Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 15 Desember 2015

Rindu yang Membuncah


Kadang rinduku menggebu-gebu, dan hanya memandangmu
memandang dari jauh di rerimbunan yang teduh

Meski kita tak bersama, tapi ku tak pernah lupa rasanya
meski ada duka, sukanya menancap di dada

Salam ukhuwah

Mejayan, kantor baru BKD

Image : http://kiokarma.com/rindu/

Senin, 14 Desember 2015

Antara Bahagia dan Derita



Ingatlah bahwa kejayaan itu dipergilirkan. Ketika kejayaan sedang kau nikmati. Sampai Kau rasakan kehidupanmu laksana kepingan surga, berhati-hatilah bahwa semua akan diambil kembali oleh Allah.

Dan ingatlah bahwa kejayaan itu dipergilirkan. Jika saat ini kau rasakan kehidupanmu sempit penuh derita laksana memasuki pintu neraka, tenanglah bahwa derita akan diambil pula.

Jika saat ini bahagia hidupmu, perbanyak syukurmu agar Allah kekalkan bahagiamu dan ditambahkan nikmatmu, kepingan surgamu mungkin menjelma jadi hidup yang benar penuh barokah laksana surga hingga Engkau tutup usia.

Dan jika saat ini hidup dengan derita, tetap bersyukur atas nikmat yang masih kau rasa, tambahkan rasa sabar untuk menguatkan rasa syukurmu dan menambahkan tingkat layakmu untuk Allah angkat derita dari hidupmu.

Sungguh kejayaan itu dipergilirkan. Bersyukur kala bahagia, bersabar kala hidup dalam derita.
Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Ali Imran ayat 26)

Madiun, 15-12-2015

Minggu, 13 Desember 2015

Hacked Broadcast


Bbrp hari lalu sy broadcast hadits pakai aplikasi BBM. Ada respon dari sahabat saya

"Rajin banget broadcast."
"Iya, daripada BB nganggur, paketnya masih banyak. biasanya sih cari donatur." begitu jawab saya.
"Isi broadcastnya sih bagus, tapi jangan keseringan. nanti yg nerima jadi bosan." begitu kira2 balasnya.
akhirnya saya ucap terima kasih. "oh begitu ya, terima kasih atas nasihatnya."

Sy yakin daripada sy broadcast bisnis saya, atau broadcast dengan kata2. "TC, jangan dibalas" atau "test contact" atau "test contact, don't reply" masih lebih baik broadcast hadits atau ayat2 yg memotivasi.

Dalam pikiran saya, Saya tetap akan broadcast yg baik2 tapi akan saya lewati sahabat saya ini. Takut menyinggung atau mengganggu.

Sahabat saya ini pada 9 Desember memanfaatkan moment election day... pilkada serentak mengirim broadcast bisnisnya...

Saya hanya membatin, kemarin sy broadcast hadits sahabat saya ini keberatan, kok sekarang malah broadcast bisnis? tapi saya diam saja. toh tidak ada pengaruhnya buat saya.

Hari ini 13 Desember sy terima lagi broadcast dari sahabat saya beberapa kali. broadcastnya : "PING!!!"

Setelah itu ada broadcast info video mesum anggota DPRD dengan pacarnya, lengkap dengan link nya.

Setelah itu broadcast video mesum aurah kasih bersama mantan pacarnya di sebuah hotel di jakarta... lengkap dengan linknya

Akhirnya saya dapat jawaban. Aplikasi BBMnya dihack.

Saya lupa bertanya, tadi saya broadcast, dan saya lupa mau menghilangkan sahabat saya ini dari daftar penerima broadcast, kira2 sahabat saya ini menerima atau tidak ya?

Semoga baik2 saja

Image : http://thehackernews.com/2014/04/dutch-court-accepts-to-extradite_19.html

Sabtu, 12 Desember 2015

Terpisah itu Indah


Kadang-kadanginginmenulistanpaspasi.
Ternyatabikinmumetbacanya.

