Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 13 April 2016

Keutamaan Sedekah


ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar memuliakan orang-orang yang bersedekah. Ia menjanjikan banyak keutamaan dan balasan yang menakjubkan bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Sungguh keajaiban sedekah ini memiliki keutamaan yang besar. Terdapat ratusan dalil yang menceritakan keberuntungan, keutamaan, kemuliaan  orang-orang yang bersedekah.

Banyak keutamaan ini seakan-akan seluruh kebaikan terkumpul dalam satu amalan ini, yaitu sedekah. Maka, sungguh mengherankan bagi orang-orang yang mengetahui dalil-dalil tersebut dan ia tidak terpanggil hatinya serta tidak tergerak tangannya untuk banyak bersedekah. Semoga kita senantiasa diberi nikmat dan kesadaran untuk bersedekah.
Diantara keutamaan bersedekah antara lain:

1. Sedekah dapat menghapus dosa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)
Adapun dalam hal diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. Tidak sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari makar Allah, yang merupakan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf: 99)

2. Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu, hari yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:
رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)

3. Memberi keberkahan pada harta.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ما نقصت صدقة من مال وما زاد الله عبدا بعفو إلا عزا
“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)
Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”

4. Allah melipatgandakan pahala orang yang bersedekah.

Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

Sumber : https://www.islampos.com
Image : http://dainusantara.com/menyesal-tidak-bersedekah/

Kau Anggap Apa Bawahanmu?

Dalam pengamatan saya terhadap aplikasi manajemen dalam organisasi, kantor, perusahaan, ada beberapa posisi bawahan di mata atasannya.

Pertama, bawahan adalah bagian dari tim kerja. Atasan yang menempatkan bawahan sebagai tim akan memberikan job yang jelas, sesuai kemampuan dan potensinya. Atasan jenis ini memberikan penghargaan yang semestinya sesuai capaian kinerja. Atasan model ini akan menjadikan anak buahnya produktif dan akan menjadi atasan menghasilkan output optimal.

Kedua. Bawahan adalah keluarga. Bidang kerja atasan akan akan dikelola seperti mereka mengelola keluarga. Atasan model ini akan menekankan bahwa waktu bertemu dan berinteraksi dengan teman kantor lebih lama dari waktu berkumpul dengan keluarga. Membantu yang lemah dan kurang akan menghiasi pekerjaan, kesejahteraan akan dibuat rata-seadil mungkin. Anak buah yang nakal hanya diomeli, tidak diberi sanksi, bahkan urusan kesejahteraan tetap disamakan.
Atasan model ini memberi kenyamanan kerja, kesejahteraan cenderung dibagi rata meskipun yang bekerja keras hanya satu dua orang, resiko ketidaknyamanan pada pekerja keras.

Ketiga. Atasan yang Egois. Ini jenis atasan yang menjadikan anakbuahnya sebagai alat untuk mencapai kesuksesan pekerjaan. eksploitasi maksimal sering diterapkan model atasan seperti ini. atasan yang baik akan memberikan reward yang memadai bagi pekerja keras. Memberi edukasi yang bersifat Investasi sumber daya hanya dilakukan atasan yang memiliki visi jauh ke depan, dengan training, bimbingan teknis, atau beasiswa pendidikan. Kelemahan atasan model seperti ini adalah dia tidak akan melepaskan anak buahnya ke unit-unit pekerjaan lain meskipun masih dalam satu perusahaan/organisasi.

Dari ketiga model ini, Anda termasuk yang mana?
Image : papasemar.com

Diketik diatas Bus menuju kantor....

Minggu, 10 April 2016

Bersentuhan Dengan Suami/Istri Batalkan Wudhu?



Dalam sebuah perbincangan di masjid depan rumah hari Ahad kemarin, ada dialog cukup menarik tentang batal atau tidaknya wudhu jika bersentuhan antara suami dengan istri. Sebagian yakin sentuhan kulit suami istri membatalkan wudhu, dan yang lain yakin jika suami istri sudah halal maka tidak membatalkan wudhu.

Menariknya saya menemukan beberapa hadits sebagai berikut:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَنَامُ بَيْنَ يَدَىْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَرِجْلاَىَ فِى قِبْلَتِهِ فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِى فَقَبَضْتُ رِجْلَىَّ وَإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا – قَالَتْ – وَالْبُيُوتُ يَوْمَئِذٍ لَيْسَ فِيهَا مَصَابِيحُ.

Dari Aisyah رضي الله عنها beliau berkisah:

Aku tidur melintang di hadapan Rasulullah yang sedang shalat. Kedua kakiku terletak di arah kiblat. Jika beliau hendak bersujud beliau sentuh kakiku sehingga kutarik kedua kakiku. Jika beliau bangkit berdiri kembali kuluruskan kakiku. Aisyah bercerita bahwa pada waktu itu tidak ada lampu di rumah

Diriwayatkan oleh al Bukhari no. 375 dan Muslim no. 272

Nabi صلى الله عليه وسلم  juga pernah mencium kening istrinya sebelum melaksanakan sholat, namun dengan catatan mencium tanpa syahwat, hanya sebatas mencium.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَبِّلُ بَعْضَ أَزْوَاجِهِ ثُمَّ يُصَلِّي وَلَا يَتَوَضَّأ

Dari Aisyah رضي الله عنها

Sesungguhnya Nabi itu sering mencium salah seorang istri kemudian beliau langsung shalat tanpa mengulang wudhu.

Diriwayatkan oleh an Nasai no 170 dishahihkan oleh al Albani.

----

Demikian diantata riwayat yg menunjukkan bahwa menyentuh suami/istri/mahram yg lain bukan termasuk pembatal wudhu.

Jadi tidak perlu menghindar dari suami/istri ketika berpapasan setelah wudhu.

Wallahu a'lam

Alun-alun Caruban 11-04-16
Image : http://www.muslimahcorner.com


Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com