Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 28 Desember 2012

Laporan Keuangan Bulan Desember 2012


LAPORAN KEGIATAN BULAN DESEMBER 2012

PROGRAM PINTAR

Beasiswa Ponorogo
Sebanyak 15 anak di daerah ngebel dan sekitarnya telah menerima beasiswa rutin dari LMI madiun. Sebagai pengelola nya kami mempercayakan pada Ust. Romdhoni.

Beasiswa Yatim di Ngawi
Tak ketinggalan siswa  siswi di MTsN Sunan Kalijogo Kendal Ngawi juga menerima beasiswa dari LMI tiap bulannya. Yang bekerjasama dengan Ketua MUI Kota Madiun,

Santunan Pendidikan
Menjelang ujian sekolah tahun ini LMI memberikan Bantuan pelunasan SPP untuk Novianto( SMKN 1 Madiun), Pembayaran ujian semester untuk Doni Budi (SMK Taman Madya), Pelunasan LKS untuk Argo Yohan (SMPN 7 Madiun), Pelunasan LKS Azmi Haqqoni (MAN 2 Madiun).

Beasiswa Wilayah kota madiun
Pada kesempatan kali ini beasiswa sengaja dibagikan pada saat mendekati peringatan hari ibu. Ada 120 anak hadir dalam acara tersebut. Tidak Cuma pembagian beasiswa, tapi juga bungkus kado untuk ibu. Anak-anak diminta kreatif untuk membungkus kado dan diserahkan pada ibu mereka masing-masing.

Beasiswa Caruban
Sebanyak 35 anak yang terdiri dari 8 anak dhuafa dan 27 anak yatim di daerah caruban mendapatkan bantuan pendidikan berupa beasiswa setiap bulan.

Beasiswa Kebonsari
18 anak di Krandegan Kebonsari sudah terbantu dengan adanya beasiswa dari LMI. Ada 16 anak yatim dan 2 anak dhuafa yang diasuh LMI dan P' Imam Mudjari diberi amanah dalam penyalurannya.

Bimbingan Belajar
Program bimbingan belajar gratis yang sudah berjalan, insya Allah kedepannya dialihkan ke Gedung Tahfidz Jl. Salak Barat VII. Semua kegiatan akan terpusat di Jl. Salak barat VII termasuk bimbel, kajian-kajian, pembinaan dan belajar Al Qur'an.

Kado Untuk Ibu
Dalam rangka memperingati Hari Ibu tahun ini, LMI mengajak anak asuhnya untuk memberikan sebuah kado kepada sang bunda. Kado yang sudah disediakan LMI dibungkus oleh mereka sendiri sebagai bentuk rasa cinta mereka kepada sang bunda Kegiatan ini diikuti oleh seluruk anak-anak binaan LMI yang bertempat di Masjid Baiturrohman.

Seputar Rumah Tahfidz
Memasuki tahun 2013 ini insya Allah gedung tahfidz akan mulai difungsikan. Dalam hal ini gedung tersebut selain akan digunakan untuk rumah tahfidz, tetapi juga semua kegiatan akan terpusat disana. Baik itu pembinaan anak asuh, Bimbingan belajar, kajian-kajian dan semua kegiatan Q-Centre. Sementara menunggu bapak-bapak tukang yang terus bersemangat menyelesaian pembangunan gedung tahfidz , Kegiatan anak-anak tahfidz pun tak mau kalah semangatnya. Proses menghafal mereka terus berjalan . Semangat dan tekad untuk merampungkan hafalan patut diacungi jempol bagi anak-anak seusia mereka. Ulum salah satunya. Dia berhasil menghafalan 5 juz dan david yang pernah menjuarai Tartil Qur'an Tingkat Kota Madiun. Selain menghafal Qur'an ada bakat lain yang dimiliki anak-anak, yaitu hadroh.


 

PROGRAM DAKWAH

Kegiatan Majelis Ta'lim
Tahun baru, semangat baru. Itulah yang menjadi semangat dan motivasi mereka para penggerak dakwah untuk terus aktif dalam kegiatan majelis Ta'lim. Beberapa majelis diantaranya MT. tarsanah, MT. Banjarejo, MT. Al Amin, MT. Mar'atusholiha(Jl. Trunojoyo), MT. An Nur, MT. Al Ihsan, Al hidayah, MT. Miftahul Jannah dan masih banyak lagi majelis-majelis yang tidak kalah semangat dan istiqomah.

Kajian Tafsir
Bersama Ust. Winarto kajian tafsir rutin digelar di Masjid Baiturrohman Jl. Semangka  tiap 2 pekan sekali. Alhamdulillah semakin banyak jama'ah yang mengikuti kajian tersebut.

BISA (Belajar Intensif Al Qur'an )
Belajar membaca Al Qur'an yang kebanyakan jama'ahnya sudah dewasa atau sering disebut TPAD (Taman Pendidikan Al Qur'an Dewasa) masih sangat diminati oleh masyarakat, bahkan semakin banyak yang bergabung. Terlihat di beberapa daerah, mengajukan pembentukan TPAD baru. Sampai saat ini sudah ada 17 TPAD yang tersebar dibeberapa wilayah Madiun yang dikelola baik oleh Ust. Syaiful.

Beasiswa penghafal Qur'anBeasiswa bagi penghafal Qur'an rutin diberikan kepada 3 santriwati(2 dari magetan dan 1 dari madiun) yang sedang melanjutkan hafalannya di Rumah Qur'an An Nadwah Jakarta Timur. 

Kafalah Da'I dan Guru
Bantuan kafalah diberikan kepada guru-guru dan para da'I yang gajinya masih dibawah UMR. LMI memberikan kafalah kepada Guru-guru di MIT Bakti Ibu dan Da'i/Ustadz di TPA Robbani (Banjarsari) , TPA Al Lu'aimi (Kresek), serta  Ustadz tahfidz di Ponorogo.


 

PROGRAM SEHATI

Santunan Kesehatan
Santunan kesehatan rutin diberikan kepada P'sarju (penderita katarak), Arif (penderita tumor di leher sejak kecil) yang menunggu setelah cukup umur, baru dioperasi. Mbah Soinem (Penderita lumpuh) yang juga mendapatkan bantuan kursi roda, kemudian ukkin (Penderita kelainan anus) yang setiap bulannya harus kontrol  dan biaya berobat bagi para santri tahfidz yang kebetulan sedang sakit.

Khitan Gratis
LMI juga memberikan Bantuan untuk acara Khitan GRATIS yang bekerjasama dengan BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) yang dilaksanakan di Apotek Dua Empat di perempatan Dungus , Ahad 23 Desember 2012.

