + cicilan minimum dari utang No. 1 + pembayaran "pelunas utang" Anda. Setelah utang No 2 lunas, lunasi utang No 3: cicilan minimum + jumlah cicilan utang No 1 dan No 2 yang lama + uang "pelunas utang" Anda.
Menambahkan jumlah cicilan utang yang lama ke dalam cicilan utang yang tersisa disebut membuat bola salju, dan itu adalah cara yang bagus untuk melunasi utang. Karena Anda terbiasa membayar utang sejumlah tersebut, namun kini utang pertama tersebut telah lunas, tetap keluarkan sejumlah uang yang sama namun untuk membayar utang ke-2, dan seterusnya.
Kemudian jika Anda bisa menyisihkan "pelunas utang" hingga setara 10 persen dari penghasilan Anda, maka dengan menggunakan metode bola salju Anda bisa melunasi setiap utang yang Anda miliki, termasuk KPR, paling lama 10 tahun.
4. Mencari uang tambahan
Apakah Anda merasa tidak memiliki uang ekstra untuk dijadikan “pelunas utang”? Setelah Anda mulai melacak pengeluaran, Anda mungkin akan terkejut.
Berencana mendapatkan tubuh yang langsing tahun ini? Batalkan keanggotaan gym Anda dan lakukan jogging, atau sewa video latihan untuk berolaraga di rumah. DTarif keanggotaan gym rata-rata sebesar Rp450 ribu per bulan. Jika uang tersebut Anda alokasikan untuk membayar utang selama enam bulan, maka utang Anda akan terlunasi hingga Rp2,7 juta.
Sering perawatan di salon? Coba beli masker rambut dan kerjakan sendiri, atau minta teman Anda untuk memakaikan kuteks ke kuku Anda daripada manicure-pedicure di salon.
Simpulannya - dengan membuat anggaran yang disebut "pelunas utang" dan menerapkan pembayaran utang dengan metode bola salju, Anda akan tetap termotivasi dan membuat utang Anda lunas.
1. Bikin daftar
Langkah awalnya, kumpulkan semua tagihan Anda seperti laporan kartu kredit saat ini, kredit mobil, dan KPR. Kumpulkan juga semua dokumen (baik online maupun fisik) yang mengandung informasi mengenai apa saja utang Anda. Bila perlu, hubungi pemberi pinjaman dan tanya lengkap mengenai utang Anda.
Sekarang buatlah semuanya menjadi satu: daftar semua utang Anda, bersama dengan pembayaran minimumnya.
2. Pilih prioritas
Setelah membuat daftar utang Anda, pilih salah satu dan fokuskan untuk dilunasi. Ada dua patokan: Anda bisa memilih utang dengan bunga tertinggi, atau utang dengan jumlah terkecil.
Secara matematis, membayar utang berbunga tertinggi adalah yang paling masuk akal. Namun secara motivasi, berfokus pada utang yang terkecil membuat utang Anda lunas dengan cepat, sehingga membuat Anda bersemangat melunasi utang yang lain.
Apa pun metode yang Anda gunakan, pilihlah sebuah utang dan segera lunasi. Bayarlah cicilan minimum pada semua utang lainnya, namun sebanyak yang Anda bisa targetkan. Dalam bukunya yang berjudul “Life or Debt”, Stacy merekomendasikan Anda menyisihkan 10 persen pendapatan bulanan Anda sebagai "pelunas utang."
Dari mana Anda bisa mendapatkan uang ekstra untuk Anda jadikan sebagai pelunas utang? Dengan melakukan pengecekan pengeluaran Anda dan menyisihkan setiap sen yang mungkin dari anggaran Anda. Kunjungi situs seperti PowerWallet untuk secara otomatis melacak pengeluaran.
