Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 23 Februari 2015

Syair Penuh Pelajaran





Astagfirullah Robbal Baroya
Astagfirullah Minal Khotoya
Ya Rosulallah,  Salamun 'Alaik
Ya Rofi'asy - syani waddaroji 
'Atfatan yajirotal 'alami 
Ya uhailal judi walkaromi
___________ 

Ngawiti ingsun nglaras Syiiran 
Kelawan muji marang Pangeran 
Kang paring rahmat lan kenikmatan 
Rino wengine tanpo pitungan 

Duh bolo konco priyo wanito 
Ojo mong ngaji Syare'at bloko 
Gur pinter ndongeng,  
nulis lan moco 
Tembe mburine bakal sengsoro 

Akeh kang apal Qur'an haditse 
Seneng ngafirke marang liyane 
Kafire dewe gag di gatekke 
Yen isih kotor ati akale 

Gampang kabujuk nafsu angkoro 
Ing pepaese gebyare ndunyo 
Iri lan meri sugihe tonggo 
Mulo atine peteng lan nisto 

Ayo sedulur jo nglaleake 
Wajibe ngaji sak pranatane 
Nggo ngandelake iman tauhite 
Baguse sangu mulyo matine 

Kang aran soleh bagus atine 
Kerono mapan seri ngelmune 
Laku thoriqot lan ma'rifate 
Ugo hakikot manjing rasane 

Al-Qur'an Qodim wahyu minulyo 
Tanpo ditulis biso diwocoIku wejangan guru waskito 
Den tancepake ing njero dodo 
Kumantil ati lan pikiran 
Mrasuk ing badan kabeh jeroan 

Mu'jizat Rosul dadi pedoman 
Minongko dalan manjinge iman 
Kelawan Allah kang moho suci 
Kudu rangkulan rino lan wengi 
Ditirakati diriyadhohi 

Dzikir lan suluk jo nganti lali 
Uripe ayem rumongso aman 
Dununge roso tondo yen iman 
Sabar narimo najan pas pasan 

Kabeh tinakdir saking pengeran  
Kelawan konco dulur lan tonggo 
kang podo rukun ojo ngasio 
Iku sunahe Rosul kang mulyo 
Nabi Muhammad panutan kito 

Ayo nglakoni sakabehane 
Allah kang bakal ngangkat derajate 
Senajan ashor toto dhohire 
Ananging mulyo maqom drajate 

Lamun palastro ing pungkasane 
Ora kesasar roh lan sukmane 
Den gadang Allah swargo manggone 
Utuh mayite ugo ulese
 


Syi'ir Tanpo Waton 
al-magfurlah KH Abdurrahman Wachid 
(Gus Dur)

Image:
http://news.okezone.com/read/2015/01/05/340/1088248/haul-gus-dur-ke-5-dihadiri-menteri-hingga-warga

Doaku Pagi Ini



Jauhkan kami dari segala kemaksiatan yaa Rabb...

Jauhkan yang haram dari kehidupan kami, dekatkan semua yang halal bersama kami...

Berikan yang miskin kekayaan, yang kurang beri kecukupan, yang kaya berkecukupan, berikan kedermawanan, yang lemah berikan kekuatan, yang resah berikan ketenangan, yang terkungkung berikan kebebasan, yang sepi berilah teman, yang bujang berikan pasangan, yang menganggur berikan pekerjaan, yang sedih berilah kebahagiaan, yang sempit berikan kelapangan, yang sakit beri kesembuhan, yang ayah berikan kebijaksanaan, yang ibu berikan kelembutan, yang anak berikan ketaatan....

Beri kekuatan menghindari, menjauhi segala keburukan...Jauhkan kami dari teman, kolega, rekan yang tidak baik...

Gantikan semua keburukan, kejahatan, kemaksiatan dalam diri kami dan di sekitar kami dengan kebaikan...

Jadikan keluarga kami sebagai pribadi2 yang baik yang akan menjaga kami di dunia dan saling mengiringi masuk ke dalam jannahMu...