Pengobatan Gratis
Ahad, 16 desember 2012 MIT Bakti ibu mengadakan pengobatan Gratis yang bekerjasama dengan LMI. Tepatnya di daerah Kuwiran, kec. Kare kab. Madiun. Dalam kegiatan ini panitia melibatkan 12 tim medis dan relawan. Alhamdulillah ternyata masyarakat ds.kuwiran sangat antusias mengikuti pengobatan Gratis. Terbukti dari sekian banyak masyarakat yang bergabung dan menikmati fasilitas pengobatan tersebut. Bahkan tim dokter harus “home visit” kerumah warga karena kondisinya tidak bisa berjalan. Ada sekitar 57 warga yang memeriksakan kesehatan nya di klinik gratis , yang memang kesehariannya ds. Kuwiran jauh dari klinik ataupun puskesmas.

 

PROGRAM EMAS

Bantuan Modal
Bantuan modal diberikan kepada Bp. Sutopo (Jabung) untuk melanjutkan usaha batu batanya. Bantuan modal juga diberikan kepada P'Dwi yang merintis warung sederhananya di Jl. Asahan. Kemudian bagi P'Untung pemilik warung ronde yang juga menjadi salah satu mitra LMI.

Santunan Dhuafa
Alhamdulillah bagi para lansia, janda miskin dan masyarakat yang kurang mampu, kami menyediakan bantuan bagi mereka. Mereka yang sudah menerima Santunan dari LMI antara lain,Mbah Diyem, P'Slamet Mbah lasinem, Mbah Sarju, Mbah Marto Daud (Kertosari), Mbah Supatimah, Mbok Mirah , Mbah misirah dan masih banyak yang belum tersebutkan.

Zakat Mengikis Tabiat Buruk Manusia

Tabiat I: Rakus
Dari Abdullah bin Abbas: Rasulullah SAW bersabda, "Andaikan seorang anak Adam mempunyai suatu lembah emas pasti ia ingin punya dua lembah, dan tiada yang dapat menutup mulutnya kecuali tanah (mati)." (H.R. Bukhari-Muslim)

Rakus adalah sifat yang ditanamkan oleh setan kepada Adam dan Hawa sehingga keduanya diturunkan dari surga ke dunia. Itulah kesalahan pertama yang dibuat oleh manusia karena tabiat buruk yang dimilikinya yaitu rakus.

Itulah rakus, tabiat yang telah menggelincirkan "ibu-bapak" kita ke lembah kehinaan. Dan sifat itu masih melekat pada diri manusia sampai saat ini, dan peristiwa di masa lalu itu hendaknya cukup menjadi pelajaran bagi kita, jangan lagi kita menjadi rakus sebab itu akan terus menggelincirkan siapa pun yang memeliharanya. Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa menyaksikan bagaimana setan senantiasa membujuk kita untuk menjadi rakus. Rasa ini biasanya muncul dengan memandang bahwa milik orang lain selalu lebih baik dari milik kita sehingga kita selalu merasa kurang.

Tabiat II: Kikir
Sepintas lalu kikir seolah menguntungkan bagi yang melakukannya, sebab hartanya tidak berkurang. padahal sebenarnya justru sebaliknya, hartanya malah berkurang disebabkan rusak, atau mengalami penyusutan nilai. Harta yang dinafkahkan justru akan memberikan rezeki kepadanya, baik di dunia maupun di akhirat. Sifat ini sangat berbahaya, seperti yang disabdakan Rasulullah SAW: Jagalah dirimu dari aniaya (zalim) sebab aniaya itu adalah kegelapan di hari kiamat. Dan jagalah dirimu dari sifat kikir, karena sifat kikir ini telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, mendorong mereka mengadakan pertumpahan darah dan menghalalkan semua yang diharamkan Allah. (H.R. Muslim)

Latihlah diri Anda dengan bersedekah. Tidak mengapa memulainya dengan sedekah yang sedikit. Biarlah sedikit yang penting Anda lakukan dengan rutin. Setiap kali sifat kikir muncul segeralah ingat bahwa sifat itu merugikan Anda sendiri. Malaikat mendoakan setiap hari agar harta orang yang kikir itu binasa atau hancur, ingatlah itu .

Tabiat III: Boros
Orang-orang yang boros dikatakan Allah sebagai saudara setan, bukan lagi hanya sekadar teman setan. Ini mengisyaratkan bahwa perbuatan boros adalah perbuatan yang diajarkan setan dan setan senang terhadap manusia yang boros. Jadi, memboroskan harta adalah salah satu jalan setan untuk menyesatkan manusia menuju kesengsaraan.

Sikap boros masih banyak dilakukan oleh manusia. Manusia membelanjakan hartanya secara berlebih-lebihan untuk hal-hal yang tidak penting, bahkan sia-sia.  Anehnya, mereka yang boros ini justru nafsunya tak pernah puas dengan kemewahan materi dunia.

Tabiat IV: Bangga Diri
Bangga diri adalah penyakit yang sulit sekali diberantas. Setelah sukses umumnya orang akan mengaku bahwa itu semua diperolehnya karena kerja kerasnya, atau karena keuletannya, atau karena ilmu yang dimilikinya alias kepintarannya. Lupa bahwa itu semua semata-mata adalah titipan dari Allah. Inilah yang telah diperbuat oleh Qarun, seorang yang kaya raga di zaman Nabi Musa. Qarun berkata, "Sesungguhnya aku diberi harta itu, semata-mata karena ilmu yang ada padaku. " Maka kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi.... (Q.S. al- Qashash [281: 78 dan 81)


Image : http://blogs.lawyers.com/wp-content/uploads/2012/10/Credit-card-300-x-300.jpg

Istri di Mata Suami

Kata-kata indah itu baru bermakna bila kita menjalankan dan merasakannya. Dulu saya tidak memahami mendalam makna kata, “Jika kamu berpikir bisa, pasti kamu bisa.” Saya paham kata-kata itu setelah punya banyak pengalaman mewujudkan impian-impian hidup yang oleh sebagian orang diyakini tidak mungkin.

Saya dulu juga tidak paham makna kalimat, “Di balik laki-laki yang sukses terdapat wanita yang hebat, yaitu istrinya.” Saya menyadari kata-kata itu setelah saya sering pergi ke berbagai tempat tanpa istri saya. Di dalam kamar hotel sendirian, itu sangat menyiksa, sulit tidur dan selalu terbayang wajah istri. Begitu pula, bila saya grogi dan tidak percaya diri ketika hendak tampil memberikan seminar atau training, telpon atau SMS dari istrilah yang membuat saya tenang.

Bagi orang jawa, istri itu “garwo” sigare nyowo (separuh jiwa). Bagi saya istri itu bukan hanya “garwo” tetapi lebih dari itu, ia ibarat air. Tanpa air kita tak bisa hidup, 70 persen lebih tubuh kita terdiri dari air. Begitu susunan air ditubuh kita rusak, maka rusak pula tubuh kita. Ia sangat penting dalam keberlangsungan hidup kita.

