Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 28 Desember 2012

LAPORAN KEGIATAN RUTIN BULAN NOPEMBER 2012



PROGRAM DAKWAH

1.   Kegiatan Majelis Ta’lim
Keistimewaan bulan Muharam di manfaatkan oleh jama’ah majelis ta’lim untuk menggelar ta’lim dan kajian-kajian di lingkungan mereka. Beberapa majelis ta’lim yang masih istiqomah dengan berbagai kajiannya antara lain MT. Banjarejo,  MT. Al Amin (Perum Widodo Kencono), MT. Mar’atusholiha, MT. At-Taubah, MT. An-Nur, MT. Al Ihsan.

2.   Kajian Tafsir
Akan lebih baik jika membaca Al Qur’an  paham makna dan hafal bacaanya. Jadi tidak hanya sekedar membaca dan khatam. Kajian untuk umum yang mengupas tentang inti sari ayat Al Qur’an akan dibahas secara gamblang bertempat di Masjid Baiturrohman setiap 2 pekan sekali bersama Ustadz Syamsuri dan Ustadz Winarto.

3.   BISA (Belajar Intensif Al Qur’an)
TPAD (Taman Pendidikan Al Qur’an Dewasa) yang awalnya hanya dilingkungan taman, sekarang sudah menjamur di beberapa daerah sampai di pelosok-pelosok desa. Sudah lebih dari 17 TPAD yang menjadi binaan kami dan  semakin banyak yang berminat untuk belajar Al Qur’an.

4.   Rumah Tahfidz
Seiring pembangunan rumah tahfidz yang sudah sampai tahap finishing, jumlah santri tahfidz “Ummul Qur’an” juga bertambah lagi. Ada 10 santri mukim yang sedang berproses menjadi penghafal Al Qur’an. Hafalan mereka juga semakin bertambah dengan muroja’ah yang dilakukan rutin setiap hari. Waktu yang singkat bagi mereka, santri tahfidz untuk beradaptasi dengan ustadz baru. Kegiatan mengaji bagi santri non mukim pun sudah mulai berjalan. Semoga Rumah Tahfidz “Ummul Qur’an” bisa memberikan manfaat bagi ummat.

5.   Beasiswa Penghafal Al Qur’an
Beasiswa rutin bagi  3 santri penghafal Al Qur’an Antara lain Wafa’ Maziyya, Habibah dan Nia. Mereka sekarang masih bermukim di Rumah Al Qur’an An Nadwah Jakarta Timur untuk merampungkan hafalan mereka.

6.   Kafalah guru dan Da’i
MIT Bakti Ibu dan MI Al Hidayah adalah beberapa penerima kafalah guru dari LMI. Kafalah ini diberikan kepada guru yang gajinya masih dibawah UMR Madiun. Kafalah Ustadz juga diberikan kepada Pengjar TPA  di musholla Al Lu’aimi Kresek, Pengajar tahfidz di Ponorogo dan TPA Robbani Banjarsari.


PROGRAM PINTAR

1.   Beasiswa Ponorogo
Beasiswa diberikan kepada 15 anak di Ponorogo yang berasal dari daerah mlarak, sambit, totokan dan ngebel.

2.   Beasiswa Yatim di Ngawi
Tidak ketinggalan daerah ngawi ada sekitar 20 anak yatim dari MTsN Sunan Kalijogo Kendal Ngawi yang mendapatkan beasiswa tiap bulannya yang bekerjasama dengan Bp. Sutoyo (Ketua MUI).

3.   Santunan pendidikan
Santunan juga diberikan kepada Arya (SD Kanigoro), Lely (SMP N 12), Hestining (SMPN 12), Ivo Krisna (SDN 01 Taman), Ghita Charisma (MI PSM), dan Mbodo Pujiharto (SMPN 12).

4.   Beasiswa Caruban
Untuk wilayah Caruban ada 35 anak yang tercatat sebagai anak asuh LMI. Yang terdiri dari 27 anak yatim dan 8 anak dhuafa.

5.   Beasiswa kebonsari
Berbeda lagi di Kebonsari ada 18 anak  yatim yang berhak menerima beasiswa  dari LMI.

6.   Beasiswa Yatim  dan dhuafa Madiun
Penyaluran Beasiswa yatim dan Dhuafa sudah 2 kali ini kami berikan pada saat pembinaan dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar anak2 termotivasi untuk ikut pembinaan. Walaupun memang penerima beasiswa sedikit berkurang dari biasanya. Tapi Insya Allah kedepannya mereka akan terbiasa untuk aktif di  pembinaan.

7.   Bimbingan Belajar
Bimbingan belajar “GRATISS” yang masih berjalan ada lebih dari 8 lokasi yang ada di wilayah Madiun. Antara lain di Banjarejo, Demangan, Sulawesi,jl. Anggur,  Pringgondani, Kincang wetan, Trunojoyo .