3. Gunakan metode bola salju
Setelah melunasi utang pertama, berfokuslah pada utang berikutnya dalam daftar. Untuk utang No 2 ini, bayarlah sejumlah cicilan minimum + cicilan minimum dari utang No. 1 + pembayaran "pelunas utang" Anda. Setelah utang No 2 lunas, lunasi utang No 3: cicilan minimum + jumlah cicilan utang No 1 dan No 2 yang lama + uang "pelunas utang" Anda.
Menambahkan jumlah cicilan utang yang lama ke dalam cicilan utang yang tersisa disebut membuat bola salju, dan itu adalah cara yang bagus untuk melunasi utang. Karena Anda terbiasa membayar utang sejumlah tersebut, namun kini utang pertama tersebut telah lunas, tetap keluarkan sejumlah uang yang sama namun untuk membayar utang ke-2, dan seterusnya.
Kemudian jika Anda bisa menyisihkan "pelunas utang" hingga setara 10 persen dari penghasilan Anda, maka dengan menggunakan metode bola salju Anda bisa melunasi setiap utang yang Anda miliki, termasuk KPR, paling lama 10 tahun.
4. Mencari uang tambahan
Apakah Anda merasa tidak memiliki uang ekstra untuk dijadikan “pelunas utang”? Setelah Anda mulai melacak pengeluaran, Anda mungkin akan terkejut.
Berencana mendapatkan tubuh yang langsing tahun ini? Batalkan keanggotaan gym Anda dan lakukan jogging, atau sewa video latihan untuk berolaraga di rumah. DTarif keanggotaan gym rata-rata sebesar Rp450 ribu per bulan. Jika uang tersebut Anda alokasikan untuk membayar utang selama enam bulan, maka utang Anda akan terlunasi hingga Rp2,7 juta.
Sering perawatan di salon? Coba beli masker rambut dan kerjakan sendiri, atau minta teman Anda untuk memakaikan kuteks ke kuku Anda daripada manicure-pedicure di salon.
Simpulannya - dengan membuat anggaran yang disebut "pelunas utang" dan menerapkan pembayaran utang dengan metode bola salju, Anda akan tetap termotivasi dan membuat utang Anda lunas.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kategori Tulisan
Anak
(21)
Ceramah
(25)
Doaku
(3)
Gallery
(68)
Hadits
(20)
Herbal
(3)
Hikmah
(258)
I'tikaf
(5)
Idul Fitri
(27)
Inspirasi
(149)
Jualan
(3)
Kesehatan
(43)
Keuangan
(12)
Kisahnyata
(43)
Kultum
(147)
Lailatul Qadar
(2)
Lain-lain
(49)
management
(4)
Nisa'
(1)
ODOJ
(2)
Progress
(54)
prowakaf
(2)
Puasa
(182)
Quran
(17)
Qurban
(40)
Ramadhan
(322)
Renungan
(17)
Rumahkreatif
(6)
Rumahpintar
(8)
Rumahtahfidz
(18)
Rumahyatim
(6)
Sedekah
(47)
Share
(104)
Syawal
(5)
Tanya jawab
(2)
Tarawih
(4)
Tarbiyah
(166)
Umroh
(19)
Wakaf
(8)
Yatim
(7)
Zakat
(22)
Sering dibaca
- Obat Kanker yang 10.000X Lebih Kuat dari KemoTerapi
- Daftar Tempat Makan Di Madiun
- Apa Arti Kata "Dancuk"...
- Kisah Nyata : Hati-hati Ajarkan Motor-Mobil Pada Anak di Bawah Umur
- Sahabat Kita Yang Baik Akan Menolong Kita Di Akhirat
- 10 Amal yang Pahalanya Takkan Pernah Putus
- Kepada Donatur : Kisah Nyata - Kesalahan Kecil yang Dahsyat Akibatnya
- Kadal dan Sedekah
- Kepada Donatur : Mengintip Akheratmu Dengan Melihat Kehidupan Duniamu
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!










FACEBOOK klik
TWITTER klik
WHATSAPP : 