Istri juga partner dan mitra suami. Istri bukan staf apalagi pembantu kita. Sungguh hinalah lelaki yang menikahi wanita karena alasan agar ada yang mencuci atau memasak buat dirinya. Ia ada untuk menyempurnakan hidup kita. Ia ada agar hidup kita semakin “hidup”. Ia ada untuk mendampingi kita ke jalan yang diridhoi-Nya. Ia mitra dalam mendidik, mengarahkan dan mendamping anak-anak agar kelak manjadi generasi yang SuksesMulia, hebat di dunia dan selamat di akhirat.

Istri juga ibarat “pakaian” buat kita. Dialah yang menghangatkan saat kita kedinginan. Dialah manusia yang rela menutupi kotoran-kotoran dan kelemahan dalam hidup kita. Dialah yang “mempercanti” penampilan kita. Tanpa pakaian, kita tak akan berani keluar rumah, tanpa istri kitapun bukan siapa-siapa.

Istri juga pengganti ibu. Usai kita lelah mencari nafkah, usai kita mendapat tepuk tangan dan apresiasi dari banyak orang, sesampainya di rumah kita perlu bermanja. Saat di rumah kita ingin seperti “anak bungsu”, dimanja, tidur di pangkuan, dibelai dan dilayani seperti anak-anak balita. Itu semua hanya bisa dilakukan oleh istri kita.

Istri ada untuk dijaga. Istri ada untuk dimanja. Istri ada, untuk dimuliakan. Istri ada, untuk menjadi mitra mengumpulkan bekal bertemu dengan Sang Maha…

image : http://th01.deviantart.net/fs70/PRE/i/2011/059/3/5/islamic_wedding_by_amaarantine-d3answ1.jpg

Memanfaatkan Momentum untuk Berubah

Tolong Anda garisbawahi sekali lagi, kreativitas itu bukan cuma soal aneh-aneh. Kreativitas juga meliputi semangat perubahan. Idealnya, tentu Anda berubah menjadi lebih baik dan waktu ke waktu.

Hanya saja, kadang itu tidak semudah yang diucapkan. Betul sekali, tidak semudah yang diucapkan. Nah, terkait itu, saya punya saran praktis untuk Anda. Apa itu?

Manfaatkanlah momentum-momentum perubahan. Seumpama:

    tamat sekolah
    tamat kuliah
    merantau
    menikah
    mempunyai anak
    berhaji
    sakit keras atau sembuh dari sakit keras
    musibah atau selamat dari musibah
    meninggalnya orang-orang terdekat

Perubahan bisa direncanakan dan dilakukan secara bertahap tanpa harus menunggu sebuah momentum yang besar dan bersejarah dalam kehidupan kita. Katakanlah :

    Anda ingin merutinkan shalat dhuha. Nah, bertekatlah, ketika mempunyai anak nanti, Anda akan merutinkan shalat dhuha. Untuk awal-awal, shalat dhuha 3 menit sehari juga tidak apa-apa. Kemudian, barulah ditingkatkan sedikit demi sedikit. Hei, jangan salah, ini adalah shalat rezeki.

    Anda ingin merutinkan shalat tahajjud. Nah, bertekatlah, ketika merantau nanti, Anda akan merutinkan shalat tahajjud. Lagi pula, ini tidak seberat yang Anda pikirkan. Pakai otak kanan Anda. Untuk awal-awal, bangunlah 20 menit sebelum waktu subuh, terus sholatlah 3 menit. Kemudian, barulah ditingkatkan sedikit demi sedikit. Jangan salah, ini juga shalat rezeki.

Namun, tolong diingat baik-baik, memanfaatkan momentum-momentum perubahan seperti ini adalah cara terakhir untuk berubah. Karena saya tahu persis, Anda siap berubah kapan saja tidak harus menunggu momentum-momentum perubahan. Apalagi Golongan Kanan itu memang senantiasa siap dengan perubahan. Right?

Sesaat, kita tengok sejarah Islam. Terdapatlah serentetan peristiwa penting, sebut saja :

    Terancamnya Ka'bah oleh pasukan gajah
    Lahirnya Nabi Muhammad
    Turunnya wahyu pertama
    Diangkatnya Muhammad menjadi nabi.
    Isra' Mi'raj dan turunnya perintah shalat.
    Berhajinya Nabi Muhammad
    Sempurnanya syariat.

Tak diragukan lagi, itu semua adalah peristiwa penting. Namun, tidak satu pun dijadikan penentuan kalender Islam.

Lantas, peristiwa apa yang dijadikan penentuan? Tidak lain tidak bukan, hijrahnya Nabi Muhammad dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah. Ngomong-ngomong soal hijrah, Anda tahu 'kan apa pesan tersiratnya? Yah, apalagi kalau bukan semangat perubahan. Saya harap Anda setuju dengan saya.

Image: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_y8Qb_fgZZzFdnPf4m-nCeZtpwW4zLkK3d6fkyrUjH1Tlg2GttWwH9RGnD81w_Am1HRGYSwWVj_65G02zkKOWxXW_m7AdkZPXxAAtn8yhyphenhyphenc-rlY8pY2m4coZWIvDbJj_MygFDHBGHOaAQ/s1600/Hymns+of+Change+-Barkha+Dhar.JPG

dikutip dari tulisan Ippho Santosa (http://ippho.com/) ( http://ippho.com/89/7-keajaiban-rezeki )

Membangun Aspek Fikriyah Pribadi Islami

Kepribadian Islami juga ditentukan oleh sejauh mana kokoh dan tidaknya aspek fikriyah. Kejernihan fikrah, kekuatan akal seseorang akan memunculkan amalan, kreativitas dan akan lebih dirasa daya manfaat seseorang untuk orang lain. Fikrah yang dimaksud meliputi:

A. Wawasan keislaman.
Sebagai seorang muslim menjadi keniscayaan bagi dia untuk memperluas wawasan keislaman. Sebab dengan wawasan keislaman akan memperkokoh keyakinan keimanan dan daya manfaat diri untuk orang lain.

B. Pola pikir islami.
Pola pikir islami juga harus dibangun dalam diri seorang muslim. Semua alur berpikir seorang muslim harus mengarah dan bersumber pada satu sumber yaitu kebenaran dari Allah swt. Islam sangat menghargai kerja pikir ummatnya. Di dalam al-Qur'an pun sering kita jumpai ayat ayat yang menganjurkan untuk berpikir: “afala ta'qiluun, afala tatafakkaruun, la'allakum ta'qiluun, la'allakum tadzakkaruun,”
Seorang muslim harus senantiasa menggunakan daya pikirnya. Allah mewujudkan fenomena alam untuk dipikirkan, beraneka macamnya tingkah laku manusia sampai adanya aneka pemikiran dan pemahaman manusia hendaknya menjadi pemikiran seorang muslim. Tetapi satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa tujuan berpikir tidak lain adalah untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah subhânahu wa ta`âlâ- bukan sebaliknya.

