Body Signs adalah buku yang sempurna bagi orang-orang yang terpesona pada tubuh manusia dan cara kerjanya. Bacalah dan anda akan tahu apa yang harus dicemaskan dan apa yang harus diabaikan." -- Barbara Kantrowitz, penulis-pendamping Is It Hot in Here? Or It Is Me?
"Buku ini lucu, inofatif, dan berpotensi menyelamatkan hidup anda." -- Joel Gurin, Mantan Direktur Editorial, Consumer Reports
"Buku ini mudah dibaca dan berguna bagi setiap orang. Saya banyak belajar tentang fakta-fakta medis yang mengagumkan" -- Gayatri Devi, Presiden Dewan Nasional tentang Kesehatan Perempuan".
Banyak yang membutuhkan buku ini karena sudah sangat sulit menemukan edisi cetaknya di pasaran. Saya menemukan satu link download yang memudahkan siapapun yang membutuhkan buku ini untuk kebaikan.
Anda akan mendownload file dalam format RAR. Anda perlu mengekstak dan akan tampak file dengan format exe.
Anda bisa membaca buku ini dengan sangat nyaman dari awal hingga akhir buku. Berikut link downloadnya : billix-multimedia.blogspot.com/2011/01/body-sign-ebook.html?m=1
Senin, 07 September 2015
Sabtu, 05 September 2015
Sekali Lagi, Jangan Ditunda!
Pagi ini ahad 6 september 2015 tanpa rencana saya harus ke Solo untuk membeli barang pesanan teman yang sudah lama saya order tapi tidak kunjung datang.
Kondisi lelah, ngantuk dan pusing membuat saya langsung tidur dengan headset tertancap di dua telinga saya. Lagu-lagu "cadas" ala pejuang palestina mengalun keras menambah lelap tidur saya.
Berangkat dari madiun hanya dengan 10 orang penumpang. Ketika saya terbangun sudah full sampai beberapa orang berdiri dan beberapa penumpang duduk di sebelah sopir.
Ya saya terbangun di sub terminal gendingan ngawi karena tangis seorang bayi mungil berjilbab pink tak jauh dari tempat duduk saya. Bayi mungil yang digendong seorang ibu muda berjaket hitam kecoklatan dengan bordir besar di punggungnya bertulis huruf kapital "DEPKUMHAM".
Seketika saya ingin memberikan Tempat duduk saya pada ibu muda itu. Tapi kondisi fisik saya berkata : tunggu sebentar, barangkali ada penumpang lain di sekitar ibu muda ini yang berkenan memberikan tempat duduknya.
Saya menunggu sekitar lima menit dan tak ada yang mau memberikan tempat duduknya.
Lima menit yang sebenarnya sangat pendek, terasa sangat panjang bagi saya saat itu.
Tiba-tiba kondektur berteriak dari belakang.
"Pos polisi!!!!"
"Kursi paling depan persiapan buk.... sebentar lagi pos polisi"
"Mbak jaket coklat duduk di kursi paling depan tuh!"
Bukan saya berucap hamdallah karena ibu itu mendapatkan tempat duduk, perasaan saya kebih didominasi penyesalan mengapa bukan tempat duduk saya yang ditempati. Tapi tentu saya harus mengakui bahwa itu murni kesalahan saya yang tidak mau mengambil kesempatan berbuat baik. Bahkan keduluan taqdir dia untuk duduk di depan karena ada ibu-ibu di kursi sebelahnya turun.
Sepanjang perjalanan saya hanya bisa tersenyum kecut sambil merenung penuh penyesalan.
Akhirnya ibu anak ini turun di sekitar stadion Sragen. Saya berkesempatan memfoto ibu-anak ini setelah turun dari bis.
Ketika datang ke hadapan kita orang meminta..... maka berilah meski sedikit
Ketika ada orang di hadapan kita membutuhkan bantuan, Maka bantulah dia, meskipun dia tidak meminta.
Membantu orang lain tak akan pernah merugikan diri sendiri, sedekah kepada orang lain tak akan pernah membuat kita miskin.
Hadirnya orang meminta bantuan dan orang yang meminta pertolongan di hadapan kita, semata-mata karena mereka diutus Allah untuk membersihkan harta kita, untuk meneteskan keringat kita agar terbuang sisa metabolisme yang tak bermanfaat, untuk melembutkan hati kita dan untuk menguji tingkat keimanan kita.