Jadikan kami dan teman2, keluarga, saudara kami tetap menjadi teman, keluarga dan saudara kami di surgaMu...

Amin...

Ganti namaku dengan namamu, sebarkan kepada semua temanmu, semoga menjadi kebaikan dan makbul. Miftahmadiun.com

Image :
http://www.voanews.com/content/reu-saudi-ministry-says-no-mer-virus-reports-yet-among-haj-pilgrims-mecca/1768586.html

Kamis, 05 Februari 2015

Menguras Rasa di Rumah Sakit

Menunggu keluarga yang dirawat di rumah sakit betul-betul memerlukan daya tahan luar biasa. kebutuhan pribadi seperti makan, tidur, istirahat sama sekali tidak bisa dipenuhi seperti ketika sedang di rumah sendiri. Akan lebih menyiksa lagi jika pihak rumah sakit memberlakukan aturan penunggu tunggal. Penunggu tidak akan bisa berbagi beban, berbagi pekerjaan, berbagi waktu istirahat. pada posisi serba lelah serba sendiri akan terasa lebih berat lagi jika menghadapi kondisi keluarga yang sakit dalam kondisi yang tergolong kategori resiko tinggi apalagi masuk fase krisis.

Kekuatan fisik terkuras, kekuatan psikis digerogoti. kebutuhan finansial selama dan pasca perawatan tidak kalah berat trasa jika tidak dipersiapkan dengan matang. Pada posisi seperti ini peran penyandang dana sungguh bagaikan dewa penolong. Kerabat, keluarga dekat, sahabat, teman sejawat. mereka bisa saja menolong disaat betul-betul sangat dibutuhkan, sayangnya pihak pasien harus mengembalikan semuanya sebagai kewajiban-kecuali diikhlaskan sebagai pemberian. Beban ini menjadi penambah berat beban yang masuk kategori "mbendol mburi". apapun cerita akhir pasien, entah kesembuhan atau kematian tetap harus diselesaikan.

Pada posisi seperti inilah sebuah perusahaan Asuransi memegang peranan sangat penting. Asuransi akan mencover semua kebbutuhan pembiayaan sesuai dengan plafond yang tersedia, sesuai kesepakatan awal dan sesuai level pembayaran premi yang kita lakukan. Sungguh sangat disayangkan jika kita tidak memiliki asuransi atau berhenti dari membeli premi asuransi. Beberapa waktu lalu sebuah stasiun tv nasional mengangkat berita seorang penderita kanker yang tidak bisa berobat karena tak mampu membayar kewajiban bulanan ke BPJS.

Saya hanya bisa menganjurkan kepada pembaca untuk sebisa mungkin memiliki asuransi. 

RS. Sardjito, Yogyakarta 07-02-2015



Kategori Tulisan

Anak (21) Ceramah (25) Doaku (3) Gallery (68) Hadits (20) Herbal (3) Hikmah (258) I'tikaf (5) Idul Fitri (27) Inspirasi (149) Jualan (3) Kesehatan (43) Keuangan (12) Kisahnyata (43) Kultum (147) Lailatul Qadar (2) Lain-lain (49) management (4) Nisa' (1) ODOJ (2) Progress (54) prowakaf (2) Puasa (182) Quran (17) Qurban (40) Ramadhan (322) Renungan (17) Rumahkreatif (6) Rumahpintar (8) Rumahtahfidz (18) Rumahyatim (6) Sedekah (47) Share (104) Syawal (5) Tanya jawab (2) Tarawih (4) Tarbiyah (166) Umroh (19) Wakaf (8) Yatim (7) Zakat (22)
Dapatkan kiriman artikel terbaru dari Blog Miftah madiun langsung ke email anda!
 

Info Kesehatan

More on this category »

Tarbiyah dan Pendidikan

More on this category »

Inspirasi Hidup

More on this category »

Lain-lain

Image by ageecomputer.com