C. Memegang Teguh ajaran berislam.
Sungguh kehidupan ini tidak terlepas dari ujian, rintangan dan tantangan serta hambatan. Ujian tersebut tidak akan berakhir sebelum nafasnya berakhir. Oleh sebab itulah untuk menghadapinya perlu kekuatan dalam diri seorang muslim dalam berpegang pada syariat Allah swt.
“dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hijr: 99)

Di surat Ali Imran: 102 Allah SWT menjelaskan,
“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu sebenar-benar taqwa. Dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)

Begitu pentingnya kekokohan hati dalam menjalankan ajaran Allah, sampai Rasulullah shallallâhu `alaihi wa sallam- mengajarkan do'a kepada ummatnya, sebagai berikut:
 “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah hati-hati kami untuk tetap berada pada agamaMu “

Image : http://cdn.theatlantic.com/static/infocus/afg080212/01.jpg

Pahala Luar Biasa Bagi yang Menjawab Azan

Seringkali kita berlaku biasa-biasa saja pada saat azan sedang berkumandang. Apabila kita sedang menonton televisi, kita terus saja melanjutkan menonton. Kalau kita sedang mengobrol, kita teruskan saja obrolan kita. Kalau kita sedang sibuk rapat di kantor, kita teruskan saja rapat tersebut. Jika kita sedang pelatihan, kita teruskan saja acara pelatihan tersebut. Sehingga azan berkumandang laksana "anjing menggonggong, kafilah berlalu."

Padahal sudah barang tentu kalimat azan tidaklah sama dengan gonggongan anjing. Kalimat azan adalah kalimat suci yang mengandung panggilan atau ajakan agar setiap orang yang mendengarnya segera menyambutnya. Ia mengandung ajakan agar kita segera meninggalkan segenap kesibukan duniawi kita untuk memenuhi panggilan Allah Swt. Lalu sejenak menyisihkan waktu untuk menunjukkan kesetiaan dan ketaatan kepada Allah Swt dalam bentuk mengingat-Nya melalui ibadah shalat.

Padahal Nabi Muhammad Saw. menjanjikan surga bagi orang yang saat azan berkumandang mau menyisihkan perhatiannya sejenak mengikuti dengan serius lalu merespon panggilan azan tersebut. Bukankah ini suatu hal yang sangat luar biasa. Bayangkan, hanya dengan menyimak lalu membalas kalimat muazin sebagaimana disunnahkan Nabi Muhammad Saw. kita dijanjikan bakal memperoleh kenikmatan hakiki dalam kehidupan abadi di alam akhirat nanti. Subhaanallah ... !

Lengkapnya Nabi Muhammad Saw bersabda sebagai berikut:
1.    “Apabila muazin mengucapkan, Allahu Akbar Allahu Akbar, lalu salah seorang dari kalian menjawab, Allahu Akbar Allahu Akbar,'
2.    Kemudian muazin mengucapkan, Asyhadu An La Ilaha Illallah,' dia menjawab, Asyhadu An La Ilaha Illallah,'
3.    Kemudan muazin mengucapkan, Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah,' dia menjawab, Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah,
4.    Kemudian muazin mengucapkan, Hayya Ala ash-Sholah, dia menjawab, La Haula Wala Quwwata Illa Billah,
5.    Kemudian muazin mengucapkan, 'Hayya Ala al-Falah, dia menjawab, 'La Haula Wala Quwwata Illa Billah,
6.    Kemudian muadzin mengucapkan, Allahu Akbar Allahu Akbar,' dia menjawab, Allahu Akbar Allahu Akbar,'
7.    Kemudian muazin mengucapkan, 'La Raba Illallah, 'dia menjawab, ' La Ilaha Illallah (dan semua itu) dari hatinya; niscaya dia masuk surga." (HR Muslim 2/328)

Bahkan lebih jauh dari pada itu, Nabi Muhammad Saw. menjanjikan akan memberi syafaat kepada siapa pun yang sesudah azan membaca doa yang didalamnya mengandung permohonan agar Nabi Muhammad Saw. ditempatkan di al-wasilah (derajat tertinggi di surga).

Demikianlah, betapa besarnya keuntungan yang dijanjikan bagi siapa pun yang berkenan menyimak dan menjawab dengan sungguh-sungguh panggilan azan saat berkumandang. Menjawabnya kalimat demi kalimat lalu diakhiri dengan mendoakan al-wasilah bagi Nabi Muhammad Saw.

Maka sudah barang tentu sempurnanya amalan menjawab azan ini ialah dengan segera berwudhu, lalu bergegas menuju masjid untuk shalat berjamaah. Oleh karenanya tidak patut kita berlaku biasa-biasa saja saat azan berkumandang. Ya Allah, terimalah segenap amal saleh dan amal ibadah kami. Amin.


image : http://irfanarifiansyah.files.wordpress.com/2012/07/adzan-tower-1-of-14.jpg

Harus Diperhatikan Dalam Bersedekah (bag 1)

1. Bersedekah dengan harta halal

Halal yang dimaksud adalah halal barangnya, serta halal cara mendapatkannya. Allah SWT hanya menerima yang baik-baik. Jadi meskipun yang disedekahkan itu banyak dan dengan penuh keikhlasan, akan tetapi apabila barangnya serta cara mendapatkannya tidak halal, maka tertolak sedekah tersebut.

Andaikan seseorang bersedekah daging babi atau bangkai ayam kepada tetangganya, maka sedekahnya tertolak. Daging babi ataupun bangkai telah diharamkan oleh Allah dalam A1-Qur'an. Bersedekah dengan barang yang haram sangat dilarang, karena itu menyalahi petunjuk Allah. Demikian pula bersedekah dengan sesuatu yang cara mendapatkannya dengan cara yang diharamkan, maka sedekahnya tertolak.

Misalnya, sedekah uang kepada orang-orang miskin dari hasil mencuri. Sedekahnya perbuatan baik, uangnya barang yang halal, akan tetapi mencurinya perbuatan yang haram. Melakukan suatu kebaikan (sedekah) agar mendapat keridhoan Allah, maka harus diperhatikan barang yang disedekahkan serta cara mendapatkannya.

2. Memberinya mulai dari harta sedikit (jangan menunggu kaya/banyak harta)

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa sedekah itu bukan hanya ditujukkan buat orang kaya saja, kaya atau miskin semuanya diseru untuk sedekah. Dalam Surat Ath Thalaq ayat 7, telah sangat jelas Allah berfirman, bahwa orang yang dilapangkan rejekinya (orang kaya) bersedekah sesuai kemampuannya. Artinya sebanding dengan hartanya. Demikian pula orang yang disempitkan rejekinya (orang miskin) bersedekah sesuai kemampuannya.

Jadi, kalau ada orang yang beralasan, “Ah, saya sedekahnya nanti saja kalau sudah kaya”. “Kalau saya sedekahnya nanti kalau sudah kerja”. “Saya mau nungga keuanganya longgar dulu, sekarang mah masih banyak biaya sekolah.” Serta beraneka macam alasan lain. Itu semua tidak dibenarkan agama. Nunggu kaya? Gimana kalau sebelum kaya, sudah mati? Dan apakah yakin setelah kaya jadi rajin sedekah? Saat miskin saja tidak mau menolong sesama, apalagi saat kaya.