Kitapun harus mencari nafkah dan memberi makan keluarga dari yang halal. Jauhi yang tidak jelas hukumnya apalagi jauhi yang haram. Jangan sampai karena harta yang haram menjadikan Allah membersihkan harta kita dengan musibah yang datang kepada kita. Ya.... mungkin yang datang bukan hanya pengemis atau peminta sumbangan tapi musibah untuk membersihkan harta kita.
Musibah itu bisa berupa sakit, kehilangan sesuatu, hilangnya kesempatan, tertutupnya jalan rejeki, sulitnya mencari sekolah, susah diterima kerja, kantor tempat kerja yang tak kondusif, fitnah, perasaan sempit dan susah gelisah, kawan yang buruk, bermusuhan dengan tetangga, keluarga yang tidak tenang, berselisih dengan pasangan, anak nakal, ibadah anak kurang, susah beribadah, semakin dekat pada maksiat, pendapat tidak didengar, kesombongan, merasa benar sendiri, merasa pinter sendiri, kata-kata kotor, perlakuan tidak adil, usaha merugi, kendaraan rusak melulu, tanaman mati, burung peliharaan kabur, keinginan duniawi yang besar, gila hormat, gila jabatan, takut mati dan membelanjakan harta bukan untuk sesuatu yang bermanfaat.
Na'udzubillah min dzalik.
Sragen, 6 September 2015.
Di dalam bis Sugeng Rahayu
Kamis, 03 September 2015
Bis Tujuan Akhirat
Pada masa kecil saya, suatu malam
dalam tidur yang lelap saya bermimpi sedang bermain di sebuah bandara, berlari
kesana kemari sambil memainkan pesawat dengan remote. Banyak orang dewasa di
sekitar saya menggunakan pakaian yang sama warna dan bentuknya-hari ini saya
menyebutnya dengan seragam. Mereka yang berseragam memainkan pesawat yang lebih
besar, yang sangat mungkin saya bias ikut menaikinya karena besar pesawatnya
seukuran sepeda motor.
Pengalaman Hari Ini
Hari ini saya ditugaskan oleh kantor
untuk melakukan monitoring kegiatan Pendidikan Pelatihan untuk pejabat Eselon
IV dengan dengan agenda visitasi ke Lanud Iswahyudi, sebuah pangkalan TNI AU di
wilayah Maospati Madiun. Satu lokasi yang Anda tidak mudah memasukinya kecuali
Anggota TNI AU, pejabat TNI AU dan orang orang tertentu. “ini wilayah militer,
Anda harus mendapatkan ijin masuk”.
Hari ini saya mendapat kesempatan
masuk bersama 50an orang karena naik bis yang sama dengan peserta Diklatpim IV.
Kalau tanpa naik bis ini, saya tidak bakalan mendapatkan ijin masuk hanya untuk
melihat pesawat tempur dari dekat, menyaksikan lulusan sekolah penerbang
mengenal langsung pesawat, menyaksikan pesawat tempur take off dan landing di
landasannya dari dekat, bahkan saya sempat memfoto beberapa peserta yang diberi
kesempatan menaiki pesawat tempur di hangar. Semua bias terjadi karena saya ada
didalam bis itu.
Bis Tujuan Akhirat
Kalau saya naik bis saja bias masuk
sampai kedalam Pangkalan Militer, sayapun yakin kita semua bias masuk syurga
dengan ikut bis yang dinaiki orang-orang yang sangat besar probabilitasnya
untuk bias masuk ke dalam syurga. Mereka adalah orang-orang yang melaksanakan
sholat.
Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Bila shalatnya baik maka baik pula seluruh amalnya, sebaliknya jika shalatnya rusak maka rusak pula seluruh amalnya.”
(HR. Ath-Thabarani dalam Al-Ausath, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1358 karena banyak jalannya)
Dimanapun kita berada, kita bias menemukan
tempat orang berkumpul untuk melaksanakan sholat. Ya... itulah masjid, tempat
laki-laki harus melaksanakan sholat wajib sebanyak 5X sehari.