PROGRAM SEHATI

1.   Santunan Kesehatan
Santunan kesehatan diberikan kepada Mbah Sarju (Penderita katarak), Ukkin (Penderita Kelainan Anus), Arif (Penderita Kanker leher), Bu Soinem ( Penderita Lumpuh), bantuan pengobatan/Check up  untuk bu saliyem (dulunya Penderita tumor), Mbah Parti (Lansia Penderita Tumor).


PROGRAM EMAS

1.   Bantuan Modal
Selain “WANDE” Warung Ronde milik Pak untung, Pak Dwi yang juga berkesempatan untuk mendapatkan bantuan modal dari LMI. Alhamdulillah warung sederhana yang terletak di Jl. Asahan tersebut sudah siap di pakai berjualan. Tidak ketinggalan Warung Pakdhe Gempo (Jl. Kemiri) juga menjadi salah satu mitra LMI.

2.   Santunan Abang Becak
Setelah Korwil 1 sekarang giliran abang becak korwil 2 untuk mendapatkan paket sembako.

3.   Santunan dhuafa
LMI telah menganggarkan dana khusus untuk janda miskin, dan lansia. Beberapa yang sudah menerima manfaat dari LMI setiap bulannya antara lain : Mbah Mirah (Wayut), Mbah lasinem, Mbah diyem, Mak Nyum, Mbah supatimah, Pak slamet Mariyono, Mbah Marto Daud (Kertosari), P’Slamet (Cupu manik), Mbah Marto(Pucang anom).

4.   Paket Sembako Untuk Yatim
Bulan Muharam tahun ini kami bekerjasama dengan MAN 2 Madiun untuk menyantuni anak yatim dengan memberikan paket sembako bagi mereka. Sejumlah paket sembako dibagikan kepada anak yatim di Madiun.

Mbah Parti, lansia Buta dan Sebatangkara



Kisah ini berawal dari rasa penasaran salah satu donatur LMI karena pengemis tua yang biasa datang ke rumah, absen mendatangi rumah beliau dalam waktu yang cukup lama.

Rasa keingintahuan itu menjadi semangat sang donatur untuk mengajak LMI menelusuri keberadaan sang pengemis tua,yang kemudian diketahui bernama mbah Parti. Alhamdulillah kesempatan untuk mengunjungi  mbah Parti pun terwujud, kedatangan kami disambut dengan tangisan simbah yang tak menyangka masih ada yang peduli padanya. Karena saat ini beliau hanya tinggal sendiri, bahkan untuk makan sehari-haripun beliau bergantung pada belas kasihan tetangganya. Ternyata simbah tidak lagi melakukan pekerjaannya karena kakinya tak lagi mampu digunakan untuk berjalan, disebabkan adanya tumor di kaki kanannya.

Pada kesempatan itu pula mbah Parti menyampaikan ketidak nyamanan beliau tinggal di daerah itu, karena beliau memang tinggal di daerah pemukiman yang padat penduduk. Tempat tinggal yang berukuran sekitar 1X2 meter, letaknyapun bersebelahan dengan kamar mandi umum. Hanya itu yang bisa diusahakan oleh warga yang masih punya kepedulian membantu sesama di antara keterbatasan mereka sendiri. Tempat yang jauh dari layak untuk seorang lansia sebatang kara menghabiskan sisa usia apalagi dengan kebutaannya.

Terdorong oleh keinginan mengurangi beban simbah, kami coba untuk mencarikan tempat yang lebih layak. Kami sudah mencoba menghubungi panti jompo yang ada di seputar Madiun, tapi semua tidak bisa menerima simbah dengan alasan keterbatasan tempat. Ya…mencari panti jompo memang tak semudah mencari panti asuhan. Sehingga sampai hari ini mbah Parti masih harus bertahan tinggal di kamar sempitnya, apalagi dengan datangnya musim hujan yang pasti membuat cuaca semakin dingin terutama di malam hari

Alhamdulillah, ternyata usaha kami membuahkan hasil. Tidak lama ini ada petugas panti jompo dari magetan, mengadakan survey di tempat mbah parti. Beliau juga sudah melihat keadaan mbah parti langsung. Kami juga sangat berharap simbah bisa mendapatkan tempat yang lebih baik. Tetapi semuanya butuh proses dan prosedur, dan kami hanya bisa menunggu hasil dari panti jompo magetan. Sembari Ikhtiar dengan jalan lain.

Kiranya keadaan ini bisa menyentuh hati donatur ataupun masyarakat umum untuk melakukan “ Investasi Akhirat “. Sekiranya mempunyai tempat yang layak untuk mbah Parti, membantu merawat atau mencarikan orang yang bisa merawat beliau. Insyaallah kebaikan anda semua akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah.