Manusia itu tidak pernah puas, seperti yang disampaikan Nabi SAW bahwa apabila manusia diberi satu jurang emas, maka tidak akan pernah puas dan minta lagi jurang emas berikutnya, yang layak baginya, hanyalah masuk liang kubur. Nanti kalau sudah kaya, enggan bersedekah juga, alasannya belum sekaya si “anu” dan lain-lain. Demikian seterusnya, tidak ada selesainya.

Sedekah juga tidak perlu menunggu kerja dulu, lulus sekolah dulu, apalagi longgar dulu. Sepertinya dalam hidup ini selalu disibukkan dengan berbagai persoalan, hampir tidak ada saat longgarnya (secara materi). Lihat saja, setelah lulus sekolah, harus cari kerja. Setelah dapat kerja, harus cari istri/suami. Setelah dapat jodoh, harus menikah. Setelah menikah, harus punya anak. Setelah punya anak, harus membiayai kebutuhan anak dan seterusnya. Semuanya berkaitan dengan uang. Nah, terus kapan longgarnya? Nggak ada.

Makanya yang lebih bijak, tidak usah nunggu kaya untuk bersedekah. Tidak usah nunggu longgar untuk bersedekah. Mulailah dari sekarang, bagaimanapun kondisi anda saat ini. Pasti bisa! Jadilah kaya dengan bersedekah, bukan sedekah menunggu kaya. Mohonlah diberi kecukupan hidup dengan bersedekah. 



Image : http://us.123rf.com/400wm/400/400/violin/violin0904/violin090400187/4746656-hand-giving-keys-sky-on-background.jpg
 

Bersambung ......................

Siapa Sesungguhnya Pembunuh Ali?

Dalam sejarah Islam, Imam Ali bin Abi Thalib menemui ajal saat ditikam punggungnya dari belakang oleh Abdurrahman bin Muljam. Ali mencapai puncak kesyahidan karena memang demikian harapan beliau dalam setiap doanya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Al-Ashbagh al-Handhali berkata, "Saat terbit fajar, ia didatangi oleh Ibnu Tayyah, dan dikabarkan bahwa waktu subuh (saat adzan berkumandang) tampak Ali berjalan menuju masjid. Abdurrahman bin Muljam  diam-diam mengikutinya. Tatkala beliau sedang shalat subuh, tiba-tiba Abdurrahman bin Muliam menikam punggungnya. Beliau pun roboh seraya berucap, 'Demi Allah, Sang Pemilik Ka'bah, kami telah mendapatkan kemenangan.' Kemudian, Imam Ali tidak mengatakan apa-apa selain ucapan laa ilaaha illallaah, hingga kematian datang menjemputnya.

Imam Ali meninggal pada usia 63 tahun. Beliau menghembuskan napasnya yang terakhir pada tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriah dan dikuburkan secara rahasia di wilayah Najaf.

Nah, Abdurrahman bin Muljam ini adalah tokoh Islam dari golongan Khawarij. Konon lelaki kejam ini hafal al-Qur'an dan dahinya hitam karena banyak bersujud. Sayang, karena berbeda pendapat, la rela membunuh saudaranya sendiri. Jika tidak karena perbedaan pendapat dan emosi yang memuncak, tidaklah mungkin seorang muslim akan membunuh seorang amirul mukminin.

Bukan rahasia lagi bahwa berbagai pandangan keagamaan yang saling berbeda muncul dari para ulama yang berbeda, meskipun masing-masing mendasarkan upaya ijtihadnya pada kitab al-Qur'an yang sama. perbedaan dalam aliran-aliran kalam, madzhab-madzhab fiqh, dan aliran-aliran tasawuf adalah ilustrasi yang sudah sangat akrab dan populer.

Penting diingat bahwa perbedaan pendapat manusiawi ini sudah barang tentu lahir dari latar belakang yang bersifat manusiawi pula. Kecenderungan personal, latar belakang pendidikan, kemampuan individual, konteks sosial, politik, dan budaya, semua dapat menyumbang secara signifikan terhadap lahirnya perbedaan pendapat seseorang.

Klaim kebenaran, egosentrisme, eksklusivisme, dan agresivitas adalah naluri dan sifat dasar manusia untuk mencintai dirinya sendiri, mencintai capaian-capaian-nya, mencintai apa-apa yang dimilikinya, termasuk mencintai pandangan dan paham-paham keagamaannya sendiri. Mencintai diri, mencintai golongan, dan meneladani tokoh pujaan mendorong seseorang untuk memiliki secara eksklusif.

Sifat dasar yang sangat manusiawi ini menjelaskan mengapa orang gigih membela dan mempertahankan paham keagamaan yang dipandangnya paling baik.

Atas nama "Tuhan", tak jarang, kita justru bertengkar dengan sesama. Kita berlomba-lomba menjelek-jelekkan orang dan memvonisnya sebagai pendosa. Seolah hanya kita sajalah yang layak mendapat kemuliaan-Nya. Doktrin ini ikut pula melumpuhkan ajaran moralitas yang merupakan pokok ajaran Islam. Orang lupa bahwa ajaran Islam sangat menekankan amal shalih (etika) kepada sesama.

Dengan siapa pun tak ada pertengkaran yang dibolehkan. Selain tidak ada manfaatnya, pertengkaran sering menimbulkan bencana bagi kehidupan, seperti terjadi perang antarsuku, antarbangsa, bahkan antaragama.

Image:
http://fc00.deviantart.net/fs70/f/2012/216/6/6/shahid_mihrab_imam_ali_ibn_abi_talib_by_mustafa20-d59ug4u.jpg
http://menjawabdenganhati.files.wordpress.com/2010/06/makamsayyidinaali.jpg 

Istana Lansia Sebatang Kara

Apa yang terlintas di pikirkan tentang foto disamping??? foto Kandang untuk ayam kah?
Atau kamar mandi yang kumuh?
Yah,..hampir betul..

Sejatinya itu adalah foto istana / tempat tinggal mbah parti, seorang lansia sebatangkara yang dulunya berprofesi sebagai pengemis. Lebih pas jika disebut kamar mandi darurat… memang gubug simbah ini berdampingan bahkan penyekat nya  menyatu dengan kamar mandi yang hanya terbuat dari seng. Kondisinya yang kumuh semakin membuat kesehatan simbah makin memburuk. Penyakit di kaki nya tak kunjung sembuh, ditambah penglihatannya yang semakin berkurang menambah beban penderitaan simbah.