“Seorang lelaki buta
menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia berkata, ‘Wahai
Rasulullah, sungguh aku tidak memiliki seorang penuntun yang bisa menuntunku
berjalan ke mesjid.’ Kemudian ia memohon kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam agar diberikan keringanan sehingga dia boleh shalat di rumahnya, lalu
beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkannya. Ketika orang tersebut
berpaling pergi, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya dan berkata,
‘Apakah kamu mendengar azan shalat?’ Ia menjawab, ‘Iya.’ Beliau pun menyatakan,
‘Maka datangilah!’”
“Demi Zat yang jiwaku ada
ditangan-Nya, sungguh aku ingin memerintahkan untuk mengumpulkan kayu bakar
lalu terkumpul, kemudian memerintahkan untuk shalat dan dikumandangkan azan.
Kemudian aku perintah seseorang untuk mengimami shalat, lalu aku pergi melihat
orang-orang dan membakar rumah-rumah mereka.” (Hr. Bukhari)
“Barangsiapa yang mendengar
azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada
uzur.” (Hr. Abu Daud
dan Ibnu Majah. Hadits ini dinilai shahih oleh Syekh al-Albani dalam Misykat al-Mashabih: 1077 dan Irwa’ al-Ghalil no. 551)
Hadits-hadits diatas tentu
disampaikan kepada kita karena betapa pentingnya sholat berjamaah di masjid
bagi seorang laki-laki.
Naik Bis yang Sama
Sholat yang akan memberikan nilai
berlipat dihadapan Allah dengan sholat jamaah bersama ummat Islam yang lain
akan memberikan kontribusi kebaikan kepada kita dalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan
yang baik sehari-hari ini akan mengantar kita merasakan manis, wangi dan
indahnya Syurga Allah.
Maukah Anda bergabung dalam Bis yang
sama dengan mereka yang memiliki probabilitas lebih besar masuk dalam
Jannah-Nya?
Ingat kata terakhir ini : Bagaimana
kaki Anda akan membawa diri Anda ke syurga? Jika kaki Anda tidak bias membawa
diri Anda ke masjid?
********
Lanud Iswahyudi Madiun, 3 September 2015
Rabu, 02 September 2015
Jangan Mudah Memuji Jangan Mudah Mencaci
Dalam kehidupan kita, interaksi antar sesama akan menghasilkan kesan positif dan negatif. Baik dengan teman kerja, teman hobbi, tetangga bahkan di rumah. Secara naluri kita akan menilai teman kita berinteraksi.
Perbuatan teman yang baik mendorong kita untuk memuji. Perbuatan yang buruk mendorong kita untuk menjelekkan. Hal yang sangat manusiawi.
Memuji dan mencaci masing-masing ada kelebihan dan kekurangan. Memuji akan memberi motivasi untuk berbuat kebaikan lebih dari yang telah dilakukan. Keburukan memuji: memuji seseorang cenderung menjadikan mereka memiliki sifat ujub.
Mencaci seseorang akan menyemangati orang yang memiliki mindset positif untuk memperbaiki diri. Di sisi lain, mencaci orang lain menjadikan mereka yang dicaci rendah diri, minder, cenderung negatif. Bahkan mematikan potensi-potensi yang dimiliki. Mencaci orang lain memiliki efek negatif bagi yang mencaci. Mematikan rasa peduli, mengeraskan hati dan menguatkan akhlak buruk yang menjadi bawaan pribadinya.
Mengapa dilarang mudah mencaci dan memuji.
Bahwa manusia adalah makanul khotho' wa nisyan-tempatnya salah dan lupa. Selalu berubah sesuai kondisi, menjadikan manusia mungkin berubah menjadi baik atau lebih baik dan mungkin berubah menjadi buruk atau lebih buruk.
Perubahan menjadi baik atau menjadi buruk berlaku untuk seluruh manusia, yang dipuji, yang dicaci, yang memuji, yang mencaci.
Dianjurkan tidak mencaci orang lain berlebihan karena belum tentu kita lebih baik ketika kita mengalami posisi seperti yang kita caci, belum tentu kita baik terus ketika mengalami situasi yang menyulitkan. Tentu larangan mencaci juga menjadi ajaran semua agama karena efek merusak yang besar.