Satu Rumah Satu yatim



                Pembaca  yang setia, kami ingin mengajak pembaca memahami surat Ar Rahman. Alloh Yang Maha Baik bertanya kepada kita…,” Nikmat Tuhan Mu yang mana lagi yang kamu dustakan? Inti dari pernytaan ini ialah seperti bertanya, dimana rasa syukur kita terhadap nikmat yang telah diberikanNya. Kita akan mencoba mengajak pembaca bulletin ini dengan perbuatan syukur kita kepada Allah. Salah satunya dengan menyantuni anak yatim.

                Momen bulan Muharam yang identik dengan bulan yatim tentu saja saat yang tepat untuk bisa dekat di syurga bersama Rosululloh SAW sebagaimana sabda Rosululloh “ Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di syurga seperti ini”. Kemudian beliau member isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya.

                Di tengah keterbatasan ekonomi dan kasih saying, mereka harus berjuang mewujudkan cita-citanya yang tinggi. Saat ini LMI Madiun menyantuni 100 anak yatim setiap bulannya berupa program beasiswa. Namun keperluan mereka tidak hanya untuk biaya sekolah saja, mereka juga membutuhkan kebutuhan sehari-hari. Makan belum tentu 3x dalam sehari, Uang saku belum tentu dapat, biaya sekolah yang sering menunggak, rumah masih kontrak. Wah,,, Pokoknya Ribet!!! Mudah-mudsahan kita masih terbuka, telinga kita bisa mendengar, hati kita masih bisa melangkah untuk membantu mereka….

                Jika pembaca ingin menyantuni anak yatim, bisa gabung bersama LMI Madiun. Jika iman dan hati nurani anda tergerak, salurkan Infaq terbaik Anda melalui LMI Cabang Madiun.

Serba Serbi Santri Tahfidz Ummul Qur’an



Satu tahun sudah kegiatan Rumah tahfidz Ummul Qur’an berjalan pernik-pernik kejadian menyenangkan dan menyedihkan terjadi di rumah tahfidz ini. Namun hal tersebut tidak menyurutkan para santri untuk tetap istiqomah berada di Rumah Tahfidz Ummul Qur’an.

Kehidupan di dalam rumah tahfidz membuat sebagian besar dari orang tua santri kagum atas kemajuan putranya setelah satu tahun mondok di Rumah Tahfidz Ummul Qur’an.
                      
Diantara orangtua santri menyampaikan ungkapan syukur pada LMI karena putranya mewujudkan perubahan sikap yang berbeda. Salah satunya adalah orang tua santri yang bernama fahrur. Sekarang fahrur yang membangunkan saya sholat malam. Kebahagiaan yang sama juga dirasakan oleh oragtua david,dan ulum. Kebiasaan mereka selama satu tahun menjadi santri tahfidz “Ummul Qur’an” terbawa sampai kerumah.

Sholat berjamaah, sholat tepat waktu dan puasa sunah tidak goyah meskipun mereka berada di rumah kembali. Mereka tetap memperbaiki dan menambah hafalan Qur’an meskipun libur sekolah.

Dengan menggunakan metode menghafal dan muroja’ah yang sudah di tentukan dan juga jadwal mengaji santri yang konsisten, santri tahfidz “Ummul Qur’an” diharap bisa hafal seluruh ayat Al Qur’an sebanyak 6666 ayat dalam kurun waktu 4,5 tahun.

Tentu saja untuk mewujudkan target tersebut dibutuhkan sarana dan prasarana penunjang. Pembangunan gedung tahfidz belum selesai, masih dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk mewujudkan gedung terserbut. Sarana yang dimiliki rumah tahfidz masih minim. Saat ini hanya tersedia 1 perangkat computer. Padahal masih dibutuhkan 9 perangkat computer untuk santri, 1 perangkat computer/laptop plus printer untuk ustadz pengasuh dan sound system lengkap di tiap ruangan. Kami sangat berharap pengadaan alat pembelajaran bagi santri bisa terwujud sehingga santri bisa maksimal dalam proses menghafal Al Qur’an.

Program rumah Tahfidz Qur’an akan kami kembangkan bukan hanya untuk santri mukim, tapi juga untuk santri non mukim. Gedung Tahfidz Qur’an akan kami fungsikan sebagai pusat pendidikan dan pengkajian Al Qur’an untuk remaja, pelajar, mahasiswa maupun orangtua.
Salurkan bantuan Anda berupa :
1.             Dana Wakaf
2.             Pengadaan Alat pembelajaran
Bantuan dari para dermawan sangat kami harapkan untuk melahirkan generasi penghafal Qur’an.


Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com