    Sehari-hari beliau hanya mengandalkan makanan yang disediakan oleh tetangga sebelah rumah simbah dan belas kasihan dari orang2 orang sekitar.Sungguh malang nasib beliau, yang harus menghabiskan ujung usia dengan keadaan yang serba kekurangan.  Siapa yang ingin terkena musibah seperti simbah,,jika ditanya seperti itu pasti tidak ada yang mau…

    Bersyukurlah bagi orang-orang yang masih diberikan kesehatan, keluarga yang masih lengkap dan kehidupan yang masih berkecukupan. Sebagai bentuk ikhtiar kita untuk mbah parti, mohon dukungan dan bantuan dari para dermawan, baik itu berupa bantuan dana dan doa. Semoga niat dan amal kita dicatat sebagai pemberat amal kita kelak. Amin.

Melawan Tumor Ganas, Balita 2 tahun Ditinggal Orang Tua Entah Kemana

Siang itu, sekitar pukul 11.30 WIB di Hari Kamis, 25 Oktober 2012 salah satu relawan LMI Madiun beserta  bapak Sapto selaku Kepala dusun ( Kasun ) Desa Kincang Wetan jiwan kab. Madiun  mengunjungi salah satu Anak Penderita Tumor Mata. NOVI AFRIANI nama anak perempuan  berusia dua (2) tahun tersebut. Pada kesempatan tersebut LMI Madiun memberi sedikit bantuan untuk biaya pengobatan dik Novi. Sungguh sangat malang nasib anak tersebut, di tengah perjuangannya melawan  tumor ganas yang ada di matanya, ia justru di tinggal kedua orang tua nya yang pergi entah kemana. Pada saat novi menderita sakit dan butuh perhatian dan kasih sayang extra dari orang tuanya, tetapi malang nasib novi..Ya, anak kecil tersebut tinggal bersama neneknya : Mbah sumirah (77 tahun )  dan Budhe nya ,  yang beralamat di. Jl. Merak, RT/RW : 48/09  Ds. Kincang Wetan, Jiwan , Madiun.

Segala upaya sudah di lakukan keluarga dik novi Afriani, mulai dari pengobatan Alternatif sampai pengobatan medis, tetapi hasilnya belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Sampai akhirnya tumor dik novi  yang ada di mata kanannya itu semakin membesar dan menutupi kelopak matanya. “ Bendinten larene ngrengik kemawon mas.. ngraosaken sakitipun.. ( Setiap hari anaknya rewel mas, merasakan kesakitannya mas .. ) “ tutur Mbah Sumirah.  Beruntung, Pemerintah Desa Kincang Wetan cepat tanggap, Bapak Tri Susanto selaku kepala Desa langsung membuat langkah cepat, dengan membuat surat keterangan tidak mampu agar bisa untuk rujukan ke Rumah Sakit daerah Madiun. Untuk penanganan lebih lanjut. Akhirnya adik Novi di rujuk ke RSUP dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kemoterapi.

Rencana dalam jangka waktu dekat dik Novi akan di operasi untuk pengangkatan Tumor yang ada di Mata kanannya. Seluruh keluarga besar dik Novi berharap ada dermawan yang bisa membantu biaya pengobatan adik Novi Afriani, agar anak tersebut segera bisa sembuh dan  melanjutkan kehidupan seperti anak anak  pada umumnya. Bagi Bapak/ Ibu Dermawan yang berkenan membantu untuk pengobatan dik Novi bisa menghubungi  LMI Madiun. Jl. Semangka No.21 Madiun.

SEKILAS SANTRI UMMUL QUR'AN


Alhamdulillah atas Izin Allah, Rumah tahfidz Ummul Qur'an sementara ini telah membina  10 Santriwan. Beragam usia beragam pula suasana didalam rumah tahfidz. Ya ..memang beginilah  dunia anak, disela pernak-pernik karakter  yang berbeda akhirnya  anak-anak  harus bisa belajar makna hidup dalam kebersamaan. Bukan seni dalam kehidupan bila tidak ada tangis dan canda bahagia ,,hal ini mereka lalui bersama. Biarlah anak belajar menemukan jiwa cinta , rela bekorban kepada saudaranya. 

Inilah para santriwan Ummul Qur'an : Ulum (kelas VII), Raka (Kelas VII), Tata ( Kelas VII), Hanafi (kelas VII), Fahrur (kelas VI), Dafid (Kelas VI), Helmy (kelas IV) ,Efendi (kelas IV) dan si kembar Hasan(kelas III) dan Husain ( kelas III). Keinginan yang  luar biasa untuk bisa menjadi  seorang  Hafidz adalah niat dan harapan kita. Proses itu Alhamdulillah menggait  hasil , untuk Hafalan Ulum  mencapai Juz  5, David Juz 2 , Tata Juz 30, Raka Juz 30 ,Hanafi Juz 1 ,  Hasan Juz 1, Husain Juz 1 , Fahrur Juz 1, Pendik Juz 30 dan Helmy Juz 30. Para santri memulai hafalannya  dari juz 30. Setiap harinya selesai sholat Magrib berjama'ah para santri bisa menyetorkan hafalannya kepada ustad pembimbingnya. Alunan muroja'ah yang seiring bersautan  menggema disetiap sudut ruangan membuat ramai suasana pondok tahfidz ummul Qur'an itu.

Ada kegiatan lain, para santri selain kegiatan menghafal Al-Qur'an sebagai seorang siswa yang juga bersekolah, kami agendakan para santri untuk dapat Les Prifat di pondok, dengan harapan para santri dapat berprestasi . Harapan itu Alhamdulillah membuahkan hasil, diantaranya  2 santri  Hasan  dan Husain pada Mit semester ini mendapatkan peringkat  2 dan 3 dikelasnya.tentunya tidak hal yang mudah bagi mereka untuk dapat  membagi waktunya untuk  belajar menghafal Al-qur'an dan bidang study disekolahnya. Bersemangat untuk membahagiakan orangtua  adalah utamanya , para santri berlomba untuk menimba ilmu,agar nantinya Ilmu yang mereka peroleh dapat bermanfaat ,dan bisa dibagikan kepada kelanjutan generasinya. Semoga ber iringnya berdiri program rumah tahfidz ini dapat membantu mencetak  generasi Robbani yang berprestasi.Aamiin.

279 Lokasi, 10.776 Keluarga Penerima Qurban 2012





LAPORAN KEUANGAN BULAN NOPEMBER 2012


LAPORAN KEUANGAN LMI BULAN OKTOBER


Sedekah Meningkatkan Derajat di Surga


Diceritakan dari Aisyah r.a, bahwa pada suatu ketika ada seorang wanita datang pada Rasulullah SAW, tangan kanannya menderita sakit kering. Ia meminta Rasulullah mendo'akannya agar sakitnya sembuh. Rasulullah bertanya apa penyebab sakitnya tersebut. Wanita itu menceritakan, “.......Aku melihat ibuku berada di salah satu jurang neraka Jahanam. Di tangannya terdapat sepotong lemak, sementara tangan yang lainnya memegang sesobek kain, yang dipergunakan untuk melindungi diri dari api neraka.” Lalu aku bertanya, “Mengapa aku melihatmu dalam jurang neraka wahai Ibuku? Padahal anda orang yang taat pada Tuhan, dan diridhai oleh suami.” Ibuku menjawab, “Wahai putriku, aku dulu di dunia seorang yang kikir, dan ini adalah tempat bagi orang-orang yang kikir.” 