Dari kata yang selalu tersambung ini, di situ kita belajar bahwa TERPISAH kadang menjanjikan sesuatu yang indah dan memunculkan sebuah pengertian dan satu kesatuan makna kebersamaan.

Kebersamaan bukanlah selalu bersama. Tapi terhubung oleh ikatan yang tak kasat mata. Entah itu cinta, entah itu ukhuwah.

Bayangkan ketika sebuah keluarga mengirim anak-anak mereka belajar di tempat yang jauh, atau sebuah pondok pesantren, dimana kerinduan akan semakin terpupuk subur seiring lamanya waktu berpisah. Akan tetapi harapan besar sang anak menjadi bongkahan surga menjadikan rindu sebagai pupuk harapan dan cinta sang orang tua.

Terpisah yang direncana, menciptakan jarak dan waktu yang indah.

wallahu a'lam
Mojopurno, 13-12-2015

Image : http://fantasiplus9xi3.blogspot.co.id/2013/02/mempererat-ukhuwah-islamiyah.html

Jumat, 04 Desember 2015

Harapan dan Keyakinan



Habis sholat isya malam ini, tiba-tiba muncul sebuah harapan. Terkabul doa-doa terbaikku.

Sejurus kemudian terpikir, mengapa hanya harapan dan bukan keyakinan?

Dalam kehidupan normal kita di dunia, harapan mewakili kondisi yg diinginkan meskipun banyak kendala dan peluang tidak berhasilnya juga cukup besar.

Keyakinan lebih dalam lagi karena ia menembus batas ketidakmampuan, menembus batas kemustahilan karena adanya kekuatan ruhiyah / jiwa  yang sangat dekat dengan penciptanya.

Boleh dicatat, hanya orang yang memiliki iman kokoh yg memiliki keyakinan yang kuat. Keimanan kepada Allah yg maha pencipta, dan taqdir yang telah ditetapkan untuk kita.

Tentu akan berbeda, jika satu orang mengatakan "kita yakin bisa!" dan yang lain mengatakan "kita berharap bisa!" Mereka yang memenuhi alam sadar dan bawah sadarnya dengan keyakinan, akan memiliki daya juang yang dahsyat.

Tidakkah kita melihat orang-orang yang memiliki keyakinan akan balasan hari Akhir berjuang dan berinfaq habis-habisan untuk mendapatkan jannah yang dijanjikan?

Belumkah kita melihat apa yang dilakukan Abu Bakar yang menginfaqkan seluruh hartanya untuk perjuangan Islam. Pada saat itu Rasulullah memandangi Abu Bakar dan bertanya, "apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu wahai Abu Bakar?" Abu Bakar hanya menjawab, "aku tinggalkan untuk keluargaku Allah dan Rasul-Nya."

Pun demikian jika Anda seorang terapis. Keyakinan bahwa Allah akan menyembuhkan penyakit pasien dan mentransfer keyakinan itu kepada pasien Anda, ini memiliki daya penyembuh yang luar biasa. Tentunya Anda harus betul betul memahami apa yang Anda resepkan. Setiap unsur di dalam resep Anda, setiap kandungan dan efek penyembuhannya, dosisnya, sakitnya, sebabnya, cara penyembuhannya. Sehingga logis Allah berikan kesembuhan, selebihnya Allah yang akan menyembuhkan. Bukankah Allah yang menurunkan penyakit dan Allah yang akan mengambil penyakit itu. Bukankah Allah turunkan penyakit dan juga sediakan obatnya untuk setiap penyakit? Yakin harus, obat yang tepat menjadikan kesembuhan lebih logis, memenuhi kewajiban ikhtiar dan sesuai sunatullah.


Madiun, 05122015
Image : http://www.crosswalk.com/family/parenting/a-new-year-s-hope-for-single-parents.html


Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com