Kitapun dilarang untuk terlalu mudah memuji, karena belum tentu mereka yang kita puji selalu mempertahankan kebaikannya. Memuji kebaikan orang lain tentu sudah menjadi kewajiban kita manakala kita melihat orang lain melakukan amal kebajikan.
Wallahu a'lam.
Wisma Haji Kota Madiun, 3 Sept 2015
Perbuatan teman yang baik mendorong kita untuk memuji. Perbuatan yang buruk mendorong kita untuk menjelekkan. Hal yang sangat manusiawi.
Memuji dan mencaci masing-masing ada kelebihan dan kekurangan. Memuji akan memberi motivasi untuk berbuat kebaikan lebih dari yang telah dilakukan. Keburukan memuji: memuji seseorang cenderung menjadikan mereka memiliki sifat ujub.
Mencaci seseorang akan menyemangati orang yang memiliki mindset positif untuk memperbaiki diri. Di sisi lain, mencaci orang lain menjadikan mereka yang dicaci rendah diri, minder, cenderung negatif. Bahkan mematikan potensi-potensi yang dimiliki. Mencaci orang lain memiliki efek negatif bagi yang mencaci. Mematikan rasa peduli, mengeraskan hati dan menguatkan akhlak buruk yang menjadi bawaan pribadinya.
Mengapa dilarang mudah mencaci dan memuji.
Bahwa manusia adalah makanul khotho' wa nisyan-tempatnya salah dan lupa. Selalu berubah sesuai kondisi, menjadikan manusia mungkin berubah menjadi baik atau lebih baik dan mungkin berubah menjadi buruk atau lebih buruk.
Perubahan menjadi baik atau menjadi buruk berlaku untuk seluruh manusia, yang dipuji, yang dicaci, yang memuji, yang mencaci.
Dianjurkan tidak mencaci orang lain berlebihan karena belum tentu kita lebih baik ketika kita mengalami posisi seperti yang kita caci, belum tentu kita baik terus ketika mengalami situasi yang menyulitkan. Tentu larangan mencaci juga menjadi ajaran semua agama karena efek merusak yang besar.
Kitapun dilarang untuk terlalu mudah memuji, karena belum tentu mereka yang kita puji selalu mempertahankan kebaikannya. Memuji kebaikan orang lain tentu sudah menjadi kewajiban kita manakala kita melihat orang lain melakukan amal kebajikan.
Wallahu a'lam.
Wisma Haji Kota Madiun, 3 Sept 2015
Langganan:
Postingan (Atom)
Kategori Tulisan
Anak
(21)
Ceramah
(25)
Doaku
(3)
Gallery
(68)
Hadits
(20)
Herbal
(3)
Hikmah
(258)
I'tikaf
(5)
Idul Fitri
(27)
Inspirasi
(149)
Jualan
(3)
Kesehatan
(43)
Keuangan
(12)
Kisahnyata
(43)
Kultum
(147)
Lailatul Qadar
(2)
Lain-lain
(49)
management
(4)
Nisa'
(1)
ODOJ
(2)
Progress
(54)
prowakaf
(2)
Puasa
(182)
Quran
(17)
Qurban
(40)
Ramadhan
(322)
Renungan
(17)
Rumahkreatif
(6)
Rumahpintar
(8)
Rumahtahfidz
(18)
Rumahyatim
(6)
Sedekah
(47)
Share
(104)
Syawal
(5)
Tanya jawab
(2)
Tarawih
(4)
Tarbiyah
(166)
Umroh
(19)
Wakaf
(8)
Yatim
(7)
Zakat
(22)
Sering dibaca
- Obat Kanker yang 10.000X Lebih Kuat dari KemoTerapi
- Daftar Tempat Makan Di Madiun
- Apa Arti Kata "Dancuk"...
- Kisah Nyata : Hati-hati Ajarkan Motor-Mobil Pada Anak di Bawah Umur
- Sahabat Kita Yang Baik Akan Menolong Kita Di Akhirat
- 10 Amal yang Pahalanya Takkan Pernah Putus
- Kepada Donatur : Kisah Nyata - Kesalahan Kecil yang Dahsyat Akibatnya
- Kadal dan Sedekah
- Kepada Donatur : Mengintip Akheratmu Dengan Melihat Kehidupan Duniamu
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!