Aku bertanya, “Apa dan mengapa tangan anda memegang lemak, sementara tangan yang satunya memegang sesobek kain?”  Ibuku menjawab, “Ini adalah sedekah yang pernah aku perbuat di dunia. Aku tidak pernah sedekah sepanjang umurku, kecuali lemak dan sobekan kain ini. Sekarang hal itu diberikan kepadaku yang dapat aku pergunakan untuk melindungi diri dari api neraka. Aku telah memberikannya. Maka aku gunakan berlindung dari neraka. Siksaan ini, sebab perbuatanku sendiri” Aku bertanya, “Dimana ayah?” Ibuku menjawab, “Ayahmu dulu dermawan, maka ía berada di tempat orang-orang yang dermawan di dalam surga.”

Kemudian aku datang ke surga. Ternyata ayahku berdiri di tepi telaga anda, ya Rasulullah. Ia memberi minum orang-orang. Aku mengambil darinya segelas air dengan tanganku, untuk aku berikan kepada ibuku agar diminum. Segera ibuku menerima gelas itu dan meminumnya. Ketika ibuku meminumnya aku mendengar suara, Allah SWT akan membuat kering tanganmu. Engkau datang untuk memberi minum seorang wanita yang durhaka dan kikir, dari telaga Rasulullah SAW”. Seketika aku terbangun dari tidur, ternyata tanganku telah menjadi kering seperli ini.

Pembaca yang dimuliakan Allah, dari kisah diatas bahwa sedekah mampu menempatkan posisi yang tinggi di surga bagi pelakunya. Sebagaimana yang terjadi pada ayah wanita yang sakit kering tangannya, karena kedermawanannya ia mendapatkan keutamaan dengan minum sepuasnya di telaga nabi bersama 4 sahabat utama, serta Nabi SAW sendiri.

Sedangkan seorang yang kikir seperti ibu wanita tersebut, meski ia seorang yang taat pada Allah dan mendapat keridhoan suami, ke kikirannya telah mencelakakan dirinya, hingga berada di jurang neraka Jahanam. Untuk itu, tidak perlu berbangga dengan amal ibadah yang banyak, dan merasa yakin bisa lolos masuk surga, karena bila sifat kikir alias pelit masih ada pada dirimu, berhati-hatilah. Lebih amannya, semua yang diperintahkan Allah dan Rasulnya, kita lakukan semua. Baik yang bersifat fardhu atau yang sunnah. Sebab kita tidak tahu, amal yang mana yang akan menyelamatkan kita besok di akhirat.

Semua balasan di akhirat itu bersifat ghoib. Padang Mahsyar, Mizan, Shirat, surga dan neraka, masih ghoib bagi kita. Meski itu sesuatu yang ghoib, bukan berarti lantas kita tidak mempercayainya. Informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan akhirat telah sangat jelas. Baik dalam Al Qur'an maupun hadits Nabi, tinggal dituntut keyakinan kita untuk mengimaninya. Jika sampai telontar ucapan, “Bigamana jika kita sudah sedekah, ternyata Allah tidak ngasih balasannya di akhirat kan rugi?!” ini perlu diwaspadai, berarti keimanan kita dalam posisi yang lemah.


image : http://luke1428.com/wp-content/uploads/2012/08/money-in-hand.jpg

Berapa sih harga Anda?

"Rezeki saya gak bakal berkurang Mas. Kalau memang hak saya, pasti kembali ke saya. Kalau bukan dari Mas, mungkin dari yg lain. Tapi kalau Mas gak tunaikan kewajiban Mas, yah, Mas yang cacat integritasnya." Itu komen saya kepada orang yang mangkir membayar hak saya beberapa bulan yang lalu.  Ya sudah, saya lupakan saja. Buat apa dibikin ribut? Toh ada Yang Maha Membalas. Hanya saja, dari kejadian ini saya bisa mengukur isi dompetnya dan isi hatinya.

Kadang kita kepentok masalah uang. Itu sih sudah biasa. Yang luar biasa adalah bagaimana sikap kita terhadap masalah itu:

  1. Apakah Anda terang-terang menolak membayar? Intinya, Anda mangkir dan membuat masalah semakin runyam.
  2. Apakah Anda mengganti nomor ponsel atau tidak mengaktifkan ponsel, agar orang tidak bisa menagih Anda? Intinya, Anda lari dari masalah.
  3. Apakah Anda memohon maaf kepada orang yang bersangkutan, meminta keridhaannya, dan membicarakan ulang cara bayarnya (ditunda atau dicicil)? Intinya, Anda coba menyelesaikan masalah.

Saya menyarankan Anda untuk mengambil keputusan yang ketiga. Jangan sampai, hanya gara-gara uang Rp5juta atau Rp10juta, Anda menggadaikan integritas Anda. Itu sama saja artinya, integritas dan nama baik Anda harganya cuma Rp5juta atau Rp10juta! Betapa rendahnya!

dikutip dari tulisan Ippho Santosa (http://ippho.com/) ( http://ippho.com/89/7-keajaiban-rezeki )


image : http://www.empowernetwork.com/johnshiloh/files/2012/07/moneystack.jpg

Dan Sahabatpun Terkejut

Dalam sejarah perjalanan hidup Rasulullah, banyak dikisahkan amal perbuatan sahabat yang terlihat sepele atau biasa dimata para sahabat akan tetapi memiliki nilai luar biasa di sisi Allah. Amal-amat tersebut kadang membuat para sahabatpun terkejut. 

Dari sekian banyak kisah, berikut dua kisah inspiratif untuk kita ambil pelajaran :

1. bahwa pada suatu ketika Rasulullah bersama sahabat berada dalam suatu majlis, lalu Rasulullah mengatakan sebentar lagi akan datang seorang ahli surga..... hingga ibnu Umar menyelidiki ke rumah shahabat yang dimaksud dengan mohon izin menginap selama 3 malam, alasannya karena telah bertengkar dengan ayahnya Umar bin Khattab. kemudian tidak ditemuinya amal yang istimewa seperti qiyamu lail dbs, hingga sahabat Ibnu Umar berterusterang tentang yang sebenarnya, bahwa dia melakukan itu karena kata Rasulullah ia seorang ahli surga...... akhirnya sahabat ini menjelaskan tidak ada keistimewaan pada dirinya, kecuali ia tidak pernah cemburu terhadap nikmat yang ada pada orang lain..

2. bahwa pada suatu ketika Rasulullah bertemu dengan shahabat Anshar yang sudah beberapa waktu tak kelihatan karena kerja keras mengolah ladangnya hingga lengannya hitam legam terbakar panas matahari, Rasulullah bertanya mengapa bisa begitu, lantas shahabat itu menceritakan keadaannya. sehingga Rasulullah memegangi tangannya lalu mengatakan, ini adalah tangan yang tidak dihisab di hari akhir.
image: http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3470043425935672882#editor/target=post;postID=9043070418772074479

LAPORAN KEGIATAN RUTIN BULAN NOPEMBER 2012



PROGRAM DAKWAH

1.   Kegiatan Majelis Ta’lim
Keistimewaan bulan Muharam di manfaatkan oleh jama’ah majelis ta’lim untuk menggelar ta’lim dan kajian-kajian di lingkungan mereka. Beberapa majelis ta’lim yang masih istiqomah dengan berbagai kajiannya antara lain MT. Banjarejo,  MT. Al Amin (Perum Widodo Kencono), MT. Mar’atusholiha, MT. At-Taubah, MT. An-Nur, MT. Al Ihsan.

2.   Kajian Tafsir
Akan lebih baik jika membaca Al Qur’an  paham makna dan hafal bacaanya. Jadi tidak hanya sekedar membaca dan khatam. Kajian untuk umum yang mengupas tentang inti sari ayat Al Qur’an akan dibahas secara gamblang bertempat di Masjid Baiturrohman setiap 2 pekan sekali bersama Ustadz Syamsuri dan Ustadz Winarto.

3.   BISA (Belajar Intensif Al Qur’an)
TPAD (Taman Pendidikan Al Qur’an Dewasa) yang awalnya hanya dilingkungan taman, sekarang sudah menjamur di beberapa daerah sampai di pelosok-pelosok desa. Sudah lebih dari 17 TPAD yang menjadi binaan kami dan  semakin banyak yang berminat untuk belajar Al Qur’an.

4.   Rumah Tahfidz
Seiring pembangunan rumah tahfidz yang sudah sampai tahap finishing, jumlah santri tahfidz “Ummul Qur’an” juga bertambah lagi. Ada 10 santri mukim yang sedang berproses menjadi penghafal Al Qur’an. Hafalan mereka juga semakin bertambah dengan muroja’ah yang dilakukan rutin setiap hari. Waktu yang singkat bagi mereka, santri tahfidz untuk beradaptasi dengan ustadz baru. Kegiatan mengaji bagi santri non mukim pun sudah mulai berjalan. Semoga Rumah Tahfidz “Ummul Qur’an” bisa memberikan manfaat bagi ummat.

5.   Beasiswa Penghafal Al Qur’an
Beasiswa rutin bagi  3 santri penghafal Al Qur’an Antara lain Wafa’ Maziyya, Habibah dan Nia. Mereka sekarang masih bermukim di Rumah Al Qur’an An Nadwah Jakarta Timur untuk merampungkan hafalan mereka.

6.   Kafalah guru dan Da’i
MIT Bakti Ibu dan MI Al Hidayah adalah beberapa penerima kafalah guru dari LMI. Kafalah ini diberikan kepada guru yang gajinya masih dibawah UMR Madiun. Kafalah Ustadz juga diberikan kepada Pengjar TPA  di musholla Al Lu’aimi Kresek, Pengajar tahfidz di Ponorogo dan TPA Robbani Banjarsari.


PROGRAM PINTAR

1.   Beasiswa Ponorogo
Beasiswa diberikan kepada 15 anak di Ponorogo yang berasal dari daerah mlarak, sambit, totokan dan ngebel.

2.   Beasiswa Yatim di Ngawi
Tidak ketinggalan daerah ngawi ada sekitar 20 anak yatim dari MTsN Sunan Kalijogo Kendal Ngawi yang mendapatkan beasiswa tiap bulannya yang bekerjasama dengan Bp. Sutoyo (Ketua MUI).

3.   Santunan pendidikan
Santunan juga diberikan kepada Arya (SD Kanigoro), Lely (SMP N 12), Hestining (SMPN 12), Ivo Krisna (SDN 01 Taman), Ghita Charisma (MI PSM), dan Mbodo Pujiharto (SMPN 12).

4.   Beasiswa Caruban
Untuk wilayah Caruban ada 35 anak yang tercatat sebagai anak asuh LMI. Yang terdiri dari 27 anak yatim dan 8 anak dhuafa.

5.   Beasiswa kebonsari
Berbeda lagi di Kebonsari ada 18 anak  yatim yang berhak menerima beasiswa  dari LMI.

6.   Beasiswa Yatim  dan dhuafa Madiun
Penyaluran Beasiswa yatim dan Dhuafa sudah 2 kali ini kami berikan pada saat pembinaan dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar anak2 termotivasi untuk ikut pembinaan. Walaupun memang penerima beasiswa sedikit berkurang dari biasanya. Tapi Insya Allah kedepannya mereka akan terbiasa untuk aktif di  pembinaan.

7.   Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar “GRATISS” yang masih berjalan ada lebih dari 8 lokasi yang ada di wilayah Madiun. Antara lain di Banjarejo, Demangan, Sulawesi,jl. Anggur,  Pringgondani, Kincang wetan, Trunojoyo .



PROGRAM SEHATI

1.   Santunan Kesehatan
Santunan kesehatan diberikan kepada Mbah Sarju (Penderita katarak), Ukkin (Penderita Kelainan Anus), Arif (Penderita Kanker leher), Bu Soinem ( Penderita Lumpuh), bantuan pengobatan/Check up  untuk bu saliyem (dulunya Penderita tumor), Mbah Parti (Lansia Penderita Tumor).


PROGRAM EMAS

1.   Bantuan Modal
Selain “WANDE” Warung Ronde milik Pak untung, Pak Dwi yang juga berkesempatan untuk mendapatkan bantuan modal dari LMI. Alhamdulillah warung sederhana yang terletak di Jl. Asahan tersebut sudah siap di pakai berjualan. Tidak ketinggalan Warung Pakdhe Gempo (Jl. Kemiri) juga menjadi salah satu mitra LMI.

2.   Santunan Abang Becak
Setelah Korwil 1 sekarang giliran abang becak korwil 2 untuk mendapatkan paket sembako.

3.   Santunan dhuafa
LMI telah menganggarkan dana khusus untuk janda miskin, dan lansia. Beberapa yang sudah menerima manfaat dari LMI setiap bulannya antara lain : Mbah Mirah (Wayut), Mbah lasinem, Mbah diyem, Mak Nyum, Mbah supatimah, Pak slamet Mariyono, Mbah Marto Daud (Kertosari), P’Slamet (Cupu manik), Mbah Marto(Pucang anom).

4.   Paket Sembako Untuk Yatim
Bulan Muharam tahun ini kami bekerjasama dengan MAN 2 Madiun untuk menyantuni anak yatim dengan memberikan paket sembako bagi mereka. Sejumlah paket sembako dibagikan kepada anak yatim di Madiun.



Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com